Rencana Bangun Rumah Adat Rumpun Melayu di Lingga Terhambat Lahan

Lingga - Pembangunan rumah adat rumpun Melayu di Kompleks Istana Damnah, Daik Lingga, Kepulauan Riau, yang diwacanakan dibangun sejak beberapa tahun belakangan, sepertinya belum bisa terealisasi.
Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Lingga, Muhammad Ishak mengatakan, penyebab utama dari belum terealisasinya hal itu karena lahan yang ada masih belum dilakukan pembebasan.
"Kami ingin jadikan kompleks ini sebagai pusat rumah rumpun Melayu, makanya kemarin kami siapkan lahan, untuk bangunan rumah adat Malaka, adat Johor, Bengkalis serta lainnya disini. Tapi lahan yang ada masih lahan warga. Belum dilalukan pembebasan," kata dia kepada Batamnews.co.id, Kamis (16/8/2018).
Ia menjelaskan, belum dilakukannya pembebasan lahan itu karena APBD Lingga masih tergolong kecil. Sehingga, untuk melakukan pembebasan lahan di kompleks tersebut, pihaknya melakukan secara bertahap.
"Sekarang ini, kami baru membebaskan lahan balai adat saja" ucapnya.
Ishak menilai, jika rumah adat rumpun Melayu itu dapat terbangun di Kompleks Istana Damnah, akan menjadi daya tarik tersendiri, terutama dalam meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan.
"Nah suatu saat kalau mereka dari Johor, Malaka, atau daerah lainnya ada kegiatan di Lingga, mereka bisa nginap di rumah itu, kalau hari lain wisatawan lah yang duduk disitu, baik peneliti atau semacamnya. Respon mereka sebenarnya cukup baik," ujarnya.
Diketahui, Kompleks Istana Damnah atau juga dikenal sebagai perkampungan warisan budaya Melayu Lingga itu juga sudah ditetapkan sebagai Kota Pusaka seluas 56 hektare (ha).

Sumber: https://kumparan.com

Pergoki Istri Ditunggangi Pria Lain, Driver Ojol Ini Tersedu-sedu

Ini kisah pilu seorang driver ojek online. Tak seperti biasanya, siang itu dia mendadak ingin pulang ke rumah.

Saat masuk ke rumahnya, suasana sangat lengang. Saat melangkah ke kamar, dia mendengar suara aneh.

Dia buka kamar. "Astagfirullah", dengan mata kepala dia melihat istrinya tengah mesum dengan pria lain.

Setelah memergoki istrinya, driver ojek online itu lalu terduduk menangis di pojokan rumahnya karena syok.

Sementara itu anak-anaknya dititipkan ke tetangga, karena takut melihat ibunya dibawa ke kantor polisi.

Kisah pilu driver ojek online ini menjadi viral, usai diunggah oleh Eris Riswandi diakun FB pribadinya.

“RALAT BERITA INI YAH. Yang versi Babeh Atha di ganti ke versi Mbak Fuji warga sekitar situ.

SAAT SUAMI NARIK, ISTRI IKUTAN NARIK SAMA COWOK LAIN.

Kronologis: Kasihan bapak GRAB ini, sudah cari nafkah siang malam panas panasan eh istrinya malah kuda-kudaan sama cowok lain. Malah kepergok mesum di rumahnya sendiri siang bolong.

Suami nya adalah driver GRAB. Memang biasanya jarang di rumah karena ngojek terus pagi sampai malam.

Entah kenapa siang tadi si suami ngedadak pulang kerumah. Di saat suami masuk ternyata Istrinya lagi ehem ehem sama cowok lain.

Sementara anak anaknya harus di titipkan di tetangga karena ketakutan lihat Ibunya di giring ke Kantor Polisi dan sang Ayah nangis terus karena shock.

Unggahan itu pun kemudian menjadi viral dan menjadi perbincangan hangat warganet.

