Tampilkan postingan dengan label Jakarta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jakarta. Tampilkan semua postingan

Festival Padang Melang Angkat Potensi Wisata di Anambas

JAKARTA -- Festival Padang Melang 2018 akan berlangsung pada 26 hingga 27 Agustus 2018 di Padang Melang, Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat dengan kehadiran para wisatawan mancanegara ke kepulauan itu.

Padang Melang yang menjadi lokasi festival adalah pantai pasir putih sepanjang sembilan kilometer di Pulau Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau. Beragam pertunjukan akan ditampilkan dalam festival yang bertajuk Helat Budaya Melayu Pesisir tersebut.

"Kami mengangkat salah satu tradisi budaya lokal, yakni tolak bale untuk memohon keselamatan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Kepulauan Anambas, dan Indonesia pada umumnya," ujar Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Anambas Masykur.

Selain itu, Festival Padang Melang 2018 juga akan mempertontonkan pentas Mendu, Gobang, Zapin, Layang-layang, Dendang Melayu, Explore Anambas Under Water, Bazar dan kuliner lokal, serta pertunjukan musik dengan tajuk Song on The Sea.

Festival itu diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas bekerja sama dengan Kelompok Sadar Wisata dari Desa Batu Berapit, Desa Mampok, dan Desa Landak, Kecamatan Jemaja, serta Desa Belibak, Kecamatan Palmatak, Kabupaten Kepulauan Anambas.

Perhelatan yang digelar untuk ketiga kalinya itu, rencananya dihadiri sejumlah wisawatan asing dari Australia dan Eropa yang menggunakan enam kapal pesiar dan sejumlah pengunjung dari kota-kota lain di Indonesia.

Desa-desa wisata sekitar Pantai Padang Melang telah siap untuk menerima dan menjamu para wisatawan, baik asing maupun lokal, yang hadir dalam festival itu.

Asisten Deputi Pemasaran I Regional 1 Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Masruroh, mengatakan, mendukung berbagai inisatif penyelenggaraan festival, seperti Festival Padang Melang ini yang juga berfungsi sebagai sarana promosi wisata potensi wisata yang dimiliki Kepulauan Anambas. Sehingga menjadi sarana promosi untuk mengundang ketertarikan para wisatawan dari mancanegara mengunjungi Anambas.

"Diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat dengan kehadiran para wisatawan mancanegara ke kepulauan itu," ujar Masruroh.

Sumber: https://www.republika.co.id

Disidik, Korupsi Proyek Sumur Resapan

Jakarta - Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan saat ini menyidik dugaan korupsi dalam proyek sumur resapan di Jakarta, yang diduga merugikan negara Rp 400 juta. Dalam perkara itu, jaksa penyidik sudah menetapkan dua tersangka.

Demikian dijelaskan Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan Hidayatullah kepada wartawan, Selasa (22/4). "Dua tersangka itu adalah satu dari rekanan, satu lagi dari Pemkot," kata Hidayatullah.

Menurut Hidayatullah, uang negara yang diduga dikorupsi sebesar Rp 400 juta, sudah dikembalikan. Uang itu selanjutnya dijadikan barang bukti. "Tapi, perkara tetep jalan," katanya. Dua tersangka itu tidak ditahan. Hidayatullah beralasan, salah seorang tersangka -perempuan- sakit.

Sumber : Kompas.com : Selasa, 22 April 2008

Siswi SMP Beprestasi Jadi PSK dengan Tarif…

JAKARTA – Sindikat trafficking yang diungkap Polsektro Taman Sari kemarin membuat mengelus dada. Seorang muncikari berusia 19 tahun ditangkap setelah terbukti menjual dua pelajar bernama samaran Astrid dan Ida. Astrid berusia 16 tahun dan dikenal sebagai bintang kelas dengan peringkat tak pernah terlempar dari tiga besar. Ida masih berusia 15 tahun dan duduk di kelas IX SMP.

“Berdasar pengakuan mereka kepada kami, keduanya rela dijual muncikarinya karena masalah ekonomi,” kata Kapolsektro Taman Sari AKBP Nasriadi. “Sangat disayangkan. Apalagi, saya melihat langsung rapornya. Dia memang juara kelas,” imbuh perwira dengan dua melati di pundaknya tersebut.

Astrid diamankan dari sebuah hotel di Jakarta Barat ketika hendak melayani tamunya. Dia diamankan beserta Ida. “Kami miris ketika melakukan penangkapan,” tambahnya.

Keduanya dijual seorang muncikari dengan nama samaran Sinta. Nama terakhir tersebut juga bekerja sebagai PSK. Namun, usianya sudah 19 tahun. “Dia membanderol layanan esek-esek-nya seharga Rp 1 juta per short time (biasanya sejam setengah untuk sekali main, Red),” jelas Nasriadi.

Perekrutan keduanya berawal saat keduanya bertemu dengan Sinta di kawasan Tanggul, Kota Bambu, Palmerah, Jakarta Barat, pada Oktober 2016. Di tempat itu, mereka berkenalan hingga akhirnya kedua pelajar direkrut Sinta. Setelah pertemuan tersebut, keduanya sepakat ikut bekerja dan menjadi anak buahnya. Astrid diketahui sudah empat kali melayani pelanggan, sedangkan Ida baru dua kali.

Nasriadi menambahkan, para korban dan muncikari sering membagi hasil dari prostitusi tersebut. Korban mendapatkan 70 persen dari upah dan muncikarinya 30 persen. “Korban dan pelaku kami tangkap Kamis kemarin di hotel di kawasan Taman Sari,” ungkapnya.

Nasriadi menduga, masih ada korban lain dari sindikat prostitusi di bawah umur itu. Apalagi, ada pelaku lain yang menghubungkan Sinta dengan para pelanggan. “Sinta ini bekerja untuk orang yang disebutnya kakak-kakakannya muncikari juga. Ini yang sedang kami telusuri dan kejar sindikat tersebut,” ungkapnya.

Astrid maupun Ida kini dikembalikan kepada orang tua mereka untuk dilakukan pembinaan. WP beserta pelaku AD ditahan di Polsek Taman Sari. Mereka dikenai pasal 81 jo 82 jo 88 UU No 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Di sisi lain, Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Rita Pranawati menyatakan, model perekrutan yang dialami Astrid maupun Ida kerap terjadi di kota-kota besar seperti Jakarta. (gum/c25/ano)

Istana Negara Bantah Sebagai Sumber Korupsi

JAKARTA – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Hatta Rajasa membantah pernyataan seniornya di Partai Amanah Nasional (PAN) Amien Rais yang mengatakan Istana sebagai sumber korupsi.

Manurut Hatta, justru dari Istana-lah upaya pemberantasan korupsi dimulai pada pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini.

Pemerintah saat ini amat konsisten dengan penegakan hukum yang disebut Presiden dengan program nasional anti-korupsi. Dan itu berangkatnya dari istana, kata Hatta di Kantor Presiden Jakarta, Jumat (11/4).

Menurut Hatta, capaian pemerintah dalam pemberantasan korupsi justru sangat luar biasa dibanding pemerintahan sebelumnya. Dan itu bisa dilihat dan dirasakan langsung oleh masyarakat.

