Tampilkan postingan dengan label Kepulauan Riau. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kepulauan Riau. Tampilkan semua postingan

Aksara Melayu Perlahan Menghilang dari Ingatan Generasi Milenial di Batam

Batam - Transformasi bahasa Melayu menjadi Bahasa Nasional Indonesia melalui Sumpah Pemuda (28/10/1928) mengalami pergeseran.

Pakar Bahasa dan Budayawan Provinsi Riau Abdul Malik mengatakan, bagi penutur bahasa Melayu, gejala itu tidak terlalu mengkhawatirkan karena bahasa Indonesia adalah bahasa Melayu baku.

"Dengan kata lain, bahasa Melayu juga bahasa Indonesia. Yang sedikit berbeda hanya dialek atau subdialeknya saja, " kata dia Kepada Liputan6.com, Jumat 26 Oktober 2018.

Ada yang mulai terlupakan dari generasi sekarang yaitu dari penulisan huruf atau aksara Melayu yang sudah jarang digunakan.

Seperti halnya di provinsi Kepri, Batam sama persis dengan Jakarta dengan Betawinya. Banyak pendatang kemudian warganya menikah antarsuku. Di mana pun di Indonesia, kalau orang tuanya menikah antar suku, anak - anak diajarkan berkomunikasi dalam bahasa Indonesia itu sudah umum.

Untuk identitasnya, Bahasa Ibu di Provinsi Kepri tidak mengkhawatirkan namun hanya dari konteks tulisan (Aksara ) seolah sudah tidak terlihat dikalangan masyarakat.

Untuk itu Pemerintah Daerah harus lebih berperan dalam membuat kebijakan terkait pengenalan aksara melayu.

"Memang harus lebih diintensifkan. Jangan asal ada saja mata pelajarannya. Juga di luar atau di dalam masyarakat mesti ada media yang menggunakan Arab-Melayu," terang Dosen Bahasa Indonesia Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjung Pinang itu.

Jika tidak, para pelajar tak dapat menggunakan hasil belajar mereka. Pengajaran jadi tak fungsional.

Perkembangan bahasa melayu setiap zaman mengalami perubahan. Dan perubahan tersebut didasari oleh akulturasi budaya.

"Serapan dalam Bahasa melayu merupakan entinitas Perkembangan Bahasa Indonesia menjadi pondasi berdirinya sebuah Bangsa yang besar di negeri Nusantara," ungkapnya.

Dewan Penasehat Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Batam Amsakar Achmad mengatakan, bahasa dan penulisan Melayu sudah diterapkan di Batam.

"Pembelajaran Hurup Jawi (Aksara Melayu) sudah di terapkan dalam muatan lokal. Seperti halnya saya di rumah tetap menggunakan bahasa Ibu," kata Wakil Walikota Batam itu.

Ia menjelaskan, kondisi bahasa Melayu sebagai bahasa Ibu di Kepri memiliki keragaman untuk setiap wilayah. Seperti Batam, Karimun,Lingga, dan kawasan lain di Kepulauan Riau.

Seperti halnya kata Kamu di Karimun Mike, di Pinang Batam Engkau atau Seorang

Ia mengakui dinamika perubahaan bahasa tidak bisa dipungkiri.

Sementara, khusus untuk pemerintah kota Batam bersama Lembaga Adat Melayu dan DPRD tengah menggodog Ranperda (Rancangan Peraturan Daerah) Pemajuan Budaya Melayu.

"Ranperda tersebut sedang di bahas di DPRD," kata Amsakar.

Perda ini mengatur 12 objek pemajuan kebudayaan melayu, seperti tradisi lisan, manuskrip, cagar budaya, adat istiadat, ritus, pengetahuan tradisional, seni bahasa, permainan rakyat, dan olahraga tradisional.

Lebih lanjut, kata dia, sebenarnya identitas Melayu di Batam sudah dibangun sejak dulu oleh masyarakat. Seperti Tugu tepak sirih dan Tugu gurindam 12. Namun sudah pada usang sekarang dan sebagian sudah hilang.

Sumber: https://www.liputan6.com

Tim Ekspedisi APPSI Gali Kekayaan Budaya Melayu di Kepri

Tanjung Pinang - Tim Ekspedisi 34 Gubernur dari Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) tiba di Provinsi ke 4 dari rute ekspedisi yakni Kepulauan Riau. Di provinsi tersebut, APPSI mengeksplorasi kekayaan budaya melayu di provinsi tersebut.

Tim ekspedisi yang diutus oleh Ketua APPSI Soekarwo ini, melakukan kunjungan ke Pulau Penyengat, Kepulauan Riau. Di Pulau tersebut berdiri salah satu kesultanan terbesar Melayu yakni kesultanan Riau Lingga. Di antara warisan budaya Melayu yang monumental berasal dari Pulau Penyengat adalah Gurindam Dua Belas yang dikarang oleh Raja Ali Haji yang merupakan pujangga Kesultanan Riau Lingga.

Di Pulau Penyengat pula disemayamkan sastrawan Melayu Raja Ali Haji, yang karyanya melegenda di tanah Melayu dari Indonesia hingga Malaysia. Selain itu di pulau tersebut juga terdapat Makam Raja Haji Fisabilillah yang gugur dalam pertempuran laut melawan Belanda di Selat Malaka. Peninggalan lain dari Kesultanan Riau Lingga seperti istana dan masjid kesultanan juga masih berdiri megah hingga hari ini.

Sejarawan dari Pulau Penyengat Aswandi Syahri mengungkapkan bahwa Kesultanan Riau Lingga berkuasa tak hanya di wilayah Riau tapi juga hingga ke Malaysia.

"Kesultanan Johor dan Kesultanan Selangor, pendirinya merupakan adik dari Sultan Riau Lingga. Maka dari itu tak heran, tiap tahun rutin dari Kesultanan di Malaysia rutin berziarah ke Pulau penyengat, untuk menziarahi nenek moyang mereka," jelas Aswandi kepada Tim Ekspedisi, Minggu (16/9/2018).

Selepas dari Pulau Penyengat, Tim Ekspedisi APPSI berlanjut menikmati Kopi Sekanak khas Melayu yang dahulu menjadi hidangan para Raja. Kopi Sekanak merupakan kopi olahan dari biji robusta terbaik yang direbus bersama 9 varian rempah-rempah.

Di Kedai Kopi yang didirikan oleh Sastrawan melayu Kontemporer Teja Alhabd ini, tim ekspedisi disajikan tiga varian dari kopi Sekanak yakni kopi O, kopi dengan susu kambing, juga kopi dengan madu dan kayu manis. Cara penyajian kopi Sekanak cukup rumit dan mengandung filosofi dari tiap tradisi penyajiannya, hampir sama seperti upacara minum teh kekaisaran di Jepang.

Setiap tahap penyajian kopinya menjelaskan ragam prinsip orang-orang Melayu, misalkan ketika pertama mengaduk harus perlahan seperti mengetuk pintu menandakan adab dalam bertamu.

Dalam tahap-tahap penyajian berikutnya menjadi lebih luwes, menandakan setelah dipersilahkan masuk ke dalam rumah masyarakat Melayu maka barulah dipersilahkan untuk mengetahui isi dalam rumah yang ditandai dengan mengaduk kopi sebagaimana biasanya.

Selain Kopi Sekanak, dihidangkan pula air rebusan kayu sepang yang disebut air Sri Delima. Menurut Teja Alhabd, konon air Sri Delima memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.

"Kalau untuk bagian luar dapat menyembuhkan luka, sementara di bagian dalam dapat menetralisir racun-racun penyebab penyakit," ungkap Teja.

