Mempawah Bangun Rumah Adat Melayu

Mempawah, Kalbar – Bupati Ria Norsan berjanji merealisasikan pembangunan Rumah Adat Melayu di Kabupaten Mempawah. Hal ini ditegaskannya beberapa waktu lalu saat acara silaturahmi Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kabupaten Mempawah.

Menurut Norsan, keberadaan Rumah Adat sangat diperlukan sebagai tempat beraktivitas puak Melayu Kabupaten Mempawah. Terlebih dirinya selaku Ketua Umum MABM Kabupaten Mempawah berkomitmen menghidupkan kembali tradisi-tradisi Melayu di Bumi Galaherang. Dirinya menilai masyarakat Melayu sebagai mayoritas harus bisa menjadi panutan masyarakat lainnya.

“Mari kita hidupkan budaya-budaya kita. Kita yang harus memberi contoh kepada masyarakat yang lainnya karena di Mempawah ini mayoritas masyarakat Melayu. Jadi adat-adat yang baik yang sudah lama tidak hidup kita hidupkan kembali supaya anak cucu kita nanti tahu bagaimana adat budaya Melayu yang sebenarnya. Untuk gedung saya berusaha semaksimal mungkin. Mudah-mudahan terwujud apabila anggaran memungkinkan,” paparnya.

Norsan menjelaskan Rumah Adat diperlukan agar puak Melayu dapat berkegiatan dengan baik dan nyaman. Apalagi dirinya beserta seluruh pengurus MABM punya visi menjadikan Melayu sebagai bagian dari anak bangsa yang mampu mewarnai zaman. Karena itu dirinya bertekad mewujudkan pebangunan rumah adat tersebut di masa kepemimpinannya sebagai Ketua Umum MABM Kabupaten Mempawah dan juga Bupati Mempawah.

“Kita berniat untuk membangun sekaligus. Apalagi sebagai daerah perlintasan antara Pontianak, Singkawang, dan Sambas, kita belum punya Rumah Adat Melayu. Padahal ketiga kota itu sudah punya. Kita akan segera membangun tempat untuk kita nanti berkumpul dan bermusyawarah. Saya mengajak, mari kita hidupkan adat budaya Melayu kita ini. Tumbuh kembangkan kembali, jangan sampai hilang ditelan zaman, jangan bilang ini ketinggalan zaman. Justru Melayu harus mewarnai zaman, jangan zaman yang menelan adat budaya Melayu,” tuturnya.

-

Arsip Blog

Recent Posts