KBRI Praha Bidik Pasar Wisata Ceko

London - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Praha berupaya membidik pasar wisata Ceko dengan berpartisipasi pada pameran pariwisata Go Travel yang diikuti 1.100 peserta dari 19 negara berlangsung di Brno, Ceko.

Counsellor Pensosbudpar, KBRI Praha, Ceko, Azis Nurwahyudi, Senin (18/1/2010), mengatakan dalam pameran yang dihadiri sekitar 33.000 pengunjung itu Indonesia berupaya meraih pasar wisata di Ceko bagian selatan ini.

Menurut dia, KBRI Praha bekerja sama dengan Aqua Travel dari kota Ceske Budejovice mempromosikan paket wisata ke berbagai tujuan wisata di Indonesia, terutama Bali dan Lombok.

Di stand yang ramai dikunjungi calon wisatawan tersebut, KBRI Praha membagi berbagai brosur dalam Bahasa Ceko mengenai pariwisata Indonesia, sementara kamus singkat Percakapan Indonesia-Ceko menjadi favorit yang banyak diminati pengunjung.

Selama kegiatan promosi, beberapa pengunjung bertanya mengenai cara termudah untuk berkunjung ke Indonesia seperti pengurusan visa, pilihan penerbangan dan obyek wisata yang menarik untuk dikunjungi.

Untuk itu dibagikan informasi cara pengurusan visa, baik di KBRI Praha maupun mengurus "visa on arrival" di berbagai bandara di Indonesia.

Selain membagi brosur dan memutar film tempat-tempat wisata yang menarik, di stand Indonesia juga ditampilkan foto-foto kehidupan masyarakat Indonesia yang semakin membuat pengunjung berminat mengetahui keindahan Tanah Air.

"Pada umumnya Bali masih merupakan daerah tujuan wisata utama yang menarik perhatian, namun demikian dijelaskan masih banyak tempat lain di Indonesia yang menarik seperti Ngarai Sianok, Tana Toraja, Bunaken, Borobudur dan Pulau Komodo," katanya.

Sumber: http://travel.kompas.com

Borobudur-Prambanan-Boko Rancang Paket Wisata

Jakarta - PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko (TWC) mengundang mitra usaha untuk bekerja sama merancang paket wisata dan mendatangkan lebih banyak wisatawan ke destinasi wisata tersebut.

"Kami membuka travel dialog untuk memperbesar potensi kerja sama dengan mitra kerja khususnya di Jakarta," kata Sekretaris Dirjen Pengembangan Destinasi, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, Winarno Sudjas, di Jakarta, Rabu (20/1/2010).

Pada kesempatan itu, pihaknya bekerja sama dengan PT TWC menggelar travel dialog yang dihadiri para pelaku dan pengguna jasa pariwisata dari travel agen, perusahaan perminyakan, kedutaan besar, hingga lembaga pendidikan.

Winarno mengatakan, saat ini tiga candi yakni Borobudur, Prambanan, dan Boko telah melakukan berbagai upaya pembenahan, penataan, dan revitalisasi sehingga semakin siap menerima kunjungan wisatawan baik dalam maupun luar negeri. "Telah banyak dilakukan upaya pembenahan di kawasan candi dan saat ini kesemuanya telah siap dikunjungi," katanya.

Selain itu, pihaknya juga mengimbau agar pelaku pariwisata seperti travel agen atau biro perjalanan wisata mulai menyusun paket wisata ke kawasan candi.

Selain itu, pengguna jasa pariwisata seperti perusahaan besar, lembaga pendidikan, hingga kedutaan besar disarankan untuk tidak ragu menyusun perencanaan liburan ke Borobudur, Prambanan, dan Boko. "Ini memang merupakan bagian dari langkah strategis kami untuk meningkatkan kunjungan wisman dan wisnus," katanya.

Saat ini tidak hanya wisata budaya saja yang berkembang di kawasan itu, tetapi paket wisata lain juga telah ditawarkan di antaranya paket wisata agro (desa-desa sekitar candi), wisata spa, dan wisata golf.

Pengelola candi juga menyatakan telah menata lingkungan kawasan candi termasuk penataan pedagang kaki lima, pemandu wisata lokal, dan jaminan keamanan melancong. "Ke depan, taman wisata candi tampil dengan format baru bertema ’Million Looks One Location’," katanya.