Pemerintahan saat ini amat konsisten menegakkan anti-illegal logging, fishing, KKN, trafickingdan itu jelas ada capaianya. Hasil kerja pemerintahan SBY-JK dalam program perang melawan korupsi selama ini sudah terlihat jelas. Masyarakat tidak perlu meragukan konsistensi kelanjutan program penegakan hukum tersebut, kata Hatta.

Sebelumnya, Amien Rais dalam sebuah acara di Jakarta mengatakan bahwa peristiwa penangkapan anggota DPR Al Amin Nur Nasution oleh KPK adalah hal yang biasa dalam pemberantasan korupsi, kecuali KPK mau membongkar kasus korupsi di Istana yang selama ini menjadi sumber korupsi.

Penangkapan KPK terhadap Al Amin belum cukup selama Istana belum betul-betul memberantas korupsi. Saya yakin sumber korupsi di Istana, saya sudah bertahun-tahun belajar ilmu politik. Saya yakin jantung korupsi di Istana, kata Amien. (Ant/OL-06)

Sumber: koranindonesia.com 12 April 2008

Kemenpar Dukung Al-Izhar Tampil di Dua Ajang Budaya Internasional

Jakarta - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mendukung misi budaya Sekolah Al-Izhar yang akan Tampil di ajang budaya internasional di dua negara, yaitu Inggris dan Kanada. Sebelum berangkat mewakili Indonesia, siswa-siswi Al-Izhar persembahkan tarian-tarian dan kesenian dalam Acara Gelar Pamit di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta Sabtu, (10/6).

Sekretaris Kementerian Pariwisata, Ukus Kuswara mengatakan, pihak Kemenpar mendukung dan menyambut baik program misi budaya Sekolah Al-Izhar, dalam upaya pelestarian serta menjaga keberlangsungan nilai-nilai budaya dan seni tradisional.

"Pengembangan budaya tradisional melalui kegiatan ekstra kulikuler kesenian di sekolah-sekolah merupakan bagian integral membangun karakter bangsa di usia dini, dan dapat memberikan multi manfaat bagi tumbuh dan berkembangnya nilai-nilai budaya serta terus memelihara keberagaman Indonesia melalui media budaya dan seni," ujar Ukus dalam sambutannya.

Ukus juga memaparkan, misi budaya ke ajang international merupakan salah satu bentuk promosi untuk mengenalkan Wonderful Indonesia ke dunia. Terlebih lomba tersebut diliput oleh media internasional, sehingga memiliki news value yang besar. Sehingga seluruh pelosok bisa mengenal seni dan budaya Indonesia yang beragam.

"Mari tunjukkan kepada masyarakat internasional bahwa Indonesia kaya akan keberagaman seni budaya dan destinasi pariwisata melalui misi budaya. Gaungkan branding Wonderful Indonesia untuk menarik minat kunjungan wisatawan asing ke seluruh pelosok nusantara," ucapnya.

Ketua Yayasan Anakku Arniyani Arifin, dalam kesempatan yang sama mengatakan, sekolah Al-Izhar akan mewakili Indonesia di dua acara seni dan budaya antar bangsa yaitu Llangollen Dance Competition (3 - 9 Juli 2017) di Wales, Inggris, dan Festival Le Mondial des Cultures de Drummondville (7 - 15 Juli) 2017 di Woodyatt Park, Drummondville, Quebec, Kanada.

"Sebelumnya, misi Budaya Al-Izhar telah mendapat kepercayaan dari berbagai pihak untuk mewakili Indonesia di kancah pertunjukan seni dan budaya Internasional. Siswa-siswi Al-Izhar kerap tampil di berbagai ajang dan festival dunia, seperti di Perancis, Kanada, Turki, Bulgaria, Amerika Serikat, Spanyol, Polandia, Inggris, dan Hungaria," ungkapnya.

Misi Budaya Al-Izhar merupakan kegiatan ekstrakurikuler kesenian tradisional di lingkungan Sekolah Al-Izhar. Misi Budaya Al-Izhar bertujuan untuk memperkenalkan, mempromosikan dan melestarikan seni dan budaya Indonesia dalam bentuk tarian tradisional, musik tradisional dan makanan khas kepada generasi muda internasional. Kelak para generasi muda yang berasal dari berbagai negara dapat mengenal, turut menghormati serta mencintai budaya Indonesia.

"Kami bersyukur karena dapat secara konsisten memelihara keragaman budaya Indonesia, sekaligus memperkenalkan dan mempromosikannya. Semoga program Misi Budaya ini dapat terus dilakukan dan menjadikan Al-Izhar lebih balk dalam membangun kecintaan pada Indonesia," ujarnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya juga mengapresiasi misi budaya Sekolah Al-Izhar yang akan Tampil di ajang budaya internasional. Menurutnya, budaya Indonesia itu memiliki nilai yang sangat tinggi dan sudah selayaknya dilestarikan, karena semakin dilestarikan budaya itu akan semakin mensejahterakan.

"Culture value Indonesia, saya yakin sangat tinggi. Tetapi belum didukung oleh commercial value-nya, sehingga kekayaan budaya itu belum menghasilkan economic value yang kuat. Budaya itu semakin dilestarikan semakin mensejahterakan. Selamat berlaga, Sukses Al-Izhar, Salam Wonderful Indonesia," jelas mantan peraih Marketeer of The Year 2013 versi MarkPlus itu.

Ambah Batik, Rawat Tradisi Lewat Motif Melayu

Jakarta - Batik menjadi warisan budaya nusantara yang sudah diakui organisasi dunia Unesco. Teknik batik selalu makin inovatif dengan berbagai motif unik. Di tangan label Ambah Batik, batik semakin cemerlang dengan mengembangkan berbagai motif melayu.

Ambah Batik merupakan clothing brand yang didirikan dengan dasar rasa cinta kepada budaya Indonesia dan kepedulian terhadap kewirausahaan sosial di tanah air. Keunikan motif batik ini yaitu terinspirasi dari motif melayu yang sudah tersebar di seluruh kepulauan Indonesia.

Motif pucuk rebung yang menjadi ciri khas Ambah Batik memiliki filosofi bahwa kehidupan manusia harus memberikan manfaat untuk orang lain. Karena itu, Ambah Batik yang bergerak di bidang socialpreneur akan memberikan 50 persen profitnya sebagai donasi pendidikan anak seperti pelatihan membatik. Tujuannya sebagai upaya pelestarian dan meregenerasikan warisan budaya Indonesia.

“Saya merasa semakin termotivasi dalam menjalani dunia social entrepreneurship ini, karena saya melihat kreativitas anak-anak sekolah kejuruan yang kami bina sangat luar biasa," kata Founder dan CEO PT PT Ambah Karya Kreatif, Dina Rimandra Handayani dalam keterangan tertulis, Jumat (11/5).

Dina menambahkan berkembangnya batik saat ini membuatnya tertantang untuk mengambil peran bagaimana menciptakan produk karya anak sekolah kejuruan yang berkualitas. Kurang dari satu tahun, dirinya mengajak beberapa perusahaan untuk bersinergi dan bekerja sama mendukung program Ambah Batik.

"Harapan kami semoga dalam waktu dekat ini akan meresmikan rumah pelatihan dengan nama House of Ambah yang berlokasi di Pekalongan," paparnya.

