Sepasang Guru Mesum, Diarak ke Kantor Lurah

MEDAN (Pos Kota) – Akibat melakukan mesum, sepasang guru Sekolah Dasar (SD) harus menanggung malu saat digrebek warga dan diarak ke Kantor Lurah.

Kejadian itu Rabu (3/10) di kediaman LN, Jalan Pahlawan, Medan. LN merupakan guru olahraga di SDN di Kelurahan Petisah, Medan. Sedangkan RZ, guru di salah satu SDN di Kawasan Jalan MH Yamin, Medan.

Awal penggerebekan saat seorang warga curiga melihat kedatangan seorang laki-laki bernama RZ mengendarai mobil Toyota Kijang Innova BK 1585 KS ke rumah LN, sekitar pukul 01.00 Wib.

“Saya curiga melihat laki-laki masuk malam-malam ke rumah ibu itu. Lalu saya memanggil warga lainnya untuk melakukan pengintaian,”kata Rusli, satu warga.

Tak lama kemudian mereka melihat sepasang guru ini sedang asyik berpelukan sambil tertawa cekikan. Dan akhirnya RZ dan LN melakukan hubungan badan.

Lalu, warga menggrebek rumah tersebut dan keduanya diarak warga ke Kantor Lurah Pahlawan yang tak jauh dari lokasi. Karena kesal warga meminta agar pasangan itu segera dinikahi.

“LN merupakan seorang janda yang ditinggal meninggal suaminya. Sedangkan RZ juga dikabarkan merupakan pria beristri,”ujar Rusli. (samosir)

Dua Laki Satu Perempuan Mesum Diarak Warga

SURABAYA(Pos Kota)-Puluhan warga Dusun Kedung Pring, Desa Jampirogo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto Jawa Timur mengerebek kamar kos di dusun setempat, Jumat (21/6)dini hari. Di dalam kamar kos, warga menemukan, dua laki-laki dan perempuan sedang berbuat mesum.

Ketiganya masing-masing, KRA,17, warga Kecamatan Jetis, Dwi Hernawan,24 warga Desa Daleman, Kecamatan Sooko dan Ahmad Faisal,20 warga Desa Daleman, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.
Saat digrebek, kedua remaja laki-laki berusaha menyembunyikan sang remaja perempuan di kamar mandi. Usai ketiganya tertangkap tangan, ketiganya langsung diarak ke balai desa setempat dengan wajah tertunduk. Ketiganya langsung menjalani pemeriksaan perangkat desa setempat.

Kepala Desa (Kades) Jampirogo, Ahmad Fauzi mengatakan, sebelum digerebek ketiganya sudah sering diperingkatkan warga tentang etika bertamu. “Tapi mereka tetap tidak menghiraukan peringatan warga sehingga warga sepakat mengerebek ketiganya,” ungkapnya, tadi pagi.

Dalam pemeriksaan perangkat desa, lanjut Kades, disepakati jika proses hukum tidak dilanjutkan ke pihak kepolisian. Namun pihak perangkat desa akan memanggil masing-masing orang tua dari ketiga pasangan mesum ke Balai Desa Jampirogo.

“Hasil pertemuan disepakati, kasus tidak dilanjutkan ke polisi tapi hanya memanggil orang tua masing-masing agar mengetahui kejadian tersebut. Ketiganya juga kita kenakan sanksi dengan membayar denda untuk kas desa dan sejumlah material,” jelasnya. (nurqomar/sir)

Diarak Keliling Perumahan, Akibat ‘Tarsan’ Ketagihan

KATA para praktisinya, selingkuh itu mengasyikkan. Buktinya Danuri, 40, dari Bekasi ini jadi ketagihan. Asal suami Weni, 36, tak di rumah, dia menyelinap masuk dan berbagi cinta. Tapi sial, aksi mesum itu ketahuan beberapa malam lalu. Akibatnya Danuri diarak bagaikan tarsan, karena hanya pakai kolor saja.

