Tarik Wisman, Kemenpar Akan Gelar Festival Perbatasan

Jakarta - Sejumlah festival akan diselenggarakan Kementerian Pariwisata di daerah-daerah perbatasan (crossborder) negara Indonesia. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara yang berasal dari negara-negara perbatasan Indonesia.

Kementerian Pariwisata menilai adanya festival-festival di daerah perbatasan negara Indonesia dirasa signifikan untuk mendatangkan wisatawan mancanegara. Hal itu diakui oleh Kepala Bidang Festival Pasar Asia Pasifik Kementerian Pariwisata Indonesia, Adella Raung.

"Jumlah festival secara keseluruhan yang akan diselenggarakan ada 54 acara. Untuk festival di area crosborder di Atambua ada setiap bulan mulai Mei hingga Desember," kata Adella dalam jumpa pers bulanan Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata di Jakarta, Selasa (28/6/2016) sore.

Festival Crossborder di Atambua berisi acara konser musik, bazaar, pacuan kuda, dan motor cross. Pihak Kementerian Pariwisata sendri akan bekerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Timor Leste dan Ministerio Do Turismo Timur Leste dalam rangka penyelenggaraan Festival Crossborder di Atambua.

"Acara di Atambua cukup banyak pesertanya. Sekitar 37.000 orang lebih mungkin yang datang. Targetnya setiap bulan 2.000 orang wisman Timor Leste yang masuk," jelas Adella.

Sementara di Jayapura, Kementerian Pariwisata akan menggelar Promosi Wonderful Indonesia setiap bulan dari bulan Juni hingga November tahun 2016. Penyelenggaraan Festival Crossborder di Jayapura akan berlangsung pada tanggal 21 Juni, 21 Juli, 2 dan 27 Agustus, 20 Septermber, 4 dan 27 Oktober, dan 8 November.

Acara yang terdapat pada Festival Crossborder di Jayapura seperti konser musik, festival kuliner, dan bazaar. Festival di perbatasan Indonesia di Jayapura diharapkan bisa mendatangkan 4.500 wisatawan mancanegara asal Papua Nugini setiap bulannya.

Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata, I Gde Pitana mengatakan kunjungan melalui perbatasan Indonesia adalah salah satu kontribusi untuk menentukan kunjungan wisatawan mancanegara. Hal itu, menurut Pitana, menjadi cara perhitungan mancanegara yang telah dilakukan Indonesia sejak tahun 1986.

"Dulu tahun 1986 ada tiga pintu, semakin lama semakin banyak pintu perbatasan yang dicatat. Tahun lalu ada 16 pintu," tambahnya.

Kementerian Pariwisata pada tahun 2016 menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak 12 juta orang. Hingga bulan April, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia berjumlah 3.518.726 orang.

Copyright 2009 Simplex Celebs All rights reserved Designed by SimplexDesign