Mengenal Kain Ulap Doyo

Jakarta - Kutai Kartanegara adalah salah satu mutiara Indonesia yang cantik dan eksotik, kaya akan ragam hias dan ornamen, penuh dengan ekspresi seni yang tercermin berbagai aspek budaya. Kadin Kukar mencoba mengangkat kain tradisional yang cantik nan elok "Kain Ulap Doyo" yang biasa dibuat oleh wanita suku dayak Benuaq yang tinggal di Tanjung Isuy.

Bertempat di Mal Kelapa Gading Ian Adrian perancang kenamaan mencoba mengangkat tradisi dan keeksotikan budaya Kutai untuk seri rancangan terbarunya yang berjudul "Tales from Kutai".

Ketua Kadin Kukar, Endri Erawan saat ditemui di Mal Kelapa Gading mengatakan, salah satu tujuan adanya peragaan busana Kain Ulap Doyo tidak lain agar kekayaan Kukar ini bisa dikenal bangsa Indonesia serta dunia internasional.

"Pinginnya kain Ulap Doyo dikenal kayak kain-kain dari daerah lain. Kita punya kain Ulap Doyo ini yang ingin kenalkan kepada masyarakat," terangnya, saat ditemui di Jakarta, Rabu (19/5/2010).

Target utama peragaan busana kain Ulap Doyo, imbuh Endri, agar bisa menggugah perajin serta wisatawan domestik dan wisatawan mancanagara bisa melihat secara langsung cara pembuatan dan datang langsung ke Kutai.
"Kekayaan Kutai hendaknya bisa dikenal luas seperti Kain Ulap Doyo dan juga batu-batuan," ujarnya.

Ian Adrian, desainer yang pernah mendapat penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) melalui Fashion Show di Pasar Terapung Banjarmasin pada tanggal 27 Januari 2008 akan menampilkan 10 rancangannya berupa gaun-gaun feminim, yang kaya akan sentuhan dan ornament Kutai terutama Kain Ulap Doyo.

"Setiap rancangan saya ini kaya akan warna-warna terang dan berani. Apalagi digabungkan dengan kelembutan bahan sifon, satin dan bahan organdy, agar menjadi semakin chic dan sesuai dengan gaya fashion yang modern," papar Ian Adrian yang mendampingi Kadin Kukar.

Ian menambahkan, dalam fashion kali ini ia mencoba melahirkan Kain Ulap Doyo yang disulap menjadi berbagai variasi, seperti gaun (dres), rok (skirt), celana serta berbagai atasan dan jaket.

"Kalau Palembang punya kain tapis, sumatra punya ulos, Bali punya kain gringsing. Nah, Kukar punya Kain Ulap Doyo, agar kain ini tidak diambil atau diakui negara lain. Apalagi Kukar deket dengan Malaysia," tegasnya.

Kain Ulap Doyo hasil kerajinan wanita dayak Benuaq di Tanjung Isuy ini, berasal dari tanaman doyo yang menyerupai pandan dan tumbuh subur di Tanjung Suy. Serat daunnya kuat dan dapat dijadikan benang untuk ditenun. Tenun Doyo ini kemudian sering diolah menjadi pakaian, kopiah, dompet, tas, hiasan dan sebagainya.
"Kain Ulap Doyo ini kan biasa dipakai acara keagamaan. Jadi ke depan agar enak dan adem dipakai harus dikominasian dengan sutera," ujarnya.

Pada bulan Juli nanti Kukar akan menyelenggarakan fashion besar-besaran dengan mengambil tema kain Ulap Doyo. (YON)

Sumber: http://travel.kompas.com
-

Arsip Blog

Recent Posts