Sudah banyak sekali contoh kasus di kolom ini, bagaimana pelajaran bagi lelaki subita (suka bini tetangga). Tapi orang yang demen koalisi permanen dengan setan, terus saja memperturutkan hawa nafsunya. Padahal jika dipikir-pikir sebagaimana kata almarhum pelawak Basuki, selingkuh itu enaknya tak seberapa, jika ketahuan malunya luar biasa. Bagaimana tidak? Ngakunya dan penampilannya seperti lelaki alim, ternyata malah dzolim. Itu kan sama saja pencitraan?

Rupanya Danuri belum pernah dapat pelajaran berharga. Ketika istri Warsito, 42, tetangganya begitu mulus bebas dempul, tangannya terasa gatel jika tidak mengganggunya. Wajahnya sih biasa-biasa saja, tapi bodinya meck, nggitar Spanyol. Mana kala dia menatap Ny. Weni, entah mau belanja ke warung, atau dia mau kondangan bersama ibu-ibu komunitasnya, dia jadi bengong kayak ayam kemakan karet. Danuri begitu mengagumi, tapi sekaligus pengin untuk menggumuli.

Di rumah sebetulnya Danuri juga ada istri, yang siap melayani 24 jam, kecuali hari libur nasional. Tapi menurut perasaannya. Wagiyem, 38, istrinya itu sudah kehilangan daya tariknya sama sekali. Beda dengan Weni, dia masih menawarkan sejuta aroma dan gairah. Bukti nyata, asal senggolan tak sengaja saja, langsung seperti ada strom 240 menyengat tubuhnya.

Di kala Danuri sedang menjadi lelaki subita, tiba-tiba ada setan mengajak koalisi permanen, tak peduli siapa pemimpinnya. Jika koalisi permanen dalam politik untuk mengejar kekuasaan, koalisi permanen versi setan memang sekedar untuk mengejar kenikmatan. “Ayo maju saja Bleh, jangan ragu. Paling satu putaran juga kena.” Kata setan memberi motivasi.

Karena tetangga dekat, Danuri memang banyak tahu perkembangan Weni dari waktu ke waktu. Kapan dia sendirian di rumah, kapan pula ada suaminya. Nah, di kala Warsito dines kantor, diam-diam dia main ke rumah Weni. Ngobrol ngalor ngidul tentang keseharian. Uniknya, Danuri ini bisa juga meladeni obrolan kaum ibu sepuyat harga-harga sembako misalnya. Karenanya dia bisa cerita berapa harga cabe keriting, bahkan daging celeng selundupan.

Ketika Weni memberi angin, artinya tak bosan akan obrolannya, mulailah dia berwacana hal-hal yang nyerempet-nyerempet bahaya. Ternyata Weni tidak menghindar. Tahu sudah Danuri bahwa bini Warsito ini bisa dimainkan. Maka begitu situasinya sangat kondusif dan aman secara mantap terkendali, Weni pun disergapnya, hip……dan pasrahlah sampai tinggal mendesah dan terengah.

Sejak itu Danuri jadi ketagihan. Asal suami Weni berangkat ke kantor, dia menyelinap masuk minta jatah. Tapi yang terjadi beberapa lalu sangat berbeda. Ternyata gerak geriknya sudah diperhatikan warga. Maka sebelum Danuri benar-benar mencetak gol, langsung digerebek. Tadinya berdua-dua mau diarak bersama, tapi Weni meratap-ratap minta ada kebijaksanaan.