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) juga konsisten dalam mendukung perkembangan desain industri fesyen. Salah satunya dengan mendorong dan mengedukasi para perajin kain tradisional.

“Bekraf mendukung aktivitas wirausaha sosial yang dijalankan oleh Ambah Batik karena sangat unik, Ambah Batik mengapresiasi perajin dan menampilkan karya anak-anak SMK," kata Deputi Bidang pemasaran Bekraf Joshua Simanjuntak.

Keistimewaan motif pucuk rebung ditampilkan lewat sebuah peragaan busana di Pelataran Menteng, Jakarta Pusat . Sebanyak 20 set busana pria dan wanita dihadirkan dalam dua sekuen mulai dari gaya casual, semi formal, formal hingga eksklusif. Ambah Batik juga mengeluarkan edisi terbaru untuk koleksi laki-laki yang terinspirasi dari Satria Heroes, Satria Bima. Beberapa koleksi terbaru dihadirkan dengan konsep Ready to wear dan exclusive collection berkolaborasi dengan Luna Habit dan Naneina Fashion.

DPD Mendesak KPK Usut Korupsi di Daerah

Jakarta - Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut dugaan korupsi 8 daerah di Indonesia. Desakan itu terkait sebagai bentuk upaya tindak lanjut kerjasama pemberantasan korupsi antara DPD dan KPK.

“Kami berharap ada kasus didaerah yang langsung dituntaskan oleh KPK, agar menjadi contoh bagi pencegahan korupsi di daerah,” ujar Ketua Tim Upaya Pemberantasan Korupsi DPD RI, Marwan Batubara, di ruang pers gedung KPK, Jumat (28/3).

Setelah melakukan verifikasi terhadap 25 laporan dugaan korupsi di diaerah, Tim Pemberantasan Korupsi DPD merekomendasikan 8 laporan guna ditindaklanjuti, yaitu dana perimbangan khusus PBB dan Dana Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan Provinsi Bengkulu (Rp 21.32 milyar), APBD Kabupaten Waropen, Papua (Rp 11,13 miyar), Penyimpangan dana Otonomi Khusus tahun 2004 Kabupaten Waropen, Papua ( Rp8,5 milyar).

Kemudian penyimpangan dana otonomi khusus tahun 2004 kabupaten Yapen Waropen, Papua (Rp 50,39 milyar), Penyalahgunaan dana Non DIK kabupaten Tolikara, Papua (Rp 28,11 milyar), PNBP Universitas Sumatra Utara (Rp 9,32 miliar), penyimpangan dana APBD tahun anggaran 2005 – 2007 kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Rp 36,6 milyar) dan Penyimpangan dana APBD 2004 – 2006 Kabupaten Tanah Toraja, Sulawesi Selatan (Rp 10,46 milyar).

Menaggapi laporan ini, Wakil Ketua KPK bidang Penindakan , Chandra M. Hamzah menyatakan akan mempelajari laporan ini. “Dari 8 kasus ini yang paling urut masih dianalisa, apakah ada tindakan yang perlu ditambahkan atau tidak,” ujarnya.

Cheta Nilawaty

Sumber : http://www.tempointeractive.com/ Jumat, 28 Maret 2008

Dari Kerak Telor Sampai Bir Pletok Resmi Jadi Ikon Budaya Betawi

Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta meluncurkan delapan ikon Budaya Betawi sebagai tindak lanjut Peraturan Daerah (Perda) No 4 Tahun 2015 tentang Pelestarian Budaya Betawi.

Delapan ikon Budaya Betawi tersebut adalah Ondel-Ondel, Kembang Kelapa, Ornamen Gigi Balang, Baju Sadariah, Kebaya Kerancang, Batik Betawi, Kerak Telor dan Bir Pletok. Peraturan daerah ini sudah diatur teknisnya dalam Peraturan Gubernur (Pergub) No 229 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Pelestarian Kebudayaan Betawi.

"Hari ini kita luncurkan Pergub No. 11 Tahun 2017 tentang Ikon Budaya Betawi yang sudah ditetapkan 1 Februari lalu," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Sumarsono, usai menghadiri acara peluncuran Ikon Betawi di Balai Kota DKI, Minggu (5/2/2017).

Menurut dia, penetapan delapan ikon Betawi ini agar ada standarisasi dan penyeragaman. Hal ini penting untuk menumbuhkembangkan budaya Betawi sebagai budaya asli DKI Jakarta.

"Ke depan, kita mau Jakarta dibangun dengan semangat Betawi sebagai pondasi melangkah," kata Sumarsono seperti dikutip Berita Jakarta.

Setelah hadirnya pergub tersebut, menurut dia akan dikeluarkan instruksi dan surat edaran agar ikon Betawi bisa mewarnai seluruh bangunan di Jakarta. Nantinya semua gedung pemerintahan, gedung sekolah dan lainnya akan dihiasi dengan ornamen khas Betawi.

"Seluruh pegawai di DKI Jakarta juga akan diwajibkan memakai batik Betawi," tandas pria yang karib disapa Soni itu.

Rencana Zumi Zola Majukan Wisata Kuliner & Kain Batik Jambi

Jakarta - Jambi punya banyak potensi terkait wisata kuliner, serta kerajinan batik. Gubernur Zumi Zola pun punya rencana khusus terkait pengembangan jenis wisata ini.

Gubernur Jambi Zumi Zola bertandang ke kantor detikcom di Jalan Warung Buncit Raya No 75, Jakarta Selatan dan berbincang-bincang mengenai berbagai isu terkini, termasuk juga tentang dunia pariwisata Jambi dan segala potensinya.

Zumi menjelaskan bahwa selama ini kerajina batik maupun songket dari Jambi masih belu terdengar namanya, baik di pentas nasional maupun internasional. Untuk itu, Zumi akan coba untuk mengangkatnya lagi.

"Ini saya pakai Tanjak, ikat kepala khas Jambi dipakai saat acara-acara besar. Ini baru saya dorong, saya promosikan. Saya pakai kemana-mana, karena sudah sedikit yang pakai. Perajinnya cuma tinggal 3. Kita mau angkat juga songket Jambi. Kita mau tunjukkan, Jambi inipunya identitas," beber Zumi Zola kepada detikTravel, Rabu (1/2/2017).

Sementara untuk kerajinan kain batik, Zumi Zola menyebut bahwa batik Jambi sebenarnya sudah eksis. Hanya dia minta, batik Jambi yang warnanya identik gelap-gelap diubah menjadi lebih berwarna.

"Batik sudah ada, warnanya gelap-gelap. Ini yang harus kita ubah. kIta harus bisa menjawab kebutuhan pasar, kan yang mau pakai batik ada anak muda juga. Warnanya yang mesti kita banyakin. Kita juga bekerja sama dengan desainer Barli Asmara untuk mengangkat batik Jambi," ungkap Zumi.

Zumi pun menyebut beberapa motif batik khas Jambi, anatara lain motif durian pecah hingga motif angso duo yang jadi ikonnya Jambi.

