Mencari Duta Wisata Indonesia di Ambon

Ambon, Maluku - Wakil dari 23 provinsi siap bersaing di ajang pemilihan Duta Wisata Indonesia tingkat nasional ke-4 yang akan berlangsung di Ambon pada 2-6 Desember mendatang.

Ketua Panitia Pemilihan, Herman Vranajaya, di Ambon, Senin (30/11), mengatakan, peserta dari 23 daerah akan tiba di Ambon mulai 1 Desember dan memasuki tahap karantina yang dipusatkan di Hotel Aston Natsepa, Kecamatan Salahutu, Pulau Ambon, Kabupaten Maluku Tengah.

Para peserta itu yakni Agam Inong Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), Jaka Dara Sumatera Utara, Bujang Gadis Sulawesi Utara, Bujang Dara Sri Gemilang Riau, Bujang Gadis Bengkulu, Bujang Dayang Bangka Belitung, Kang Nong Banten, Mas Mbak Jawa Tengah, Raka Raki Jawa Timur, Teruna Teruni Bali, Teruna Dedara NTB, dan Duta Wisata NTT.

Selain itu, Putra Putri Pariwisata Kalimantan Tengah, Bujang Dara Wisata Khatulistiwa (Kalimantan Barat), Putra Putri Mahakam Kalimantan Timur, Nanang Banjar Galuh Banjar, Anandonia Lu Ale Sulawesi Tenggara, Dara Daeng Sulawesi Selatan, Tommuane Tobaing Malaqbi Sulawesi Barat, Nou Uti Gorontalo, Putra Putri Pariwisata Papua, Putra Putri Wisata Papua Barat, dan Jujaro Mungare Maluku.

Dia mengakui, sambutan masing-masing daerah untuk datang ke Ambon mengikuti ajang ini sangat besar, terlihat dari banyaknya peserta yang mendaftarkan diri untuk mengikuti ajang yang dikhususkan bagi generasi muda Indonesia untuk melestarikan budaya asli daerahnya sebagai salah satu sumber kekayaan dan kekuatan nasional bangsa ini.

"Sebelumnya, kami menargetkan pemilihan duta wisata ke-4 di Ambon ini hanya diikuti 16 peserta dikarenakan kesulitan transportasi, tetapi jumlahnya meningkat menjadi 23 pasangan," katanya.

Diakuinya, penyelenggaraan Pemilihan Duta Wisata Indonesia yang memasuki tahun ke-4 itu didasari pertimbangan banyak ajang pemilihan duta wisata di masing-masing daerah masih bersifat lokal. Para duta tidak diberikan kesempatan untuk menyatukan kebudayaan Indonesia dari seluruh provinsi.

"Begitu pun pemilihan tingkat nasional yang berlangsung saat ini lebih banyak mengadopsi model pemilihan dari negara Barat yang kadang tidak sesuai dengan jati diri bangsa Indonesia," katanya.

Pemilihan Duta Wisata nasional ini diharapkan dapat memacu diri generasi muda khususnya para duta wisata di daerah untuk dapat maju dan menambah pergaulan di tataran nasional ataupun internasional.

Herman menambahkan, selama proses karantina, para peserta juga akan mengikuti seminar nasional pengembangan pariwisata, di samping penjurian yang ditangani para profesional di bidang pariwisata, serta malam grand final yang dihadiri Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik, 6 Desember mendatang.

"Acara ini pun turut dihadiri peninjau pariwisata internasional, di antaranya Malaysia dan India untuk selanjutnya mempromosikannya ke mancanegara," katanya.

Copyright 2009 Simplex Celebs All rights reserved Designed by SimplexDesign