Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan

Obyek Wisata di Bogor

Tempat wisata di Bogor pada umumnya didominasi oleh obyek wisata alam pegunungan. Walaupun begitu, fasilitas pendukung tempat wisata di Bogor telah dibangun oleh Pemerintah setempat. Misalnya: hotel dan penginapan, ATM, telepon umum, jalur transportasi, tempat ibadah, restoran dan tempat bermain anak-anak.

Beberapa tempat wisata di Bogor dan sekitarnya yang bisa Anda kunjungi bersama keluarga antara lain:


1. Tempat Wisata di Bogor Kebun Raya Bogor.
Kebun raya yang terkenal di kota Bogor adalah Kebun Raya Bogor. Menurut Wikipedia, Kebun Raya Bogor atau Kebun Botani Bogor adalah sebuah kebun botani besar yang terletak di Kota Bogor, Indonesia. Luasnya mencapai 87 hektare dan memiliki 15.000 jenis koleksi pohon dan tumbuhan. Lokasi Kebun Raya Bogor yang terletak di daerah pegunungan menjadikan obyek wisata ini sangat tepat untuk pertumbuhan tanaman bunga. Pembangunan Kebun Raya Bogor mengilhami hadirnya kebun raya lainnya di kota Bogor.

Saat masa liburan menjelang, acara rekreasi keluarga jadi lebih menyenangkan bila dihabiskan di Kebun Raya Bogor. Tempat wisata di Bogor ini menyediakan taman bermain dan rest area yang luas. Kegiatan piknik di kebun Raya Bogor bukan hanya acara jalan-jalan santai menghirup udara segar, tetapi juga mendidik anak-anak agar lebih mengenal dan mencintai lingkungan alam.

2. Keindahan Alam Tempat Wisata di Bogor Puncak Pass.
Kalau kita membicarakan tempat wisata di Bogor, maka ingatan kita tidak akan terlepas dari lokasi wisata di daerah Puncak. Puncak Pass adalah sebutan untuk beragam lokasi wisata yang berada di area Puncak. Daerah Puncak merupakan tempat wisata di Bogor yang menjadi tempat favorit masyarakat Jakarta untuk menghabiskan akhir pekan. Setiap hari Sabtu dan Minggu tempat wisata di Puncak ramai dikunjungi wisatawan.
Wilayah pegunungan daerah Puncak sangat indah. Hamparan kebun teh yang hijau menjadi pelepas lelah setelah sepekan bekerja. Tempat wisata di Bogor ini menjadi area terkenal proses pengambilan gambar iklan televisi dan industri perfilman nasional di Indonesia. Beragam wisata kuliner khas Sunda bisa Anda nikmati di kawasan wisata Puncak sambil memandang keindahan Gunung Pangrango.

3. Kekayaan Hayati Balai Konservasi Gunung Salak.
Gunung Salak terletak di selatan Kota Bogor dan merupakan salah satu gunung berapi yang aktif di Indonesia. Gunung dengan ketinggian 2211 meter dpl tersebut merupakan tempat wisata di Bogor yang menawarkan keindahan alam pegunungan tropis. Gunung Salak menyatu dengan kawasan pengelolaan obyek wisata Gunung Halimun dan disebut sebagai Balai Konservasi Gunung Salak-Halimun.
Tempat wisata di Bogor yang ada di Gunung Salak merupakan wilayah yang memiliki kekayaan hayati paling banyak di Indonesia, selain wilayah pegunungan di Pulau Kalimantan. Beragam tumbuhan dan hewan langka bertempat tinggal di Kawasan Konservasi Gunung Salak. Hal inilah yang menarik perhatian para wisatawan dari dalam dan luar negeri untuk menjelajahi area pegunungan tempat wisata di Bogor ini.

4. Obyek Wisata Istana Presiden Di Bogor.
Obyek wisata lain yang ada di Kota Bogor dan sekitarnya adalah Istana Presiden di Cipanas. Tempat wisata di Bogor ini termasuk dalam salah satu kediaman resmi Presiden Republik Indonesia. Istana Presiden di Bogor menjadi tempat peristirahatan presiden dan keluarganya. Tempat wisata di Bogor ini juga bermanfaat sebagai lokasi diadakannya acara-acara tidak resmi yang bersifat kenegaraan. Misalnya menjamu tamu asing yang berkunjung ke Indonesia. Beberapa waktu yang lalu, Istana Bogor menjadi tempat dilangsungkannya acara pernikahan putra kedua Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Istana Presiden di Bogor dibangun pada masa pemerintahan Presiden Soekarno. Tempat wisata di Bogor ini dihuni beberapa hewan langka di Indonesia, misalnya Rusa Jawa. Selain itu, Istana Bogor juga menyimpan sejumlah karya seni dengan citarasa Eropa. Pada masa pembangunannya, Presiden Soekarno mendatangkan sejumlah seniman patung dan pelukis terkenal untuk menghiasi setiap sudut Istana Bogor agar terlihat indah dan asri.
Beragam tempat wisata di Bogor dan kondisi alamnya yang indah selalu menarik untuk dikunjungi. Banyak wisatawan dari dalam dan luar negeri sengaja mengunjungi tempat wisata di Bogor agar terlepas dari kepenatan hidup. Udara segar wilayah pegunungan Bogor memanjakan wisatawan dengan paduan hiburan panorama alam yang indah. Sepulang dari jalan-jalan di Kota Bogor, pikiran mereka menjadi lebih fresh dan siap kembali beraktifitas seperti semula.

Gedung Konfrensi Asia Afrika

Gedung yang terletak di jalan Asia Afrika ini didirikan oleh seorang arsitek Belanda yang bernama Van Galenlast dan C.O. Wolf Shoomaker. Gedung ini menjadi sangat terkenal sejak diadakannya Konferensi Asia Afrika tahun 1955, kemudian Konferensi Mahasiswa Asia Afrika tahun 1956 dan Konferensi Islam Asia Afrika yang menyimpan naskah-naskah dan peniggalan-peniggalan Asia Afrika yang terkenal. Gedung ini dibuka untuk umum setiap harikerja dan mudah dicapai dengan menggunakan bus kota jurusan Cicaheum-Cibeureum, Museum yang menampilkan koleksi foto-foto dan barang-barang tiga dimensi yang berhubungan dengan Konferensi Asia Afrika 1955.

Arsitektur Bangunan
Bangunan ini dirancang oleh Van Gallen Last dan C.P. Wolff Schoemaker. Keduanya adalah Guru Besar pada Technische Hogeschool (Sekolah Teknik Tinggi), yaitu ITB sekarang, dua arsitektur Belanda yang terkenal pada masa itu, Gedung ini kental sekali dengan nuansa art deco dan gedung megah ini terlihat dari lantainya yang terbuat dari marmer buatan Italia yang mengkilap, ruangan-ruangan tempat minum-minum dan bersantai terbuat dari kayu cikenhout, sedangkan untuk penerangannya dipakai lampu-lampu bias kristal yang tergantung gemerlapan. Gedung ini menempati areal seluas 7.500 m2.

Sejarah Gedung
Pada saat itu bangunan ini bernama SOCITEIT CONCORDIA dipergunakan sebagai tempat rekreasi oleh sekelompok masyarakat Belanda yang berdomisili di kota Bandung dan sekitarnya. Mereka adalah para pegawai perkebunan, perwira, pembesar, pengusaha, dan kalangan lain yang cukup kaya. Pada hari libur, terutama malam hari, gedung ini dipenuhi oleh mereka untuk menonton pertunjukan kesenian, makan malam.
Pada masa pendudukan Jepang gedung ini dinamakan Dai Toa Kaman dengan fungsinya sebagai pusat kebudayaan.
Pada masa proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 17 agustus 1945 gedung ini digunakan sebagai markas pemuda Indonesia guna menghadapi tentara Jepang yang pada waktu itu enggan menyerahkan kekuasaannya kepada Indonesia.
Setelah pemerintahan Indonesia mulai terbentuk (1946 - 1950) yang ditandai oleh adanya pemerintahan Haminte Bandung, Negara Pasundan, dan Recomba Jawa Barat, Gedung Concordia dipergunakan lagi sebagai gedung pertemuan umum. disini biasa diselenggarakan pertunjukan kesenian, pesta, restoran, dan pertemuan umum lainnya.
Dengan keputusan pemerintah Republik Indonesia (1954) yang menetapkan Kota Bandung sebagai tempat Konferensi Asia Afrika, maka Gedung Concordia terpilih sebagai tempat konferensi tersebut. Pada saat itu Gedung Concordia adalah gedung tempat pertemuan yang paling besar dan paling megah di Kota Bandung . Dan lokasi nya pun sangat strategis di tengah-tengah Kota Bandung serta dan dekat dengan hotel terbaik di kota ini, yaitu Hotel Savoy Homann dan Hotel Preanger.
Dan mulai awal tahun 1955 Gedung ini dipugar dan disesuaikan kebutuhannya sebagai tempat konferensi bertaraf International, dan pembangunannya ditangani oleh Jawatan Pekerjaan Umum Propinsi Jawa Barat yang dimpimpin oleh Ir. R. Srigati Santoso, dan pelaksana pemugarannya adalah : 1) Biro Ksatria, di bawah pimpinan R. Machdar Prawiradilaga 2) PT. Alico, di bawah pimpinan M.J. Ali 3) PT. AIA, di bawah pimpinan R.M. Madyono.
Setelah terbentuk Konstituante Republik Indonesia sebagai hasil pemilihan umum tahun 1955, Gedung Merdeka dijadikan sebagai Gedung Konstituante. Karena Konstituante dipandang gagal dalam melaksanakan tugas utamanya, yaitu menetapkan dasar negara dan undang-undang dasar negara, maka Konstituante itu dibubarkan oleh Dekrit Presiden tanggal 5 Juli 1959. Selanjutnya, Gedung Merdeka dijadikan tempat kegiatan Badan Perancang Nasional dan kemudian menjadi Gedung Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS) yang terbentuk tahun 1960. Meskipun fungsi Gedung Merdeka berubah-ubah dari waktu ke waktu sejalan dengan perubahan yang dialami dalam perjuangan mempertahankan, menata, dan mengisi kemerdekaan Republik Indonesia , nama Gedung Merdeka tetap terpancang pada bagian muka gedung tersebut.
Pada tahun 1965 di Gedung Merdeka dilangsungkan Konferensi Islam Asia Afrika. Pada tahun 1971 kegiatan MPRS di Gedung Merdeka seluruhnya dialihkan ke Jakarta . Setelah meletus pemberontakan G30S/ PKI, Gedung Merdeka dikuasai oleh instansi militer dan sebagian dari gedung tersebut dijadikan sebagai tempat tahanan politik G30S/ PKI. Pada bulan Juli 1966, pemeliharaan Gedung Merdeka diserahkan oleh pemerintah pusat kepada Pemerintah Daerah Tingkat I Propinsi Jawa Barat, yang selanjutnya oleh Pemerintah Daerah Tingkat I Propinsi Jawa Barat diserahkan lagi pelaksanaannya kepada Pemerintah Daerah Tingkat II Kotamadya Bandung. Tiga tahun kemudian, tanggal 6 Juli 1968, pimpinan MPRS di Jakarta mengubah surat keputusan mengenai Gedung Merdeka (bekas Gedung MPRS) dengan ketentuan bahwa yang diserahkan adalah bangunan induknya, sedangkan bangunan-bangunan lainnya yang terletak di bagian belakang Gedung Merdeka masih tetap menjadi tanggung jawab MPRS.
Pada Maret 1980 Gedung ini kembali dipercayakan menjadi tempat peringatan Konferensi Asia Afrika yang ke-25 dan pada Puncak peringatannya diresmikan Museum Konferensi Asia Afrika oleh Soeharto Presiden Republik Indonesia – 2.