Sementara itu, untuk wisata kulinernya Zumi Zola merencanakan untuk membuat beberapa sentra wisata kuliner di Jambi agar wisatawan yang datang bisa langsung merasakan betapa lezatnya kuliner khas Jambi. Salah satunya ada di Ancol, bukan Ancol Jakarta, melainkan Ancol di Jambi.

"Ada satu daerah namanya Ancol, itu pas di depan Rumah Gubernur. Pas di tepi Sungai Batanghari, di depan Jembatan Gentala Arasy. Fasilitasnya belum memadai, kita akan buat lebih nyaman lagi buat wisata kuliner," tutup Zumi.

Hendri Lamiri Gubah Zikir Jadi Lantunan Musik

Jakarta - Hendri Lamiri perkenalkan lagu "Dzikir" sebagai bentuk mendekatkan diri pada Allah. Dengan musik dia ingin menunjukan cara yang berbeda meski memiliki tujuan yang sama dengan Muslim lainnya.

Dalam acara Gema Tanah Melayu Hendri mengangkat musik gubahannya yang memiliki sentuhan Melayu Malaka. Meski bertemakan Melayu, nyatanya sentuhan musik Timur Tengah sangat terasa.

Salah satu lagu yang paling terasa kental nuansa Timur Tengahnya adalah lagu "Dzikir". Sentuhan biola dan lafaz tahlil yang dibawakan membuat suasana sendu dalam seketika. "Satu lagu ini berjudul "Dzikir" yang memang terinspirasi dari zikiran," kata pemain biola ini di sela konser mininya di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta, Ahad (15/1).

Pria berusia 44 tahun ini mengungkapkan jika biasanya zikir dilantunkan tanpa tempo. Namun, dia ingin memberikan sentuhan lain dengan cara pendekatan yang memang sesuai dengannya. "Kalau diperhatikan zikir enggak punya tempo, tapi saya bikin dengan tempo 7/8. Jadi saya berzikir melalui biola dan musik," kata Hendri.

Lagu "Dzikir" merupakan satu dari delapan lagu yang ada di album Shalawat. Album ini juga baru rilis pada 2016 dan sudah sering diperkenalkan dalam pelbagai acara seperti Jakarta Melayu Festival 2016 di Ancol Agustus 2016.

Hikayat Kain Batik dari Tanah Sumatera

Jakarta - Kekayaan budaya, flora dan fauna di bumi Sumatera rupanya menjadi ide para pembatiknya. Di Medan, Sumatera Utara misalnya, motif yang berkembang cenderung mewakili ciri etnik, serupa dengan ulos. Misalnya, motif pelana kuda yang menunjukkan ciri Melayu Deli dan motif pani patunda yang identik dengan Simalungun.

Riau berbeda lagi lantaran terkenal dengan batik cap yang disebut batik Tabir. Batik ini menjadi kerajinan favorit bangsawan di Kerajaan Siak. Konon, cap yang digunakan terbuat dari perunggu. Cap ini menghasilkan motif yang mirip kerajinan tekat, yang mengadaptasi motif daun dan bunga.

Sejak 2014, kerajinan batik Riau digalakkan kembali dengan menggunakan canting dan menambahkan motif-motif baru yang bercorak Melayu. Saat ini, batik tabir dikenal lewat motif kuntum berantai dan kuntum mekar melambai. Warna yang digunakan pada batik tabir cenderung terang, seperti merah, kuning, dan hijau.

Batik Tana Liek atau tanah liat merupakan batik Minangkabau yang bermotif antara lain burung hong dan kuda laut. Seperti namanya, batik yang dulu hanya digunakan oleh para datuk ini diproses menggunakan tanah liat sebagai media perendam. Jadi, kain yang sudah dibubuhi malam direndam dalam air tanah liat selama sepekan. Karena itu, batik Tana Liek pasti berwarna cokelat.

Motif burung hong juga ditemukan pada motif batik Jambi, yang sudah berkembang sejak abad ke-14. “Batik Jambi terpengaruh oleh budaya Arab, Cina, dan India,” kata Titiek Djoko Sumaryono, Ketua Bidang Hubungan Masyarakat dan Promosi Yayasan Batik Indonesia beberapa waktu lalu.

Menurut Titiek, saat Kesultanan Jambi berkuasa, batik hanya dipakai oleh para bangsawan. Motif yang cukup terkenal adalah motif kapal angso dan kembang pare. Batik Jambi pernah disebutkan oleh B.M.Goslings dalam artikelnya pada 1928, yang menelusuri jejak perajin batik di Dusun Tengah.

Di Bengkulu, ada dua jenis batik yang terkenal, yaitu batik Besurek, yang bermotif huruf kaligrafi, dan batik ka ga nga, yang bermotif tulisan asli rejang lebong. Motif ini lantas berkembang dengan memasukkan unsur alam, seperti daun teh dan daun kopi. Batik diwo kepahiang, contohnya, yang mengelaborasi aksara rejang, yang berarti kepahiang dengan motif daun teh dan daun kopi. Batik ini menjadi batik resmi Kabupaten Kepahiang.

Meski Palembang dikenal lewat songket, bukan berarti tak memiliki sejarah batik. Jejak batik di tanah Sriwijaya ini sudah ada sejak abad ke-16 akibat hubungannya dengan kerajaan Mataram. Motif batik yang berkembang adalah motif flora dengan dominasi warna merah. Motif yang digunakan dipengaruhi oleh budaya Cina, seperti motif bungo dadar, bungo delimo, dan bungo cino.

Terakhir, batik Lampung dikenal dengan kain Sebage. Ada 12 motif tradisional kain Sebage, antara lain kembang melur, kembang kaco piring, dan kembang kaweng. Di luar motif ini, ada juga motif lain yang berkembang, yaitu jung atau kapal, gajah, dan pucuk rebung.

Kejaksaan Usut Dugaan Korupsi PT Pos

Jakarta – Kejaksaan Agung sedang mengusut kasus dugaan korupsi PT Pos Indonesia cabang Jalan Fatahilah, Jakarta Utara. "Sudah mulai dalam tahap pemanggilan," kata Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, Muhammad Salim di Gedung Bundar Kejaksaan Agung, Jum'at (25/1).

Namun Salim enggan menyebutkan siapa yang akan diperiksa dalam waktu dekat. Hingga kini, kata dia, kejaksaan belum menetapkan tersangka dalam kasus tersebut. Jumlah kerugian negara masih dihitung.

Salim menjelaskan, PT Pos diduga menggunakan dana tidak sesuai tujuannya. Penyalahgunaan dana terjadi dalam kerjasama antara PT Pos dengan rekanan perusahaan di bidang Telekomunikasi, yakni PT Telkomsel pada kurun 2002 hingga 2004.

"Ada biaya yang diperuntukkan untuk kepentingan A tapi ke Z, kan jauh sekali. Rekanan ini yang dirugikan," ujarnya. Namun, Salim mengaku tidak ingat nilai kerjasama antara keduanya.

Sebelumnya, pada 26 November 2007, kejaksaan telah meminta keterangan Direktur Utama PT Telkomsel Kiskenda Suriahardja. Kiskenda dimintai keterangan seputar kerjasama pengiriman surat tagihan pulsa kepada pelanggan Telkomsel di wilayah Jabodetabek dengan PT Pos.