Wahyu Buyung “Edaannn tuh istri, udah mati2an suami cari duit”.

Desi Oktavia “Istri gobl*g t*lol itu mah, ahli neraka, suami cape2 nyari nafkah malah enak2kqn mesum”.

Abief Syahteza “Kasian. Semoga bang ojol dapat istri yg baru dari yg komen komen ini”.

Dewilestari “Istri g tau diri mw enak,a aj g tau apa suami cari uang mati2an buat keluarga dari pagi sampe tengah malam kepanasan/kehujanan dia ikhlas cari uang sampe segitu,a eh Mala istri,a enak2 sma orang lain blm puas ap d tidurin sma suami masih kurang aj”.

Sumber: http://news.rakyatku.com

Bukannya Kerja, Dua PNS Malah Pergi Kuda-kudaan ke Kos

TANJUNG SELOR – Bukannya menjalankan tugas saat jam kerja berlangsung. Dua oknum pegawai negeri sipil (PNS) ini malah pergi kudan-kudaan ke kamar kos.

Pasangan bukan suami istri berinisial HK dan MG ini digrebek Satuan Polisi Pamong Praja (satpol PP) Bulungan di indekos di Jalan Padaelo, Tanjung Selor, Rabu (1/8/2018) sekitar pukul 14.00 Wita.

“Ya kami lakukan penggerebekan ada dua PNS (HK dan MG) dalam sebuah kos-kosan,” ungkap Kepala Satpol PP dan PMK Bulungan, Marulie kepada Kaltara Pos, Kamis (2/8).

Diketahui status kepegawaian HK (30) bekerja di salah satu instansi Pemerintah Provinsi (pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) dan MG (28) bekerja di salah satu instansi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan.

Marulie mengatakan, penggerebekan itu bermula, ketika mendapat laporan dari salah seorang keluarga, MG bahwa pasangan kekasih ini sering kali tak masuk kerja alias mangkir dari pekerjaannya.

“Keluarga dari MG curiga, karena MG jarang sekali masuk kerja dan kalau pulang selalu telat,” bebernya.

Kebiasaan yang dilakukan pasangan ini diketahui, saat keluarga MG yang sengaja tak disebutkan identitasnya, melalukan pengintaian. Setelah memastikan, MG selama ini masuk dalam sebuah indekos yang merupakan milik HK.

“Sudah diintai, keluarganya lapor akhirnya kami ke sana untuk menggerebeknya,” jelasnya.

Saat petugas mendatangi indekos tersebut, HK tak langsung membukakan pintu. Sekitar 30 menit menanti pintu kamar dibuka, salah satu dari dua sejoli ini baru membuka pintu kamar.

“Sempat kita tunggu. Saat kita gerebek, HK mengenakan baju dan MG ada di sampingnya menggunakan baju,” tuturnya.

Kepada petugas, MG mengaku, hanya menumpang untuk beristirahat karena masih berada pada jam kerja. Setelah mendengar pengaku itu, petugas Satpol PP langsung membawa kedua PNS tersebut untuk diperiksa.

Pasalnya, kedua oknum PNS tersebut diduga melanggar Peraturan Pemerintah RI Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.

“Jelas dua orang ini menyalahi aturan. Mereka bukan pasangan yang sudah memiliki ikatan keluarga. Maka, dalam waktu dekat ini akan kita lakukan mediasi,” ujar Marulie.

“Jadi kita akan panggil kedua orang tuanya. Kalau nanti dari kedua pihak ada keberatan, maka akan kita serahkan ke BKD seperti apa tindakannnya. Kami serahkan semuanya ke BKD,” sambungnya.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusaia (BKPSDM) Bulungan, mengaku belum menerima laporan terkait adanya penggerebekan oknum PNS saat jam kerja dalam sebuah kamar indekos.

“Saya belum ada terima laporan dari Pol PP,” ujar Kepala BKPSDM Bulungan Hj Indriyati.