RUANG LINGKUP

1. PAMERAN TETAP
Museum Konperensi Asia Afrika memiliki ruang pameran tetap yang memamerkan sejumlah koleksi berupa benda-benda tiga dimensi dan foto-foto dokumenter peristiwa Pertemuan Tugu, Konferensi Kolombo, Konferensi Bogor, dan Konferensi Asia Afrika tahun 1955. Selain itu dipamerkan juga foto-foto mengenai :
• Peristiwa yang melatarbelakangi lahirnya Konferensi Asia Afrika;
• Dampak Konferensi Asia Afrika bagi dunia internasional;
• Gedung Merdeka dari masa ke masa;
• Profil negara-negara peserta Konferensi Asia Afrika yang dimuat dalam multimedia.
Dalam rangka menyambut kunjungan Delegasi Konferensi Tingkat Tinggi X Gerakan Nonblok tahun 1992 di mana Indonesia terpilih sebagai tempat konferensi tersebut dan menjadi Ketua Gerakan Nonblok, dibuatlah diorama yang menggambarkan situasi pembukaan Konferensi Asia Afrika tahun 1955.
Penataan kembali Ruang Pameran Tetap “Sejarah Konperensi Asia Afrika 1955”
Dalam rangka Konferensi Tingkat Tinggi Asia Afrika 2005 dan Peringatan 50 Tahun Konferensi Asia Afrika 1955 pada 22 – 24 April 2005, tata pameran Museum Konperensi Asia Afrika direnovasi atas prakarsa Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Dr. N. Hassan Wirajuda. Penataan kembali Museum tersebut dilaksanakan atas kerja sama Departemen Luar Negeri dengan Sekretariat Negara dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Perencanaan dan pelaksanaan teknisnya dikerjakan oleh Vico Design dan Wika Realty.
Rencana Pembuatan Ruang Pameran Tetap “Sejarah Perjuangan Asia Afrika” dan Ruang Identitas Nasional Negara-negara Asia Afrika (2008)
Departemen Luar Negeri RI mempunyai rencana untuk mengembangkan Museum Konperensi Asia Afrika sebagai simbol kerja sama dua kawasan dan menjadikannya sebagai pusat kajian, pusat arsip, dan pusat dokumentasi. Salah satu upayanya adalah dengan menambah beberapa ruang pameran tetap, yang memamerkan sejumlah foto dan benda tiga dimensi mengenai Kemitraan Strategis Baru Asia Afrika (New Asian African Strategic Partnership/NAASP) serta berbagai materi yang menggambarkan budaya dari masing-masing negara di kedua kawasan tersebut.
Pengembangan museum ini direncanakan terwujud pada April 2008, bertepatan dengan Peringatan tiga tahun Konferensi Tingkat Tinggi Asia Afrika.

2. PERPUSTAKAAN
Untuk menunjang kegiatan Museum Konperensi Asia Afrika, pada 1985 Abdullah Kamil (pada waktu itu Kepala Perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia di London) memprakarsai dibuatnya sebuah perpustakaan.
Perpustakaan ini memiliki sejumlah buku mengenai sejarah, sosial, politik, dan budaya Negara-negara Asia Afrika, dan negara-negara lainnya; dokumen-dokumen mengenai Konferensi Asia Afrika dan konferensi-konferensi lanjutannya; serta majalah dan surat kabar yang bersumber dari sumbangan/hibah dan pembelian.
Bersamaan dengan akan diperluasnya ruang pameran tetap Museum Konperensi Asia Afrika pada April 2008, perpustakaan pun akan dikembangkan sebagai pusat perpustakaan Asia Afrika yang proses pengerjaannya dimulai pada 2007. Perpustakaan ini diharapkan akan menjadi sumber informasi utama mengenai dua kawasan tersebut, yang menyediakan berbagai fasilitas seperti zona wifi, bookshop café, digital library, dan audio visual library.

3. AUDIO VISUAL
Seperti juga perpustakaan, ruang audio visual dibuat pada 1985. Keberadaan ruang ini juga diprakarsai oleh Abdullah Kamil.
Ruangan ini menjadi sarana untuk penayangan film-film dokumenter mengenai kondisi dunia hingga tahun 1950-an, Konferensi Asia Afrika dan konferensi-konferensi lanjutannya, serta film-film mengenai kondisi sosial, politik, dan budaya dari negara-negara di kedua kawasan tersebut.

Green Canyon Pangandaran

Lokasi wisata ini berada di Pangandaran, Jawa Barat. Tempat wisata alam dengan pemandangan menakjubkan, yang dalam bahasa masyarakat sekitar dikenal dengan nama Cukang Taneuh. Dalam Bahasa Indonesia berarti jembatan tanah.

Mengunjungi Green Canyon bisa Anda lakukan menggunakan angkutan umum diterminal Pangandaran, melalui rute Pangandaran-Terminal Cijulang, dan naik ojek hingga dermaga Ciseureuh, Ciamis. Jarak yang ditempuh sekitar 31 kilometer, dengan waktu tempuh sekitar 30 menit. Dari dermaga, Anda harus menyewa perahu yang mengantarkan ke lokasi wisata Green Canyon. Ongkos perahu sebesar Rp 75.000 untuk lima penumpang. Petualangan Anda pun dimulai.

Menyusuri Sungai Cijulang, Anda akan menikmati pesona alam melalui perahu selama 15 menit perjalanan, yang berjarak sekitar 3 kilometer itu. Keasrian akan semakin menyeruak saat Anda tiba di 'mulut' Green Canyon, dimana dua tebing menyatu membentuk seperti jembatan, yang menghubungkan Desa Batukaras dan Desa Kertajaya. Air sungai yang deras dan jernih seperti merayu untuk dicemplungi. Selain itu, Anda juga bisa menyusuri gua yang menghadirkan pemandangan indah saat rembesan air jatuh di ujung stalagnit dan stalagmit. Sisi gua yang airnya bersumber dari tebing ini bagaikan hujan abadi yang mengalir terus menerus.

Biaya yang diberlakukan oleh para guide kepada wisatawan yang ingin menyusuri goa Green Canyon Pangandaran ini hampir sama dengan harga sewa perahu. Anda akan diajak menikmati batu alam besar dan pepohonan lebat sekitar 1 jam. Tantangan yang Anda hadapi saat menyusuri gua adalah licinnya bebatuan karena berlumut. Namun, semua lelah Anda akan terbayarkan saat mencapai Kolam Putri, berupa genangan air dalam cekungan bebatuan yang berasal dari tete air tebing. Puas menyusur gua, Anda bisa mencoba memacu adrenalin dengan melompat ke air dari sebuah bebatuan yang disebut Batu Payung. Penasaran? Coba saja menjajal sendiri suguhan pesona alam yang ada di Green Canyon Pangandaran. (art)

Air Terjun Jumog

Air Terjun Jumog merupakan tempat wisata observasi alam yang sangat menyenangkan. Air Terjun Jumog berada dalam satu wilayah desa dengan Candi Sukuh di daerah Karanganyar Yogyakarta. Tidak usah khawatir tersesat di lokasi ini, sebab papan petunjuk sangat terlihat dengan jelas oleh mata, terpasang di beberapa tempat lokasi strategis. Obyek Air Terjun Jumog ini berada di kawasan wisata Tawangmangu. Air Terjun Jumog diresmikan oleh Bupati Karanganyar pada tanggal 7 Agustus 2004. Obyek Air Terjun Tumog merupakan salah obyek wisata alam yang melukiskan surga dunia yang hilang.

Menikmati keindahan Air Terjun Jumog memang tidak membosankan. Deretan pepohonan paku serta letaknya yang memang tersembunyi membuat waktu seperti berhenti. Dimana di sekitar lokasi Air Trejun Jumog dapat dinemukan semacam aula berukuran sekitar 5 x 12 m persegi yang bisa digunakan untuk kegiatan bersama.

Hawa yang cukup dingin pada ketinggian 900-an meter di atas permukaan laut membuat suasana menjadi segar untuk dinikmati para pengunjung tempat ini.
Tidak jauh dari tempat lokasi, terlihat sebuah kolam renang untuk anak-anak yang juga terdapat perosotan yang diletakkan di tengah kolam. Agak ke atas ada tanah lapang dengan beberapa permainan anak seperti ayunan dan jungkat-jungkit.