Sumber : TempoInteraktif.com : 25 Januari 2008

Petani Sorong Mengadu ke KPK

Jakarta—Petani tambak Sorong Daratan, Papua Barat melaporkan dugaan tindakan korupsi pemerintah kota Sorong ke Komisi Pemberantasan Korupsi, Kamis (13/12).

Dugaan tersebut terkait dengan pembebasan tanah bandar udara Domini Edward Osok Sorong Daratan. Para petani tambak tersebut terdiri dari empat orang yang mewakili 41 kepala keluarga.

Mereka mengaku sudah mendiami tanah bandara itu sejak 1956. Pembebasan tanah tersebut sebenarnya sudah rampung pada tahun 2003. Tanah yang disengketakan itu seluas 287700 meter persegi.

Menurut perwakilan warga Jhon Sawiyaey, pemerintah sudah menganggarkan dana ganti rugi sebesar Rp 28 miliar. Tapi, kata dia, yang dibayarkan baru Rp 13 miliar. “Kami mempertanyakan uang Rp 15 miliar itu,” tegas dia.

Jhon bersama teman-teman menuntut penyelesaian uang ganti rugi yang belum dibayarkan. Pengaduan ini telah diterima oleh bagian pengaduan dan KPK berjanji akan mengusut masalah ini.(Purborini)

Sumber: tempo.co.id, Kamis, 13 Desember 2007

KPK Diminta Periksa Dugaan Korupsi Bupati Musi Banyuasin

Jakarta - Sekitar 50 orang dari Perhimpunan Masyarakat Antikorupsi mendesak KPK memeriksa Bupati Musi Banyuasin, Alex Noerdin. Alex diduga melakukan korupsi proyek PON XVI pada 2004 lalu. Desakan disampaikan dalam aksi demo yang digelar di depan Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Rabu (7/11/2007). Aksi digelar pukul 11.00-12.45 WIB. Dalam aksinya, mereka mengusung 4 pocong-pocongan dan sebuah keranda berwarna hitam.

Menurut Komar Haryanto, koordinator aksi, keempat pocong diibaratkan sebagai matinya proses hukum di Indonesia. Para pendemo ini sebelumnya berencana membakar keempat pocong dan keranda. Namun saat keranda sudah disiram minyak tanah dan disulut api, polisi dan pihak keamanan gedung langsung beraksi. Api langsung dimatikan dan pocong serta keranda dibawa ke belakang gedung.

Komar menuturkan, sejumlah kasus diduga membelit Alex. Salah satunya terkait laporan presdir PT Sam Sin Jaya ke Mabes Polri pada 6 Oktober 2006 yang merasa dirugikan Rp 5 miliar akibat tindakan Alex yang memalsukan tanda tangan pada proyek PON ke XVI tahun 2004 lalu. Saat itu PON digelar di Kecamatan Sekayu, Banyuasin, Sumsel. Pendemo menilai KPK tidak serius dan terkesan tebang pilih. (umi/nrl)

Sumber: Detik.com, Rabu, 07 November 2007

Dugaan Korupsi Bupati Syaukani Paling Fenomenal, Kerugian Negara Rp120 M

Jakarta (SIB) Dari 41 bupati yang tersandung kasus korupsi, Bupati Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Syaukani Hassan Rais, paling fenomenal. Bupati dari kabupaten terkaya di Indonesia ini didakwa 4 kasus dugaan korupsi dengan nilai total kerugian negara mencapai Rp 120 miliar. Angka yang didakwakan jaksa penuntut umum di Pengadilan Tipikor itu sebenarnya lebih rendah dari yang diduga selama ini. Berdasarkan data yang dikumpulkan Indonesian Corruption Watch (ICW) per 20 September 2007, Syaukani diduga melakukan korupsi dengan taksiran angka kerugian negara mencapai Rp 2,1 triliun.

Kasus pertama Syaukani adalah menandatangani surat keputusan pembagian uang perangsang atas penghasilan daerah dari migas. Kasus kedua adalah penunjukan langsung proyek FS Bandara Kutai Kartanegara.

Kasus ketiga adalah penyelewengan dana pembangunan bandara dalam APBD 2004 dan kasus keempat adalah menyelewengkan dana kesejahteraan rakyat dalam APBD 2005. Dan sampai sekarang, proses pengadilan Syaukani masih berlangsung.

Bagaimana dengan bupati-bupati lain yang masuk daftar ICW? Karena sebagian masih berstatus dalam penyelidikan atau hanya sebagai saksi, maka tak diketahui dugaan kerugian negara yang diakibatkannya.

Berikut daftar bupati-bupati beserta status hukum dan dugaan nilai korupsi yang dilakukan berdasarkan data yang diolah Indonesian Corruption Watch (ICW):