Meski belum ada laporan diterimanya, dia menegaskan, jika ada PNS yang bukan suami istri berada di dalam kamar berduaan tentunya telah melanggar kode etik PNS.

“Bisa saja mendapatkan sanksi berupa penurunan jabatan ataupun pemecatan,” tegasnya.

Hanya saja sebelum diberikan sanksi, pihaknya terlabih dahulu ingin memastikan kejadian tersebut. Jika ditemukan adanya unsur kelalaian dalam bekerja dan mempergunakan waktu kerja untuk hal yang mencoreng nama baik PNS. Maka, dapat diberikan peringatan dan sanksi.

“Kami tunggu dari Pol PP seperti apa kronologisnya, dan surat bukti penangkapannya. Itu sebagai dasar untuk memberikan sanksi,” bebernya.

Indriyati menambahkan, kejadian serupa juga pernah terjadi Tahun 2016 silam. Yakni, didapati adanya PNS yang berduaan dalam kamar saat masih berada dalam jam kerja. “Pernah ada kita pecat karena melakukan tindakan amoral,” tutupnya. (mul/prokal/pojoksatu)

Sumber: http://pojoksatu.id

Lagi Asik Main Kuda-kudaan, Dua Pelajar Ini Diamankan

ML (18) dan MS (16), sepasang kekasih ini tak bisa berkata apa-apa, usai ditangkap anggota Satuan polisi pamong praja (Satpol PP) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), ketika sedang asyik kuda-kudaan (mesum) di Pangkalan Bun Park, Selasa (11/7).

Usai dilakukan pemeriksaan, keduanya tercatat masih berstatus sebagai pelajar di salah satu sekolah tingkat SMA ternama di Pangkalan Bun. Parahnya, MS tercatat merupakan siswi baru di sekolah tersebut. Saat ditangkap, MS pun masih menggunakan pakaian seragam sekolah pramuka.

“Sekitar pukul 12.30 WIB, saat patroli ada kecurigaan kami terhadap sebuah sepeda motor terparkir di dalam area Pangkalan Bun Park, lantas kami periksa dan alhasil didapatilah sepasang remaja itu,” kata Plt Kasatpol PP Kobar, hermon F Lion, seperti dikutip Kalteng Pos (Jawa Pos Group).

Saat dilakukan penangkapan, MS dalam posisi rebahan berbantalkan kayu dan beralaskan jaket dengan rok terbuka ke atas. sementara ML, celananya dalam kondisi melorot.

“Melihat kondisi itu, tampaknya mereka sudah melakukan perbuatan yang tidak panas,” selidiknya.

Usai dilakukan penangkapan, keduanya pun langsung dibawa dibawa ke Kantor Satpol PP. Karena msih berstatus pelajar saat diamankan, pihak Satpol PP menyerahkan sepenuhnya kepada pihak sekolah.

“Kita serahkan sepenuhnya kepada sekolah, terserah mau diapakan. Tugas kami hanya menjaga Kamtibmas dan salah satunya kenakalan remaja ini,” tegasnya. (vin/c2/bud/wnd/jpg)

Sumber: https://www.jawapos.com

Heboh Video ABG Mesum di Motor Dekat Wisma Atlet Kemayoran

Warganet digegerkan dengan beredarnya video dua orang remaja atau anak baru gede sedang berbuat mesum di sebuah lokasi, yang diduga dekat Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat.

Video mesum itu disebarkan Riweuh_ID melalui akun Instagramnya. Pada keterangan video, disebutkan perbuatan mesum itu dilakukan di trotoar Danau Sunter, Jakarta Utara pada Sabtu 21 Juli 2018.

Pasangan itu berbuat mesum di atas sepeda motor yang diparkir di tepi jalan. Dalam rekaman video keduanya terlihat cuek saja meski di ruas jalan itu ramai lalu lalang masyarakat.

