Budaya Nusantara Butuh Kreasi Generasi Muda

Depok, Jabar - Parade Budaya Nusantara (PBN), diyakini praktisi kebudayaan Baas Cihnosuweko, bisa dijadikan alat pemersatu masyarakat sekaligus kebanggaan bangsa Indonesia khususnya masyarakat Depok sekitarnya.

“Kami ingin menunjukkan kepada dunia bahwa keanekaragaman budaya nusantara mampu menumbuhkembangkan rasa memiliki (sense of belonging) dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” kata ketua sanggar tari Ayodya Pala disela-sela gebyar PBN menyambut HUT RI ke-69 di D’Mall, Jalan Raya Margonda.

Dijelaskannya, budaya nusantara tidak semata-mata menampilkan seni tari atau lagu melainkan dilatarbelakangi keteladanan dari sejumlah peristiwa yang mengiringinya. Setiap budaya di Indonesia, katanya, bisa dipastikan mengandung falsafah hidup nenek moyang yang penuh pelajaran. “Yang penting bagaimana generasi muda menyikapi budaya nusantara ini sebagai keluhuran para pendahulu dalam satu kesatuan budaya di Indonesia,” ujar Baas.

Mengenai PBN, ia menerangkan, diselenggarakannya dengan menampilkan beragam seni tari dari banyak daerah, lagu, dan modelling. Di antaranya tari karya kreasi khas Ayodya Pala seperti tari Godeg Ayu, Goyang Amprog, Japin Fitroh, dan Saman.

Menanggapi itu, Wakil Walikota Depok, Idris Abdul Somad, menyatakan PBN merupakan arti lain dari pemaknaan sebuah kemerdekaan berkreasi dalam budaya nusantara. Alasannya, PBN merupakan kultur kebhinnekaan dari hasil kolaborasi dan modifikasi seni tradisional. “Karenanya, ekspresi budaya nusantara harus terus dilestarikan. Jangan sampai tergerus budaya luar dan terdampak pengaruh negatif,” ujarnya saat menonton PBN.

-

Arsip Blog

Recent Posts