Jalan setapak menuju air terjun jumog yang berada di sisi sungai memang terasa teduh, ditingkahi kicau burung. Menyusuri jalan setapak yang sudah dipaving block membuat perjalanan merasa nyaman. Air yang mengalir dari mata air yang berada di sebelah timur kawasan Air Terjun Jumog itu terbelah menjadi dua dan terjun menuruni tebing setinggi +/- 30 meter.

Jika ingin mendekat sambil menikmati pesona alam Air Terjun Jumog, tidak jauh dari air terjun Jumog terdapat sebuah jembatan bambu yang bebas tampias. Di sisi kanan air terjun memang disediakan semacam gardu pandang untuk menikmati air terjun, tampiasan air terjun dapat di rasakan di tempat ini. Namun, dari gardu ini bisaterlihat jatuhnya Air Terjun Jumog yang membentuk sebuah kolam. Udara segar langsung dapat di nikmati di tempat ini. Memang benar bahwa udara di seputar air terjun segar dikarenakan mengandung ion negatif.

Jembatan Ampera di Sungai Musi

Kota Palembang dikenal sebagai salah satu pusat perkembangan sejarah budaya di Indonesia. Tentu kita semua ingat cerita kejayaan Kerajaan Sriwijaya yang mampu menguasai hampir sebagian besar wilayah Asia Tenggara. Bukti kejayaan Sriwijaya masih bisa kita saksikan di kota Palembang, Sumatera Selatan. Untuk mencapai kota Palembang, wisatawan bisa melalui jalur transportasi udara melalui bandara Sultan Mahmud Badaruddin di Palembang.

Jalan-jalan wisata ke kota Palembang pasti tidak akan jauh dari seputaran sungai Musi. Sungai Musi merupakan salah satu sungai terpanjang di Indonesia. Sungai ini membelah kota Palembang menjadi dua bagian, yaitu hulu dan hilir. Di atas sungai Musi kita bisa menjumpai pasar terapung dan beragam aktifitas ekonomi warga setempat. Ada warung terapung, toko jualan pulsa terapung, pengisian BBM terapung, restoran terapung, dan lain-lain.

Di atas sungai Musi membentang Jembatan Ampera. Jembatan Ampera menghubungkan Kota Palembang bagian hulu dan hilir. Jembatan ini terlihat berkelap-kelip dan indah pada malam hari. Banyak wisatawan yang sengaja berkunjung ke Jembatan Ampera untuk menikmati sisi romantisme kota Palembang pada malam hari.

Berlibur ke Palembang pasti terasa belum lengkap kalau tidak mengunjungi Jembatan Ampera ini. Mumpung masih di kota Palembang, sempatkan diri untuk naik perahu dan mengunjungi Pulau Kemaro. Pulau Kemaro adalah pulau yang terletak di tengah-tengah sungai Musi. Menurut cerita yang beredar di masyarakat Palembang, asal-usul Pulau Kemarau berawal dari sepasang kekasih keturunan China yang saling mencintai dan tidak disetujui oleh keluarga mereka. Mereka melarikan diri ke Pulau Kemaro dan dimakamkan disana. Saat ini tempat wisata tersebut ramai dikunjungi turis.

Liburan ke kota Palembang akan terasa berkesan dengan menikmati sajian kuliner khas Palembang. Salah satu makanan tradisional Palembang yang banyak disukai oleh wisatawan adalah pempek. Jenis pempek yang kita kenal antara lain pempek kapal selam dan pempek lenjer. Pempek Palembang merupakan jajanan rakyat yang diolah dari ikan tengiri, tepung dan bumbu-bumbu tertentu. Ditambah dengan saus pempek yang asam dan manis, wisata kuliner ini terasa lezat di lidah.

Menyelam di laut Indonesia

Ada ribuan tempat menyelam terbaik dan fantastis tersedia untuk penyelam dari setiap tingkat di Indonesia. Ini semua disebabkan oleh kenyataan bahwa Indonesia berada di tempat geografis yang tepat dengan beribu pulau, terletak antara Pasifik dan Hindia dengan lebih dari 80.000 mil panjang garis pantai. Ada Sekitar 4000 spesies yang berbeda ditemukan di perairan Indonesia, lebih dari 25% spesies ikan di dunia, dibandingkan dengan 1000 yang ditemukan dalam laut Merah atau 400 dari laut Karibia.

Raja Ampat
Keanekaragaman yang terbaik, Raja Ampat ini bisa dibilang tempat tempat menyelam terbaik di dunia. Situs menyelam di bagian paling timur Indonesia ini terpencil dan sulit untuk bisa dijamah manusia, oleh karena itu alam peraiirannya sungguh alami. Ada banyak tempat menyelam di Raja Ampat yang menarik yang kaya akan species ikan laut dan karang laut yang belum diketahui oleh orang-orang di dunia. Di perairan Raja Ampat terdapat banyak jenis ubur – ubur yang hidup berkelompok, jenis udang laut merah yang sangat cantik dan juga spesies lainya.

Taman Nasional Komodo
Selain hewan komodo yang menjadi warisan hewan purba di dunia ini, taman nasional komodo ternyata memiliki lokasi diving terbaik di indonesia. Ada ribuan spesies laut di sana dan karang karang laut yang indah. Di taman laut komodo sendiri terdapat tempat penangkaran penyu laut, yang setiap minggu nya penyu tersebut di lepas ke laut dan hal itu bisa menjadi objek bagi anda yang suka akan wisata pantai terutama diving.

Ambon
Legenda mengatakan bahwa daerah ini adalah tempat kelahiran Kura-kura, tempat ini juga tempat berkembang biak nya berbagai macam jenis penyu. Salah satu jenis penyelaman atau diving di lokasi ini dan paling populer di Manado adalah Diving Malam. Tidak direkomendasikan untuk pemula tetapi jika Anda memiliki keterampilan dan kepercayaan diri Anda akan diperkenalkan ke seluruh dunia baru. Banyak aneka spesies laut yang keluar dan mencari makan pada malam hari dan itu merupaka objek yang sangat menakjunbkan. Satu makhluk yang unik dan fantastis yang ada di laut ambon adalah Wonderpus , wonderpus merupakan gurita yang indah dan cantik. Apa yang membuat hewan ini luar biasa adalah kemampuannya untuk mengubah warna dan bentuk karena keinginannya.

Selat Lembeh
Lembeh adalah yang terbaik di dunia untuk Kehidupan Laut Makro. Beberapa spesies makro yang ada diantaranya Nudibranch dan cacing pipih, Ikan kodok sang pemangsa, tapi jangan khawatir karena mereka menargetkan mangsanya jauh lebih kecil daripada rata-rata penyelam, sebenarnya banyak yang lebih kecil. Udang Mauritis adalah simbol ikon evolusi alam yang terbaik. Ia memiliki mata sensitif super yang memungkinkan untuk bereaksi dengan cepat terhadap ancaman dan melindungi dirinya.

Alam Desa Mengkang

Bagi pecinta wisata alam sekaligus penyuka tantangan trekking, Desa Mengkang bisa menjadi sebuah pilihan. Desa mengkang berada dalam wilayah administrasi Kecamatan Lolayan, Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara. Desa ini menjadi penting letaknya karena berada di tengah-tengah Taman Nasional Bogani Nani Wartabone.

Taman Nasional yang berada di dua Provinsi tersebut, yakni Sulawesi Utara dan Gorontalo memiliki luas wilayah 287.115 hektar, dengan 62,32% berada di wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow bagian Timur. Desa Mengkang juga dikenal sebagai desa mandiri energi, karena kearifan penduduknya yang memanfaatkan kelimpahan air menjadi sumber pembangkit listrik. Sehingga mereka tak tergantung sama sekali pada pasokan listrik dari PLN.

Desa Mengkang dapat diakses dari Manado dengan berkenderaan lebih kurang 4 jam. Memasuki Desa Mengkang, kita telah disuguhi dengan pemandangan alam pedesaan yang indah. Sebuah jembatan gantung menjadi pintu gerbang masuk ke desa yang sudah berada dalam wilayah taman nasional ini. Datanglah ke Mengkan pada waktu malam, agar subuh bisa melakukan trekking menuju lokasi air terjun.

Air terjun Mengkang harus ditempuh lewat jalan kaki sejauh 6 KM. Start dari jam 5 subuh merupakan pilihan terbaik. Kabut yang tersisa dari semalam adalah ucapan selamat pagi yang indah. Dari jembatan gantung, belokan jalan setapak ke arah kanan telah menyuguhkan keanekaragaman hayati yang sangat beragam. Flora dan Fauna akan menyapa sepanjang jalan. Bagi pehobby fotografi, mata harus tetap awas sepanjang perjalanan. Objek foto tersaji dengan melimpah. Baik berupa landscape, nature, macro flora, macro serangga, maupun binatang-binatang liar yang melintas.

Sediakan tenaga dan bekal. Sebab trekking sepanjang 6 KM harus ditempuh melalui berbagai rintangan. Tak kurang dari 12 anak sungai berbatu harus dilewati. Siap-siap juga merayap diantara popohonan raksasa yang roboh. Jembatan-jembatan bambu menjadi sebuah sajian eksotisme alam yang mengoda. Jalanan setapak yang kadang sempit, menanjak, menuruni punggung bukit menambah seru perjalanan mencapai Air Terjun. Dan dijamin, kelelahan perjalanan akan terbayar lunas dengan apa yang disajikan dengan air terjun. Air Terjun Mengkang terdiri dari 5 tingkat.

Mulai dari tingkat pertama yang agak kecil, rendah dan sempit. Hingga pada tingkat ke-4 dengan sajian pemandangan yang dahsyat. Air Terjun pada tingkat ke ke-5 hanya bisa dijangkau oleh orang yang nekat dan persiapan yang matang. Sebab, tingkat ke-5 berada diketinggian yang harus dipanjat melalui batu raksasa yang terjal dan licin. Bekal yang dibawa, bisa dinikmati di hamparan batu-batu raksasa pada tingkat ke-4. Sambil mandi dibawah guyuran air jatuh tersebut, kita bisa berisitirahat dan menyatu dengan alam. Bunyi air jatuh bagaikan simfoni orkestra alam yang harmoni. Mengingatkan kita pada karya Sang Agung yang dahsyat. Satu lagi, lokasi alam yang dapat menjadi referensi bagi pencinta traveling di Sulawesi Utara. Sungguh alam kita memang indah.

