Festival Tertua Kuwung Banyuwangi akan Digelar 5 Desember 2015

Banyuwangi, Jatim - Festival Kuwung, kegiatan tahunan tertua yang biasa digelar dalam rangka Hari Jadi Banyuwangi akan dihelat Sabtu 5 Desember 2015 mendatang. Kuwung yang berarti pelangi, akan digelar malam hari dan menjadi night carnival ke dua di Banyuwangi.

Festival yang masuk dalam agenda Banyuwangi Festival 2015 ini mengangkat tema folklore yang menghadirkan beragam seni budaya asli Banyuwangi.

"Festival Kuwung merupakan etalase kesenian dan tradisi masyarakat Banyuwangi yang beragam. Inilah yang membedakannya dengan festival lainnya. Bila festival lain menampilkan satu tematik budaya Banyuwangi, di Kuwung ini beragam tradisi khas Banyuwangi akan ditontonkan," ujar Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata MY Bramuda, Kamis (3/12/2015).

Sejumlah legenda rakyat Banyuwangi seperti Minak Jinggo dan Sritanjung dikemas dalam sebuah parade fragmen. Seluruh pelaku seni di Banyuwangi akan terlibat dan membawakan lakon cerita yang berbeda-beda. Di antaranya folklore Bambang Menak diwisuda.

Legenda ini mengkisahkan perjuangan Bambang Menak yang berhasil mengalahkan ayahandanya sendiri, Kebo Marcuet dan diwisuda menjadi pemimpin Bumi Blambangan. Ada pula cerita Jajang Sebarong, Adage Kedaton, Macan Putih, Gemulung Ombak Sembulung, dan Bersih Desa Alas Malang.

Selain folklore, sederet seni budaya Banyuwangi juga ditampilkan dalam Festival Kuwung ini. Mulai tari jaran-jaranan yang dibawakan oleh anak-anak, prosesi sunatan, Barong Ider Bumi, tari Jaran Goyang, seni hadrah Kuntulan, sampai Barongsai mengisi masing-masing fragmen di even budaya ini. Tradisi Kawin Colong dan upacara Kemanten Using juga akan ditampilkan.

Parade ini akan mengambil start dari halaman depan Kantor Pemkab Banyuwangi dan berakhir di Taman Blambangan. Festival ini juga dipastikan semakin meriah dengan kehadiran enam kabupaten sahabat yakni Probolinggo, Jembrana, Kediri, Lumajang, Kota Denpasar dan Pasuruan.

-

Arsip Blog

Recent Posts