Dalam video berdurasi 41 detik tersebut, terlihat si wanita sesekali pindah posisi di bawah dengkul si lelaki, tak lama pindah lagi ke atas, lalu bermesraan kembali dengan memeluk dan sesekali terlihat bercumbu.

Ketika dikonfirmasi, Kapolsek Kemayoran Komisaris Polisi Saiful Anwar mengaku pihaknya belum mendapatkan laporan dan informasi terkait aksi mesum remaja tanggung itu. Saiful mengklaim bahwa di wilayah hukumnya aman dan terkendali.

"Kalau wilayah Kemayoran tiap malam saya operasi, tapi terimakaaih infonya saya akan lebih intensifkankan lagi oprasi di sekitar Wisma Atlet," kata Saiful.

Untuk diketahui, Wisma Atlet Asian Games merupakan salah satu objek penting dalam perhelatan Asian Games 2018. Para atlet dan ofisial dari berbagai negara Asia dipastikan akan berdatangan ke tempat itu. (ren)

Sumber: https://www.viva.co.id

Sudah Buka Celana, 2 Mahasiswa Makassar Kepergok Goyang di Mobil

GOWA - Sepasang muda-mudi berinisial WH (21) bersama kekasihnya, AS (21) keporgok anggota Satuan Sabhara Polres Gowa diduga melakukan aksi mesum diatas mobil.

Keduanya keporgok di Jalan Tun Abdul Razak, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sabtu (9/6/2018) usai saat tarawih.

Bripka Gaffar Anggota Patmor yang mendapati pasangan tersebut menjelaskan, awalnya ia curiga dengan keberadaan mobil tersebut ditempat yang gelap dan sepi, setelah ia melakukan pemeriksaan ia melihat ia mendapati pasangan tersebut.

"Perempuan itu baru dia kasi naik celananya, saya langsung teriak kalau saya polisi, bahkan saat hendak saya tahan dan periksa, motor saya malah ditabraki," kata Gaffar.

Sementara itu, Aiptu Jamaluddin, Kasubnit Satuan Patmor Sabhara Polres Gowa mengatakan, saat anggota melintas atas nama Gaffar, ia melihat anggota ada mobil yang berhenti ditempat gelap dan mencurigakan.

"Anggota sudah pengamana salat tarawih, setelah mau balik dia temukan mobil yang mencurigakan, ternyata ada orang diatas diduga akan sedang berbuat mesum," ungkap Jamaluddin.

Menurut Jamaluddi, kedua mahasiswa hukum yang mengaku dari salah satu perguruan tinggi swasta itu telah diamankan di Mapolres Gowa untuk dilakukan pembinaan dan dipanggil masing-masing kedua orangtuanya.

"Dua-duanya mahasiswa dari Hukum, kami akan panggil masing-masing keduanya orangtuanya untuk masing-masing dilakukan pembinaan," ujar Jamaluddin.

Sumber: http://news.rakyatku.com

Sudah Telanjang, Sepasang Pelajar Kepergok Mesum di Kamar Mandi

Sepasang pelajar SMK di Kabupaten Gunungkidul diamankan petugas keamanan di Taman Kota, Wonosari, Senin (20/8/2018) malam, karena asyik berduaan di dalam kamar mandi.

Penjaga keamanan di Taman Kota, Bardan mengatakan, kedua pelajar berusia belasan tahun ini diamankan saat petugas tengah melakukan patroli keliling. Saat melintasi kamar mandi di sisi utara taman, pihaknya melihat ada sepasang pelajar berada di dalamnya.

"Kejadian semalam sekitar pukul 21.00, saat itu petugas tengah patroli. Kemudian memergoki ada dua pelajar sedang berduaan di kamar mandi. Saat dipergoki salah seorang diantaranya sudah dalam keadaan setengah telanjang," ujar Bardan, Selasa (21/8/2018).

