Viral Video Mesum Oknum Bidan Puskesmas, Penyebar Diburu

Video mesum oknum aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Mimika dengan pasangan selingkuhan viral di media sosial (medsos). Polisi tengah memburu penyebar video mesum tersebut.

Kasat Reskrim Kepolisian Resor (Polres) Mimika AKP Hermanto mengatakan pihaknya masih terus mendalami pemilik akun Facebook Chakra, yang pertama kali mengunggah video mesum tersebut. Akun itu juga menyebarkan beberapa potongan gambar mesum yang melibatkan FK dan YKS.

FK diketahui berprofesi sebagai seorang bidan yang bertugas di puskesmas Kwamki Lama, Timika. Sedangkan lawan mainnya berinisial YKS merupakan karyawan salah satu perusahaan subkontraktor di Tembagapura.

"Kami masih terus melakukan penyidikan siapa sesungguhnya pemilik akun FB Chakra itu," kata Hermanto seperti dilansir Antara, Selasa (25/5/2021).

Sejauh ini penyidik baru mengamankan YKS. Dia dijerat melanggar Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi.

Sementara itu, suami sah FK sampai sekarang masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik Satreskrim Polres Mimika.

"Saya perlu mengklarifikasi beberapa hal, antara lain apakah FK dan suaminya masih sah sebagai pasangan suami-istri. Mereka berdua pisah ranjang. Suaminya mantan karyawan dan beberapa tahun lalu berhenti kerja karena terkena program furlough," kata Hermanto.

Video adegan mesum antara FK dan YKS dibuat pada 2019. Kedua sejoli yang sedang dimabuk asmara dan sudah memiliki pasangan masing-masing itu nekat melakukan hubungan suami-istri di dalam minibus.

Sumber: https://news.detik.com/berita/d-5581708/viral-video-mesum-oknum-bidan-puskesmas-penyebar-diburu

Siswi SMP Pemeran Video Mesum di Tasikmalaya Mengaku Ketagihan Seks, KPAI: Sepekan dengan 5 Pria

Pengakuan mengejutkan disampaikan perempuan muda pemeran video tak senonoh setengah telanjangnya yang viral di media sosial.

Perempuan muda yang diketahui masih berstatus sebagai siswi SMP di Tasikmalaya, Jawa Barat itu mengaku ketagihan untuk berhubungan seks dengan lawan jenisnya.

Pengakuan mengejutkan ini disampaikan siswi SMP itu kepada Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya. Ketua KPID Tasikmalaya Ato Rianto mengatakan, dari pengakuannya, ternyata dalam sepekan, siswi SMP itu bisa berhubungan badan dengan lima lelaki berbeda.

Ia menduga hal ini karena kurangnya pengawasan orang tua dalam penggunaan gawai. Akses intertet yang tak terbatas membuat remaja bisa mudah mengakses video porno melalui ponselnya.

"Ini sangat miris sekali dan video ini menjadi preseden buruk yang terjadi dalam pergaulan di kalangan usia anak-anak selama ini. Sesuai keterangan pelaku perempuan, akibat sering menonton film porno mengaku ketagihan seks."

"Sampai mengaku berhubungan suka sama suka dan sepekan bisa berhubungan badan dengan 5 pria berbeda-beda. Jadi bukan hanya pria dalam video yang viral itu," ujar Ato, Sabtu (29/5/2021).

Ato berharap semua orang tua lebih mengawasi pemakaian gadget anak supaya hal serupa tak terulang kembali. Hal ini, tentunya peran orang tua sangat vital dan diharapkan selalu memantau pergaulan anak dan tak terlalu diberikan kebebasan yang berlebihan.

"Ini tentunya peran orang tua sangat penting. Ini menjadi hal yang sangat penting menjadi perhatian kita semua supaya tak terjadi lagi hal serupa di kalangan anak-anak. Paling utamanya adalah perempuan," ujar Ato.

Menurutnya, KPAID sangat berkonsentrasi dalam kasus ini karena berdampak luas terutama faktor pendidikan anak dan norma-norma selama ini. Sehingga, hak-hak anak pun bisa ditegakkan tapi di sisi lain akan memberikan edukasi ke anak-anak lainnya supaya tak tergoda dengan hal yang sama.

"Ini sangat penting sekali pendidikan anak, pendidikan agama dan penerapan norma-norma selama ini. Kita pun selama ini mengamankan para pelaku di rumah aman KPAID untuk permasalahan psikis yang dialaminya akibat kejadian yang menimpanya," jelas Ato seperti dikutip dari kpai-kurang?page=all">Kompas.com.

Sebagaimana diketahui, warga dan netizen di Tasikmalaya heboh setelah sebuah video yang menampilkan perempuan muda tampak setengah telanjang. Video tak senonoh itu menyebar, Jumat (28/5/2021).

"Sini BO 200," ucapnya dengan mimik menggoda.

Kode BO disebut-sebut dikenal di dunia prostitusi sebagai penawaran praktik prostitusi. Sedangkan sebutan angka 200 diduga sebagai kode tarifnya Rp200.000.

Pencahayaan saat pengambilan video tampaknya kurang, sehingga gambarnya tampak remang-remang. Gambar juga diduga diambil di sebuah kamar, karena latar belakang terlihat ada sprai dan tempat tidur.

Polisi lantas melakukan penyelidikan mengenai video tersebut dan berhasil mengamankan si perempuan muda tersebut.

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Tasikmalaya Aipda Josner Ali mengatakan pihaknya langsung melakukan penyelidikan. "Kami sedang melakukan penyelidikan terkait peredaran video tersebut," ujar Josner.

Tak hanya mengamankan perempuan muda pemeran di video tersebut, polisi juga mengamanan seorang lelaki muda yang sempat nongol di video tersebut. Lelaki berinisial PM berusia 17 tahun itu ikut diamankan bersama perempuan terduga pelaku video tak senonoh itu.

"Dalam video pendek itu PM sempat terlihat dengan muka terlihat jelas. Sudah kami amankan bersama terduga pelaku video tak senonoh itu," sambung Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya, AKP Hario Prastyo Seno dikutip dari TribunJabar.

Sumber: https://www.kompas.tv/article/178864/siswi-smp-pemeran-video-mesum-di-tasikmalaya-mengaku-ketagihan-seks-kpai-sepekan-dengan-5-pria?page=3
-

Arsip Blog

Recent Posts