Sebelum mengeksplorasi Kepulauan Riau, Tim Ekspedisi APPSI disambut oleh Gubernur Kepri Nurdin Basirun. Kepri adalah Provinsi ke-4 dari Ekspedisi 34 Gubernur, dan ekspedisi masih akan berlanjut dalam beberapa bulan kedepan hingga ke Papua dan finis di Kantor Gubernur Jawa Timur. (Suci Rizky Lestari)

Sumber: https://news.detik.com

Pengukuhan Pengurus Dewan Adat Dayak Kepri

KEPULAUAN RIAU - Syamsuddin Uti Ketua Kerukunan Bubuhan Banjar (KBB) Provinsi Kepri juga wakil Bupati Indragiri Hilir hadiri pengukuhan Pengurus Dewan Adat Dayak (DA) Provinsi Kepulauan Riau.

Pengukuhan tersebut bertempat di Aula Asrama Haji Tanjung Pinang, Hajjah Susilawati, S. Ag, MEd dipercaya menjadi Ketua Umum Dewan Adat Dayak Provinsi Kepulauan Riau Periode 2018-2023, Minggu (29/07).

Saat Menyampaikan Sambutan Hj Susilawati S mengaku terharu karena di percaya sebagai ketua Umum Dewan Adat Dayak Provinsi Kepulauan Riau Periode 2018-2023

"Mudah-Mudahan organisasi ini akan membawa hal-hal yang baru dan kontribusi kepada daerah kepri dibidang sosial budaya dan terimakasih kepada H. Syamsuddin Uti Ketua Kerukunan Bubuhan Banjar (KBB) Provinsi Kepri dan Sekjen Majelis Adat Dayak Nasional (MADN)"

Hj Susilawati mengaku organisasi ini sudah mendunia nantinya di Kepri. kepada Daerah pun diminta berkomitmen akan memberikan masukan-masukan kepada daerah kepri dalam soal pembangunan

"Dengan warga disini kita bersama saja membangun dewan adat Dayak Bersama dengan Kerukunan Bubuhan Banjar (KBB) Provinsi Kepri dan Mudah-Mudahan semuanya bersama dan menjaga marwah adat dayak dan Kerukunan Bubuhan Banjar (KBB) Provinsi Kepri" Ujar nya

Ia pun berharap Kepada pemerintah daerah Dengan kehadirian Dewan Adat Dayak ini dapat diperhatikan agar pengurus Dewan Adat Dayak provinsi kepulauan ini pun akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menjembatani masyarakat Dayak.

"Mudah-Mudahan dengan kehadiran Dewan Adat Dayak (DAD) Provinsi Kepulauan Riau & Kerukunan Bubuhan Banjar (KBB) Provinsi Riau semuanya bersatu untuk bersama-sama membangun daerah kepri."Harapnya

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Majelia Adat Dayak Nasional (MADN) Yakobus Kumis berharap Kepada Hj. Susilawati, S. Ag, MEd Ketua Umum Dewan Adat Dayak yang baru terpilih kiranya mampu menjadi ujung tombak dalam rangka mempersatukan kekuatan masyarakat yang ada di daerah Kepri

"Harus bisa menjadi juru damai dan memdamaikan kalau ada persoalan-persoalan komplik, diharapkan mampu ujung tombak membantu pemerintah dalam proses percepatan pembangunan daerah dan diharapkan mampu juga mengatasi kalau ada persoalan-persoalan khususnya penyakit masyarakat dengan Narkoba" ujarnya

Untuk itu Yakobus mengatakan Dewan Adat Dayak (DAD) bukan organisasi eklusif tapi organisasi harus merakyat , sosialisasi dan Silahturahmi dengan semua kekuatan organisasi yang lain baik di antaranya Lembaga Adat Melayu, Tionghoa, Budaya Jawa, Bugis, Batak dan lain lain

"Harapan kita organisasi kita ini harus mampu menggerakkan dan kedepan bisa Dewan Adat Dayak (DAD) Provinsi Kepulauan Riau, melarih diri menjadi pemimpin masa depan di Kepri" Harapnya

H. Syamsuddin Uti Ketua Kerukunan Bubuhan Banjar (KBB) Provinsi Kepri saat menghadiri Pengukuhan tersebut mengatakan melihat perkembangan Kerukunan Lewat ada Dayak Di Kepri dan Harus ada contoh buat indragiri hilir tentang kebersamaan kita yang ada di inhil

"Apa lagi saya menjadi seorang di percaya kabupaten Inhil kerukunan ini perlu sekali dan Tembilahan terdiri beberapa suku persatuan inilah kita harus jaga"Ucarnya

Samsudin Uti pun merasa bangga melihat jalinan komunikasi cukup tinggi sekali oleh masarakat dayak yang ada di Kepulauan Riau Ini

"Harapannya saya kedepan insa allah kedepan kita akan buat juga karena tembilahan itu bersuku-suku maka kita harus buat di inhil seperti ini"ujarnya

Samsudin Uti pun berharap dengan adanya adat Adat Dayak (DA) Provinsi Kepulauan Riau akan berkembang baik dan akan berkembang lagi semuanya karena banyak ragam dan perlu ada kesatuan dan persatuan.(ADV)

Sumber: http://gagasanriau.com

Jembatan Barelang dan Pantai Mangrove Magnet Wisata Batam

BATAM adalah kota yang memiliki lokasi sangat strategis, letaknya di tengah jalur pelayaran dan dekat dengan Negara Malaysia dan Singapura. Nah, selain lokasi yang menguntungkan, Batam pun memiliki bermacam destinasi wisata yang lengkap.

#PesonaDestinasiLebaran2018 Batam sangat menarik untuk dikunjungi di libur Lebaran. Berikut ulasannya :

Lantas destinasi apa saja yang bisa dikunjungi di Batam? Berikut ulasan #10TopDestinasiLebaran2018Batam.


1. Jembatan Barelang

Tempat wisata di Batam yang pertama adalah Jembatan Barelang. Jembatan Barelang merupakan jembatan yang merupakan ikon dari kota Batam. Jembatan ini menghubungkan beberapa pulau, yaitu Pulau Batam, Rempang, dan Galang. Tujuan pembangunan jembatan ini adalah agar industri jadi lebih maju.

Jembatan ini sering juga disebut Jembatan Habibie karena beliau adalah orang yang merencanakan pembangunan jembatan pada tahun 1992. Jadi jika anda berkunjung ke Batam, wajib mengunjungi Jembatan Barelang ini.

Selain panorama sekeliling yang indah, lautan biru, dengan kapal-kapal di bawahnya dan juga terdapat banyak penjaja makanan di sekitar jembatan tersebut. Diantaranya adalah jagung bakar, rujak, sampai dengan kuliner bakso pun tersedia.

Paling enak berkunjung kemari menjelang sore karena tidak terlalu panas. Dan lebih baik bawa camilan sendiri saja, jadi tak usah mencari-cari makanan lagi sesampai di sana. Duduk di Jembatan Barelang sambil merasakan hembusan angin yang sepoi-sepoi dan panorama yang cantik. Menyenangkan dan jadi pengalaman yang tak terlupakan.


2. Pantai Marina

Pantai ini adalah salah satu destinasi wisata di Batam yang populer. Pantai Marina tak hanya berfungsi sebagai kawasan wisata saja melainkan juga pelabuhan kapal ferry. Pantainya menawan dengan taman hijau yang dapat dipakai sebagai arena permainan anak-anak.

Di sekeliling Pantai Marina terdapat banyak penjual makanan dan minuman jadi tidak perlu membawa bekal dari rumah. Selain itu jika ingin menginap, tersedia hotel dengan harga murah sampai kelas kakap yang bisa dipilih di sekitar Pantai Marina.

Tempat ini sangat pas untuk pilihan wisata bersama keluarga. Harga tiket dipatok Rp 6000,- dewasa dan Rp 3000 untuk anak-anak.

3. Pasar Mangrove Batam

Pasar Mangrove yang berada di Kampung Terih, Nongsa Batam adalah salah satu destinasi digital di Batam. Lokasinya dijamin keren. Spotnya ada Desa Wisata Kampung Terih di Nongsa, Batam, Kepulauan Riau. Atraksi, kuliner dan kerajinan tangan khas Melayu tersajikan di sini.