Keduanya pun kemudian dibawa ke pos penjagaan untuk diinterogasi. "Orang tuanya kami panggil. Kemudian keduanya kami pulangkan," ungkap Bardanm dilansir laman Merdeka,

Bardan mengakui pihaknya sudah beberapa kali memergoki pasangan muda-mudi yang sedang berduaan. Seringnya muda-mudi berduaan itu, sambung Bardan karena situasinya memang remang-remang.

"Kami berharap kejadian serupa tak terulang kembali. Area publik harusnya dipakai untuk kepentingan yang positif dan tak disalahgunakan. Selain itu kami juga berharap agar dinas terkait bisa memberikan penerangan agar suasana di taman tak lagi remang-remang," tutup Bardan.

Sumber: http://news.rakyatku.com

Ketahuan Berbuat Mesum, Pasangan Ini Diguyur Air Selokan

Jakarta Sebuah video yang menunjukkan seorang pria dan wanita dimandikan air selokan menjadi viral di media sosial. Hal ini terjadi karena pasangan tersebut diduga telah berbuat mesum dan dipergoki oleh warga setempat.

Pada video yang beredar terlihat warga beramai-ramai mengguyur pasangan itu dengan air selokan menggunakan ember. Kejadian yang berlokasi di kawasan kota Langsa, Aceh, itu diunggah oleh akun instagram @makassar_info.

Awalnya terlihat seorang pria bertelanjang dada dan hanya mengenakan celana panjang hitam jongkok di pinggir selokan. Warga kemudian secara bergantian menyiraminya dengan air got berwarna hitam pekat. Setelahnya datang wanita berhijab hijau turut jongkok di samping selokan. Warga lantas melakukan hal yang sama kepadanya.

Meski begitu, ada yang menyebutkan bahwa pasangan ini telah melakukan nikah siri namun belum diketahui secara pasti tentang kebenaran hal itu. Begitupula dengan warga yang tak percaya dengan kabar tersebut.

Unggahan ini sontak saja dibanjiri banyak komentar warganet. Banyak yang mengaku setuju dengan hukuman yang diberikan oleh warga ini.

“Memang sudah sepatutnya pezina dihukum, walau hukuman seharusnya bukan disiram air got tapi di cambuk... Kalau pezina dikasihani, maka pezina lain pun tidak akan takut untuk melakukan zina... Wallahua'alam” tulis akun eryn_nheny

Namun tak sedikit pula yang menyayangkan tindak main hakim sendiri yang dilakukan oleh warga ini.

Seperti kata akun rekyaprian04, “Gak seharusny bgitu.. It sm aj main hakim sendiri.. Lah coba it diposisi kalian.. Gimana rasany? Gk ad solusi klo bgitu. Y baik2 aj jngn lah dipermalukn sperti it.. Mreka di pertemukan dngn orang tua ny dn langsung nikahkn. Karena dosa klian sma sperti dosa mreka yn diperbuat. Ingat hidup ini gk sempurna smua ad dosa d. Setiap manusia.. Sharusny kalin berfikir sblum bertindak. Karena hal trsebut tdk mrugikan kalian. Toh yg dosa dia. Masyaallah”

Sumber: https://www.liputan6.com

Dua Oknum Perawat Tepergok Mesum di WC Rumah Sakit

BLORA - Masyarakat dihebohkan dengan ulah dua orang oknum pegawai Rumah Sakit (RS) di Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Keduanya diduga berbuat mesum di dalam kamar mandi RS pada siang bolong.

Akibatnya, kedua orang itu dipecat manajemen rumah sakit.

Kedua oknum tersebut berinisial JS dan IS.

Mereka karyawan yang bertugas sebagai perawat di RS.

Hubungan asmara antar keduanya, disinyalir sudah berlangsung cukup lama.

Bahkan, pihak RS pernah melakukan pembinaan kepada yang bersangkutan.