Bupati Pandeglang, Banten, Achmad Dimyati Natakusumah. Achmad diduga terlibat kasus korupsi APBD Pandeglang tahun 2002 pada pembebasan tanah untuk lahan parkir Karangsari, Kecamatan Labuhan, dengan nilai Rp 3,5 miliar. Achmad diperiksa Kejati Banten sebagai saksi.
Bupati Bone Bolango, Gorontalo, Ismet Mile, diizinkan SBY diperiksa sebagai tersangka kasus korupsi pembangunan fasilitas penunjang objek wisata Lombongo, yang dikerjasamakan dengan pihak ketiga tahun 2003. Ia juga diduga menggunakan sisa ABT (Anggaran Biaya Tambahan) APBD 2003 dan penggunaan DAK (Dana Alokasi Khusus) non-reboisasi 2004, serta pembagian dana APBD 2004.
Bupati Sarolangun, Jambi, Muhammad Madel, diduga terlibat korupsi pembangunan dermaga ponton Rp 3,5 miliar. Kasus ditangani Kejati Jambi dan 3 Mei 2007 lalu diizinkan Depdagri untuk diperiksa sebagai saksi.
Bupati Garut, Jawa Barat, Agus Supriadi, diduga menyelewengkan APBD Garut 2004-2007 untuk kepentingan pribadi sebesar Rp 6,9 miliar. Agus sudah ditetapkan menjadi tersangka dan ditahan KPK sejak 26 Juli 2007 lalu.
Bupati Purwakarta, Jawa Barat, Lili Hambali Hasan, diperiksa Kejaksaan Tinggi Jawa Barat sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi dana bencana alam Rp 2 miliar dan kasus korupsi pembangunan gedung Islamic Center Purwakarta sebesar Rp 1,725 miliar.
Bupati Kendal, Jawa Tengah, Hendy Boedoro, telah divonis 5 tahun penjara oleh Pengadilan Tipikor 18 September 2007 atas penggunaan uang negara untuk kepentingan pribadi sebesar Rp 16,8 miliar.
Bupati Pemalang, Jawa Tengah, M Machroes, diperiksa Kejaksaan Negeri Pemalang selaku saksi terkait kasus dugaan korupsi proyek pengadaan buku ajar 2004 dan 2005 senilai total Rp 26,587 miliar.
Bupati Semarang, Jawa Tengah, Bambang Guritno, diadili dalam kasus penyimpangan APBD 2004 Kabupaten Semarang terkait pengadaan buku ajar SD/MI kelas I dan IV yang menyebabkan kerugian negara Rp3,365 miliar.
Bupati Wonogiri, Jawa Tengah, Begug Purnomosidi, beberapa kali diperiksa KPK terkait dugaan penyimpangan APBD Wonogiri.
Bupati Madiun, Jawa Timur, H Djunaedi Mahendra, merupakan tersangka penyelewengan APBD 2001-2004 yang merugikan negara Rp 8,7 miliar. Kasus ditangani Polwil Madiun.
Bupati Magetan, Jawa Timur, Saleh Muljono, merupakan tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan GOR Ki Mageti dan gedung DPRD Magetan senilai Rp 7,2 milliar. Ditetapkan tersangka sejak 29 Juni 2007 lalu.
Bupati Malang, Jawa Timur, Sujud Pribadi, diambil keterangan terkait kasus dugaan penyelewengan dana keagamaan senilai Rp 1,1 miliar dari total anggaran sekitar Rp 2,3 miliar. Kasus ini telah menyeret mantan Kabag Pemerintahan Sahiruddin sebagai tersangka.
Bupati Pamekasan, Jawa Timur, Achmad Syafii Yasin, diambil keterangan dalam kasus korupsi anggaran biaya tambahan sebesar Rp 3,5 miliar.
Bupati Pasuruan, Jawa Timur, H. Jusbakir Aldjufri, diperiksa sebagai saksi dalam kasus korupsi penggunaan anggaran proyek usaha peternakan Aliansi bekerja sama dengan Unibraw, Lousiana State University, American Brahmanan Breeuer Association. Kerugian negara diperkirakan Rp 3,5 miliar.
Bupati Sidoarjo, Jawa Timur, Wien Hendrarso, akan diperiksa dalam kasus dugaan korupsi belasan miliar rupiah pada proyek pengadaan tanah untuk Pasar Induk Agrobis (PIA) di Kelurahan Jemundo, Kecamatan Taman, Sidoarjo.
Bupati Situbondo, Jawa Timur, Ismunarso, ditetapkan tersangka pada 18 September 2007 dalam kasus dugaan korupsi raibnya dana kas daerah sebesar Rp Rp 45,750 miliar.
Bupati Ketapang, Kalimantan Barat, Morkes Effendi, diduga terlibat korupsi penyimpangan dana PSDH dan DR Kabupaten Ketapang dan korupsi proyek pengadaan air bersih Riam Berasap yang berpotensi merugikan negara sebesar Rp 42 miliar. Kejaksaan sudah mengajukan surat izin ke presiden yang dilayangkan dengan nomor R 308/3/2006, sejak 29 Maret 2006 untuk meminta keterangannya sebagai saksi.
Bupati Sintang, Kalimantan Barat, Milton Crosby, sedang menunggu izin pemeriksaan dirinya atas dugaan kasus korupsi penahanan Provisi Sumber Daya Hutan dan Dana Reboisasi (PSDH-DR).
Bupati Tanah Laut, Kalimantan Selatan, Ardiansyah, diajukan oleh Kapolri sebagai tersangka dalam tindak pidana korupsi pemberian izin illegal mining pada 2 Februari 2006. Namun belum diketahui perkembangan kasusnya.
Bupati Barito Selatan, Kalimantan Tengah, Baharudin H Lisa, akan diperiksa sebagai saksi kasus dugaan korupsi dana alokasi khusus dana reboisasi tahun anggaran 2004 dan 2005 di Kabupaten Barito Selatan.
Bupati Barito Utara, Kalimantan Tengah, Achmad Yuliansyah, status tersangka kasus dana lelang illegal logging Rp 3 miliar sejak 17 April 2006.
Bupati Lamandau Bustani, Kalimantan Tengah, Hj Mahmud, pada 3 Mei 2007 lalu diizinkan Depdagri untuk diperiksa sebagai tersangka kasus korupsi penyimpangan dana APBD 2004 dengan kerugian negara berdasarkan perhitungan BPKP sekitar Rp 12 miliar. Kejati Kalimantan Tengah telah mendapat izin penahanan dan pemeriksaan atas Bupati Lamandau dari Presiden.
Bupati Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Yusran Aspar, dinonaktifkan 10 September 2007. Yusran merupakan tersangka penggelembungan dana pembebasan lahan 50 hektar di Babulu, Kecamatan Babulu Darat, sebesar Rp 5,8 milyar, seluas lahan yang rencananya akan dibangun perumahan pegawai negeri sipil.
Bupati Tulang Bawang, Lampung, Abdurachman Sarbini, diperiksa sebagai saksi kasus korupsi pengadaan kapal cepat dengan APBD tanpa persetujuan DPRD dengan nilai proyek Rp 4 miliar.
Bupati Dompu, Nusa Tenggara Barat, Abu Bakar Ahmad, divonis 2 tahun penjara oleh Pengadilan Tipikor atas korupsi dana tak terduga Pemkab Dompu 2003-2005 Rp 4,6 miliar. Lalu Abu Bakar diberhentikan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri tanggal 6 Desember 2006.
Bupati Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Iskandar, diduga terlibat mark up tukar guling tanah Pemkab Lobar di Desa Sesela, Gunungsari, Lombok Barat, senilai di atas Rp 1 miliar lebih.
Bupati Kupang, Nusa Tenggara Timur, Ibrahim Agustinus Medah, merupakan tersangka dana proyek pengadaan 300 unit rumpon senilai Rp 3,9 miliar dan kasus Purnabakti DPRD Kabupaten Kupang Rp 1 miliar. Ketua DPD Partai Golkar NTT ini resmi tersangka sejak 21 Juli 2007.
Bupati Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, Christian Nehemia Dillak, merupakan tersangka kasus dugaan korupsi proyek pengadaan dua unit kapal ikan tahun 2002. Ditetapkan tersangka pada 20 Juli 2007 lalu oleh Polda NTT.
Bupati Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur, Daniel Banunaeak, sebagai saksi dalam perkara tindak pidana penebangan pohon jati tanpa izin dari pejabat yang berwenang di kawasan Hutan Kutuanas, Desa Lelo, Kecamatan Atu Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Juga terkait kasus dana purna bakti Timor Tengah Selatan periode 1999-2004 sebesar Rp 1,4 miliar.
Bupati Jayawijaya, Papua, David Agustein Hubi, pada 3 Mei 2007 lalu diizinkan Depdagri untuk diperiksa sebagai tersangka pembelian fiktif dua pesawat Fokker 27 seharga Rp 8,6 miliar per satu unit, penyimpangan dana pengadaan/pengoperasian pesawat Antonov buatan Rusia sebesar Rp 3,9 miliar, biaya pengangkutan rangka baja dari Bandara Sentani ke Wamena sebesar Rp 2 miliar, dan pengadaan dua unit ground power senilai Rp 1,75 miliar. Total kerugian negara Rp 24,8 miliar.
Bupati Nabire, Papua, Drs Anselmus Petrus Youw, tersangka Korupsi APBD Kabupaten Nabire Rp 2,5 miliar. Ditetapkan jadi tersangka 5 November 2004 lalu oleh Polda Papua. Belum diketahui perkembangan kasusnya.
Bupati Pelalawan, Riau, Tengku Azmun Jaafar, telah ditetapkan KPK sebagai tersangka gratifikasi dalam penerbitan izin pemanfaatan kayu (IPK). Tengku Azmun diduga telah menerima dana gratifikasi Rp 600 juta.
Bupati Mamasa, Sulawesi Barat, HM Said Saggaf, diduga terlibat korupsi APBD senilai Rp 70 miliar. Namun Said hanya diperiksa selaku saksi.
Bupati Luwu, Sulawesi Selatan, Basmin Mattayang, diperiksa Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan sebagai tersangka kasus korupsi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah 2004 senilai Rp 1,05 miliar pada 18 Juli 2007 lalu.
Bupati Tana Toraja, Sulawesi Selatan, Johanis Amping Situru, bersama wakilnya, A Palino Popang, mendekam di balik jeruji Rutan Makassar. Orang nomor satu Tana Toraja itu menjadi tersangka kasus dugaan korupsi APBD Toraja 2003/2004 senilai Rp 3,9 miliar.
Bupati Morowali, Sulawesi Tengah, Andi Muhammad AB, pada 3 Mei 2007 lalu diizinkan Depdagri untuk diperiksa sebagai tersangka dalam kasus korupsi penyelewengan dana pemekaran senilai Rp 5 miliar.Bupati Muaraenim, Sumatera Selatan, Kalamudin Djinab, status diambil keterangan dalam kasus korupsi proyek penggantian box culvert dan perbaikan jalan Tanah Abang-Modong.
Bupati Ogan Komering Ulu Selatan, Sumatera Selatan, Muhtadin Serai, tersangka dalam korupsi pembangunan proyek pasar tradisional Saka Selabung Muara dua. Pemeriksaan menunggu izin presiden.
Bupati Nias, Sumatera Utara, Binahati B Baeha, tersangka kasus dugaan korupsi penggunaan dana PSDH senilai Rp 2,3 miliar. Dana ini digunakan untuk proyek pembangunan jalan di Nias. Kasus ditangani Kejari Gunung Sitoli.
Bupati Sleman, Yogyakarta, Ibnu Subiyanto, tersangka atas dugaan korupsi pengadaan buku paket pelajaran SD-SMA yang merugikan negara hingga Rp 12 miliar. Kasus ditangani Polda DIY. (detikcom/o)