Sementara itu, bagi wisatawan yang ingin bermain air laut, dapat langsung mandi ke pantai Kampung Terih. Viewnya, mengatah langsung ke Batam Centre dan Singapura. Spot fotonya banyak.

Klimaksnya, ada panorama sunset keren yang bisa diabadikan lewat gadget dan kamera. Ini adalah Momen sunset terbaik di Batam. Matahari akan tenggelam di depan pantai dengan background Batam Center.

4. Pantai Melur

Salah satu tempat wisata di Batam yang juga tak kalah terkenal adalah Pantai Melur. Pantai ini memiliki panorama yang indah, hamparan pasir putih membentang, pepohonan di sekelilingnya, juga air laut biru jernih. Semuanya ada di sini.

Sekarang juga ada wahana permainan air seperti banana boat yang ditawarkan di Pantai Melur. Ombaknya yang tenang dengan angin semilir menciptakan suasana damai dan rileks. Jadi bagi yang ingin menenangkan pikiran dan tubuh, bisa datang kemari.

5. Pantai Nongsa

Lokasi pantai ini ada di arah timur laut Batam. Nongsa merupakan salah satu kecamatan yang ada di Batam dan terkenal memiliki pantai yang indah bernama Pantai Nongsa. Butuh waktu kurang lebih 15 menit dari bandara untuk mencapai pantai ini.

Di Pantai Nongsa kita bisa bermain-main dengan ombak yang kecil dan menyusuri pasir putih yang luas. Keunikan pantai ini adalah kita bisa melihat dari tepi pantai Negara Singapura dengan jelas. Pantai ini indah sekali di malam hari.

Di sekitar pantai ada banyak penginapan dan hotel bertaraf internasional. Jadi bagi yang ingin lebih lama tinggal, bisa memilih hotel yang sesuai selera anda.

"Batam itu sangat eksotis. Viewnya keren. Kuliner oke. Budaya masyarakatnya juga khas dan kaya. Batam sangat ideal untuk menikmati libur Ramadan dan Lebaran. #PesonaMudik2018 akan semakin pas dengan berlibur di Batam," ungkap Menpar Arief Yahya sebagaimana keterangan persnya.


6. Kampung Vietnam

Kampung Vietnam letaknya di Pulau Galang dan tidak ada penghuninya. Pasalnya ini adalah kampung bekas para pengungsi Vietnam dahulu tinggal. Para pengungsi Vietnam yang sering disebut dengan manusia perahu dulu pernah mengungsi di Pulau Galang dikarenakan konflik internal. Nah, pemerintah hanya mengijinkan para pengungsi untuk tinggal sementara saja.

Satu per satu dari mereka dipulangkan ke asalnya dan sekarang tak ada lagi penghuni di sini. Walaupun sudah merupakan kampung kosong, tempat ini selalu ramai pengunjung karena daerah dan tempat yang ada di sana masih sama seperti dahulu dan belum ada yang berubah termasuk juga peninggalan para pengungsi.

7. Bukit Senyum

Salah satu kawasan perbukitan di Batam ini menarik untuk tempat nongkrong bersama kawan-kawan. Bukit Senyum sangatlah indah dan memiliki daya tarik tersendiri. Salah satunya adalah kita dapat melihat kota Singapura dari sini dan melihat aktivitas penerbangan atau pesawat yang datang-pergi dari Changi.

Bukit Senyum sangat cocok dikunjungi malam hari karena Singapura sangat indah waktu malam. Dan paling ramai kunjungan saat tahun baru. Selain menyalakan kembang api sendiri, kita pun dapat melihat gemerlap dan keindahan kembang api di kota Batam dan Singapura.


8. Pantai Tanjung Bemban

Pantai Tanjung Bemban berlokasi di Kampung Tua Tanjung Bemban, dekat dengan Batu Besar. Nah, pantai ini mulai dikelola dengan serius. Pantainya berpasir putih kecokelatan dengan ombak kecil. Kita bisa melihat banyak kapal dari tepian pantai.

Kalau air laut tengah surut, kita dapat menonton orang mencari gonggong (sejenis siput laut khas Kepri). Kalau hari-hari biasa, pantai ini sepi. Jadi orang-orang sekitar dapat masuk dengan gratis. Namun kalau hari libur, akan ada penjaga tiket di depan gerbang Tanjung Bemban. Anak-anak pasti suka main di sini.

Untuk kuliner, jarang kita temukan di sini. Tetapi kalau jajanan dan makanan keliling akan banyak lewat Tanjung Bemban. Ada panggung dan aula yang disewakan untuk berbagai acara. Dan saung-saung pun banyak disewakan. Kalau anda berdompet tipis bahkan bolong, bisa rekreasi gratis kemari pada hari biasa (bukan weekend atau liburan).

9. Pantai Melayu

Tempat wisata di batam berikutnya adalah pantai melayu. Pantai Melayu atau dikenal warga dengan sebutan Pantai Kampung Melayu sangat pas dijadikan tempat wisata keluarga. Ombaknya yang kecil, tidak berbahaya bagi anak-anak yang hendak berenang.

Banyak pepohonan yang membuat suasana pantai jadi teduh. Di sepanjang pantai banyak penjaja makanan dan minuman, jadi jangan khawatir akan kelaparan. Untuk tiket cukup dengan harga Rp 5000,- sudah bisa menikmati wisata pantai di sini.

Untuk datang ke pantai ini jangan lupa menlengkapi segala peralatan yang dibutuhkan ketika berlibur ke pantai. Terutama membawa baju ganti apabila berniat untuk berenang di pantai.

Ombak yang tak begitu besar menjadi sangat aman bagi pengunjung untuk berenang di pantai melayu ini. Untuk itu wisatawan sebelumnya diminta melengkapi apa-apa saja persiapan untuk liburan ke pantai agar liburan menjadi lebih lancar dan menyenangkan.

10. Engku Putri

Lapangan di dekat Mega Mall ini banyak digunakan untuk bersantai bersama keluarga di sore hari. Kalau minggu pagi banyak yang olahraga atau senam di sini. Engku Putri Termasuk bersih dan indah.

Dengan beberapa fasilitas penunjang seperti lapangan basket, dan area permainan skate board juga area bermain anak. Masuknya gratis, kok. Engku putri ini sangat cocok bagi liburan anak-anak muda untuk mengisi waktu luang mereka. Terutama pada saat sore hari kawasan ini akan sangat ramai pengunjung dan pada saat musim liburan anak sekolah. (*)

Sumber: http://krjogja.com

Desainer Wanita Asal Kepri Ini Kenalkan Batik Gonggong ke Kancah Nasional

Seorang desainer wanita asal Kepulauan Riau (Kepri), Nur Afni Dwi Anggraini, mengenalkan batik gonggong karya Efiyar M Yamin di kancah nasional melalui acara fashion show muslim yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center dari tanggal 19-22 April 2018 baru-baru ini.

Nur Afni Dwi Anggraini yang akrab disapa Reni ini memperkenalkan batik gonggong khas Kepri melalui karya desain baju Islami yang ia desain sendiri.

Reni yang baru pertama kali mengikuti kontes fashion show bertaraf nasional ini mengutarakan alasan dirinya mendesain batik gonggong tersebut.

Dirinya terinspirasi ingin mengenalkan kepada masyarakat Indonesia bahwasanya bukan hanya daerah lain yang memiliki karya kain batik daerah. Namun Kepri juga mempunyai karya kain batik yang tak kalah bagusnya.

“Fashion show yang bertemakan muslim festival ini kan bertaraf nasional. Jadi, saya ingin menampilkan khas negara kita yakni kain batik. Dalam desain kali ini, saya memilih kain batik gonggong untuk saya padukan dalam karya desain busana muslimah kali ini,” ucapnya.

Reni menjelaskan, didalam busana muslimnya tersebut, dia juga memadukan beberapa warna khas yang ada di bumi Melayu.

“Didalam busana ini ada beberapa warna. Pertama warna kuning yang identik dengan warna khas adat Melayu. Kemudian warna biru yang menunjukkan keindahan alam laut yang ada di Kepri,” ungkapnya.

