Wisatawan Australia Lirik Manado

Manado, Sulawesi Utara - Enam wartawan Australia mengaku mendapat kesan istimewa pada pengalaman pertamanya datang ke Manado. Bahkan mereka menyebut Manado tujuan baru bagi wisatawan Australia yang selama ini hanya ke Bali. Bagi mereka, Manado merupakan destinasi baru selain Bali. Sebab umumnya, khalayak negeri Kanguru hanya mengenal Bali. Karena itu, menyaksikan keindahan Manado secara langsung merupakan pengalaman yang tidak terlupakan. ``Manado menyajikan alternatif baru yang tidak kalah atraktif dari Bali,” ujar para wartawan Australia itu sambil menjamin, wisatawan Australia akan suka dengan Manado.

Keenam wartawan itu berasal dari lima media The Age, Travel Magazine, Sydney Morning Herald, Inflight Magazine, dan TV Channel 7. Rombongan ini didampingi Pratito (KJRI) dan Managing Director Smile Travel (Australia), Tinny Widjaya. Mereka pada umumnya, kecuali Tito, baru pertama kali menginjakkan kaki di bumi Nyiur Melambai.

Mereka mengaku, tiga hari dan dua malam ternyata tidak cukup untuk menikmati indahnya Taman Laut Bunaken dan sejumlah obyek wisata di Sulawesi Utara (Sulut). “Rasanya terlalu singkat untuk menikmati keindahan daerah (Sulut) ini,” tutur Minister Counselor Konsulat Jenderal RI (KJRI) Sydney, Pratito Soeharyo, Senin (8/6) siang di Airport Internasional Sam Ratulangi, Manado, sesaat sebelum bertolak ke Sydney, Australia melalui Makassar dan Denpasar, dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia.

Pratito yang akrab dipanggil Tito merupakan pimpinan rombongan para wartawan Australia yang mengikuti program perjalanan wisata “Beyond Bali” yang digagas KJRI di Sydney. Meskipun terlampau singkat, perjalanan ke Manado ternyata memberikan kesan istimewa bagi seluruh peserta program wisata “Beyond Bali”. “Mereka semua ingin datang kembali ke Manado,” tegasnya. Mereka terkesan dengan pemeliharaan terumbu karang, keramatamahan masyarakat Manado, keindahanan kota, serta kelezatan makanan Manado.

Selama berwisata di Manado dan sekitarnya, rombongan wartawan ini telah berkunjung di sejumlah obyek wisata seperti Taman Laut Bunaken, Rumah Panggung Woloan, Kota Tomohon, Waruga Airmadidi, serta city tour Manado yang antara lain ke Patung Yesus Memberkati di Citra Land. Selain itu, mereka juga dijamu dengan seafood khas Manado di Restoran Nelayan Kalasey. Tidak hanya itu, para pekerja pers yang dipandu oleh Mapanget Travel Agent ini, juga disuguhi dengan wisata belanja souvenir dan snack khas Manado di Merciful Building, Manado. Pendek kata, mereka sangat menikmati program jalan-jalan di Manado ini.

Pratito sangat mengagumi perkembangan pesat Manado dalam beberapa tahun terakhir ini, terutama dengan meningkatnya jumlah hotel berbintang. Salah satu diantaranya Hotel Sintesa Peninsula yang mampu menawarkan pelayanan bergengsi dan berkelas. Jadi, tidak kalah dengan Bali ataupun daerah-daerah tujuan wisata dunia lainnya. Baginya, Manado merupakan tujuan wisata yang menjanjikan dan dapat menjadi alternatif baru bagi para wisatawan asing khususnya dari Australia.

Tito juga sangat terkesan dengan profesionalisme dari para pelaku bisnis pariwisata di Manado yang mampu memberikan pelayanan terbaik bagi para tamu. Dia berharap agar pemerintah dapat terus bekerjasama dengan pihak swasta guna mempromosikan Manado pada khususnya, dan Sulut pada umumnya. Jika, kerjasama ini dapat terjalin dengan baik, dirinya yakin target peningkatan jumlah wisatawan asing dan domestik dapat tercapai. Pada tahun 2008 jumlah kunjungan wisatawan asing ke Manado mencapai 30.000 dan tahun 2009 ini ditargetkan mencapai 100.000 wisatawan asing.

Menurutnya, program “Beyond Bali” merupakan program terencana dari KJRI Sydney untuk memperkenalkan daerah-daerah tujuan wisata baru di Indonesia, selain Bali. Pada umumnya para wisatawan Australia hanya mengenal Bali. Karenanya, pihak KJRI berupaya untuk mempromosikan bahwa Indonesia memiliki daerah-daerah wisata yang tidak kalah menarik dari Bali. Program ini sudah berjalan beberapa tahun dengan mengikutsertakan para wartawan yang dapat memberikan informasi kepada masyarakat Australia tentang Indonesia melalui media mereka. “Pokoknya, kita all out mempromosikan daerah-daerah wisata baru seperti Manado kepada masyarakat Australia,”kata Tito.

Menanggapi antusiasme para wartawan Australia ini, staf khusus Gubernur Sulut, Freddy Roeroe optimistis, target pencapaian 100.000 jumlah kunjungan wisatawan asing ke Sulut pada tahun 2009 ini bakal tercapai. Apalagi jika, program KJRI “Beyond Bali”, yang salah satu diantaranya mempromosikan Manado, dapat direspons positif oleh Pemprov Sulut, terutama instansi terkait dan pihak swasta. (myw)

Sumber: http://mdopost.com 11 Juni 2009
-

Arsip Blog

Recent Posts