Tampilkan postingan dengan label Sungai Raya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sungai Raya. Tampilkan semua postingan

Karnaval Khatulistiwa Raih Penghargaan Museum Rekor Dunia

Sungai Raya, Kalbar - Wakil Gubernur Kalimantan Barat Christiandy Sanjaya mengungkapkan kegiatan Karnaval Khatulistiwa yang dilaksanakan sebagai puncak peringatan HUT ke-70 RI di Kota Pontianak masuk dalam rekor dunia sebagai festival laut dan darat.

"Kita sangat bangga, karena dengan waktu yang singkat, hanya dua minggu, namun bisa menyelenggarakan kegiatan sebesar dan sesukses itu. Bahkan yang lebih membanggakan kegiatan Karnaval Khatulistiwa ini masuk dalam rekor dunia," kata Christiandy di Sungai Raya, Kamis.

Dia menjelaskan, awalnya kegiatan itu sudah mendapat penghargaan dari Musim Rekor Indonesia. Namun saat penyerahan penghargaan itu beberapa waktu lalu, Ketua MURI Jaya Suprana mengatakan bahwa penghargaan MURI tersebut dibatalkan karena juga mendapatkan penghargaan dari Musium Rekor Dunia.

Christiandy menambahkan, pendiri Museum Rekor Indonesia Jaya Suprana hadir langsung untuk menyerahkan penghargaan kepada Mensesneg Pratikno, dimana Karnaval Khatulistiwa sendiri berhasil menyabet gelar rekor MURI sebagai Karnaval Khatulistiwa Terakbar dengan menampilkan 293 Kendaraan Hias, 251 Kapal Hias, serta dimeriahkan oleh 5.896 peserta yang tampil dan menyajikan atraksi memukau selama karnaval berlangsung.

"Penghargaan itu didapat karena kegiatan Karnaval Khatulistiwa dianggap sebagai festival paling meriah, bahkan lebih meriah dari karnaval yang dilaksanakan di Brazil, dilihat dari adanya karnaval darat dan laut dan juga mendapat antusias yang besar dari masyarakat, karena pada saat kegiatan, dilihat dari dokumentasi yang ada dihadiri oleh puluhan ribu masyarakat. Makanya Karnaval Khatulistiwa mendapat penghargaan itu," tuturnya.

Melihat sukses besar dari Karnaval Khatulistiwa itu, Pemprov Kalbar berencana untuk melanjutkan kegiatan tersebut. Untuk itu, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kota Pontianak dan pemerintah kabupaten/kota lainnya yang ada di Kalbar untuk mengemas kegiatan Karnaval Khatulistiwa tahun 2016.

Menurut dia, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan koordinasi dengan beberapa kabupaten kota yang ada di Kalbar untuk kembali mengemas kegiatan itu.

"Untuk tahun depan, kita belum tahu, apakah Kota Pontianak sendiri yang akan kembali melaksanakannya atau kita buat kegiatan bersama menjadi satu paket kegiatan dengan kabupaten/kota lainnya. Kita juga belum tahu hal itu, makanya ini akan kita koordinasikan karena yang jelas kegiatan serupa akan kita jadikan agenda wisata tahunan di Kalbar," tuturnya.

Ratusan Guru Ikuti Pelatihan Seni, Permainan

Sungai Raya, Kalbar - Sebanyak 327 guru di tingkat Pendidikan Anak Usia Dini, TK dan SD mengikuti kegiatan Pelatihan Seni Tari dan Permainan Tradisional yang dilaksanakan oleh Dewan Kesenian Kabupaten Kubu Raya.

"Kegiatan ini sengaja kita lakukan untuk memajukan kesenian yang ada di Kubu Raya. Sasarannya adalah para guru SD, TK dan PAUD, dengan harapan mereka bisa memberikan pendidikan seni kepada siswanya sebagai generasi penerus kita," kata Ketua Dewan Kesenian Kubu Raya, Busri Ismail di Sungai Raya, Selasa.