Reni yang juga mempunyai batik busana muslimah di Kota Batam ini mengatakan, respon terhadap desain busana muslimah dari bahan batik gonggong tersebut mendapatkan antusias luar biasa dari para tamu undangan yang hadir pada festival muslim yang disponsori oleh Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.

Ia berharap agar desain busana muslim dirinya ini dapat diterima seluruh masyarakat yang ada di Indonesia, khususnya kain batik gonggong yang asli milik Kepulauan Riau. (M. Danu)

Sumber: https://lintaskepri.com

Ini Alasan Kawasan Elite Bintan Makin Ramah untuk Turis Indonesia

Jakarta – Kawasan elite Bintan Resort di Pulau Bintan, Kepulauan Riau, selama ini lebih populer di telinga wisatawan asing alias wisman, utamanya yang berasal dari Singapura, Cina, dan Malaysia.

Sales executive Treasure Bay, Kathy Olivia Amanda, mengatakan 60-70 persen tamu yang menginap di resornya yang berlokasi di Bintan Resort berasal dari tiga negara tersebut. Sedangkan sisanya turis lokal.

Baca juga: Mengarungi Kolam Renang Terbesar Se-Asia Tenggara di Bintan

Hal ini terjadi lantaran akses turis dari Singapura dan Malaysia menuju Bintan cukup mudah. Tinggal menunggang kapal feri yang melaju 60 menit, mereka bakal sampai di pulau wisata wilayah Kepulauan Riau itu.

Letak Bintan pun lebih dekat dengan Malaysia dan Singapura daripada Jakarta. Adapun turis Cina banyak datang karena mereka memiliki pesawat carter langsung ke Bintan.

Menilik hal itu, pengelola Bintan Resort menggiatkan sejumlah strategi untuk mencuri perhatian pasar Indonesia. Manager Marketing Bintan Resorts International Donny Tan mengatakan Bintan Resorts telah membuka tempat-tempat baru yang disinyalir bakal menarik perhatian wisatawan domestik.

Tempat-tempat itu di antaranya rumah imaji dan food star atau pusat kuliner. Di dalam rumah imaji terdapat gambaran mengenai warisan budaya Melayu di Kepulauan Riau.

Selain itu, Bintan membuka beberapa penginapan baru yang berkonsep anak muda. Cocok bagi generasi milenial Indonesia yang belakangan gemar melancong.

“Kami juga menyediakan sales berbahasa Indonesia. Semua properti kami memiliki orang-orang yang bisa bahasa Indonesia,” kata Donny saat ditemui dalam acara Sales Mission Bintan Resorts di Red Top Hotel, Pecenongan, Jakarta, Jumat, 20 April 2018.

Akses menuju Bintan Resort dari Jakarta pun kini cukup mudah. Sebab, sekarang sudah banyak penerbangan langsung dibuka dari Bandar Udara Soekarno-Hatta, Tangerang, ke Bandara Tanjung Pinang, Bintan.

Sumber: https://travel.tempo.co/read/1081969/ini-alasan-kawasan-elite-bintan-makin-ramah-untuk-turis-indonesia

Tiga Kampung Tua Jadi Perhatian Pemko Batam

Tiga Kampung tua di Nongsa akan mendapatkan perhatian dari Pemko Batam. Pengembangan kampung tua ini, agar dapat menarik wistawan mancanegara lebih banyak lagi. Tiga kampung tua yang mendapatkan perhatian itu yakni

Kampung Tua Terih,
Nongsa Pantai dan
Melayu.
“Di Kampung tua etnik melayu terasa lebih kental. Nantinya tidak tiga kampung tua ini saja. Tapi juga kampung tua yang lainnya,” kata Kepala Dinas Parawisata Batam, Pebrialin, Sabtu (3/2).

Ia mengatakan pihaknya sedang menghitung kampung tua yang memiliki potensi, untuk bisa dijual sebagai destinasi wisata bagi turis. Pebrialin menuturkan masuknya turis-turis ke kampung tua, dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang berada disana.

“Wisatawan itu ingin melihat sesuatu yang berbau etnik dan unik. Dan di kampung tua semuanya ada,” ucapnya.

Semua ini, kata Pebrialin tidak akan terlaksana dengan baik. Bila semua masyarakat tidak mendukung penuh program turis masuk ke kampung tua.

“Masyarakat haruslah menciptakan lingkungan yang bersih, aman. Bisa dibilang, masyarakat memiliki peranan penting juga menarik para turis ini,” tuturnya.

Apakah Pemko Batam sudah menginstruksikan ke kampung tua yang jadi pilot project Pemko Batam? Pebrialin mengatakan pihaknya masih terbentur beberapa permasalahan. Tapi untuk sekedar himbauan, kata Pebrialin pihaknya sudah melakukan.

“Kami masih menunggu Ranperda budaya melayu. Dengan adanya Perda ini, kami bisa menonjolkan budaya melayu. Tidak hanya di Kampung Tua, tapi diseluruh daerah di Batam,” ujarnya.

Pebrialin menyadari bahwa budaya melayu bisa menjadi magnet bagi para wisatawan asing.

“Kami ingin di Hotel, tempat masuknya para turis ada khas melayunya. Memutar musik melayu, tiap restoran menyediakan makanan melayu,” ungkapnya.

Selain meningkatkan wisata budaya. Pebrialin juga mengatakan pihaknya akan menambah jumlah destinasi wisata.

“Tapi lebih bersifat ruang publik. Kami mendorong pihak swasta juga, agar membuat ruang publik ini,” tuturnya.

Pebrialin mengatakan akan merangkul seluruh stakeholder yang ada di Batam, agar saling bersinergi. Sehingga pariwisata Batam menjadi lebih baik.

“Termasuk dengan BP Batam juga,” ucapnya.

Atraksi juga menjadi salah satu perhatian Pemko Batam. Pebrialian menyebutkan ada 58 even yang akan diadakan sepanjang tahun ini.

“Tapi jumlah ini akan terus bertambah. Mungkin lebih dari 60 even, semoga ini dapat mendongkrak pariwisata Batam. Target kami tahun ini 1,8 juta orang,” pungkasnya. (ska)

Sumber: https://batampos.co.id

Menggali Budaya Melayu di Festival Pulau Penyengat

Anda suka budaya Melayu? Atau tertarik dengan dunia maritim? Datang saja ke Tanjungpinang pada 14-18 Februari 2018. Ada lebih dari 20 agenda Festival Pulau Penyengat 2018 yang bisa dinikmati.

Konsep matang dihadirkan. Berbagai perlombaan dan acara keren disiapkan. Ada lomba dayung sampan, lomba pukul bantal di laut, lomba nambat itik di laut, dan lomba becak motor hias. Selain itu, ada juga pangkak gasing, syahril gurindam 12, membaca gurindam 12, pertunjukan wayang cicak, dan kegiatan klinik sastra.

Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata (Dispar)Kota Tanjungpinang, Reni Yusneli, mengatakan selain itu, ada beberapa acara pendukung lain yang tak kalah menariknya. Ada Fashion Malay Penyengat Syawal Serantau, Hunting Photography Penyengat Halal Competition, dan Short Film Netizen Penyengat Halal Competition.

"Tidak hanya itu, ada pula acara seru lainnya seperti Tour Pattern Penyengat Halal Competition, Khazanah Kompang Melayu. Agenda ini sekaligus menjadi sarana pertunjukan dan hiburan bagi wisatawan dan masyarakat Tanjungpinang," sebut Reni, Rabu (16/01/2018).

Reni optimistis, festival ini juga berpotensi menjaring wisman di wilayah perbatasan. Di samping jaraknya yang relatif dekat dengan Malaysia dan Singapura, kedekatan kultur dan budaya pun menjadi pertimbangannya. Apalagi budaya Melayu di wilayah ini masih sangat kental dan tetap dilestarikan.

"Karena dengan festival yang dilandasi dengan budaya, dipastikan tingkat kunjungan wisatawan dari negara tetangga semakin bertambah. Itu juga akan memajukan daerah serta meningkatkan tingkat perekonomian masyarakat," papar Reni.