Puncaknya pada pekan lalu, saat keduanya kepergok oleh Sriyono, petugas keamanan RS.

Sriyono memergoki kedua pasangan tak resmi ini sedang asyik berbuat mesum di dalam salah satu kamar mandi RS di Cepu pada siang hari.

Kabid Keperawatan RS PKU Muhammadiyah Cepu, Suprapto, saat dikonfirmasi membenarkan pemecatan kedua oknum pegawai tersebut lantaran kepergok berduaan di dalam kamar mandi RS.

"Benar, SK Pemecatan keduanya per tanggal 1 Agustus kemarin.

Saya tidak tahu persis kejadian detailnya. Tiba-tiba saya mendapat kabar seperti itu," tutur Suprapto, Selasa (7/8/2018).

Menurut Suprapto, oknum perawat IS sempat berpamitan kepada dirinya karena telah mendapat SK pemecatan.

“Mungkin ini pelajaran dari Allah buat saya, agar saya ke depan bisa berbuat lebih baik lagi,” ujar Suprapto menirukan perkataan oknum IS.

Suprapto mengaku sudah beberapa kali memperingatkan dan memberikan pembinaan kepada kedua oknum itu atas dugaan perselingkuhan.

Kedua oknum tersebut pernah menyatakan kesiapannya untuk diberi sanksi apabila ada hubungan spesial antara kedua belah pihak.

"Sebenarnya yang lebih paham persoalan ini adalah humas atau langsung ke direktur," tutur Suprapto.

Saat menemui bagian Humas, wartawan langsung diarahkan ke Manager Bidang Dakwah dan Pencitraan (Bindatra) RS PKU Muhammadiyah Cepu, sebagai atasan humas.

"Kami tidak berwenang menjawabnya," ujar Erlina, staf humas RS tersebut.

Sementara itu, Rohmah, Manager Bindatra RS PKU Muhammadiyah Cepu, lebih memilih bungkam.

Beberapa kali dirinya menegaskan tidak tahu menahu persoalan pemecatan dua orang oknum karyawan tersebut.

"Mohon maaf saya tidak bisa kasih keterangan terkait kasus ini. Informasi tertutup bagi kami. Itu privasi rumah sakit," pungkasnya. (Kontributor Grobogan, Puthut Dwi Putranto Nugroho)

Sumber: http://jogja.tribunnews.com

Sepasang Pelajar SMK Ditangkap Saat Berduaan di Toilet Taman Kota

Taman Kota Wonosari, Gunungkidul, Yogyakarta, sering disinyalir menjadi lokasi berbuat mesum. Terakhir pada Senin (20/8/2018) malam, petugas keamanan taman menangkap sepasang pelajar SMK yang akan berbuat mesum di kawasan tersebut. Penjaga kemananan di Taman Kuliner, wilayah Taman Kota Wonosari, Bardan mengatakan, kejadian penangkapan pasangan muda-mudi pelajar sebuah SMK di Gunungkidul terjadi saat petugas melakukan patroli. Keduanya dipergoki sedang berduaan di toilet taman yang berada di sisi utara yang memang sepi. Saat dipergoki, satu orang diketahui sudah setengah telanjang. "Kejadian semalam sekitar pukul 21.00 WIB, saat itu petugas tengah patroli, dan mengamankan keduanya lalu dibawa ke pos," kata Bardan saat dihubungi, Selasa (21/8/2018). Baca juga: Mesum di Siang Hari, Tiga Pasangan di Luar Nikah Diamankan Setelah diinterogasi, mereka dipanggil orang tuanya dan dipulangkan. Bardan berharap, kejadian ini tidak terulang dikemudian hari. Selain itu, area publik yang semestinya digunakan untuk kepentingan positif jangan sampai disalahgunakan. "Sudah beberapa kali kami menmergoki pasangan muda mudi. Ke depan kami berharap dinas terkait untuk memberikan penerangan karena disana memang remang-remang," ucapnya. Kepala Satpol PP Gunungkidul Dwi Warna Widi Nugroho mengakui, informasi mengenai adanya sarang mesum di Taman Kuliner memang sering terdengar. Bahkan dalam kegiatan patroli, lokasi tersebut kerap didatangi oleh petugas. “Jika nongkrong sampai larut malam, petugas langsung mengimbau agar segera pulang ke rumah masing-masing,” katanya. Perlu diketahui, lokasi Taman Kota Wonosari sebenarnya berada di pusat kota, bahkan hanya beberapa puluh meter dari kantor Pemkab Gunungkidul. Lokasi Taman Kuliner berada di seberangnya, dan cukup ramai saat malam hari.