Busri mengatakan, dengan adanya Pelatihan Seni Tari dan Permainan Tradisional tersebut, bisa membantu pihak guru saat mengajar di sekolah, agar anak didiknya tidak terlalu bosan menerima pelajaran.

"Tidak hanya itu, pelatihan yang akan dilaksanakan ini, akan terus dilakukan, demi kemajuan pendidikan di daerah Kubu Raya," tuturnya.

Busri menambahkan, kegiatan itu juga diharapkan dapat membantu pemerintah daerah dalam melatih para guru, agar lebih kreatif dalam memberikan pelajaran sehingga apa yang akan disampaikan guru tersebut bisa cepat terserap oleh para muridnya.

"Jika anak-anak di usia dini ini, tidak diselingi dengan keterampilan, mereka akan bosan, sehingga pelajaran tidak masuk ke anak tersebut. Namun, kalau diselingi dengan kesenian, tentu mereka tidak bosan dan bisa lebih cepat menyerap pelajaran yang disampaikan guru," tuturnya.

Di tempat yang sama, Bupati Kubu Raya Rusman Ali mengatakan, ia akan meminta dinas terkait agar bisa terus memberikan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam mengajar. Salah satunya dengan kegiatan kesenian, agar bisa memberikan variasi dalam pembelajaran.

Untuk kesenian dan budaya, Rusman Ali juga berjanji, untuk tahun depan kegiatan tersebut akan dianggarkan. Namun untuk saat ini, pihaknya masih melakukan pendataan dan konsultasi terlebih dahulu, agar program yang ada nantinya bisa tepat pada sasaran.

"Seringkali kita mendengar bahwa mengenal seni dapat meningkatkan kecerdasan anak, salah satu contohnya itu dengan belajar piano membuat anak lebih handal dalam matematika. Banyak penelitian ilmiah yang mengemukakan adanya relasi positif antara perkembangan kreativitas dengan kecerdasan otak," kata Rusman Ali.

Menurutnya, semakin dini anak terekspos dengan seni, semakin berkembang juga kecerdasan otaknya. Melalui seni, anak-anak dapat melatih pola pikir dan pola kerjanya sehingga mereka memiliki daya analisis yang lebih cermat.

"Hasil riset juga menunjukkan bahwa anak yang secara aktif terlibat dalam aktivitas seni cenderung memiliki IQ yang lebih tinggi dibandingkan dengan anak yang hanya terlibat aktivitas akademik saja. Makanya saya sangat mengapresiasi sekali kegiatan ini," tuturnya.

Disdik Aceh Timur Gelar Festival Seni Siswa Tingkat SD

Sungai Raya, Aceh - Dinas Pendidikan (Disdik) Aceh Timur menggelar Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat Sekolah Dasar (SD). Kegiatan dilaksanakan di lapangan bola kaki Kecamatan Sungai Raya, Senin, 28 April 2014.

"Kegiatan seni merupakan salah satu faktor pendukung dalam dunia pendidikan. Bahkan, menjadi motivasi bagi murid tingkat SD dalam mengembangkan bakat dan keilmuan yang dimiliki sehingga timbul keberenian untuk tampil di depan umum," kata Kepala Dinas Pendidikan Aceh Timur, Abdul Munir, MAP.

Menurutnya kepedulian guru, kepala sekolah dan Kepala UPTD sangat dihargai dalam meningkatkan mutu pendidikan di Aceh Timur. "Namun, untuk kedepannya kita meminta kepada para kepala UPTD di lingkungan Dinas Pendidikan agar dapat memprogramkan Kelompok Kerja Guru (KKG) bidang olah raga serta seni,” ujarnya.

Menurutnya, hal tersebut penting dilaksanakan karena olah raga dan seni tidak dapat dipisahkan serta seiring dengan disiplin ilmu lainnya.

“Kita coba bentuk karakter anak dari sisi olahraga dan seni, termasuk kegiatan kepramukaan," kata Abdul Munir.

Dia mengharapkan kepada guru dan kepala sekolah untuk membangun komunikasi yang baik guna tercapainya pendidikan di Aceh Timur agar bisa bersaing dengan kabupaten lainnya di Aceh, serta nasional.