Sumber: http://travel.kompas.com

Pemkab Halbar Survei Potesnis Wisata Selam

Maluku - Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), Maluku Utara (Malut), bekerjabsama dengan penyelam dari salah satu klub selam di Malut melakukan survei potensi wisata selam pada sejumlah kawasan perairan di daerah itu.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Halbar, Kalbi Rasyid, ketika dihubungi di Jailolo, Jumat, mengatakan, dalam survei tersebut, tim menemukan sedikitnya tujuh lokasi yang sangat potensial menjadi tempat wisata selam.

Tujuh titik yang ada di lokasi, dua di antaranya terletak di sekitar Loloda tersebut, selain memiliki keragaman terumbu karang dan jenis ikan, serta juga tingkat kejernihannya sangat bagus.

"Kondisi terumbu karang di tujuh lokasi tersebut umumnya masih dalam kondisi baik. Keindahannya tidak kalah jika dibandingkan dengan terumbu karang yang ada di Bunaken, Sulawesi Utara," ujar Kalbi.

Pemkab Halbar akan menjadikan tujuh lokasi tersebut sebagai tujuan wisata selam di Halbar. Pada penyelenggaraan teluk Jailolo 2010, ketujuh lokasi tersebut juga akan menjadi lokasi kegiatan dalam festival itu.

Ia mengatakan, Pemkab akan memberikan kemudahan kepada investor baik dari dalam maupun luar negeri yang berminat mengelola potensi wisata selam di Halbar. Kemudahan itu, diantaranya dalam perizinan dan dukungan sarana penunjang.

Halbar memiliki potensi wisata lainnya, seperti peninggalan sejarah, pantai pasir putih dan panorama alam. Di daerah ini juga terdapat berbagai flora dan fauna khas Halmahera yang dapat menjadi tujuan wisata ilmu pengetahuan.

Kalbi mengatakan, Pemkab Halbar tengah mengupayakan pembangunan bandara di Jailolo, ibukota Kabupaten Halbar untuk memudahkan transportasi dari dan ke Halbar, terutama bagi para wisatawan.

Selama ini, untuk mencapai Halbar, harus melalui Ternate, kemudian melanjutkan perjalanan ke Jailolo menggunakan perahu motor atau speed boat selama satu jam dengan tarif Rp25.000 per orang.

"Sarana akomodasi dan rumah makan di Halbar cukup memadai meskipun belum ada hotel berbintang. Oleh karena itu, wisatawan yang berkunjung ke Halbar dijamin tidak akan kesulitan akomodasi atau mencari rumah makan," kata Kalbi.

Sumber: http://beritadaerah.com

Figura Budaya Lokal Perlu Dilestarikan

Manado - Sekretaris Daerah Kota Manado, GSV Lumentut mengatakan kegiatan figura merupakan budaya lokal yang dimiliki warga Manado perlu dilestarikan.

"Budaya lokal yang berkembang di masyarakat harus dipelihara bahkan ditingkatkan, " kata Lumentut pada Festival Figura dan Karnaval Kuliner di Kelurahan Mahakeret Barat Manado, Sabtu.

GSV Lumentut mengatakan festival tersebut pada waktu mendatang dapat dikemas menjadi lebih baik sehingga akan semakin menarik untuk disaksikan turis.

Kegiatan ini akan menjadi daya tarik bagi Kota Manado sebagai kota tujuan pariwisata. "Pemerintah memberikan apresiasi positif bagi masyarakat yang terus mempertahankan budaya ini serta menggelar kegiatan tersebut," kata Lumentut.

Mantje Nelwan, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Mahakeret Barat mengatakan, figura telah dilakukan masyarakat di wilayah itu sejak lama, sebagai kunci tahun lama dan memasuki tahun baru.

"Pelaksanaan figura tersebut juga tergambar rasa persaudaraan, kebersamaan dan kesatuan dari masyarakat," katanya.

Dia menambahkan, kegiatan ini juga untuk menyukseskan Manado sebagai Kota Pariwisata Dunia (MKPD) 2010.