Dari sekian banyaknya kegiatan, lanjut Reni, ada tiga acara unggulan yang akan menjadi atraksi paling menarik. Top 3 event ini dipastikan bakal menjadi pusat perhatian wisatawan.

"Top 3 event akan terbagi tiga jenis, yaitu Kompetisi Malay Fashion Carnaval, Parade Melayu dan Muslim Fashion, juga Bazar Melayu Fashion. Event ini terus menyasar crossborder tourism karena dekat dengan Malaysia dan Singapura," kata Reni.

Dijelaskan Reni, kompetisi fashion karnaval diadakan dengan tujuan menggali konten lokal Melayu. Peserta akan memamerkan pakaian dengan model dan desain penuh atribut Melayu yang indah-indah. "Kompetisi ini akan mengangkat konten lokal Melayu dalam karya kreatif pakaian karnaval. Ini juga sebagai daya tarik untuk kunjungan para turis. Diharapkan akan menjadi aktivitas pariwisata Pulau Penyengat .”

Sumber: http://www.netralnews.com

Festival Kampung Tua Tanjung Uma - Berawal dari Keprihatinan Minimnya Ruang untuk Budaya Melayu

BATAM - Ketua Gema, salah satu penggagas kegiatan Festival Kampung Tua Tanjung Uma, Zulkifli Ismail mengaku kegiatan ini bermula dari ketidaksengajaan sejumlah pemuda yang ketika itu sedang berkumpul untuk kegiatan gotong-royong.

Obrolan kemudian berlanjut hingga seorang pemuda menceritakan keprihatinannya atas minimnya ruang memperkenalkan budaya Melayu.

"Awalnya kita itu sambil ngopi-ngopi langsung kita ajak bersama-sama menyusun kegiatan ini, alhamdulilah berjalan lancar," ujarnya kepada Tribun, Minggu (28/1/2018).

Kemudian mereka yang tergabung dalam organisasi Pemuda Peduli Tanjung Uma (PPTU) berencana membuat acara tersebut.

Berisi beberapa kegiatan seperti festival kuliner yang menyajikan makanan khas masyarakat pesisir, pameran pusaka Melayu seperti keris, Tanjak (pengikat kepala untuk orang laki-laki) dan beberapa benda lainnya, pameran produk-produk buatan kreatif masyarakat, dan pertunjukkan kesenian.

Bahkan diisi artis Internasional yang berasal dari Malaysia.

Pantauan Tribun hari puncak dari rangkaian Festival Kampung tua di Kampung Tua Tanjung Uma Sabtu (27/1) kemarin malam berlangsung meriah.

Bukan hanya itu, acara ini dihadiri tokoh adat, tokoh pemerintahan, tokoh politik, dan masyarakat yang memenuhi area acara, malam puncak festival ini menyajikan beragam atraksi kebudayaan, mulai dari tari khas masyarakat melayu, beragam pernak pernik yang memiliki nilai sejarah, dan sajian adat budaya lainnya.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad yang hadir dalam acara puncak festival Kampung Tua ini mengakui ide dilaksanakannya kegiatan ini cukup baik.

Dengan peragaan rangkaian kegiatan budaya ini, Batam sebagai kota yang akan berhaluan ke dunia pariwisata menjadi lebih berwarna.

Dalam hal ini berharap nantinya kegiatan kebudayaan ini akan menjadi agenda tahunan yang kemasannya ramah untuk wisatawan.

Dengan begitu pemerintah bisa terlibat lebih jauh untuk menjadikan agenda festival Kampung Tua ini menjadi salah satu keunikan pariwisata di Batam.

"Ide yang bagus, saya sudah ajak kepala dinas pariwisata ke sini supaya bisa dimasukkan ke dalam kalender event pariwisata,"ujar Amsakar.(rus)

Sumber: http://batam.tribunnews.com

Sekda Bintan Sudah Kucurkan Rp3,5 M ke Komisi V DPR

Senin― Sekretariat Daerah Bintan telah mengucurkan uang sebesar Rp3,5 miliar kepada Komisi IV DPR RI untuk memperlicin pengalihfungsian hutan lindung di daerah tersebut.

Hal ini diungkapkan oleh saksi dari Komisi Pemberantasan Korupsi, Sagita Hariadin, yang bertugas menyadap telepon genggam Sekretaris Daerah (Sekda) Bintang Azirwan dan Al-Amin Nur Nasution. "Apa komitmen yang terjadi antara mereka berdua (Azirwan dan Amin.red)?" tanya Ketua Majelis Hakim Mansyurdin Chaniago kepada Sagita di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Senin (7/7).

"Kita ketahui anggota DPR meminta uang berapa miliar. Dari SMS (layanan pesan singkat), Azirwan menyatakan kesanggupan untuk menyediakan Rp 2,1 miliar untuk persetujuan alih fungsi, Rp 75 juta untuk biaya 4 anggota DPR ke India dan untuk biaya kunjungan Komisi IV ke Bintan sebesar Rp 150 juta," kata Sagita.

Namun, setelah melalui transaksi berkali-kali, jumlah suap yang dikeluarkan Azirwan bertambah. Azirwan telah menyetorkan uang secara bertahap kepada Al-Amin lebih dari Rp3 miliar guna pengalihfungsian hutan. Untuk biaya ke India anggota DPR, Azirwan menyediakan Rp100 juta dan perjalanan ke Bintan jadi Rp240 juta, dari Rp150 juta. Azirwan juga pernah mengutus stafnya Edi Pribadi mengantarkan uang Rp100 juta ke kediaman Al-Amin di Kalibata Jakarta. Al-Amin juga menerima cek dalam bentuk dolar yang diuangkan di Singapura dan pulsa.(BOB)

Sumber: Kompas.com : 7 Juli 2008

Peruntukan Hutan Lindung di Batam Berkurang 45 Persen

Batam― Luas peruntukan kawasan hutan lindung di Kota Batam yang tercantum dalam Peraturan Daerah Rancangan Tata Ruang Wilayah (Perda RTRW) 2004 berkurang 45 persen dibandingkan Perda RTRW 2001 dari 15.982,06 hektare menjadi 8.797,51 Ha. Anggota DPRD Batam Muhammad Zilzal di Batam, Rabu (7/5), mengatakan, hampir separuh peruntukan hutan lindung telah diubah menjadi berbagai jenis pemanfaatan lahan, seperti kawasan perdagangan dan jasa.

"Di antaranya Dam Baloi," katanya. Selain hutan lindung, luas hutan wisata juga berkurang dari 1.403,59 ha pada RTRW 2001-2011 menjadi 975,32 ha pada RTRW 2004-2014. Sebenarnya, menurut Zilzal, RTRW merupakan perencanaan pembangunan wilayah pemerintah selama 10 tahun. Namun, pada perjalanan diubah untuk penyesuaian pembangunan. Perda RTRW diajukan pemerintah ke DPRD seusai mengkaji bersama Otorita Batam.

Sementara itu, Kepala Biro Humas dan Pemasaran OB, Rusliden Hutagaol mengatakan pengalihfungsian lahan hutan lindung berdasarkan saran konsultan independen.

"Dilihat dari azas manfaat," katanya. Seperti dalam pengalihfungsian hutan lindung Dam Baloi, Hutagaol mengatakan konsultan menyarankan merubah fungsi daerah tangkapan air itu menjadi kawasan perdagangan karena banyak penanam modal yang tertarik membangun sarana meeting, incentive, conference and exhibition (MICE). "Selain itu, debit air Dam Baloi hanya 30 liter/detik. Kecil sekali dibanding dam lain," katanya.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada awal pekan ini menyelidiki alih fungsi hutan lindung Batam. Tujuh penyelidik meminta keterangan pejabat dan mantan pejabat pemerintah Kota Batam, Otorita Batam dan Badan Pertanahan Nasional Batam yang menjabat sekitar tahun 2005. Satu di antara alih fungsi hutan yang ditanyakan KPK adalah Dam Baloi. WAH

Sumber : Kompas.com : 7 Mei 2008

KPK Dalami Kunjungan Anggota DPR ke Bintan

Jakarta― Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami kunjungan beberapa anggota Komisi IV DPR RI ke Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, pada akhir 2007 terkait upaya alih fungsi hutan lindung di kawasan itu.