Pantai Jumiang

Pamekasan. Kota yang juga dikenal kota batik ternyata juga memiliki pantai. Memang, Madura adalah kepulauan yang dikelilingi oleh pantai. Terdapat beberapa pantai yang indah tidak kalah dari pantai Kuta di Bali. Contohnya adalah pantai Lombang di Sumenep.

Pantai ini merupakan pantai satu-satunya di dunia yang ditumbuhi cemara udang di sekeliling pantai.

Pamekasan juga punya pantai. Jelas, karena batas utara dan batas selatan kabupaten ini adalah laut. Di sisi selatan berbatasan langsung dengan selat Madura dan di sisi utara berbatasan langsung dengan birunya laut Jawa. Pantai Jumiang adalah salah satunya.

Pantai ini terletak di sisi selatan kabupaten Pamekasan. Untuk menuju ke lokasi, kita harus menuju ke arah tenggara kota Pamekasan. Perjalanan menuju pantai ini akan disuguhkan pemandangan khas pedalaman Madura. Bahkan kita akan melewati tambak garam yang juga sebagai latar syuting film Mestakung yang dibintangi Lukman Sardi, Revalina S. Temat, dan beberapa bintang film terkenal.

Pantai ini mempunyai pasir putih. Pemandangan langsung ke selat Madura. Ombaknya tidak terlalu besar, tetapi deburan ombaknya pasti menentramkan hati dan pikiran. Salah satu sisi yang menjorok ke laut mengingatkan kita pada pantai Kuta yang bersebelahan dengan jalur pesawat yang akan mendarat ke bandara Ngurah Rai. Hal ini juga bisa terjadi di Pamekasan.

Bandara Trunojoyo di Sumenep tidak terlalu jauh, hanya satu jam perjalanan. Pantai Jumiang bisa menjadi alternatif keluarga bersantai menikmati sunset dan sunrise yang sama-sama bisa dinikmati dari pantai ini. Pantai ini sebenarnya memiliki potensi yang besar untuk menjadi salah satu obyek wisata di Pamekasan. Di bibir pantai sudah ada beberapa gazebo yang bisa dipakai pengunjung beristirahat.

Jalan akses diperbaiki, disertai pengelolaan yang berkesinambungan, ditambah promosi pariwisata kota akan menjadikan pantai Jumiang ini menjadi salah satu tempat yang bisa menarik wisatawan untuk hadir menikmati begitu beragamnya pariwisata di Madura.

Teluk Triton

Propinsi Papua Barat di negara kita tercinta Indonesia, sudah sangat terkenal di mancanegara akan keindahan panorama bawah lautnya. Selain Kepulauan Raja Ampat di Papua yang memiliki keanekaragaman biota laut terbanyak di Indonesia, ada satu lagi objek wisata bawah laut yang tidak kalah indahnya, namanya Teluk Triton di Kabupaten Kaimana, Propinsi Papua Barat.

Teluk Triton merupakan potensi wisata baru di wilayah Indonesia bagian timur ini selain Raja Ampat dan Wakatobi yang sudah sangat terkenal. Banyak cara yang dilakukan oleh pemerintah setempat agar objek wisata ini bisa lebih dikenal di mancanegara sehingga menjadi tujuan wisata bertaraf internasional. Salah satunya dengan menggandeng Conservation International Indonesia (CII) untuk bersama-sama mengembangkan potensi wisata yang dimiliki oleh Teluk Triton.

Seperti halnya Kepulauan Raja Ampat, Teluk Triton juga menawarkan keindahan bawah laut yang luar biasa. Di teluk ini menyimpan kekayaan alam berupa ikan dan terumbu karang yang beraneka ragam. Di perairan ini terdapat 937 jenis spesies ikan yang 16 diantaranya merupakan jenis ikan baru yang ditemukan, dan terdapat pula 492 jenis terumbu karang yang 6 jenis diantaranya merupakan jenis baru. Teluk Triton ini juga terkenal akan karang lunaknya atau dalam bahasa kerennya soft coral.

Selain panorama alam berupa ikan dan terumbu karang yang tidak diragukan lagi keindahannya, di teluk ini wisatawan juga bisa melihat beberapa ikan paus dan lumba-lumba yang sedang bermain atau mencari makan di sela-sela pulau yang tersebar di teluk Triton ini. Ada juga spesies ikan hiu yang menghuni perairan ini seperti hiu martil, hiu paus, hiu gergaji, hiu macan dan lain - lain.

Bagi yang hobi diving dan menyelam, harap membawa perlengkapan selam sendiri karena di daerah ini masih belum ada operator diving atau tempat yang menyewakan peralatan selam. Ya mungkin tempat wisata ini belum begitu dikenal.

Di sekitar teluk Triton terdapat beberapa pulau kecil yang bisa digunakan untuk berkemah atau pun berjemur, karena pulau-pulau itu memiliki pantai yang indah. Selain itu di sebuah perkampungan di kawasan teluk ini yang bernama Kampung Mai-Mai terdapat lukisan di tebing kapur setinggi puluhan meter. Garis-garis merah yang tergurat di dinding tersebut membentuk motif manusia, tanaman, reptil, ikan, dan aneka bentuk yang masih misteri. Lukisan ini seakan ingin bercerita tentang perilaku masyarakat pribumi kuno dan juga menggambarkan aneka ragam satwa pada masa itu.

Danau Maninjau

Danau Maninjau adalah sebuah danau di kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, provinsi Sumatera Barat, Indonesia. Danau ini terletak sekitar 140 kilometer sebelah utara Kota Padang, ibukota Sumatera Barat, 36 kilometer dari Bukittinggi, 27 kilometer dari Lubuk Basung, ibukota Kabupaten Agam.

Maninjau yang merupakan danau vulkanik ini berada di ketinggian 461,50 meter di atas permukaan laut. Luas Maninjau sekitar 99,5 km² dan memiliki kedalaman maksimum 495 meter. Cekungannya terbentuk karena letusan gunung yang bernama Sitinjau (menurut legenda setempat), hal ini dapat terlihat dari bentuk bukit sekeliling danau yang menyerupai seperti dinding. Menurut legenda di Ranah Minang, keberadaan Danau Maninjau berkaitan erat dengan kisah Bujang Sembilan.

Danau Maninjau merupakan sumber air untuk sungai bernama Batang Sri Antokan. Di salah satu bagian danau yang merupakan hulu dari Batang Sri Antokan terdapat PLTA Maninjau. Puncak tertinggi diperbukitan sekitar Danau Maninjau dikenal dengan nama Puncak Lawang. Untuk bisa mencapai Danau Maninjau jika dari arah Bukittinggi maka akan melewati jalan berkelok-kelok yang dikenal dengan Kelok 44 sepanjang kurang lebih 10 km mulai dari Ambun Pagi sampai ke Maninjau.

Danau ini tercatat sebagai danau terluas kesebelas di Indonesia. Sedangkan di Sumatera Barat, Maninjau merupakan danau terluas kedua setelah Danau Singkarak yang memiliki luas 129,69 km² yang berada di dua kabupaten yaitu Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Solok. Di sekitar Danau Maninjau terdapat fasilitas wisata, seperti Hotel(Maninjau Indah Hotel, Pasir Panjang Permai) serta penginapan dan restoran.

***

Sumber: wikipedia

Pantai Trisik

Pantai Trisik merupakan pantai pertama di Kabupaten Kulon Progo yang akan ditemui bila anda melaju melewati lintasan Bantul – Purworejo, melewati Palbapang dan Srandakan. Berlokasi di wilayah Brosot, Kabupaten Kulon Progo, berjarak sekitar 37 kilometer dari pusat kota Yogyakarta. Pantai Trisik terletak sangat dekat dengan jalan raya sehingga sangat mudah dijangkau menggunakan kendaraan pribadi roda empat maupun roda dua.

Perjalanan ke Pantai Trisik akan terasa menyenangkan dan tak begitu melelahkan meski jaraknya cukup jauh. Jalan menuju pantai ini sangat halus dan minim tanjakan, terdapat pula warung makan di kanan kiri jalan yang bisa menjadi tempat beristirahat bila lelah. Melewati jalur Palbapang dan Srandakan, anda juga akan dapat menikmati pemandangan Sungai Progo ketika melewati jembatan penghubung Kabupaten Bantul dan Kabupaten Kulon Progo.

Pantai Trisik memiliki kekhasan dibanding pantai-pantai lainnya di Kulon Progo, yaitu suasana pedesaan pesisir yang begitu terasa. Pantai, rumah-rumah warga, gubug-gubug yang menjajakan makanan dan jalan penghubung desa dengan kota terletak saling berdekatan. Beragam aktivitas warga sekitar yang memanfaatkan wilayah pesisir dan laut sebagai sumber penghidupan juga turut meperkuat suasana pedesaan pesisir itu.

***

Sumber:/trisikbeach.blogspot.com
http://www.wisatanesia.com/2010/07/pantai-trisik.html

Taman Nasional Bukit Barisan

Pulau Sumatera adalah salah satu dari pulau-pulau terbesar di dunia dan rumah dari beberapa hutan yang kaya akan keanekaragaman hayatinya. Bukit Barisan Selatan, yang secara administratif terletak di Provinsi Lampung dan Provinsi Bengkulu di bagian selatan Sumatera, merupakan salah satu dari hutan-hutan ini. Dengan keanekaragaman hayati yang luar biasa kaya, taman nasional ini telah dinyatakan sebagai Cluster Mountainous Tropical Rainforest Herritage Site of Sumatra bersama dengan Taman Nasional Kerinci Seblat dan Taman Nasional Gunung Leuser.