Sumber : http://hariansib.com 25 September 2007

Aceh Terima 8 Sertifikat Warisan Budaya

Jakarta - Aceh menerima delapan sertifikat warisan budaya tak benda untuk delapan karya budaya masyarakat. Sertifikat diserahkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof Muhadjir Effendy kepada Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Acrh, Reza Fahlevi, di Gedung Kesenian Jakarta, Kamis (27/10) malam.

Upacara penyerahan sertifikat warisan budaya tak benda (WBTB) Indonesia 2016 dimeriahkan dengan aneka pertunjukan seni berbagai daerah. Dari Aceh ditampilkan Guel, dimainkan oleh Sanggar Seni Guel Sebayung dan Rangkaian Bunga Kopi.

Dengan penetapan tersebut berarti Aceh sudah memiliki 42 warisan budaya tak benda sejak dilincurkan program ini pertama kali pada 2013.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan, pelestarian dan pengelolaan warisan budaya perlu dilaksanakan dengan penanganan serius dari pemerintah daerah dan pihak lainnya yang terlibat. “Warisan budaya Indonesia, khususnya Warisan Budaya Takbenda Indonesia terancam punah, antara lain disebabkan karena warisan budaya takbenda tersebut tidak dilindungi dengan baik,” kata menteri.

Menurut dia, pemeritah pusat tidak dapat bergerak sendirian untuk upaya pelestarian warisan budaya. Hal ini perlu dilakukan bersama-sama secara beriringan. Kepala Dinas Budpar Aceh, Reza Fahlevi, mengatakan akan menindaklanjuti penetapan warisan budaya tersebut. “Dalam waktu dekat kita akan serahkan sertifikat ini kepada pemerintah kabupaten masing-masing,” kata Reza.

Ia mengatakan, Aceh memiliki perhatian serius terhadap pelestarian budaya daerah. “Berbagai upaya juga kita lakukan. Tahun depan kita akan ajukan lagi karya budaya lainnya untuk ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda,” sebut Reza Fahlevi.

Budaya Unggulan di TMII Undang Dubes

Jakarta - Dalam rangka mempromosikan Budaya dan pertunjukan Seni, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Kabupaten Lombok Utara bekerja sama dengan Taman Mini Indonesia Indah Jakarta, menggelar Seni Budaya Lombok Utara dengan tema “Putri Cilinaya” di Anjungan NTB di TMII.

“Lombok Utara di Provinsi NTB dicanangkan sebagai destinasi wisata dunia yang diharapkan mampu menarik lebih banyak kunjungan wisatawan mancanegara (wisman),” kata Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar di sela-sela acara Gelar Seni Budaya Lombok Utara Putri Cilinaya di Anjungan NTB Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, kemarin.

Menurut Bupati Lombok Utara Akhyar, sebagai pintu masuk utama ke NTB dicanangkan sebagai destinasi wisata dunia tepat pada HUT ke-8 Lombok Utara. Potensi wisata alam dan budaya yang sangat unik mulai dari destinasi wisata Gili Trawangan, Gili Air, dan Gili Meno, Gunung Rinjani, hingga Danau Segara Anak.

Selain itu, banyak keunikan di Lombok Utara yang tidak ditemukan di bagian dunia manapun sehingga layak mendorong Lombok Utara sebagai destinasi wisata dunia.

“Ada karang biru yang merupakan karunia luar biasa bagi Lombok Utara, karena menurut riset yang pernah dilakukan, blue coral hanya ada dua di dunia yakni di Karibia dan Lombok Utara. Ada air tawar di tengah laut juga ada di Lombok Utara,” katanya.

Ia menambahkan, dari sisi wisata sejarah, di Lombok Utara juga ada jejak peninggalan Jepang yakni Gua Jepang di Trawangan.

Lombok Utara sekaligus wilayah dengan tingkat toleransi yang tinggi sosial budayanya. Polda NTB menyampaikan penghargaan Lombok Utara sebagai kabupaten dengan angka kriminalitas terendah.

Hal itu menjadi modal yang baik bagi sektor pariwisata wilayah tersebut yang ditunjang dengan semakin banyaknya event seni dan budaya yang digelar di Lombok Utara.

Pihaknya mencatat saat ini tingkat kunjungan wisatawan ke Lombok Utara mencapai 2.600 orang perhari atau naik 100 persen dibandingkan pada 2014. “Oleh karena itulah kami menjadikan pariwisata sebagai sektor unggulan yang akan terus kami kembangkan,” katanya.

Program-program promosi pariwisata pun terus dilakukan di antaranya gelar seni budaya Lombok Utara bertajuk Putri Cilinaya yang digelar di Jakarta yang diharapkan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat ibukota untuk berkunjung ke Lombok Utara.

Pada kesempatan itu hadir sejumlah pejabat termasuk Wakil Ketua DPD RI Farouk Muhammad, anggota DPR, beberapa Duta Besar negara sahabat, serta masyarakat umum.

150 Budaya Takbenda Ditetapkan Sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia

Jakarta - Sebanyak 150 Budaya Takbenda telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia pada 13-16 September 2016 di Jakarta.