Sementara itu, ketua panitia pelaksana kegiatan, Agussalim mengatakan peserta yang mengikuti FLS2N tersebut sebanyak 77 orang. Mereka mewakili tujuh UPTD di jajaran Dinas Pendidikan.

Kategori yang diperlombakan meliputi menyanyi solo, pantomim, cerita bergambar, menganyam, tari kreasi baru dan pidato bahasa Indonesia.

“Untuk juara pertama tingkat kabupaten ini akan bersaing di tingkat provinsi Aceh pada 2 Mei 2014 mendatang,” kata Agussalim.

Kubu Raya Gelar Seni Budaya Multietnis

Sungai Raya, Kalbar – Sedikitnya 250 guru-guru TK, PAUD, SD, dan sanggar-sanggar di KKR berkumpul di Aula Akademi Bidan (Akbid) KKR, Selasa (6/3). Kedatangan mereka bukan untuk menerima mata kuliah kesehatan, tapi untuk mendapatkan pelatihan seni sekaligus pagelaran seni budaya daerah 2013.

Kegiatan yang digelar Dewan Kesenian Kubu Raya bersama Pemkab Kubu Raya diyakini sangat penting. Pasalnya budaya menjadi salah satu perekat kebersamaan. “Kita coba terus mempererat dan membangkitkan budaya di Kubu Raya. Makanya kita menampilkan budaya Melayu, Cina, Dayak, Bugis, Banjar, Jawa, dan lainnya,” kata Kabid Kebudayaan Dinas Budaya Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kubu Raya Busri Ismail pada Rakyat Kalbar, Selasa (6/3).

Dikatakan Busri, semakin hari budaya di KKR semakin banyak dan tidak luntur. Bahkan tidak sedikit budaya masyarakat Kubu Raya yang masih bersifat lokal dan tidak terpublikasi media massa.

“Padahal jika semua budaya lokal kita terpublikasikan, tentu akan semakin banyak potensi-potensi budaya yang bermunculan. Sehingga bisa dijual menjadi industri seni yang menguntungkan bagi daerah,” paparnya.

Busri Ismail yang juga Ketua Umum Dewan Kesenian Kubu Raya mengungkapkan, pagelaran seni budaya bertujuan untuk membangkitkan dan memberikan pengetahuan seni pada masyarakat. Di luar dari kegiatan ini untuk menyelaraskan program Pemerintah Kubu Raya.

“Kita harapkan setelah kegiatan ini, tentunya ada follow up ke depannya, di mana peserta yang ikut harus dapat menumbuhkembangkan budaya dan seni Kubu Raya. Selain itu, peserta dicetak untuk menjadi manajer seni dan budaya,” ucapnya.

Selain itu, lanjut Busri, pemerintah sudah cukup memberikan anggaran terhadap perkembangan budaya. Kendati jumlah dana yang digelontorkan tidak terlalu banyak, namun pemerintah sudah memberikan motivasi mereka.

“Sehingga dengan begitu, kita masih mampu bersaing dengan daerah-daerah lain. Terbukti dua tahun yang lalu kita menjuarai Festival Budaya Khatulistiwa Kalbar dan juara umum nasional di tari dan budaya daerah,” yakinnya.

Sementara itu, ditambahkan Amat, salah satu peserta dari guru SDN 7 Sungai Raya, pagelaran seni budaya harus diadakan tiap tahunnya agar kebudayaan Kubu Raya dapat terus menyatu. “Dengan begini, mustahil rasanya ada perpecahan antara budaya,” ujarnya.

Lebih lanjut, sejauh ini kan memang menurutnya adanya perpecahan suku, agama, budaya diakibatkan karena kurang komunikasi maupun perkumpulan-perkumpulan sesama pelaku budaya. Sehingga ada kelompok-kelompok tertentu menganggap budayanya lebih baik dari yang lain.

“Ini yang perlu dihindarkan, karena Kalbar ini kan beragam budaya dan sukunya, untuk itu pemerintah harus selalu mengakomodasi seluruh budaya yang ada,” harapnya.

-

Arsip Blog

Recent Posts