Ya sudah, akhirnya Danuri saja yang ditelanjangi, maksudnya hanya pakai kolor doang. Dalam kondisi ala tarsan tersebut, dia diarak naik sepeda motor, keliling kampung di perumahan Desa Waluya Kecamatan Cikarang Utara. Untung saja ada polisi melintas, sehingga praktek main hakim sendiri tersebut bisa dihentikan. “Ini negara hukum, jangan sampai main hakim sendiri,” tegur polisi.
Ditangani polisi, takut ada yang hanya dilapan anem, sih. (Gunarso Ts)

Ambon Gelar Pasar Ramadhan di Dua Lokasi

Ambon, Maluku - Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon menggelar pasar murah Ramadhan 1435 Hijriah di dua lokasi yakni desa Poka kecamatan Teluk Ambon dan kelurahan Pandan Kasturi, kecamatan Sirimau.

"Pasar murah merupakan kegiatan rutin yang dilakukan menjelang hari raya keagamaan, kali ini difokuskan untuk masyarakat di dua kecamatan yakni Teluk Ambon dan Sirimau," kata Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy, belum lama ini.

Menurut dia, pertumbuhan ekonomi masyarakat Ambon yang semakin meningkat berdampak pada masyarakat ekonomi terbatas.

"Kemajuan ekonomi tersebut berdampak pada masyarakat ekonomi terbatas untuk bersaing dengan kondisi tersebut, pemerintah memiliki peranan untuk melihat kondisi masyarakat," katanya.

Jelang hari raya, kata Richard, pelaku usaha menerapkan filosofi dagang yakni meraih keuntungan. Hal ini akan berdampak pada masyarakat ekonomi terbatas.

"Pasar murah ini menyiapkan kebutuhan masyarakat dengan harga di bawah pasaran, sehingga kebutuhan pokok dapat dijangkau," ujarnya.

Ia berharap, masyarakat dapat optimal memanfaatkan pasar murah tersebut guna membeli kebutuhan pokok menjelang hari raya Idul Fitri.

"Saya minta Disperindag untuk memperhatikan hal ini jangan sampai pasar murah ini didominasi oleh pegawai dan masyarakat menengah keatas," katanya.

Sementara itu Kadis Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) kota Ambon, Rudy Wattilete menyatakan, untuk kegiatan pasar murah itu pihaknya menyediakan harga subsidi bekerja sama dengan distributor.

Pemkot, katanya menyiapkan anggaran subsidi pasar murah sebesar Rp50 juta dan Rp44 juta untuk kegiatan operasional dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2014.

"Kami bekerjasama dengan lima distributor serta perum Bulog untuk menyediakan bahan kebutuhan pokok," ujarnya.

Pasar Ramadhan Jadi Ajang Wisata Kuliner

Sampit, Kalteng - Pasar Ramadhan di Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, tidak hanya menjadi tempat berbelanja persiapan buka puasa, juga jadi ajang wisata kuliner.

"Hampir semua kue tradisional ada di Pasar Ramadhan. Di luar Ramadhan, jarang ada yang jual kue-kue seperti itu. Hanya saat bulan puasa seperti ini banyak yang menjualnya," ungkap Ari, warga Sampit, Selasa.

Hampir semua jenis kue tradisional disediakan pedagang. Seperti berbagai jenis bingka, kue lapis, putu mayang, amparan tatak dan lainnya yang dijual dengan harga berkisar antara Rp 15.000 hingga Rp 30.000 per kue ukuran sedang.

Tak hanya umat Muslim, pembeli yang datang sebagian juga non-Muslim yang sudah menganggap tradisi Pasar Ramadhan menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat Kotim yang sudah ditunggu-tunggu setiap Ramadhan.

"Hampir semua kue tradisional ada disediakan. Ini bisa menjadi wisata kuliner bagi masyarakat kita dan tamu dari luar daerah," kata Bupati Kotim, H Supian Hadi.

Saat hari pertama usai membuka Pasar Ramadhan, Supian juga ikut berbelanja di pasar tersebut. Dia terlihat membeli beberapa kue dan masakan untuk berbuka puasa di rumah.

Bagi tamu dari luar daerah, Pasar Ramadhan sangat menarik dan menyajikan suasana menyenangkan sekaligus petualangan memanjakan lidah bagi yang suka berwisata kuliner.