Taman Nasional Bukit Barisan Selatan

Bukit Barisan Selatan National Park adalah rumah dari tiga satwa paling langka dan kharismatik yaitu badak, gajah, dan harimau sumatera. Taman nasional ini adalah satu dari beberapa areal hutan yang penting untuk konservasi harimau di Asia Tenggara dan rumah dari setengah populasi badak sumatera dan seperempat populasi gajah sehingga tempat ini menjadi wilayah konservasi yang penting di dunia. Taman Nasional Bukit Barisan Selatan terbentang seluas 356.800 hektar dan termasuk dalam daerah administrasi Provinsi Lampung dan Bengkulu.

Banyak spesies-spesies lain yang dapat ditemui di Taman ini, dan beberapa merupakan merupakan spesies endemik Sumatera. Wilayah taman nasional ini merupakan wilayah penting untuk beberapa spesies tanaman langka seperti Rafflesia spp. dan bunga raksasa amorphophallus spp. Taman ini juga berjasa sebagai daerah tangkapan air dan penyimpan air bagi pemukiman dan lahan pertanian di sedikitnya 4 kabupaten di 2 provinsi tersebut.

Taman Nasional Bukit Barisan Selatan mempunyai keanekaragaman hayati yang luar biasa kaya. Oleh UNESCO, taman nasional ini dijadikan sebagai Situs Warisan Gugusan Pegunungan Hutan Hujan Tropis Sumatra (Cluster Mountainous Tropical Rainforest Herritage Site of Sumatera) bersama dengan Taman Nasional Kerinci Seblat dan Taman Nasional Gunung Leuser.

Ancaman terhadap Taman Nasional

Ada 3 hal yang mengancam kesehatan dan kelangsungan hidup Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, yaitu pembukaan lahan, perburuan dan penebangan liar. Dari tiga tersebut, pembukaan lahan ilegal dan konversi hutan untuk pertanian adalah ancaman yang paling serius.

Pada tahun 2007, WWF meluncurkan laporan studi berjudul ‘Gone in an Instant’ yang memperkirakan bahwa 28% (atau 89.224 hektar) dari luas tutupan hutan taman nasional tersebut telah hancur akibat pembukaan lahan, terlebih untuk perkebunan kopi. 60% dari wilayah yang dibuka atau 55,042 hektar sekarang adalah lahan pertanian aktif, sementara 33,822 hektar lainnya adalah padang rumput, semak belukar atau hutan sekunder. Studi ini dilaksanakan menggunakan citra satelit untuk tutupan lahan, analisa data, survey lapangan, dan serangkaian pengawasan.

Studi tersebut menunjukkan bahwa sekitar 20.000 ton dari 285.000 ton total produksi kopi di Lampung berasal dari lahan ilegal di dalam taman nasional. Laporan ini semakin menguatkan fakta bahwa maraknya produksi kopi di Sumatera bagian selatan telah menyebabkan kerusakan keanekaragaman hayati yang parah di wilayah tersebut.

WWF percaya bahwa dengan ketidakadaan dan implementasi yang effektif untuk menghentikan hilangnya habitat dan konflik manusia-satwa yang terjadi karena deforestasi, spesies-spesies asli Sumatera seperti harimau, badak, dan gajah akan punah sepuluh tahun mendatang.

6 CAPAIAN DI PROYEK KONSERVASI BUKIT BARISAN SELATAN

A. Mitigasi Konflik Manusia-Gajah

Pada bulan Desember 2007, bersama-sama dengan beberapa pihak, kami merelokasi 4 gajah di wilayah Sekincau di dalam Taman Nasional Bukit Barisan Selatan. Data-data yang menyeluruh tersedia, termasuk film yang berkenaan dengan kondisi gajah sebelum dan selama proses relokasi. Sayangnya, kami tidak mempunyai cukup data tentang kondisi gajah sesudah proses relokasi. Informasi bagaimana mereke beradaptasi dengan gajah-gajah di lokasi baru dan habitat baru mereka akan menjadi pelajaran penting untuk proyek-proyek konservasi gajah di masa yang akan datang.

B. Patroli Bersama Masyarakat

Sejak 2004, kami membentuk Patroli Bersama Masyarakat bersama Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan. Tujuan upaya bersama ini adalah untuk meningkatan kapasitas dan intensits operasi penegakkan hukum di Taman Nasional BBS yang dibantu oleh masyarakat lokal. Hasil dari patrol ini adalah untuk menurunkan jumlah perambahan, hukuman terhadap penebang dan perambah illegal, serta memperbaiki database Balai Besar BBS untuk pengelolaan yang lebih baik di masa yang akan datang. Diperkirakan pada tahun 2013, jumlah rata-rata perambahan di Taman Nasional BBS akan berkurang sampai dengan 70% (dari data 2006) dan 50% persen lokasi perambahan di dalam taman nasional (dari data 2006) akan ditinggalkan dan paling tidak 25% dari yang sudah ditinggalkan itu telah direstorasi. Patroli wilayah dan monitoring harus diadakan secara reguler dikarenakan ancaman yang terus menerus terhadap taman nasional.

C. Area Konservasi Bengkunat

Bengkunat adalah wilayah batas hutan yang tersisa dan berbatasan dengan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan. Sepertiga populasi spesies kunci (badak, harimau, dan gajah) berada di Taman Nasional BBS. Kami mendukung Pemerintah Kabupaten untuk melindungi hutan yang tersisa di taman nasional ini. Kami juga mengadvokasi pembuatan peraturan daerah untuk perlindungan dan pengelolaan wilayah hutan yang berkelanjutan serta menyediakan solusi bagi masyarakat lokal yang mendiami wilayah hutan.

D. Pengelolaan Jalan Raya

Ada 9 jalan yang membelah Taman Nasional BBS, empat diantaranya dibangun sesuai ijin Menteri Kehutanan dan tiga dari empat jalan tersebut kondisinya baik dan digunakan dengan intensif. Kebanyakan jalan raya tersebut memberikan dampak negatif bagi TN BBS seperti perambahan. Jalan Sanggi-Bengkunat yang diijinkan oleh Menteri Kehutanan adalah satu-satunya jalan yang mempunyai dampak lebih sedikit dari perambahan, namun jalan raya ini memunculkan dampak negatif bagi pergerakan satwa. Saat ini kami menyediakan informasi dan meningkatkan penyadartahuan terhadap masalah ini. Langkah selanjutnya adalah mengampanyekan pentingnya menemukan solusi yang dapat meminimalisir dampak negatif dari jalan raya tersebut. Di tingkat nasional, kami mendorong Mentri Pekerjaan Umum untuk merancang panduan pembangunan jalan raya di area konservasi.

E. Kopi yang Ramah Lingkungan dan Komoditas lainnya.

WWF mengampanyekan laporan ‘Gone in an Instant’, sebuah laporan yang menggambarkan bagaimana kopi yang ditanam secara illegal di dalam Taman Nasional BBS dicampur dalam kopi yang ditanam secara legal di luar taman nasional lalu didistribusikan ke seluruh dunia. Untuk menindaklanjuti laporan ini, kami mengadakan Pelatihan Kopi dan Konservasi. Pelatihan ini dihadiri oleh perwakilan petani, penjual, eksportir, importer, asosiasi kopi, LSM, serta pemerintah lokal dan pusat. Pelatihan ini melahirkan ‘Deklarasi Kopi dan Konservasi’. Kami berkolaborasi dengan pemain-pemain penting dalam industry kopi untuk merancang skema dan mekaneisme produksi kopi yang berkelanjutan yang akan memastikan bahwa kopi yang dijual di seluruh dunia tidak dipanen dari dalam TN BBS. Kami berharap upaya ini akan mendorong kesejahteraan petani dan secara bertahap mengurangi jumlah perambahan di dalam taman nasional.

F. Melahirkan Jaringan Dukungan Konservasi

WWF Indonesia meyakini bahwa tidak ada upaya konservasi yang akan sukses tanpa dukungan dari pihak lain. Bersama dengan para pihak, pada tahun 2003 kami mendirikan KKR-PSDAL Kelompok Kerja Sukarela– Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan yang pada tahun 2004 memulai Kelompok Kerja Pengelolaan Lahan dan Tata Ruang. Salah satu kegiatan forum ini adalah merancang peraturan daerah tentang pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan. Pada tahun 2008, kami membentuk Forum Komunikasi untuk Konservasi Hutan Lampung yang terdiri dari partai politik, akademisi, LSM, organisasi massa, dan pemerintah. Memasukkan partai politik dan organisasi masa merupakan cara baru untuk menghindari konflik yang terkait dengan masalah hutan.

***

Sumber: http://www.savesumatra.org/index.php/wherewework/detail_location/11

Foto: travel2leisure.com

Air Terjun Payakumbuh di Ngarai Harau

Lembah Harau merupakan objek wisata yang tidak boleh terlewatkan ketika berkunjung ke Sumatra Barat, sampai ada pernyataan bahwa kurang lengkap rasanya ke Sumatra Barat tanpa mampir dulu ke Lembah Harau. Harau merupakan sebuah jurang/lembah yang sangat besar dan dikelilingi oleh tebing-tebing batuan granit setinggi ratusan meter dilengkapi juga dengan 6 buah air terjun yang masih sangat alami. Berlokasi di Kabupaten Lima Puluh Kota, dapat ditempuh sekitar 1 jam dari Bukittinggi dan 1/2 jam saja dari kota Payakumbuh, akses menuju lokasi juga sangat mudah karena dilengkapi dengan jalan yang baik dan sepanjang perjalanan kita akan disuguhi pemandangan yang memukau dengan barisan tebing-tebing tinggi pencakar langit diantara persawahan yang hijau menguning.