Wakil Ketua KPK Bidang Penindakan, Chandra M Hamzah di Gedung KPK, Selasa malam, mengatakan pendalaman itu terkait dengan kasus dugaan suap yang menjerat anggota Komisi IV DPR, Al Amin Nasution dan Sekretaris Daerah Kabupaten Bintan, Azirwan. "Kita dalami sehubungan penyidikan kasus ini," kata Chandra.

Chandra menolak menjawab ketika diminta ketegasan bahwa status pendalaman terhadap kunjungan anggota DPR itu sudah masuk tahap penyelidikan. Menurut dia, kini KPK masih berkonsentrasi dalam upaya penyidikan kasus Amin. Dia menegaskan, hingga kini kasus itu masih menjerat dua pejabat negara sebagai tersangka, yaitu Al Amin dan Azirwan.

Sedangkan yang kemungkinan terkait dengan pendalaman yang dilakukan KPK masih berstatus sebagai saksi. Sebelumnya, sejumlah anggota DPR dari Fraksi Keadilan Sejahtera mengembalikan uang senilai Rp1,9 miliar secara bertahap ke KPK. Salah satu anggota Fraksi Keadilan Sejahtera yang mengembalikan uang ke KPK adalah Jalaludin Satibi.

Ia mengembalikan uang sebesar Rp55 juta pada 7 Januari 2008. Jalaludin mengaku uang itu didapatnya ketika melakukan kunjungan ke Bintan bersama sejumlah anggota Komisi IV lainnya pada pertengahan Desember 2007.

Seperti diberitakan, Tim KPK menangkap Amin di salah satu ruangan di Ritz Carlton Hotel, Jakarta, pada Rabu (9/4) dini hari. "Barang bukti kami temukan di lapangan terhadap yang bersangkutan berjumlah hampir Rp4 juta saat penangkapan dan kurang lebih Rp67 juta di kendaraan Amin," kata Antasari Azhar.

Belakangan diketahui KPK juga menemukan uang senilai 33 ribu dolar Singapura saat penangkapan. Bersama Amin juga ditangkap Sekretaris Daerah Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, Azirwan. Pada saat yang sama, KPK juga menangkap tiga orang lain, termasuk seorang wanita.

Selama enam bulan terakhir, kata Antasari, KPK menyelidiki dugaan tindak pidana korupsi dalam alih fungsi hutan lindung di Kepulauan Riau. KPK menduga pemberian uang kepada Amin terkait kasus yang sedang diselidiki tersebut. (Ant/OL-06)

Sumber : Media Indonesia, 15 April 2008

Sekda Ditangkap, Bupati Bintan Terkejut

Bintan― Ditangkapnya Sekda Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri, berinisial Az oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), karena diduga melakukan tindak pidana suap Rabu dini hari di hotel Ritz Carlton, Jakarta, Rabu dinihari pukul 02.00 mengejutkan Bupati Bintan Ansar Ahmad.

“Astaghfirullah, apa betul itu. Saya belum tahu, coba saya ceknya dulu,” kata Ansar Ahmad singkat saat dihubungi via telepon, Rabu (9/4). Demikian juga dengan Kabag Humas Pemda Bintan, Irianto yang dihubungi mengaku belum tahu informasi penangkapan tersebut. "Saya belum tahu, terima kasih infonya," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Bintan, Mastur Taher yang dihubungi pukul 11.30 mengaku sudah tahu informasi penangkapan tersebut. Ketika ditanya apakah akan menjenguk Sekda, ia mengatakan belum ada rencana karena menurut informasi yang ia diterima belum bisa dijenguk. “Saya ingin melihat ke Jakarta, tapi menunggu info teman-teman yang di Jakarta,” katanya.

Menyinggung soal alih lahan hutan lindung yang menjadi pemicu terjadinya dugaan penyuapan Rp 1,8 miliar ke anggota DPR RI Al Amin Nasution, Mastur mengatakan, kemungkinan lahan dimaksud adalah pembebasan hutan lindung yang akan dijadikan untuk lokasi ibukota Kabupaten Bintan di Bintan Bunyu.

Ia mengatakan, alih fungsi hutan lindung tersebut untuk lahan ibukota kabupaten harus mendapat izin dari Menhut. Namun sampai sekarang izin belum turun, karena harus ada izin dari DPR RI untuk pembebasan. (Tribun Batam)

Sumber : Kompas.com: 9 April 2008

Polisi Usut Dugaan Korupsi Bupati Lingga

Batam― Kepala Polisi Daerah Kepulauan Riau, Brigadir Jenderal Sutarman berjanji akan mengusut dugaan korupsi Bupati Lingga, Provinsi Kepulauan Riau, Daria. Dia diduga korupsi dana APBD senilai Rp 8,5 miliar.

Polisi, kata dia, menerima 25 jilid laporan dugaan korupsi di Kabupaten Lingga dari Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah pekan lalu. Setelah diteliti, dugaan penyelewengan itu terjadi pada dana pendidikan.

Ketua DPRD Lingga, Alias Wello melaporkan dugaan korupsi di daerahnya senilai Rp.8,5 miliar. Tapi nilai itu membengkak menjadi puluhan miliar setelah sejumlah anggota dewan menemukan bukti penyelewengan yang jumlahnya lebih besar, yakni pada proyek pembangunan sejumlah sekolah tanpa tender senilai Rp. 49 miliar. "Seharusnya melalui tender, tapi malah penunjukan langsung," kata Sutarman kepada Tempo di ruang kerjanya hari ini.

Terkait dengan kasus itu, Sutarman mengaku telah memeriksa Sekretaris Daerah Lingga, Usman Taufik. Pemeriksaan terhadap Taufik Usman berlangsung sejak Senin (31/4) pukul 10.00 sampai Selasa (1/4 pukul 04.00 WIB.

Usman yang dihubungi Tempo menyatakan soal penunjukan langsung pada sejumlah proyek pembangunan sekolah itu kebijakan Bupati Lingga, Daria. "Jika sudah disetujui Bupati, ape yang nak dibuat," ujarnya dengan logat Melayu.

Dalam kasus ini, kejaksaan Negeri Tanjungpinang juga telah memeriksa Kepala Dinas Pendidikan Abdurachman, Kepala Dinas Kimpraswil dan Kepala Dinas Kesehatan. Rumbadi Dalle

Sumber : Tempo Interaktif : 09 April 2008

Arakan Obor Api di Bintan Pesisir Sambut Malam Belasan Ramadan

Bintan Pesisir, Kepri - Ratusan obor api mengular sepanjang jalan di perkampungan Pulau Air Glubi Kecamatan Bintan Pesisir, Selasa (6/6). Masyarakat serta para pejabat Bintan tumpah ruah, meramaikan malam belasan Ramadan.

Kemeriahan malam obor menyambut malam belasan Ramadan ini dimeriahkan host My Trip My Adventure (MTMA) salah satu stasiun televisi, Richard Kyle dan Rikas Harsa. Keduanya mengajak Bupati Bintan Apri Sujadi bersama istrinya Deby Apri Sujadi, untuk syuting bareng dalam acara travelling yang biasa disiarkan setiap akhir pekan itu. Acara yang mengeksplore keindahan nusantara itu, sengaja memilih Desa Air Glubi sebagai lokasi syuting karena keindahan alam serta suasana pemukiman warga yang masih asri.

“Tradisi arak-arak obor api/lampu cangkok menambah kemeriahan Ramadan di Bintan, sumpah keren banget. Gue sama Rikas sempat keliling juga tadi pakai obor sama Pak Bupati,” ujar Richard di sela-sela kegiatan yang disejalankan dengan safari Ramadan Bupati Bintan dan rombongan.

