Seminar Nasional dan Wokshop Sekolah Anti Korupsi

Bandung—Kabinet Keluarga Mahasiswa (KM) ITB menyelenggarakan seminar nasional dan workshop Sekolah Anti Korupsi, yang berlangsung 17-20 Januari 2006. Menghadirkan pembicara-pembicara ternama di Indonesia, seminar dan workshop ini tidak hanya diikuti oleh mahasiswa-mahasiswa yang menjadi sasaran utama kegiatan ini, tetapi para praktisi di bidang pemerintahan, hukum, dan akademisi juga turut hadir.

Acara ini dibagi ke dalam empat bagian. Seminar pertama yang diselenggarakan pagi hingga siang hari tadi, bertajuk “Menelusuri Kegagalan Pemberantasan Korupsi di Indonesia” menghadirkan pembicara seperti Lendo Novo, dan I Gede Raka. Seminar ini dilanjutkan dengan Studium Generale “Membangun Gerakan Moral Anti Korupsi Menuju Kesejahteraan & Kemandirian Bangsa” yang dibawakan oleh Hidayat Nur Wahid. Sepanjang 17-20 Januari sendiri dilangsungkan workshop yang dikhususkan bagi perwakilan BEM dari universitas-universitas lain dan para undangan. Acara ini ditutup dengan seminar pada tanggal 20 Januari, yang bertajuk “Menggagas Gerakan Anti Korupsi Berbasis Partisipasi Pemda & Masyarakat”, yang akan menghadirkan pembicara di antaranya Adhyaksa Dault, dan Husni Albanjari.

Bangsa Indonesia saat ini sedang mengalami krisis multidimensi yang berkepanjangan. Berbagai masalah saling tumpang tindih tanpa ada penyelesaian yang relevan. Daya saing bangsa ini pun semakin merosot, dapat terlihat dari berbagai ketertinggalannya di kancah dunia internasional.

Semenjak reformasi digulirkan tahun 1998 silam, kasus korupsi di Indonesia belum juga terselesaikan. Padahal, korupsi merupakan ponter paling penting dalam perbaikan bangsa ini. Tak dapat dipungkiri, pendidikan orde baru ala Soeharto telah melekat begitu dalam dalam setiap karakter rakyat Indonesia.

Semua pihak telah menyadari bahwa pemberantasan korupsi tidak bisa hanya sebatas permainan hukum. Solusi permasalahan tersebut juga berada di tangan manusia Indonesia sebagai stakeholder yang terkait. Penanaman karakter anti korupsi sejak menjadi sangat penting.

Tindakan korupsi memiliki definisi yang sangat luas. Banyak ambiguitas yang terjadi dalam praktek lapangannya. Dengan demikian diperlukan sebuah standar yang dapat dipakai untuk menilai hal tersebut. Karenanya, Kabinet Keluarga Mahasiswa Institut Teknologi Bandung mengadakan Sekolah Anti Korupsi “Sekantor” sebagai salah satu cara untuk memberikan wawasan dan pengetahuan tentang tindakan korupsi. Tujuan dari diadakannya acara ini adalah: menumbuhkan jiwa anti korupsi pada mahasiswa sebagai calon pemimpin bangsa Indonesia, memberikan keterampilan/skill dasar pada peserta dalam menganalisis tindakan korupsi, dan menjadi inspirasi tumbuhnya gerakan anti korupsi di seluruh Indonesia.

Sumber: itb.ac.id, Rabu, 17 Januari 2007
-

Arsip Blog

Recent Posts