Rasa kagum terhadap ciptaan Tuhan adalah rasa pertama yang terlintas ketika memasuki Lembah Harau, berada di kawasan ini serasa kita sedang berada di sebuah benteng alam raksasa yang dikelilingi dinding tinggi menjulang, di pinggirannya mengalir sungai-sungai jernih yang airnya bersumber dari air terjun yang jatuh dari pinggiran tebing. Konon dulu ada cerita rakyat bahwa kawasan Lembah Harau dulunya adalah lautan dan tebing-tebing tinggi tersebut adalah daratannya yang terdapat istana di atasnya. Pada waktu itu ada seorang putri raja yang memutuskan untuk terjun ke laut karena cintanya pada seorang pria tidak direstui oleh sang ayah. Raja pun mencari putrinya namun tidak juga ditemukan, akhirnya raja memutuskan untuk mengeringkan lautan untuk menemukan putrinya, dan lautan yang kering itupun sekarang menjadi Lembah Harau.

Keindahan kawasan wisata Lembah Harau sangat lengkap, sejak awal memasuki kawasan wisata Harau kita akan disuguhi pesona dari jurang/celah alam, air terjun, tebing dan beberapa gua. Selain Air Terjun Lembah Harau, ada juga cagar alam dan suaka margasatwa yang juga merupakan tempat konsevasi bagi beberapa hewan yang dilindungi seperti Monyet Ekor Panjang, Siamang, Harimau Sumatera, Beruang, Tapir, Landak, Burung Kuau, dll. Lokasi wisata Harau ini terbagi menjadi 2, yaitu Sarasah Bunta, merupakan kawasan bagi yang ingin menikmati suasana lebih alami karena disini terdapat 5 buah air terjun dengan kolam penampungan air terjun yang masih alami dengan pemandangan asrinya. Lokasi lain yaitu Akar Berayun, disini telah terdapat kolam renang sehingga lebih enak untuk yang ingin berenang, di kawasan ini juga terdapat fasilitas lengkap seperti perkemahan, kolam renang dan jalan setapak yang dapat digunakan untuk hiking, serta dilengkapi dengan cottage dan resort.

Mungkin ada yang bertanya apa perbedaan antara wisata Ngarai Sianok yang ada di Bukittinggi dengan Lembah Harau yang ada di Payakumbuh, bukannya sama-sama merupakan ngarai/lembah. Bedanya pada ngarai sianok bukit dan tebingnya tidak berbatu cadas seperti di Lembah Harau dan di Harau terdapat banyak air terjun, namun keduanya tetap memiliki pesonanya tersendiri. Di Harau juga karena banyak tebing curam maka sering dijadikan ajang olahraga ekstrim rock climbing baik bagi turis lokal maupun mancanegara.

Hal lain yang membuat kawasan Lembah Harau ini unik dan menarik adalah terdapatnya lembah echo, yaitu sebuah lembah yang jika kita berteriak disana akan menghasilkan gema sempurna. Di lembah Echo tersebut terdapat sebuah spot yang dijadikan acuan tempat kita untuk berteriak, dan setelah suara pertama terdengar maka akan disusul oleh gema/echo lain sebanyak 7 kali secara sempurna, konon tempat yang menghasilkan echo sempurna seperti ini cuma ada satu di dunia yaitu di Lembah Harau. Karena keindahannnya pula mulai tahun ini Lembah Harau dijadikan sebagai rute baru lomba balap sepeda Tour de Singkarak yang bertujuan untuk mempromosikan wisata Lembah Harau ke dunia. Pokoknya bila berwisata ke Sumatra Barat jangan lupa menyempatkan singgah ke Lembah Harau karena pemandangan yang disajikan sangat mamanjakan mata yang menatapnya.

***

Sumber: http://www.emfajar.net/travel-and-pleasure/harau-lembah-yang-indah-dan-memukau/

Foto: wisataohhwisata.blogspot.com

Air Terjun Moramo

Air terjun Moramo di Sulawesi Tenggara merupakan destinasi yang cantik. Air terjunnya bertingkat hingga ketinggian 100 meter dan memiliki 7 undakan. Masyarakat percaya, bidadari pun mandi di air terjun ini.

Destinasi ini menjadi kebanggaan dan terfavorit di Sulawesi Tenggara. Untuk tiba di sana, Anda dapat menggunakan mobil sewaan seharga Rp 100.000-200.000 dan berjarak 60 kilometer dari Kota Kendari.

Dalam perjalanan menuju ke air terjun ini, Anda akan disajikan suasana alam yang khas. Beragam hewan dan pemandangan pohon-pohon besar yang hijau nan menyejukan, akan Anda lalui. Melalui jalan setapak yang menghabiskan waktu 20 menit dari pintu masuk kawasan air terjun Moramo, jalan kaki pun tidak terasa capaeknya.

Banyak traveler yang mengatakan, air terjun ini berbeda dengan air terjun pada umumnya. Air terjun Moramo memiliki bentuk yang bertingkat hingga 100 meter ketinggiannya. Tidak hanya itu, 7 undakan besar dan puluhan undakan kecilnya, menambah nuansa arsi dengan suara gemercik airnya.

Batu-batu marmer yang besar di sekitar air terjun ini akan menjadi pemandangan yang elok. Jangan hanya memandanginya saja, Anda juga bisa menjelajahi setiap tingkatan di air terjun ini. Tidak perlu takut, sebab daerah bebatuan di sekitar air terjun tidaklah licin.

Masyarakat setempat pun mempercayai tempat ini sebagai pemandian para bidadari. Jika beruntung, Anda dapat melihat pelangi sebagai biasan cahaya di sekitar air terjun. Serta kupu-kupu yang cantik seolah menjadi teman bercengkrama yang menyenangkan. Indah bukan?

Berkunjunglah ke air terjun Moramo dan resapi keindahannya. Berharaplah, Anda bisa berjumpa bidadari saat traveling ke sana.

***

Sumber: http://travel.detik.com/read/2012/05/03/191840/1908612/1025/bidadari-pun-mandi-di-air-terjun-moramo-sultra

Foto: travel.detik.com

Air Terjun Curug Citambur

Mengalir dari ketinggian 100 meter, Curug Citambur menjadi salah satu kesejukan di Cianjur Selatan. Menikmati deburan air Citambur bisa jadi ide liburan Anda kali ini.

Berlibur dan bersantai menikmati lanskap yang masih alami menjadi target setiap wisatawan. Untuk mencari suasana seperti ini, sudah pasti Jawa Barat menjadi incaran pelancong. Provinsi ini juga dikenal dengan destinasi air terjunnya, ada Curug Cilember, Curug Cikaso, Curug Malela, dan masih banyak lagi.

Salah satu yang pantas untuk Anda kunjungi saat berakhir pekan, yaitu Curug Citambur. Berjuta keindahan dan kesejukan alam Cianjur Selatan tertuang di lokasi ini. Curug Citambur berada di Desa Karang Jaya, Pagelaran, Cianjur Selatan.

Mengutip dari situs resmi Dinas Pariwisata dan Budaya Jawa Barat, Senin (4/6/2012), tak dapat dipungkiri wana wisata Curug Citambur memang sangat bagus. Selain ketinggiannya dan air yang bersih, besarnya volume air yang menghantam permukaan sungai menjadi pemandangan yang menakjubkan.

Saking derasnya wisatawan tidak bisa terlalu mendekati Curug Citambur. Coba saja berdiri sekitar 50 meter dari curug ini, pasti Anda tidak akan kuat lama. Tentu saja, karena hempasan airnya seperti hujan baru beberapa menit berdiri, pasti Anda langsung basah kuyup.

Meskipun, air yang mengalir sangat dingin dan deras, wisatawan tetap bisa mandi atau sekadar bermain air di curug ini. Tapi, kalau tidak mau basah wisatawan bisa sekadar duduk sambil bersantai di tepi air terjun.

Panorama indah tidak hanya saat Anda berada di lokasi ini. Akan tetapi, pemandangan selama perjalanan juga menjadi bahan cuci mata saat menuju Curug Citambur.

Perjalanan akhir pekan Anda dijamin tidak akan membosankan karena pemandangannya sangat berbeda. Diawali dari perkebunan Rancabali hingga desa Cipelah, kiri dan kanan jalan dikelilingi oleh perkebunan teh. Setelah melewati Desa Cipelah, pemandangan pedesaan mulai berubah menjadi suasana desa pedalaman.

Uniknya, di sisi sebelah kanan desa tersebut terdapat bukit yang cukup tinggi dengan air terjun yang terlihat dari jalan. Pertama melihat air terjun tersebut pasti Anda mengira itu Curug Citambur. Ternyata salah!

Di perjalanan menuju Citambur ternyata, juga terdapat satu lagi air terjun yang tidak diketahui namanya. Nah, kalau Curug Citambur sendiri memiliki pintu masuk di depan kantor Desa Karang Jaya.

Jadi, hati-hati jangan sampai tertukar. Sebelum sampai di Citambur, wisatawan terlebih dahulu disambut oleh Situ Rawa Suro.

***

Sumber: http://travel.detik.com/read/2012/06/04/081040/1931691/1025/curug-citambur-sumber-kesejukan-di-cianjur-selatan

Foto: alampriangan.wordpress.com

Air Terjun Sedudo

Air terjun Sedudo terletak 1.438 meter di atas permukaan laut, dengan tinggi 105 meter berada di kaki Gunung Wilis. Lokasi ini tak hanya menebarkan keelokan dalam balutan kesejukan udara nan bersih dan segar, tetapi juga mitos yang menyatu dalam keyakinan masyarakat. Konon, siapa pun yang mandi di kolam atau di bawah air terjun bisa mendapatkan berkah keselamatan, awet muda, disembuhkan dari sakit yang dideritanya, dan naik pangkat.

”Air terjun Sedudo oleh masyarakat dipercaya bisa menyembuhkan berbagai penyakit. Siapa pun yang mandi di sini juga bisa awet muda,” kata Darto, warga desa setempat.

Percaya atau tidak, tetapi yang jelas setiap bulan Sura, dalam tradisi Jawa, ribuan warga berdatangan dan mandi, baik di kolam maupun di bawah air terjun Sedudo. Bahkan, sejumlah elite politik dan pejabat di tingkat pusat dan daerah rela mandi tengah malam dengan beragam niat dan keinginan masingmasing.