Kedatangan kru MTMA ke Bintan sudah kedua kalinya. Sebelumnya mereka juga pernah syuting di beberapa kawasan pantai seperti di Lagoi, Senggiling serta Trikora. Namun syuting kali ini sengaja mengambil suasana perkampungan karena untuk edisi Idul Fitri 1438H yang rencananya tayang akhir pekan jelang lebaran nanti.

Bupati Bintan Apri Sujadi mengatakan, suasana Ramadan di perkampungan memanglah sangat berbeda dengan daerah lainnya di Indonesia. Apalagi Bintan merupakan daerah yang kental budaya Melayu, sehingga banyak tradisi setiap Ramadan yang tak dimiliki daerah lain. Puncaknya ketika malam 27 Ramadan sempena menyambut malam Lailatul Qadar hingga perayaan Idul Fitri.

“Pemasangan lampu cangkok jadi tradisi dan kultur masyarakat Melayu di Bintan. Kami sebagai pemerintah daerah senantiasa mendukung dan melestarikan budaya lampu cangkok sebagai bagian dari jati diri masyarakat Melayu,” kata Apri menjelaskan kepada host MTMA, Richard Kyle dan Rikas Harsa dalam sesi syuting.

Ngabuburit Sambil Nikmati Senja di Pantai Melayu

Batam - Pantai Melayu merupakan salah satu pantai wisata yang sering dikunjungi masyarakat Batam, Kepulauan Riau. Apalagi di bulan Ramadan, pantai ini benar-benar asyik untuk dijadikan sebagai tempat ngabuburit sembari menikmati senja di batas cakrawala.

Salah seorang pengunjung pantai, Mona (33), mengakui pantai ini sangat digemari keluarganya untuk ngabuburit. Dengan area yang cukup luas, pantai ini juga bersih dan nyaman, sehingga sangat pas untuk anak-anak yang sedang belajar puasa karena bisa ngabuburit sambil bermain.

"Dengan pasirnya yang putih keabu-abuan serta lembut bisa membuat anak-anak senang berkreasi hingga lupa waktu," ucap Mona kepada Liputan6.com, Sabtu, 27 Mei 2017.

Di tempat yang sama, Hamidah (35) juga punya pendapat serupa. Menurut dia, Pantai Melayu ini mengaku sering jadi spotnya untuk ngabuburit di bulan Ramadan ini. Dengan pemandangan indah di lepas pantai, ia bisa menunggu buka puasa sambil menikmati panorama senja itu.

Menurut Hamidah, di hari-hari pertama Ramadan seperti ini, biasanya Pantai Melayu memang ramai dikunjungi masyarakat lokal. Namun untuk kali ini tampak sepi pengunjung. Salah satu sebabnya cuaca di Batam kurang bersahabat dalam beberapa minggu terakhir.

"Karena cuaca sering hujan, pengunjung lain malas keluar," ujar Hamidah.

Ya, ngabuburit sembari menikmati senja di Batam memang asyik di Pantai Melayu ini. Pantai Melayu ini berlokasi di Barelang, tepatnya di Pulau Rempang yang masuk ke dalam gugusan pulau-pulau di Batam yang dihubungkan oleh Jembatan Barelang.

Lokasi Pantai Melayu ini tidak jauh dari Jembatan 4 Barelang. Untuk mencapai lokasi ini kita bisa menggunakan kendaraan pribadi seperti motor dan mobil sewaan atau taksi maupun Bus Trans Batam.

Kondisi Pantai Melayu juga sudah tertata dengan rapi. Sebagai tempat wisata, pantai ini sudah dilengkapi dengan pondok-pondok, trotoar, dan taman untuk pejalan kaki yang ingin jalan-jalan menikmati indahnya Pantai Melayu.

Parade Tari Melayu Digelar di Karimun

Karimun, Kepri - Kabupaten Karimun melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, menggelar Parade Tari Melayu sebagai salah satu upaya melestarikan khazanah budaya daerah.

"Sabtu (20/5) atau malam minggu nanti kita gelar juga Parade Tari di Coastal Area, Tanjung Balai Karimun," kata Kepala Seksi Atraksi Promosi Kerjasama Pariwisata, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Karimun, provinsi Kepulauan Riau, Bennyyudhistira di Perkantoran Pemkab Karimun, Kamis (18/5).

Ia mengatakan, parade tari ini merupakan agenda tahunan selain untuk melestarikan khazanah budaya Melayu juga menjadi salah satu agenda kepariwisataan.

Menurut dia, festival budaya dan kesenian Melayu tersebut diharapkan dapat mendorong generasi muda untuk mempelajarinya sehingga kebudayaan Melayu tetap lestari di tengah derasnya arus budaya asing dan pengaruh globalisasi informasi dan teknologi. "Pemenang nanti akan bertanding kembali mewakili Kabupaten di tingkat Provinsi dan hingga tingkat nasional nanti," katanya.

Parade ini akan menampilkan tari-tari Melayu, termasuk tarian kontemporer yang dikombinasikan dengan tarian moderen.

Parade tari tersebut, menurut dia, diikuti 11 tim dari sanggar-sanggar tari di Kabupaten Karimun yang terus berkembang dengan munculnya penari-penari muda.

"Tentunya tarian yang ditampilkan adalah Tarian Melayu, begitu juga di tingkat nasional nanti, masing-masing daerah akan memamerkan tariannya," katanya.

Ia menambahkan, dalam parade ini juga akan dilibatkan dinas terkait dari pemerintahan provinsi dan pemerintah kabupaten setempat, sedangkan untuk para juri dalam tarian ini akan langsung dinilai dari juri Jakarta. "Kemungkinan Pak Gubernur nanti kita upayakan untuk membuka parade ini. Parade akan berlangsung selama satu hari saja," ujarnya.

DPRD Laporkan Dugaan Korupsi Bupati Lingga

Batam― Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lingga diwakili langsung oleh ketuanya Alias Wello, tanpa ragu melaporkan dugaan tindakan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) yang dilakukan oleh Bupati Lingga Drs H Daria dan Sekda Kabupaten Lingga Drs H Thahir Saleh, hingga merugikan negara mencapai ratusan miliar rupiah. Upaya melaporkan ke Polda Kepri dan Mabes Polri mendapat dukungan 8 orang anggota DPRD Lingga lainnya.

Menurut Alias Wello tindakan ini dalam melaksanakan fungsi pengawasan DPRD Kabupaten Lingga telah menemukan beberapa dugaan penyimpangan dan tindakan pidana korupsi terhadap pelaksanaan APBD di Kabupaten Lingga, dan kebijakan-kebijakan yang bertentangan dengan peraturan perudang-undangan, sejak tahun 2004 massa menjabat Drs Daria sebagai Pelaksana Tugas Bupati Lingga hingga tahun 2007 massa jabatan Drs Daria sebagai Bupati Lingga terpilih.

"Harus dimulai dari kami-kami ini untuk berani malaporkan tindakan korupsi ini kepada pihak yang berwajib. Kita memiliki data-data lengkap hingga bukti kuitansi pembayarannya. Kita berani ini juga karena dilengkapi data juga, dan tidak ada upaya untuk memfitnah Bupati Lingga Drs H Daria atau Sekretaris Daerah Kab Lingga Drs H.M Thahir Saleh," ujar Alias Wello, didampingi Ketua Komisi II Said Abduk Hamid dan Ketua Komisi III Syarifruddin M Abdul Gani, Selasa (18/3), usai menyerahkan 25 berkas pelaporan di Mapolda Kepri.

Tiga perwakilan anggota DPRD Lingga ini melaporkan dugaan ini sekitar pukul 11.00 WIB dan diterima oleh Kasi Ajudan Kapolda Kepri AKP Didik SiK. Usai menyerahkan 25 berkas yang isinya berupa data terurai dalam bentuk kuitansi hingga lampiran pelanggaran secara perundang-undangan ke Polda, digelar jumpa pers. Dengan nada bersemangat, para anggota dewan ini menyatakan ingin mengetahui sejauh mana sikap penegak hukum setelah melihat data-data lengkap tentang dugaan korupsi tersebut.

