AMKS Lestarikan Zikir Nazam

Pontianak, Kalbar - Meski dominan dilakukan orang tua, aktivitas zikir nazam masih diminati sebagian kalangan muda. Satu di antaranya mereka yang berada di Asrama Mahasiswa Kabupaten Sambas Pantai Utara. Seni budaya turun-temurun masyarakat Kabupaten Sambas ini menjadi kegiatan rutin dan terprogram.

Ketua AMKS Pantura, Dedi Muniardi mengatakan, beragamnya pilihan aktivitas muda-mudi masa kini yang didukung kemajuan teknologi, membuat kesenian zikir nazam cenderung "jadul". Sehingga pilihan untuk aktivitas kekinian yang gaul, lebih banyak mendapat tempat.

"Tapi bagi saya, justru bangga bisa mempelajari zikir nazam. Ini bukan sekedar untuk orang-orang yang sudah tua, tapi sebenarnya baik untuk yang muda. Inikan tidak didapatkan di bangku sekolah ataupun bangku kuliah," katanya, belum lama ini.

Kesenian ini secara rutin digelar satu minggu sekali di AMKS Pantura sebagai bentuk latihan. Karena masuk dalam program pembinaan, latihan diikuti semua penghuni asrama mahasiswa di Jl Cendana nomor 157 ini.

"Sebagian besar baru pernah belajar ketika sudah di asrama. Waktu di kampung, saya misalnya, tidak pernah ikut. Waktu itu berfikirnya untuk apa juga. Apa sukanya. Setelah mulai ikut, ternyata banyak manfaatnya," kata Dedi.

Tidak sekadar menjadi bagian dari mengenal kebudayaan daerah, keterlibatan mereka di zikir nazam juga menjadi sarana silaturahmi. Kesenian yang dimainkan secara berkelompok dan diiringi dengan alat musik perkusi, semisal rebana, ketumba, serta tamborin ini, mempertemukan mereka dengan banyak perantau dari Sambas di Pontianak.

"Kita jadi tahu budaya sendiri. Dari sini kita juga dapat kenalan-kenalan baru. Karena tidak sekedar di asrama, kita juga sering diikutkan zikir nazam ini ke rumah-rumah warga Pontianak asal Sambas. Jadi dari kesenian, terjalin silaturahmi," katanya.

Zikir nazam merupakan seni bersyair dalam bahasa Arab yang dilantunkan dengan nada tertentu. Kesenian ini dimainkan secara berkelompok, diiringi dengan alat musik, seperti rebana, ketumba, dan tamborin. Di Kabupaten Sambas, tradisi ini biasanya digelar di rumah warga atau tempat tertentu saat acara seperti pesta pernikahan.

Pengurus AMKS Pantura lainnya, Sudiyanto mengatakan, keikutsertaannya dalam latihan zikir nazam memang menjadi keingin tersendiri. Selain tambahan pengetahuan mengenai budaya daerah, juga agar tidak canggung saat diajak berzikir nazam di daerahnya sendiri.

"Supaya tidak malu ketika pulang kampung. Karena saya sering diajak. Jadi waktu diajak sudah bisa," katanya.

Paling penting menurutnya, keikutsertaan di zikir nazam memperpanjang tali silaturahmi. Terutama di Pontianak, dimana mereka sering diajak berzikir nazam dari satu rumah ke rumah lain. "Kalau di Pontianak kita ikut yang sudah senior. Jadi sering diajak dari rumah satu ke rumah yang lain," katanya.

Kegiatan Positif

Dedi Muniardi mengatakan, generasi muda merupakan kunci pelestari budaya. Tanpa adanya regenerasi, mustahil satu kebudayaan bisa terus lestari.

"Sebagai generasi muda, kita memiliki peran untuk ikut serta melestarikan atau mengeksistensikan budaya kita jangan sampai hilang di telan zaman. Satu di antaranya zikir nazam ini," kata Dedi.

Selain itu, mengikuti kegiatan-kegiatan seni budaya, juga menjadi bagian memanfaatkan waktu yang ada. Sehingga anak-anak muda tidak hanya menghabiskan waktu dengan kumpul-kumpul tanpa isi, tapi bisa memanfaatkan waktu untuk hal positif. "Dengan aktivitas yang positif tentu menghindarkan dari perbuatan yang negatif," katanya.

Mendukung kegiatan positif anak-anak muda, bisa saja pemerintah ikut serta berperan seperti menggelar event seni dan budaya. Sehingga ada ketertarikan untuk mempelajari. "Jadi ada tujuan yang ingin dicapai. Tidak sekadar seni budaya itu dipelajari lalu selesai," katanya.

Copyright 2009 Simplex Celebs All rights reserved Designed by SimplexDesign