Kota Sukabumi Bangkitkan Kearifan Budaya Lokal

Sukabumi, Jabar - Wali Kota Sukabumi Mohamad Muraz mengatakan, dalam menghadapi arus globalisasi pada tahun ini pihaknya akan terus berupaya membangkitkan kembali kearifan budaya lokal.

"Kearifan budaya lokal ini harus menjadi kekuatan bagi daerah khususnya dan nasional pada umumnya dalam menghadapi arus globalisasi," kata Muraz usai menghadiri peringatan Hari Jadi 101 tahun Kota Sukabumi di Lapang Merdeka, Rabu (1/4/2015).

Menurut Muraz sebagai langkah untuk mewujudkan pihaknya sudah melakukan berbagai upaya. Di antaranya menerbitkan SK Wali Kota mengenai Rebo Nyunda.

"Rebo Nyunda ini mulai hari ini setiap hari Rabu menggunakan pakaian khas Sunda. Ada dua macam warna dominan yaitu hitam dan putih, seperti yang saya pakai ini sekarang warna putih," ujar Muraz sambil memperlihatkan pakaian yang dikenakannya.

Muraz menuturkan sebelumnya upaya membangkitkan kearifan lokal itu sudah dilaksanakan dalam penggunaan bahasa Sunda dan kesenian tradisional pencak silat dalam muatan lokal (Mulok) di lingkungan pendidikan.

"Dalam bidang kebudayaan lokal ini Kota Sukabumi juga sudah berprestasi baik regional maupun nasional," tutur mantan Sekda Kota Sukabumi dua periode itu.

Ketua DPRD Kota Sukabumi Moch. Muslikh Abdussyukur mengapresiasi komitmen dan langkah Pemkot Sukabumi dalam berbagai upaya membangkitkan kearifan budaya lokal.

"Saya mengapresiasi Pemkot Sukabumi yang sudah menetapkan setiap Rabu harus mengenakan pakaian adat dan berbahasa Sunda," kata Muslikh kepada wartawan usai rapat paripurna di Gedung DPRD, Rabu.

Langkah Pemkot Sukabumi itu, lanjut Muslikh, juga sudah diterapkan di kalangan DPRD. Salah satu contohnya hari ini mengenakan pakaian khas Sunda dan dalam rapat paripurna juga menggunakan bahasa Sunda.

"Rapat paripurna juga sudah menggunakan bahasa Sunda dan semuanya berpakaian pangsi," ujar Muslikh yang sebelumnya menjabat Wali Kota Sukabumi selama dua periode.

-

Arsip Blog

Recent Posts