"Sebenarnya sejak lama kasus ini ingin kami kemukakan ke penegak hukum. Namun, penilaian kita kepolisian di daerah Lingga tentu telah bekerja. Untuk mendukung kinerja

kepolisian ini, kami juga menyampaikan data dan dukungan tersebut hari ini. Bahkan, kalau juga pihak kepolisian di daerah belum bertindak, maka laporan kita ke tingkat Mabes

Polri mungkin dapat sebagai pertimbangan. Pastinya, yang namannya korupsi itu besar atau kecilnya juga ada hukumannya," papar Abdul Gani.

Ditambahkan Abdul Gani dari 20 orang anggota DPRD Kabupaten Lingga yang duduk di legislatif, total 9 orang yang menyatakan setuju melapor dan seiring dengan pelaporan ini dinyatakan juga tidak percaya lagi dengan kepemimpinan Drs Daria sebagai Bupati. Anggota dewan dari berbagai partai politik diantaranya Partai Patriot Pancasila, Partai PPP, Partai Demokrat, Partai PKS, Partai PDI-P, Partai PAN dan Partai PIB, mendukung pelaporan tersebut.

"Otomatis kita tidak percaya lagi dengan Bupati Daria ini. Banyak sekali penyelewengan APBD hingga penyalahgunaan kewenangan tugasnya yang dinilai bertentangan dengan peraturan pemerintah di negara ini," ujar Abdul Gani.

Secara umum, Alias Wello dan Abdul Gani menceritakan total kerugian negara atas tindakan korupsi ini, juga didukung oleh tidak diterimanya laporan pemerintah Kabupaten Lingga oleh tim Audit BPK tahun 2007.

Dugaan adanya korupsi itu terbanyak di lingkungan Dinas Pendidikan yang jumlah tahun 2006 sebesar Rp 17,15 miliar, tahun 2007 sebesar Rp 49,4 miliar dan disusul dengan

pengeluaran uang bimbingan belajar serta jasa konsultan di dinas pendidikan yang jumlahnya mencapai lebih Rp 2 miliar rupiah.

Selain biaya pendidikan, yang menjadi sorot anggota dewan soal biaya pungutan asuransi untuk rakyat miskin yang ditarik dari potongan gaji pegawai negeri. Selain itu, masalah uang peruntukan beras untuk rakyat miskinpun selama periode 2005- 2007 pun diungkapkan.

"Berdasar hal-hal tersebut kita patut menduga saudara Drs H. Daria telah melakukan korupsi, kolusi dan nepotisme dan penyalahgunaan di dalam pengelolaan serta pertanggungjawaban keuangan pada anggaran pendapatan dan belanja daertah kabupaten Lingga tahun 2004 hingga tahun 2007," ujar Alias Wello. (Tribun Batam/dedi suwadha)

Sumber : Kompas.com : 18 Maret 2008

Ciptakan Ikon Kota, Pemko Batam Gunakan Ornamen Melayu di Flv Over

Batam, Kepri - Pemerintah Kota (Pemko) Batam terus berusaha menciptakan ikon kotanya. Kali ini akan direncanakan dari jembatan layang atau flv over di Simpang Jam. Rencananya fly over itu akan dihiasi ornamen Melayu.

Kabag Humas Pemko dan Protokol Kota Batam Ardi Winata mengatakan, fly over yang sedang dikerjakan itu akan dihiasi beberapa motif Melayu dengan beragam warna. Mulai dari pagar hingga pilar, seperti di motif pucuk rebung, setampuk manggis, lebah bergayut dan julur kacang. Selain itu, jembatan ini akan dilengkapi dengan relief perahu elang laut.

"Fly over nantinya akan kaya dengan ornamen Melayu. Wali Kota minta masukan dari Lembaga Adat Melayu (LAM). Saat ini memang belum semua dibangun. Tapi kisi setampuk manggis dan pucuk rebung sudah mulai terlihat," jelas Ardi seperti dilansir Batam Pos (Jawa Pos Group), Senin (20/2).

Menurutnya, dengan ornamen Melayu tersebut, jembatan layang akan menjadi salah satu ikon yang membanggakan di Batam. Tentunya Wisatawan lokal maupun asing bisa lebih mengenal Batam dari jembatan tersebut. "Selain sebagai jembatan, dapat jadi ikon yang membanggakan di daerah Melayu. Mudah-mudahan tahun ini jembatan sudah bisa selesai," harap Ardi.

Sementara, Satuan Kerja (satker) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Andre Sirait mengatakan, progres pengerjaan jembatan layang sudah mencapai 52 persen untuk pembangunan pondasi. Pengerjaan secara keseluruhan ditargetkan selesai akhir tahun ini. "Kondisi di lapangan ada dua fly over dibangun berbarengan. Sekarang baru sampai pilar sisi kiri," sebut Andre.

Dia mengakui pihaknya sengaja mengadopsi muatan lokal seperti ornamen Melayu di jembatan tersebut. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Wali Kota Batam, Rudi dan LAM soal itu. "Kami lagi hitung pendanaan, cukup atau tidak kalau mengadopsi (ornamen Melayu) semua. Kalau tidak cukup, mungkin bertahap dulu," jelasnya.

Diketahui jembatan layang di Simpang Jam akan dibangun sepanjang 165 meter dengan lebar 32,2 meter, dan ketinggian 9 meter. Jembatan tersebut memiliki konstruksi box girder.

Hingga kini puluhan pekerja masih tampak menyelesaikan bangunan fly over yang sudah memiliki dua pondasi besar. Kondisi jalan sekitar pun masih berkabut karena pembangunan tersebut. Bahkan sejumlah pengendara sempat bingung karena tidak beraturannya alur jalan tersebut.

Pantun Dimasukkan Kategori Budaya Hampir Punah

Tanjungpinang, Kepri - Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Kepri menyampaikan bahwa pantun masuk dalam kategori budaya yang dideskripsikan berada dalam situasi mendesak dan hampir punah.

"Karena disinyalir tokoh pantun sudah berusia tua dan berjumlah sedikit, sementara regenerasi penerus pantun belum banyak," kata Kepala BPNB Kepri Toto Sucipto, di Tanjungpinang, Sabtu (11/3).

Lantaran hal itu, pantun dimasukkan ke kategori "Urgent Safeguarding List" untuk usulan ke UNESCO. Keputusan itu merupakan final dalam pembahasan pantun bersama antara BPNB Kepri, Dinas Kebudayaan Kepri, Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya, Tim Penelitian Kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan 100 masyarakat Kepri di Dompak.

Selain itu, berbagai elemen masyarakat yang hadir juga telah menandatangi komitmen bersama untuk menjadikan pantun sebagai warisan budaya dunia.

"Komitmen ini juga merupakan kelengkapan pendukung referensi di samping syarat yang lain, seperti mengisi formulir nominasi, video, dan foto," ungkapnya.

Dengan komitmen tersebut, kata Toto, maka ada rencana aksi dari masyarakat setempat untuk melestarikan pantun. Bahkan tim dari Malaysia, Thailand, dan Brunei Darussalam menunggu kelengkapan syarat tersebut untuk bersama mengajukannya ke UNESCO.

Toto menjelaskan banyak manfaat strategis bila pantun diakui sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO.

"Di antaranya, pantun dapat dijadikan strategis komunikasi masyarakat, terutama dalan komunikasi 4 negara pengusungnya," ujar Toto. Manfaat lainnya adalah peluang promosi gratis menggaungkan pantun secara internasional yang sebelumnya dilakukan masyarakat dalam skala kecil.

"Pantun juga akan dapat memicu kebanggaan masyarakat Indonesia, karena sudah diakui dunia. Artinya dari tidak peduli terhadap pantun, menjadi pribadi yang peduli, karena dunia saja mengakui pantun tersebut," tuturnya.

-

Arsip Blog

Recent Posts