Sendratari Ramayana Bertahan Ditengah Gempuran Jaman

Klaten, Jateng - Kesenian tradisional tetap bertahan ditengah gempuran hiburan modern yang terus berkembang. Tak dapat dipungkiri seni klasik masih menjadi magnet bagi para wisatawan baik domestik maupun mancanegara, salah satunya yakni Sendratari Ramayana. Sanggar Tari Kusuma Aji (STKA) Klaten salah satunya yang hingga saat ini tetap konsisten mempertahankan kebudayaan adiluhung tersebut.

Pimpinan STKA Klaten, Tejo Sulistyo mengatakan, untuk menyajikan tontonan yang menarik perlu mempersiapkan dengan matang. Baginya pencapaian terbesar yakni manakala dapat melestarikan budaya daerah dan penonton merasa terhibur dengan apa yang ditampilkan.

“Semua komponen melakukan hal yang terbaik. Latihan dan latihan terus kami lakukan untuk menyajikan yang terbaik bagi penonton,” kata Tejo di Klaten, Rabu (23/03/2016).

Tejo Sulistyo mengerahkan sebanyak 70 penari dari sanggar yang dipimpinya, sehingga pentas full story Ramayanan benar-benar memikat penonton. Cerita penuh Ramayana tersebut dipentaskan dalam empat babak yang menceritakan perjuangan cinta rama dan Shinta.

Menurut Tejo Sendratari Ramayana yang sering adipentaskan di Kompek Candi Prambanan merupakan penggabungan antara tari dan drama tanpa dialog. Cerita diangkat dari kisah Ramayana, yakni perjalanan Rama menyelamatkan istrinya Dewi Shinta yang diculik Raja Rahwana.

-

Arsip Blog

Recent Posts