Sindang Barang Gelar Permainan Tradisional

Ilustrasi Permainan Gasing
Bogor, Jabar - Kampung Budaya Sindang Barang yang terletak di Desa Pasir Eurih, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menggelar festival permainan tradisional untuk anak-anak, Minggu.

"Festival ini merupakan salah satu even di Kampung Budaya Sindang Barang yang digelar di tahun 2013," kata Pupuhu atau Tetua Kepala Adat Kampung Budaya Sindang Barang Achmad Mikami Sumawijaya.

Ia menjelaskan festival permainan tradisional anak tersebut merupakan yang pertama kalinya digelar Kampung Budaya Sindang Barang.

Festival yang diberi nama Lomba Kaulinan Budak Lembur diikuti puluhan anak dari tingkat SD dan SMP.

Peserta lomba terdiri dari 40 regu masing-masing regu berjumlah lima orang.

Lomba ini menampilkan berbagai macam permainan tradisional Indonesia seperti gatrik, boyboyan, ranjau, jepret jengkol, sokolok gaplok, angrang batok, gugusuran, gangsing, dan pepletokan.

Permainan dimainkan secara bergiliran. Tata cara bermain, dimulai di trak yang sudah disediakan oleh panitia seperti trak lomba lari.

Trak tersebut dibuat seperti lintasan lari, setiap satu meter permainan berganti. Misalnya diawali dengan angrang, peserta lomba berjalan menuju rute permainan gugusuran yakni menarik teman dengan pelepah pohon pinang, lalu berlanjut ke permainan anggrang batok, dan permainan lainnya.

Kelompok yang berhasil menyelesaikan trak permainan hingga sampai finis akan menjadi juara.

Menurut Mikami, festival tersebut diselenggarakan dalam rangka melestarikan permainan tradisional di kalangan anak-anak.

"Kami berharap anak-anak mengenal beragam jenis permainan tradisional yang saat ini mulai ditinggalkan," katanya.Mikami menambahkan, pihaknya akan menggelar secara rutin festival permainan tradisional anak tersebut setiap tahunnya.

"Karena dalam permainan tradisional ini ada unsur gembira, olah raga dan juga kekompakan," katanya.

Kegiatan lomba diikuti sangat antusias oleh puluhan anak. Mereka kompak mencoba permainan yang belum pernah mereka mainkan sebelumnya.

"Senang mainnya, walau sedikit susah kayak main anggrang, gatrik tidak bisa memainkannya," kata Gilang (13) siswa kelas 6 SD Negeri Pasir Eurih 2.

Meski sulit dan awam, sejumlah anak terlihat enjoi memainkan permainan. "Seru mainnya, asik rame-rame, lebih seru daripada main game," kata Rika dan Fikri kompak.

Menurut Susilawati guru Pendidikan Jasmani SD Negeri Pasir Eurih 2, kegiatan lomba permainan tradisional sangat positif digelar selain untuk mengenalkan kembali permainan asli Indonesia juga mengajarkan kekompakan kepada anak.

"Kami berharap kegiatan ini rutin digelar. Agar anak-anak mengenal macam-macam permainan tradisional kita yang selalu mengajarkan kekompakan," katanya.

Kampung Budaya Sindang Barang dikenal sebagai tempat digelarnya kegiatan budaya Seren Taun yang rutin dilaksanakan setiap tahunnya pada saat bulan Maulid.

-

Arsip Blog

Recent Posts