Direktorat Warisan Diplomasi Budaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pada 27 Oktober 2016, akan menggelar Puncak Penyelenggaraan dan Penyerahan Sertifikat Penetapan Warisan Budaya Takbenda Indonesia di Jakarta. Demikian dikatakan Direktur Warisan Diplomasi Budaya Nadjamuddin Rambly, Senin (24/10/2016).

150 Warisan Budaya Takbenda 2016 ini meliputi adat istiadat, ritus, perayaan, seni pertunjukkan, kemahiran dan kerajinan tradisional, tradisi dan ekspresi lisan, pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta serta seni pertunjukkan dari berbagai provinsi.

Provinsi yang memiliki Warisan Budaya Takbenda 2016 ini adalah Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Riau, Bangka Belitung, Jambi, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat.

Namun sangat disayangkan terdapat tiga provinsi dengan status karya budaya yang ditangguhkan untuk ditetapkan, yakni Provinsi Bengkulu, Kalimantan Tengah dan Sulawesi Tenggara.

Penangguhan dilakukan karena menurut Tim Ahli Warisan Budaya Takbenda menilai masih kuranglengkapnya data pendukung dan deskripsi dari karya budaya yang tidak dapat menggambarkan karya budaya yang diajukan dan akan diajukan kembali pada tahun depan.

“Pada 27 Oktober, kegiatan Perayaan Dan Penyerahan Sertifikat Warisan Budaya Tak Benda Indonesia akan menampilkan beberapa kesenian yang telah ditetapkan seperti Jaran Kencak dari Jawa Timur, Tari Angguk dari DI Yogyakarta, Randai Kuantan dari Riau, Debus Indragiri dari Riau, Gambang Kromong-Rancang dari DKI Jakarta, Tari Piring dari Sumatera Barat, Jugit Demaring dari Kalimantan Utara, Nyanyi Panjang dan Calempong Oguong dari Riau, Lohidu dari Gorontalo, Tari Guel dari Aceh, Wor Biak dari Papua dan Keroncong Tugu dari DKI Jakarta,” jelas Nadjamuddin.

Acara tersebut rencananya akan dihadiri oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan serta Gubernur dari seluruh Indonesia.

Mengenal Kehidupan Urang Kanekes di Festival Baduy

Jakarta - Pariwisata Indonesia berancang-ancang menjadi destinasi kelas dunia. Untuk itu, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mendorong semua pihak untuk berinovasi, terutama daerah dalam daftar 10 Bali Baru yang menjadi prioritas pengembangan.

Salah satu daerah yang tengah digiatkan yaitu Kabupaten Lebak, Banten. Daerah yang dikenal dengan objek wisata Tanjung Lesung ini akan menyelenggarakan Festival Baduy 2016 di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, pada 28-30 Oktober 2016 mendatang.

”Ini untuk pertama kalinya kami mengadakan Festival Baduy 2016. Kami berharap banyak wisatawan lokal dan mancanegara yang datang,” ujar Panitia Pelaksana Festival Baduy 2016 Arman Bin Kaipin, melalui keterangan resmi pada Jumat (14/10).

”Tidak hanya Tanjung Lesung, kami juga akan mempromosikan banyak kerajinan daerah yang selama ini belum terjamah,” ia menambahkan.

Sejumlah kegiatan akan dilakukan selama Festival Baduy 2016, antara lain penampilan tari dan musik, pameran kerajinan Suku Baduy, prosesi pembangunan Gerbang Baduy, sampai pemecahan rekor menenun.

Suku Baduy yang menetap di pedalaman Banten menyebut diri mereka sebagai Urang Kanekes. Masyarakat adat ini tinggal di perbukitan, yang masih bagian dari Pegunungan Kendeng.

Urang Kanekes terbagi menjadi dua kelompok, yaitu Tangtu dan Panamping. Sebagian besar masyarakat Baduy bekerja sebagai petani atau penenun.

Kelompok Tangtu dikenal sebagai Kanekes Dalam atau Baduy Dalam, kelompok yang paling ketat mengikuti adat istiadat. Mereka tinggal di tiga desa, yaitu Cikertawana, Cikeusik dan Cibeo.

Salah satu adat istiadat kelompok Tangtu yang terbilang unik ialah tidak membiasakan diri untuk menggunakan peralatan yang moderen, seperti alas kaki, alat elektronik dan kendaraan bermotor.

Mereka juga masih menganut kepercayaan tradisional yaitu Sunda Wiwitan, yang dipimpin oleh seorang Pu’un sekaligus berkedudukan sebagai pemimpin masyarakat.

”Selain pemandangan, suasana berkehidupan di sana juga sangat indah. Semuanya sudah jarang ditemui di kota besar," kata Arman.

Akses menuju pedalaman Baduy tidak sulit. Dari Terminal Ciboleger Banten, wisatawan bisa menempuh perjalanan yang akan memakan waktu sekitar tiga jam.

Untuk sampai ke Cibeo, wisatawan akan ditemani oleh kelompok Panamping, yang dikenal sebagai Kanekes Luar atau Baduy Luar. Berbeda dengan Tangtu, Panamping sudah mengenal kehidupan modern.

”Walau sudah berpakaian modern, kita masih bisa mengenalinya dengan ciri khas ikat kepala berwarna hitam. Tradisi turun temurun yang sarat nilai berharga itu yang ingin kami kenalkan kepada wisatawan,” kata Arman.

Demi menunjang pengembangan, kawasan Banten juga sudah masuk dalam Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata. Pembangunan jalan Tol Serang-Panimbang sepanjang 84 kilometer pun sedang dilakukan, agar akses menuju objek wisata semakin mudah.

"Begitu tol itu selasai, maka akses menuju objek wisata semakin cepat berkembang," kata Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Aliansi Pemuda Sula Akan Demo di Mabes Polri dan Depdagri

Jakarta - Aliansi Pemuda Sula (APS) akan berunjuk rasa di depan Markas Besar Polri dan kantor Departemen Dalam Negeri, Selasa (17/7) pukul 11.00. Menurut koordinator unjuk rasa, Idham Umamid, unjuk rasa akan diikuti oleh 300 orang.

“Kami menuntut penegakan hukum yang tegas bagi koruptor,” kata Idham, Senin (16/7) malam. Menurut Idham, masyarakat Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara, sudah lelah karena kasus korupsi yang dilakukan Bupati Kabupaten Sula, Ahmad Hidayat Mus, sudah satu tahun belum menunjukkan adanya penyelesaian secara hukum.

“Negara telah dirugikan lebih dari Rp 20 miliar dari berbagai korupsi yang dilakukan Ahmad,” kata Idham. Dijelaskan Idham, korupsi itu terjadi pada penebangan liar, insentif pembayar Pajak Bumi dan Bangunan, pembangunan kantor DPRD, dan proyek-proyek pembangunan yang lainnya.

Selain menuntut kepolisian menindaklanjuti kasus korupsi itu, APS juga mendesak Depdagri menonaktifkan Bupati Kepulauan Sula Ahmad Hidayat Mus. (Clara Wresti)

Sumber: Kompas, 16 Juli 2007
-

Arsip Blog

Recent Posts