Frangky Lasede Ketua Panitia Festival Figura dan Karnaval Kuliner mengatakan figura bukan sekedar hiburan, tetapi budaya yang dimiliki kota Manado. "Figura merupakan salah satu aset budaya dimiliki Manado, sehingga perlu dipertahankan," kata Lasede.

Festival figura diikuti sektar 200 peserta dengan ketegori anak-anak dan dewasa.

Dalam festival figura ini, antara lain peserta perempuan memakai pakaian laki-laki, yang laki-laki memakai pakaian perempuan, orang tua berpakian anak sekolah dasar.

Dalam festival ini juga peserta menampilkan beberapa figur masyarakat kota itu seperti sebagai tukang sapu jalan, petugas satpam, tentara, penari cakalele maupun lainnya.

Para peserta berjalan mengelilingi kelurahan tersebut sambil menampilkan atraksi menarik, dan membuat warga yang menyaksikannya tertawa.

Sumber: http://oase.kompas.com

Sungai Deli Miliki Potensi Jadi Objek Wisata

Medan - Pj Walikota Medan, Drs Rahudman Harahap MM menyatakan Sungai Deli berpotensi menjadi objek wisata. Apabila, sampah-sampah di bibir sungai dibersihkan.

"Dari hasil penyelusuran menggunakan perahu karet, bersama Muspida dan Wanadri dari Bandung serta pencinta lingkungan yang ada di Medan, dilihat dua km lebih, sepanjang sungai Deli masih memiliki potensi apabila dibersihkan dan ditata untuk menjadi objek wisata," kata Rahudman usai menyusuri sungai Deli dari kawasan Brigjen Katamso hingga samping Kantor Walikota Medan, Minggu (31/1).

Penyusuran ini sebagai bentuk pencanangan Gerakan Karya Bakti Bukti Cinta Sungai Walikota Medan dan Masyarakat. Hadir dalam kegiatan ini, Pj Walikota Medan, Drs Rahudman Harahap, MM, Sekda, Drs Dzulmi Eldin S, MSi, Kapoltabes AKBP Imam Margono, Dandim 0201/BS, Letkol Inf Haryanto SIP Danyonkav 6/Serbu, Letkol Kav, Meyer Putong, SH, Danyon Zipur, Marinir, Denpom, KNPI Kota Medan, Kepala Satuan Kerja Perangkat Daera (SKPD), camat, lurah dan kepala lingkungan. Hadir juga rombongan Wanadri dipimpin Bah dari Bandung.

Rahduman melanjutkan, sebagai langkah awal agar masyarakat tidak membuang sampah di Sungai Deli, Pemko Medan melalui camat, lurah dan kepling akan memberikan penyuluhan di sepanjang aliran sungai Deli untuk tidak membuang sampah ke sungai.

Perahu Sampah

Rahudman menambahkan, karena potensinya yang cukup besar maka Pemko Medan mencoba mencari solusi menyiapkan perahu sampah untuk bisa membersihkan sampah-sampah di bibir sungai. Hal ini tentunya akan dikerjasamakan dengan marinir dan instansi terkait. "Kalau ini bisa dilakukan sangat luar biasa dan tidak memerlukan biaya yang besar," katanya.

Terkait bangunan liar yang makan ruas sungai, Pemko Medan segera mengundang camat, lurah dan kepala lingkungan untuk mencari solusi.

Aktivis lingkungan Ir Jaya Arjuna, menyambut baik langkah Pj Walikota Medan dengan sistem pengolahan sampah dan pengolahan sungai dari belakang.

Menurutnya, hampir di sejumlah tempat ada tempat pembuangan sampah (TPS) liar, makanya dia menyarankan agar dibuat truk sampah seperti tongkang yang akan mengutip sampah. "Jadi tidak ada sampah lagi tersisa, dan sungai ini harus bersih karena sungai ini dahulu tempat transportasi,"katanya.

Dia menilai, potensi yang dimiliki sungai Deli sangat baik di samping kiri kanan masih hijau, makanya tempat-tempat yang kosong dibuat taman dan ini sangat bisa dilakukan karena memang rumah-rumah di bibir sungai belum terlalu parah seperti di Jakarta.

Sementara, Ketua Wanadri, Bah mengaku sangat salut dengan kinerja Pj Walikota Medan, Drs Rahudman Harahap MM.