”Betul, banyak pejabat negara dan pejabat provinsi yang datang dan mandi di bawah air terjun kala tengah malam,” imbuh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Nganjuk Lies Nurhayati beberapa saat lalu.

Air terjun Sedudo memang menjadi primadona obyek wisata alam dan ritual di Nganjuk. ”Selain bulan Sura, pada malam Jumat Legi juga banyak pengunjung yang datang dan mandi di sini. Pulangnya mereka membawa air Sedudo,” kata Siti Rahayu (36), pedagang makanan dan minuman di lokasi itu.

Obyek wisata andalan

Dengan potensinya sebagai obyek wisata air dan wisata ritual yang sudah berlangsung turun-temurun, Pemerintah Kabupaten Nganjuk menempatkan air terjun Sedudo sebagai ikon dan primadona di wilayah itu. Air terjun Sedudo menjadi obyek wisata andalan daerah.

”Tradisi dan upacara mandi bersama atau siraman Sedudo yang berlangsung turun-temurun sejak zaman Majapahit menjadi agenda utama. Tradisi ini dikenal sebagai upacara Prana Prasthista dan menjadi agenda utama daya tarik wisata Sedudo,” kata Lies Nurhayati.

Wisatawan yang hendak bertandang ke lokasi wisata air terjun Sedudo bisa menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Dari ibu kota Nganjuk, tepatnya dari Pendapa Kabupaten Nganjuk, jarak tempuh menuju lokasi air terjun sekitar 30 kilometer arah selatan.

Bertandang sambil menikmati dinginnya air terjun Sedudo, ditingkahi tiupan angin pegunungan yang menyejukkan, pasti membuat pengunjung betah berlama-lama mengakrabi suasana yang menyegarkan itu. Meski demikian, setiap pengunjung tetap diminta waspada dan berhati-hati jika tiba-tiba cuaca buruk terjadi. Di lokasi ini, hujan deras dan angin kencang bisa sewaktu-waktu terjadi.

Karena itu, jumlah pengunjung air terjun Sedudo amat bergantung pada cuaca. Apalagi, lokasinya juga rawan longsor dan banjir. Contohnya, pada tahun 2011 dari target pengunjung 87.000 orang, hanya terealisasi sebanyak 43.000 orang. Pasalnya, kala itu lokasi wisata air terjun Sedudo ditutup sepanjang bulan Februari hingga Mei akibat cuaca buruk yang bisa memunculkan tanah longsor atau bencana lainnya. Tentu saja keselamatan pengunjung tetap menjadi yang utama.

”Kami tidak mau mengambil risiko bagi pengunjung. Petugas di lokasi akan memberitahukan kepada setiap pengunjung agar segera meninggalkan lokasi kalau sewaktu-waktu datang angin kencang dan hujan deras,” papar Lies Nurhayati.

Tahun 2012 Pemerintah Kabupaten Nganjuk melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menargetkan jumlah kunjungan wisatawan 70.000 orang dengan target perolehan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor wisata air terjun Sedudo Rp 387 juta. ”Insya Allah bisa terpenuhi. Namun, semua sangat bergantung pada cuaca. Tahun ini kami harapkan cuacanya jauh lebih baik dan bersahabat untuk wisatawan yang datang ke lokasi air terjun,” ungkapnya lagi.

Kawasan pertapaan

Obyek wisata air terjun Sedudo, selain indah, juga memiliki kisah yang panjang. Di zaman Majapahit, air terjun ini dikabarkan sering digunakan untuk mencuci senjata milik raja dan patung dalam upacara Prana Prasthista. Bahkan, Mahapatih Gajah Mada konon menggunakan lokasi air terjun untuk menggembleng prajurit.

Pada zaman kerajaan Islam, Sedudo dikenal sebagai kawasan pertapaan Ki Ageng Ngaliman. penyebar agama Islam di wilayah Nganjuk. Karena itu, dalam perkembangannya, setiap bulan Sura selalu diadakan ritual mandi Sedudo atau siraman Sedudo yang diawali prosesi tarian oleh enam penari berambut panjang yang masih perawan alias dalam keadaan suci.

”Setiap malam tahun baru Hijriah, 1 Muharam atau malam 1 Sura kawasan Sedudo pasti dipadati ribuan orang. Wisatawan datang dari sejumlah daerah di Indonesia, termasuk Kalimantan,” kata Nardi (32), petugas keamanan obyek wisata air terjun Sedudo.

Dewi Ayu Savita (15), seorang pengunjung yang datang bersama kakaknya, Yudi Oktaviana (20), yang dijumpai sehabis berendam di bawah derasnya air terjun, mengatakan, suasana sejuk tatkala berada di lokasi yang membuatnya betah. Situasi itu yang membuat orang mau berkunjung.

”Panorama alamnya masih asri. Air terjunnya tinggi. Kalau dilihat dari kejauhan, tampak indah,” katanya.

Sebagai bagian dari anak muda yang hidup dalam ranah modernitas, Ayu hanya menjadikan obyek wisata air terjun Sedudo sebagai tempat rekreasi belaka. Ia tak sedang melakukan ritual apa pun. Ia hanya ingin menikmati kenyaman, kesegaran udara, dan suasana di lokasi itu.

”Mereka yang masih mempercayai mandi di air terjun Sedudo bisa awet muda dan menyembuhkan penyakit adalah kalangan orang tua. Anak muda sekarang tak percaya dengan mitos itu lagi,” katanya.

Fasilitas memadai

Sebagai obyek wisata yang ditawarkan Pemerintah Kabupaten Nganjuk, fasilitas di obyek wisata air terjun Sedudo relatif memadai. Di lokasi ini tersedia area parkir, warung makan, arena permainan, dan kios yang menjual aneka suvenir, khususnya kaus bergambar keelokan air terjun Sedudo. Namun, pengelola kesulitan untuk mengembangkan lebih lanjut karena struktur tanah di lokasi itu labil dan mudah longsor.

”Sudah tidak memungkinkan untuk memperluas fasilitas yang ada. Karena itu, kami lebih fokus pada obyek wisata alam dan ritualnya,” kata Lies Nurhayati.

Sepanjang mitos air terjun Sedudo hidup di masyarakat, masih ada harapan obyek wisata ini akan dikunjungi orang. Namun, sejalan dengan kemajuan masyarakat, perlu dipikirkan langkah untuk menjaga agar obyek wisata ini tak ditinggalkan masyarakat.

Namun, yang jelas, air terjun Sedudo telah memberikan kehidupan bagi warga sekitar, seperti Darto. Mereka mengais rezeki dari lokasi itu untuk kehidupannya. (Abdul Lathief)

Sumber :

Kompas Cetak

Editor :

I Made Asdhiana

***

Foto: pacitanisti.wordpress.com

Air Terjun Payakumbuh di Ngarai Harau

Lembah Harau merupakan objek wisata yang tidak boleh terlewatkan ketika berkunjung ke Sumatra Barat, sampai ada pernyataan bahwa kurang lengkap rasanya ke Sumatra Barat tanpa mampir dulu ke Lembah Harau. Harau merupakan sebuah jurang/lembah yang sangat besar dan dikelilingi oleh tebing-tebing batuan granit setinggi ratusan meter dilengkapi juga dengan 6 buah air terjun yang masih sangat alami. Berlokasi di Kabupaten Lima Puluh Kota, dapat ditempuh sekitar 1 jam dari Bukittinggi dan 1/2 jam saja dari kota Payakumbuh, akses menuju lokasi juga sangat mudah karena dilengkapi dengan jalan yang baik dan sepanjang perjalanan kita akan disuguhi pemandangan yang memukau dengan barisan tebing-tebing tinggi pencakar langit diantara persawahan yang hijau menguning.

Rasa kagum terhadap ciptaan Tuhan adalah rasa pertama yang terlintas ketika memasuki Lembah Harau, berada di kawasan ini serasa kita sedang berada di sebuah benteng alam raksasa yang dikelilingi dinding tinggi menjulang, di pinggirannya mengalir sungai-sungai jernih yang airnya bersumber dari air terjun yang jatuh dari pinggiran tebing. Konon dulu ada cerita rakyat bahwa kawasan Lembah Harau dulunya adalah lautan dan tebing-tebing tinggi tersebut adalah daratannya yang terdapat istana di atasnya. Pada waktu itu ada seorang putri raja yang memutuskan untuk terjun ke laut karena cintanya pada seorang pria tidak direstui oleh sang ayah. Raja pun mencari putrinya namun tidak juga ditemukan, akhirnya raja memutuskan untuk mengeringkan lautan untuk menemukan putrinya, dan lautan yang kering itupun sekarang menjadi Lembah Harau.

Keindahan kawasan wisata Lembah Harau sangat lengkap, sejak awal memasuki kawasan wisata Harau kita akan disuguhi pesona dari jurang/celah alam, air terjun, tebing dan beberapa gua. Selain Air Terjun Lembah Harau, ada juga cagar alam dan suaka margasatwa yang juga merupakan tempat konsevasi bagi beberapa hewan yang dilindungi seperti Monyet Ekor Panjang, Siamang, Harimau Sumatera, Beruang, Tapir, Landak, Burung Kuau, dll. Lokasi wisata Harau ini terbagi menjadi 2, yaitu Sarasah Bunta, merupakan kawasan bagi yang ingin menikmati suasana lebih alami karena disini terdapat 5 buah air terjun dengan kolam penampungan air terjun yang masih alami dengan pemandangan asrinya. Lokasi lain yaitu Akar Berayun, disini telah terdapat kolam renang sehingga lebih enak untuk yang ingin berenang, di kawasan ini juga terdapat fasilitas lengkap seperti perkemahan, kolam renang dan jalan setapak yang dapat digunakan untuk hiking, serta dilengkapi dengan cottage dan resort.

Mungkin ada yang bertanya apa perbedaan antara wisata Ngarai Sianok yang ada di Bukittinggi dengan Lembah Harau yang ada di Payakumbuh, bukannya sama-sama merupakan ngarai/lembah. Bedanya pada ngarai sianok bukit dan tebingnya tidak berbatu cadas seperti di Lembah Harau dan di Harau terdapat banyak air terjun, namun keduanya tetap memiliki pesonanya tersendiri. Di Harau juga karena banyak tebing curam maka sering dijadikan ajang olahraga ekstrim rock climbing baik bagi turis lokal maupun mancanegara.

