Pemudik dan Wisatawan Berlibur ke Lombok

Mataram, Nusa Tenggara Barat- Selain pemudik, wisawatan lokal dari Jakarta, Bandung dan Surabaya memadati berbagai tempat wisata di Lombok. Mereka sudah berdatangan sejak Senin (29/9) hingga selesai lebaran. Bahkan ada hotel yang dinyatakan penuh hingga Jum`at (10/10) mendatang.

Sekitar lebih 3.000 orang wisatawan dipastikan akan memenuhi hotel berbintang yang tersebar di kawasan Senggigi dan Pulau Gili Trawangan di Lombok. Setidaknya 726 kamar di lima hotel berbintang di Lombok yang dikonfirmasi Tempo, sudah ditempati pengunjung musiman dari kota-kota besar tersebut. Hampir semua kamar terisi dari tarif terendah Rp450 ribu sampai tarif Rp7,9 juta.

Mereka yang sudah menyatakan kamar hotelnya penuh tersebut adalah Senggigi Aerowisata, The Santosa, Sheraton Senggigi, Holiday Resort, Vila Ombak di Gili Trawangan. Para penginap ada yang merupakan perjalanan kelompok maupun yang bersama keluarga dan perorangan.

Di Sheraton Senggigi, yang memiliki dua vila yang harga kamarnya paling mahal yaitu Rp7,9 juta, Kamis dan Jum`at penuh. "Hari ini mulai berdatangan," ucap Restika Pratiwi – Sales Executive Sheraton. Sewaktu dikonfirmasi Selasa (30/9) siang, huniannya baru 76 persen dari 154 kamarnya. Pada hari lebaran meningkat menjadi 92 persen.

Manajer Sales & Marketing SA Okayana menjelaskan bahwa penuhnya hunian kamarnya bertahan hingga Minggu (5/10). Termasuk 16 kamar Pool Vila Club yang dijual semalam Rp2,6 juta atau US $ 280 untuk orang asing. "Hunian kamar memenuhi target," kata Okayana.

Di Holiday Resort, Sales & Marketing Gerit Polii menyebutkan dari keseluruhan 188 unit kamar sebanyak 30 kamar Apartement yang masing-masing memiliki dua kamar yang semalamnya Rp1 juta ditempati oleh tujuh keluarga orang lokal. "Mereka libur dengan pembantunya," ujar Gerit.

Inhouse Sale Vila Ombak di Gili Trawangan Jun Hariasa mengatakan wisatawan nusantaranya yang berlibur di hotelnya memang hanya 25 persen dibanding wisatawan mancanegara. Rabu (1/10) dipastikan 85 unit kamarnya termasuk deluxe room seharga Rp1,8 juta telah penuh.

Nah di The Santosa Vilas yang 133 kamar hotelnya bisa dijual sudah tidak mampu menerima penginap baru karena 36 kamarnya masih dalam tahap renovasi. “Empat kamar vila yang harganya Rp3 juta pun sudah laku,`` katanya. (Supriyantho Khafid)

Sumber: www.tempointeraktif.com (30 September 2008)
-

Arsip Blog

Recent Posts