Menurutnya, Medan yang dahulu sangat kotor, jorok dan semraut dalam tempo beberapa bulan berubah. Bahkana, pj Walikotanya konsen terhadap lingkungan. "Begitu mendarat Wanadri berkeliling Kota Medan dan terus terang, saya sempat kaget dan tercengan, selama ini Medan macet dan lainnya kni telah berubah.

Untuk itu sebagai bentuk apresiasi Wanadri mengangkat Pj Walikota Medan menjadi Kerabat Wanadri (KW) dan diharapkan ke depan lebih perduli lagi terhadap lingkungan.

Sedangkan Kadis Bina Marga, Dr Ir Gindo Maraganti Hasibuan MM menambahkan, pihaknya ikut berperan dengan menurunkan alat berat membersihkan sungai antara sungai Batuan dengan Sungai Deli. Alat berat ini nantinya juga akan bekerja mengorek sungai yang sudah dangkal.

Pantauan Analisa yang juga ikut bersama rombongan, kondisi bibir sungai Deli cukup menyedihkan, sampah berserakan di bibir sungai dan muncul TPS-TPS liar. Selain itu, ditemukan sejumlah bangunan yang membentengi sungai sehingga sungai jadi menyempit. (maf)

Sumber: http://www.analisadaily.com

Indonesia Sudah Jadi Medical Tourism IDI Sumut Latih Dokter Isi SKP

Medan - Indonesia sudah bisa menjadikan pelayanan kesehatan sebagai obyek wisata (medical tourism). Untuk itu, semua dokter diminta terus meningkatkan pengetahuan kekinian.

Demikian dikatakan Ketua BP2KB PB Ikatan Dokter Indonesia, dr Julianto Wijaksono SpOG KFER saat menghadiri pelatihan BP2KB yang digelar PW IDI Sumut selama dua hari di Hotel Antares Medan, Sabtu (30/1). Dia didampingi Ketua Umum IDI Sumut dr Henry Salim Siregar SpOG, Sekretaris IDI Sumut dr Ade Taufik SpOG dan Ketua Panitia sekaligus Ketua BP2KB IDI Sumut dr Masrif Sarumpaet.

Menurut Julianto, Indonesia dijadikan tujuan wisata pelayanan kesehatan khususnya pasien dari Eropa dan Amerika. Alasan utama, karena di Indonesia lebih murah dengan kualitas pelayanan standar internasional.

"Kita sudah bisa menerima Medical Tourism khususnya dari Eropa dan Amerika. Hal ini karena dampak dari mahalnya pengobatan di luar khususnya Eropa dan Amerika. Hingga mereka mencari alternatif berobat murah ke Indonesia. Tentunya, mutu dokter kia harus bisa dipertanggungjawabkan. Tapi juga harus didukung penuh sistem manajemen rumah sakit yang berstandar internasional," sebut Julianto.

Terpecaya

Khusus untuk dokter, dia menjamin, dokter yang mendapatkan izin praktek sudah terpercaya dan profesional. Karena mereka (para dokter-red), diberi izin praktek setelah memperkaya ilmu dan pengetahuan kekinian sebagai peningkatan mutu diri yang dinilai dalam satuan kredit poin (SKP).

Peningkatan mutu seluruh dokter Indonesia, lanjutnya, memang sesuatu yang diharuskan undang-undang. Jika tidak, maka dokter tersebut tidak bisa mendapatkan rekomendasi izin praktek.

"Untuk kualitas dokter, kita tidak kalah dengan luar negeri. Tinggal manamen rumah sakit yang harus dibenahi agar pelayanan kesehatan kita lebih baik lagi," tukasnya.

Sementara, Ketua Umum IDI Sumut dr Henry Salim SpOG, menyebutkan, pelatihan tersebut untuk memberikan pengetahuan para dokter yang ada di seluruh Cabang IDI se-Sumut. "Peserta terdiri dari utusan IDI Cabang se-Sumut. Mereka dilatih untuk mengisi SKP. Setelah itu, diharapkan mereka mentransfer ilmu tersebut ke dokter di daerah masing-masing," ucap Henry Salim. (nai)

Sumber: http://www.analisadaily.com
-

Arsip Blog

Recent Posts