Pemkab sendiri melengkapi dengan taman lalulintas dan panggung terbuka, yang cukup ramai pada sore menjelang malam. Untuk mengurangi aksi mesum pasangan muda-mudi, pemkab berencana untuk membangun gasebo membaca lengkap dengan perpustakaan. "Dulu ada konsep perpustakaan, harus benar-benar dibahas secara matang sehingga ide ada gasebo membaca ini bisa benar-benar diwujudkan dengan adanya stand perpustakaan," kata Anggota DPRD Gunungkidul Ari Siswanto. Dia berharap pemkab segera menindaklanjuti konsep perpustakaan. Pihaknya siap ikut mengawal sehingga merubah taman kota menjadi arena taman yang penuh kegiatan positif terlaksana.

Sumber: https://regional.kompas.com

Bisnis 'Esek-esek' di Saritem Belum Mati

Bunyi mesin hair dryer saut menyaut di salah satu rumah penjaja pekerja seks komersial (PSK) di lokalisasi Saritem, Kota Bandung. Salah satu PSK di ruangan tersebut tengah mengeringkan rambut pirangnya. Pupur dan lipstik sudah menempel pada wajahnya. Pakaiannya pun sangat menggoda. Dengan tanktop berwarna cerah, rok mini serta parfum yang berbau pekat ia siap menjajakan diri kepada pelanggan hidung belang yang sudah mengantre di Saritem.

Sementara itu, sekitar 5 sampai 6 wanita lain sedang asik bermain gawai sambil sesekali menyambut tamu yang datang, sekadar melihat-lihat. Tak jarang mereka menggoda para calon tamunya untuk berkencan.

"Ayo kang," sapa seorang wanita berpakaian seksi di salah satu rumah yang menjajakan PSK di Saritem kepada kumparan, Rabu (28/3).
Meski saat itu hari belum gelap, penikmat wisata esek-esek sudah nampak berkeliling di lorong-lorong gang Saritem. Mereka nampak melihat-lihat calon pasangan kencannya dari balik jendela. Bila tidak ada wanita yang sesuai, mereka bisa minta diantar berkeliling ke rumah lain sampai menemukan pasangan kencan yang pas.

Suasana tersebut terekam saat kumparan mengunjungi lokalisasi tertua di Kota Bandung itu, pada Rabu sore. Saat kumparan tiba di mulut gang Saritem, seorang calo langsung menghampiri. Ia mengajak kumparan berkeliling gang-gang yang menjajakan PSK.

"Aman ayeunamah ( kalau sekarang)," ujar calo tersebut kepada kumparan yang saat itu menyamar sebagai pelanggan.

Lokalisasi yang berada di Kecamatan Andir, Kota Bandung ini berada di tengah-tengah kota. Lokasinya hanya berjarak kurang lebih 5 kilometer dari Alun-alun Kota Bandung. Atau hanya berjarak 2 kilometer dari Stasiun Bandung.

