Festival Budaya Faradje’ Keraton Sanggau Digelar

Sanggau, Kalbar - Festival Budaya Faradje' Pasaka Negeri Keraton Surya Negara Sanggau ke-V tahun 2013 resmi dibuka oleh Bupati Sanggau, H. Setiman H. Sudin. Kegiatan tersebut juga menjadi rangkaian peringatan Hari Anti Narkoba Indonesia (HANI).

Peresmian festival budaya ini dilakukan Rabu, 25 Juni 2013, di halaman Keraton Sanggau dengan ditandai pemukulan gong sebanyak tujuh kali. Pembukaan festival dihadiri Bupati Sanggau juga raja-raja se-Nusantara dan raja se-Kalimantan Barat, di antaranya Raja Tayan, Raja Sintang, Raja Sekadau, Raja Ketapang, Raja Sekadau, dan Raja Kubu Raya. Tak ketinggalan, perwakilan dari Kerajaan Brunei Darussalam, Kerajaan Malaysia, dan Majelis Kerajaan Nusantara Kalbar. Ada pula Forkompimda Kabupaten Sanggau, SKPD Kabupaten Sanggau, serta tokoh agama dan tokoh Masyarakat Sanggau.

Bupati Sanggau, H. Setiman H. Sudin mengatakan bahwa Faradje' merupakan rangkaian kegiatan yang bertujuan melestarikan nilai-nilai luhur budaya dalam rangka kelangsungan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Pemerintah menyadari bahwa masih sangat banyak potensi wisata di Indonesia, baik wisata alam maupun budaya yang harus dibina dan dikembangkan. Untuk itulah, perlu adanya dukungan dari pemerintah daerah.

Faradje' merupakan salah satu budaya yang sudah dilestarikan oleh masyarakat, khususnya Melayu di Kabupaten Sanggau sejak dahulu kala. Dan, ini merupakan potensi wisata di bidang kebudayaan yang perlu dibina dan dikembangkan.

"Oleh karena itu, saya berharap kegiatan ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan setiap tahunnya dengan dikembangkan secara terus- menerus dan ini sejalan dengan program pemerintah yang mengimbau kepada pimpinan di daerah untuk melestarikan budaya dan adat istiadat yang ada dalam masyarakat," tuturnya.

Pangeran Ratu Surya Negara, Gusti Arman mengatakan bahwa festival ini mutlak dilaksanakan sebagai anak negeri dan penerus para leluhur dan pendiri negeri yang telah tiada. "Kita wajib melestarikan budaya kita. Karena kalau kita meninggalkan budaya kita, akan terpengaruh oleh budaya luar yang bermuara narkoba ujung-ujungnya," ujarnya.

Gusti Arman menuturkan, bahwa warwah Melayu, yaitu Melayu takkan hilang ditelan bumi. Maka dari itu dirinya mengajak bersama-sama melestarikan dan pertahankan budaya-budaya melayu.

Gusti Arman menjelaskan, selain melaksanakan festival, juga dilaksanakan HANI secara bersamaan. "Marilah kita sebagai orangtua, tokoh agama, dan tokoh masyarakat dapat saling mengingatkan anak-anak kita supaya menjauhkan dirinya dari narkoba," jelasnya.

Festival Faradje' dimulai 26 Juni hingga 29 Juni 2013 dengan berbagai macam kegiatan dan lomba, di antaranya lomba sampan, tari Jepin, lomba Bergabus, lomba Syair, lomba Hadrah, lomba Dendang Melayu, lomba Gampak Gasing, lomba membuat kue tradisional, lomba busana muslim, seni silat, sunatan masal, pameran, dan pasar rakyat. Pihaknya juga telah melaksanakan hiburan rakyat yakni pertandingan gaplek.

Sementara itu, Ketua Forum Silahturahmi Keraton Nusantara, Gusti Kamboja mengatakan bahwa tidak banyak peran yang diberikan ke kerajaan-kerajaan di Kalbar, karena keterbatasan sumber daya manusia (SDM). "Kami berkeyakinan para pemangku kepentingan, pelaku usaha baik BUMN dan swasta, serta masyarakat dan keluarga kerajaan dapat merawat keraton-keraton di Kalbar," pungkasnya.

-

Arsip Blog

Recent Posts