"Tadi malam saya sudah ke sana (Pasar Ramadhan). Kuenya manis-manis. Saya suka," kata Mark Avery, guru di Scoth Grafton High School Australia yang kebetulan berkunjung ke Sampit.

Mark yang merupakan guru bahasa Indonesia di negeri Kangguru itu mengaku senang dengan suasana di Pasar Ramadhan karena menyajikan sesuatu yang berbeda baginya. Dia mendukung kegiatan tersebut dilestarikan.

150 Meriam Siap Berdentuman pada Malam Lebaran

Pontianak, Kalbar - Pemerintah Kota Pontianak bersama berbagai pihak terkait hampir merampungkan persiapan festival meriam karbit. Intinya, festival tahunan itu siap dilangsungkan. Meriam karbit akan menggelegar pada malam Idulfitri.

“Kami siap melaksanakannya. Persiapan sudah 90 persen,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Pontianak, Hilfira Hamid, Selasa (22/7).Tahun titik awal festival meriam karbit atau lokasi seremonial berada di Pontianak Timur, tepatnya di Gang Nusa Karya, Jalan Tanjung Raya II. Penentuan titik tersebut adalah hasil dari cabut undi. Lokasi ini juga menjadi perhatian pihak terkait, karena Jalan Tanjung Raya II kerap macet. Kemacetan terjadi sejak Jembatan Kapuas I ditutup bagi kendaraan roda empat dan lebih sehingga arus lalu-lintas berubah ke Jembatan Kapuas II yang membuat Tanjung Raya II padat.

“Setelah kami pikirkan bersama nanti muspida dan tamu akan menggunakan jalur air. Mulainya dari Dispenda Provinsi Kalbar diangkut dengan kapal wisata ke Gang Nusa Karya,” papar Hilfira.Dari rapat terakhir yang digelar, kemarin, Hilfira menyebut semua pihak yang terlibat dalam festival meriam karbit siap melaksanakan dan mendukung. “Pengamanan dari polair, polsek, dan polres semua siap. Instansi lain juga siap,” katanya.

Sekretaris Forum Meriam Karbit Pontianak, Barry Silmon, mengatakan bahwa terjadi perbaikan dalam pelaksanaan festival meriam karbit tahun ini. Sala satunya, tentang penetapan siapa yang menjadi juri karena tahun lalu terjadi protes dari banyak peserta terkait keputusan juri. “Tahun ini kami belajar dari kersalahan. Kami perbaiki. Juri tahun lalu tidak lagi dilibatkan sekarang. Yang jadi juri sekarang mereka yang netral, bukan berasal dari peserta. Ada akademisi, ada profesional, ada juga budayawan,” jelasnya.

Ada kendala yang dialami panitia tahun ini, yakni perihal pendanaan. Jika tahun lalu dari Pemerintah Provinsi Kalbar dapat bantuna, sekarang tidak lagi. “Karena sekarang terjadi perubahan struktur dinas di pemrpov. Dulu kami dapat dari dinas kebudayaan dan pariwisata Kalbar, sekarang kebudayaan bergabung dengan pendidikan sehingga anggarannya tidak ada,” jelas Barry.

Ketua Panitia Festival Meriam Karbit, Zakaria, mengatakan bahwa ada lima kategori penilaian yang dilihat juri, yaitu bunyi, motif meriam, dekorasi panggung/lokasi meriam, kekompakan seragam peserta, serta atraksi seni dan budaya.Tahun ini sudah ada 30 peserta yang mendaftar untuk mengikuti festival meriam karbit. Mereka tersebut di tiga kecamatan, Pontianak Selatan, Pontianak Tenggara, dan Pontianak Timur. “Satu titik minimal lima miriam. Jadi tahun ini ada sekitar 150 meriam, belum lagi ditambah meriam besi yang tidak menjadi peserta,” ujarnya.(hen)

-

Arsip Blog

Recent Posts