Kuliner Nusantara Serbu Kampus Taiwan

Jakarta - Beragam jenis makanan khas Nusantara turut menyemarakkan Pekan Budaya Internasional di kampus National Taiwan Normal University (NTNU), Taipei, pada 16-20 Maret 2015.

"Sudah dua kali ini kami turut berpartisipasi dalam acara ini," kata Stephanie Angela, mahasiswi NTNU asal Indonesia, di Taipei, Jumat (20/3).

Ia bersama rekan-rekan mahasiswa NTNU asal Indonesia bergotong-royong menyediakan makanan khas Nusantara, seperti nasi uduk, mi goreng, telur dadar, dan aneka jajanan pasar di stan berukuran 3 x 3 meter itu.

"Semuanya kami masak sendiri di dalam stan. Modalnya patungan di antara kami," ujar mahasiswi jurusan Aplikasi Bahasa dan Kebudayaan China itu.

Di salah satu perguruan tinggi negeri di bawah naungan Kementerian Pendidikan Taiwan itu terdapat sedikitnya 16 mahasiswa asal Indonesia.

Mereka menempuh jenjang pendidikan S1 dan S2 bidang pengajaran (paedogogik) yang meliputi bahasa, kebudayaan, olahraga, sosial, dan musik.

Selama Pekan Budaya Internasional itu berlangsung, stan yang dijaga mahasiswa asal Indonesia dengan berpakaian batik itu mampu menarik minat pengunjung dari mancanegara.

"Kebanyakan yang datang ke sini mahasiswa asal Taiwan, selain dari Eropa yang penasaran dengan masakan pedas khas Indonesia," ujar Stephani.

Ia menyebutkan selama kegiatan berlangsung omzetnya mencapai 10.000 dolar NT atau setara Rp4,1 juta per hari dari hasil penjualan aneka makanan khas Nusantara.

"Tentu kami bangga bisa berpartisipasi dalam acara ini bersama dengan mahasiswa-mahasiswa dari negara-negara lain," ujarnya mengenai alasan keikutsertaan mahasiswa Indonesia di ajang yang digelar di pusat Kota Taipei itu.

Meskipun tidak ada suvenir khas Nusantara, stan yang diapit stan milik mahasiswa asal Tiongkok dan Hong Kong itu tetap ramai oleh kehadiran pengunjung.

Apalagi pada saat jam istirahat ketika mahasiswa NTNU makan siang. "Untuk rasa sedikit kami sesuaikan dengan lidah orang asing. Memang pedas, tapi tidak terlalu," kata mahasiswi asal Jakarta itu.

Sementara itu, Chris Pan dari panitia penyelenggara Pekan Budaya Internasional menyebutkan bahwa sebanyak 13 negara berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Pekan Budaya Internasional ini merupakan kegiatan tahunan yang bisa menjadi ajang bagi mahasiswa dari berbagai negara mengenalkan budaya dan makanan khasnya masing-masing.

-

Arsip Blog

Recent Posts