Hal lain yang membuat kawasan Lembah Harau ini unik dan menarik adalah terdapatnya lembah echo, yaitu sebuah lembah yang jika kita berteriak disana akan menghasilkan gema sempurna. Di lembah Echo tersebut terdapat sebuah spot yang dijadikan acuan tempat kita untuk berteriak, dan setelah suara pertama terdengar maka akan disusul oleh gema/echo lain sebanyak 7 kali secara sempurna, konon tempat yang menghasilkan echo sempurna seperti ini cuma ada satu di dunia yaitu di Lembah Harau. Karena keindahannnya pula mulai tahun ini Lembah Harau dijadikan sebagai rute baru lomba balap sepeda Tour de Singkarak yang bertujuan untuk mempromosikan wisata Lembah Harau ke dunia. Pokoknya bila berwisata ke Sumatra Barat jangan lupa menyempatkan singgah ke Lembah Harau karena pemandangan yang disajikan sangat mamanjakan mata yang menatapnya.

***

Sumber: http://www.emfajar.net/travel-and-pleasure/harau-lembah-yang-indah-dan-memukau/
Foto: wisataohhwisata.blogspot.com

Air Terjun Madakaripura

Kawasan wisata Gunung Bromo ternyata menyimpan satu lokasi wisata yang unik dan menawan. Lokasinya tidak jauh dari lautan pasir Bromo, hanya sekitar 45 menit ke arah Probolinggo (ke Utara). Namanya adalah air terjun Madakaripura. Menurut penduduk setempat nama ini diambil dari cerita pada jaman dahulu, konon Patih Gajah Mada menghabiskan akhir hayatnya dengan bersemedi di air tejun ini. Cerita ini didukung dengan adanya arca Gajah Mada di tempat parkir area tersebut.

Untuk mencapai tempat wisata ini tidak terlalu sulit. Sebaiknya kunjungan dilakukan bila kita akan ke Bromo dari arah Probolinggo dikarenakan searah dengan perjalanan atau saat berada di Bromo dan dilakukan pagi hari. Lokasi bisa dicapai dengan kendaraan pribadi atau mobil sewaan (dari Probolinggo menyewa Panther Rp 150.000,- pp + supir, 12/2003). Jika kita datang dari arah Probolinggo maka sesampai di Desa Sukapura kita belok kanan., kita akan melewati jalan aspal dengan suguhan pemandangan pada bagaian kiri-kanan berupa gunung tinggi yang menyegarkan mata. Kurang lebih setelah sekitar 5 km melakukan perjalanan, kita akan bertemu dengan pintu masuk kawasan wisata air terjun Madakaripura yang ditandai dengan tempat parkir yang luas dan patung Gajah Mada. Disini, banyak penduduk lokal yang menawarkan diri menjadi ‘guide’ yang akan menemani sambil menceritakan sejarah objek wisata tersebut hingga kita balik lagi ke tempat parkir.

Selanjutnya kita harus berjalan kira-kira 15 menit, melewati jalan setapak terbuat dari semen yang berbatu sehingga kalau basah tidak akan licin. Saat berjalan kaki ini kita juga disuguhi pemandangan indah dan menyejukkan, di samping kanan kita ada aliran sungai berbatu-batu, di kanan kiri kita diapit tebing tinggi dengan pepohonan lebat beserta iringan kicauan burung dan derikan kumbang. Terkadang di beberapa bagian jalan, terhalang oleh pohon rubuh atau ada bekas longsoran, meskipun demikian jalan ini relatif datar dan dapat dijalani dengan mudah, kalau kecapekan ada beberapa tempat di sepanjang jalan yang bisa digunakan untuk duduk-duduk beristirahat.

Saat tiba di lokasi air terjun kita akan bertemu dengan warung kecil, pos penjaga dan toilet (bisa ganti baju), disitu terdapat pula penyewaan payung bila kita tidak ingin terlalu basah kuyup. Air terjun ini berawal dari air yang mengalir dari tebing memanjang dan membentuk tirai, sehingga kita bisa berpayung ria berjalan di bawahnya. Di ujungnya, kita akan bertemu dengan sebuah ruangan berbentuk lingkaran berdiameter kira-kira 25 meter.

Berdiri di dalam ruangan alam ini kita akan merasa seolah berada di dasar sebuah tabung, dimana terdapat air terjun dengan ketinggian sekitar 200 meter, dengan limpahan air yang jatuh dengan derasnya dari atas dan berubah menjadi selembut kapas ke kolam berwarna kehijauan. Air yang jatuh di kolam ini menimbulkan bunyi yang berirama, terkadang bunyi yang ditimbulkannya lebih keras dikarenakan air yang jatuh lebih deras. Keunikan dan kesejukan air terjun ini membuat kita betah berlama-lama memandanginya.

Untuk anda penggemar fotografi, lokasi ini bisa menjadi obyek yang tidak habis-habisnya, mulai dari pintu masuk kedatangan hingga suasana air terjun yang seolah dalam tabung.

Beberapa orang di Probolinggo baik di hotel maupun di travel agent yang kami tanyai mengenai air terjun ini mengaku belum pernah berkunjung kesana. Hal ini mungkin disebabkan karena bentuk air terjun ini yang bila terjadi longsor atau banjir, maka kita yang berada di dasar tabung tersebut akan terperangkap. Sehingga berada di ‘tabung’ ini perasaan kita akan bercampur aduk antara kagum pada keindahan alam ini dan was-was. Melihat kondisi seperti ini jika diperkirakan akan terjadi longsor atau banjir, kawasan objek wisata Madakaripura ini akan ditutup untuk pengunjung.

Sesudah puas main air dan kedinginan, kita bisa menikmati minuman panas di warung dekat air terjun sebelum berjalan kaki lagi menuju tempat parkir. Secara umum tempat ini telah dikelola dengan cukup baik, dapat dicapai lewat jalan aspal yang mulus, jalan setapak yang nyaman, fasilitas umum seperti kamar mandi, mesjid dan tempat parkir. Namun kurangnya informasi mengenai tempat ini dan jaminan keamanan yang belum ada mengakibatkan jarang orang tahu dan mau berkunjung ke kawasan wisata ini. Dengan promosi yang cukup, pengunjung Bromo akan dapat menambah daftar tujuan wisatanya.

***

Sumber: http://www.navigasi.net/goart.php?a=atmdkrpr
Foto: jelajah-nesia.blogspot.com

Wisata Bahari Kepulauan Raja Ampat

Kepulauan Raja Ampat letaknya terpencil di Papua Barat. Kawasan ini menyimpan sejuta keindahan bawah laut. Wisata bahari Raja Ampat dikenal sebagai salah satu dari 10 tempat wisata menyelam terbaik di dunia. Pesona dan kekayaan alam bawah laut, menjadi andalan Pulau Raja Ampat menembus persaingan dunia pariwisata di Indonesia dan dunia melalui wisata diving yang bisa dilakukan di indonesia bagian timur ini.

Kepulauan ini merupakan kabupaten hasil pemekaran dari Kabupaten Sorong sejak tahun 2003. Kabupaten berpenduduk 31.000 jiwa ini memiliki 610 pulau dengan Empat diantaranya pulau besar, yakni Pulau Misool, Salawati, Batanta, dan Waigeo. Dari 610 pulau tersebut, hanya 35 pulau saja yang berpenghuni. Dengan luas wilayah sekitar 46.000 km2, hanya 6.000 km2 berupa daratan, sedangkan 40.000 km2 sisanya adalah lautan. Pulau-pulau yang belum terjamah dan lautnya yang masih asri membuat wisatawan langsung terpikat.

Masyarakat Kepulauan Raja Ampat umumnya nelayan tradisional yang berdiam di kampung-kampung kecil yang letaknya berjauhan dan berbeda pulau. Mereka adalah masyarakat yang ramah menerima tamu dari luar, apalagi kalau kita membawa oleh-oleh buat mereka berupa pinang ataupun permen. Barang ini menjadi semacam ‘pipa perdamaian indian’ di Raja Ampat.

Raja Ampat merupakan Kabupaten Kepulauan, yang mempunyai kawasan terumbu karang terbaik di Indonesia. Perairan laut Raja Ampat sebagian besar ditutupi oleh karang yang belum terganggu sehingga menjadi surga bagi ikan sebagai tempat mencari makan dan berkembangbiak. Kepulauan Raja Ampat terdiri dari miniatur lingkungan yang unik, mulai dari penelukan (embayment) yang ternaungi dengan pemasukan air tawar yang besar, hamparan karang yang luas hingga pulau-pulau karang (atol-atol) menjulang tinggi. Di beberapa tempat seperti di kampung Saondarek, ketika pasang surut terendah, bisa disaksikan hamparan terumbu karang tanpa menyelam dan dengan adaptasinya sendiri, karang tersebut tetap bisa hidup walaupun berada di udara terbuka dan terkena sinar matahari langsung.
Raja Ampat merupakan Kabupaten Kepulauan, yang mempunyai kawasan terumbu karang terbaik di Indonesia. Perairan laut Raja Ampat sebagian besar ditutupi oleh karang yang belum terganggu sehingga menjadi surga bagi ikan sebagai tempat mencari makan dan berkembangbiak. Kepulauan Raja Ampat terdiri dari miniatur lingkungan yang unik, mulai dari penelukan (embayment) yang ternaungi dengan pemasukan air tawar yang besar, hamparan karang yang luas hingga pulau-pulau karang (atol-atol) menjulang tinggi. Di beberapa tempat seperti di kampung Saondarek, ketika pasang surut terendah, bisa disaksikan hamparan terumbu karang tanpa menyelam dan dengan adaptasinya sendiri, karang tersebut tetap bisa hidup walaupun berada di udara terbuka dan terkena sinar matahari langsung.
***
-

Arsip Blog

Recent Posts