Indonesia Sudah Jadi Medical Tourism IDI Sumut Latih Dokter Isi SKP

Medan - Indonesia sudah bisa menjadikan pelayanan kesehatan sebagai obyek wisata (medical tourism). Untuk itu, semua dokter diminta terus meningkatkan pengetahuan kekinian.

Demikian dikatakan Ketua BP2KB PB Ikatan Dokter Indonesia, dr Julianto Wijaksono SpOG KFER saat menghadiri pelatihan BP2KB yang digelar PW IDI Sumut selama dua hari di Hotel Antares Medan, Sabtu (30/1). Dia didampingi Ketua Umum IDI Sumut dr Henry Salim Siregar SpOG, Sekretaris IDI Sumut dr Ade Taufik SpOG dan Ketua Panitia sekaligus Ketua BP2KB IDI Sumut dr Masrif Sarumpaet.

Menurut Julianto, Indonesia dijadikan tujuan wisata pelayanan kesehatan khususnya pasien dari Eropa dan Amerika. Alasan utama, karena di Indonesia lebih murah dengan kualitas pelayanan standar internasional.

"Kita sudah bisa menerima Medical Tourism khususnya dari Eropa dan Amerika. Hal ini karena dampak dari mahalnya pengobatan di luar khususnya Eropa dan Amerika. Hingga mereka mencari alternatif berobat murah ke Indonesia. Tentunya, mutu dokter kia harus bisa dipertanggungjawabkan. Tapi juga harus didukung penuh sistem manajemen rumah sakit yang berstandar internasional," sebut Julianto.

Terpecaya

Khusus untuk dokter, dia menjamin, dokter yang mendapatkan izin praktek sudah terpercaya dan profesional. Karena mereka (para dokter-red), diberi izin praktek setelah memperkaya ilmu dan pengetahuan kekinian sebagai peningkatan mutu diri yang dinilai dalam satuan kredit poin (SKP).

Peningkatan mutu seluruh dokter Indonesia, lanjutnya, memang sesuatu yang diharuskan undang-undang. Jika tidak, maka dokter tersebut tidak bisa mendapatkan rekomendasi izin praktek.

"Untuk kualitas dokter, kita tidak kalah dengan luar negeri. Tinggal manamen rumah sakit yang harus dibenahi agar pelayanan kesehatan kita lebih baik lagi," tukasnya.

Sementara, Ketua Umum IDI Sumut dr Henry Salim SpOG, menyebutkan, pelatihan tersebut untuk memberikan pengetahuan para dokter yang ada di seluruh Cabang IDI se-Sumut. "Peserta terdiri dari utusan IDI Cabang se-Sumut. Mereka dilatih untuk mengisi SKP. Setelah itu, diharapkan mereka mentransfer ilmu tersebut ke dokter di daerah masing-masing," ucap Henry Salim. (nai)

Sumber: http://www.analisadaily.com
-

Arsip Blog

Recent Posts