"Braga Culinary Night" Pertama Kali Digelar di Bandung

Bandung, Jabar - Bandung akan menghadirkan Braga Culinary Night yang digelar pada Sabtu (11/1/2013) mendatang. Acara kuliner ini baru pertama kali digelar di Bandung yang merupakan ide awal dari Wali Kota Bandung Ridwan Kamil.

"Ini merupakan yang pertama kali digelar. Braga Culinary Night akan menjadi distrik kuliner pertama di Bandung," kata Ridwan di Bandung, Selasa (7/1/2014).

Ridwan mengatakan, pada Braga Culinary Night itu akan menghadirkan makanan dan minuman mulai dari yang paling murah sampai yang paling mahal.

"Di sepanjang Jalan Braga itu, kita bagi tiga zona, zona harga murah, zona harga sedang dan zona harga mahal. Kalau yang murah contohnya seperti, gorengan, si emang-emang nasi goreng. Kalau yang sedang mungkin contohnya susi dan yang zona mahal, salah satunya steak," katanya.

Pengelompokan makanan dalam acara kuliner ini pun agar semua masyarakat bisa menikmati apa-apa yang dihadirkan. "Kalau hanya nutup-nutup jalan enggak rame ya kan, orang hanya bisa duduk bengong, dengan Braga Culinary Night ini kan orang bisa duduk-duduk sambil makan," katanya.

Selain itu, akan dihadirkan panggung-panggung di beberapa titik di Jalan Braga untuk mereka yang ingin tampil meramaikan acara kuliner ini. Berbagai komunitas pun akan hadir dalam Braga Culinary Night.

Ridwan menambahkan, acara kuliner ini akan digelar rutin satu kali dalam seminggu. "Ya, tiap malam Minggu (Sabtu malam) diadakannya, kita adakan rutin," katanya.

Dia memaparkan, ide ini muncul karena berkaca kepada kondisi Jalan Braga sekarang. Jalan Braga sebagai salah satu jalan di Bandung yang merupakan pusat historis Kota Bandung selalu bergerak menuju ketidakpastian dan dimanfaatkan dengan cara-cara yang kurang tepat dan bahkan salah.

Di antaranya, pemasangan paving batu andesit yang dipasang di sepanjang Jalan Braga tidak seharusnya dilalui kendaraan bermotor dan kemudian pembangunan hotel mewah yang tiba-tiba di pusat aktifitas area.

"Fenomena ini mendorong pertanyaan, sudah benarkah cara kita merayakan keberadaan Braga?" sindirnya.

Akibatnya, beberapa nilai sejarah di Jalan Braga ini seakan sedikit demi sedikit mulai menghilang. Ridwan berharap Braga Culinary Night menjadi gerakan awal untuk mengembalikan fungsi Jalan Braga sebagaimana mestinya. "Semoga menjadi mesin waktu untuk menilik kembali nilai-nilai historikal yang sempat terlupakan," tambah Ridwan Kamil.

-

Arsip Blog

Recent Posts