Saritem adalah nama sebuah kawasan di daerah tersebut. Lokasinya berada di tengah pemukiman padat penduduk. Sekilas, tak ada yang beda dari suasana kawasan padat penduduk di Kota Bandung pada umumnya. Bocah-bocah nampak asik bermain bola di dalam gang, atau yang lainnya asyik di rumah ibadah.
Di dalam komplek Saritem terdapat sebuah masjid yang juga merangkap sebagai pondok pesantren. Jarak masjid tersebut dengan lokalisasi hanya berjarak sepelemparan batu saja. Bila berjalan kaki hanya perlu melangkahkan kaki sekitar 20 langkah.

Adapun, lokalisasi tersebut berada di sepanjang 3 gang yang masuk dalam 2 wilayah Rukun Warga. Rumah-rumah di dalam gang tersebut disulap menjadi losmen dan "ruang display" para PSK. Ada juga rumah yang dijadikan bar dan tempat makan.

Dalam setiap rumah, terdapat 5 hingga 12 wanita yang dijajakan. Umurnya pun bervariatif. Mulai dari 20-40 tahun. Saritem buka mulai pukul 11.00 WIB hingga 23.00 WIB.

"Kalau sore kayak gini masih sepi. Jadi pada nyantai. Kalau malam mereka kejar setoran. Jadi mainnya agak rusuh," kata calo itu.
Untuk tarif sekali kencan harganya bervariatif. Menurut calo yang mendampingi kumparan, harga sekali kencan di sana dipatok mulai dari Rp 150 ribu hingga Rp 600 ribu. Harga tersebut hanya untuk membayar tarif PSK-nya saja. Untuk kamar, minum dan perlengkapan seperti kondom pelanggan harus merogoh koceknya lagi.

"Kalau kamar mulai dari Rp 50 ribu sampai Rp 100 ribu. Yang Rp 100 ribu sudah lengkap dengan tv," katanya.
Calo tersebut pun menjamin soal kesehatan para PSK di Saritem. Menurutnya, PSK di sana rajin melakukan check-up untuk menghindari penyakit menular akibat berhubungan seks.

"Bersih-bersih di sini mah," ujarnya.

Saritem Sempat Digerebek
Sebenarnya, Pemerintah Kota Bandung telah menutup lokalisasi Saritem ini pada 2015. Saat itu, penggerebekan dalam skala besar dilakukan oleh Polrestabes Bandung. Ratusan PSK pun dikirim ke Dinas Sosial untuk diberikan penyuluhan dan diberi pelatihan.

Bahkan, Pemkot Bandung saat dipimpin oleh Wali Kota Ridwan Kamil telah berencana menyulap Saritem menjadi kawasan industri emas. Namun, hingga saat ini rencana tersebut belum juga nampak.

Jauh sebelum Ridwan Kamil memimpin, kawasan itu pun sempat digembor-gemborkan telah ditutup. Pada 2007, Pemkot Bandung di bawah kepemimpinan Wali Kota Dada Rosada, secara resmi menutup lokalisasi tersebut. Pemerintah pada saat itu, telah membeli sejumlah lahan di Saritem, salah satunya dibuat untuk dijadikan pondok pesantren At Taubah.

Namun, hingga saat ini upaya penertiban Saritem tak kunjung membuahkan hasil. Saritem tetap berdenyut mengikuti permintaan pasar yang tak pernah surut.

Sementara itu, sekitar 3 wanita secara serempak beranjak dari kursi tempat ia menunggu pelanggan dari dalam rumah. Salah satunya, ialah wanita berambut pirang yang baru saja mengeringkan rambutnya. Rupanya sudah ada tamu yang menunggu dia.

"Sudah ada yang manggil," ujar calo itu kepada kumparan.

Sumber: https://kumparan.com

Spa Esek-Esek Tawarkan Paket Komplit dengan Bandrol Rp 700 Ribu

DENPASAR-Praktek prostitusi terselubung berkedok spa mulai merambah Kota Denpasar.

Spa plus-plus atau spa esek-esek tanpa ijin atau bodong, ini juga menawarkan beragam paket. Mulai paket biasa, paket "mandi kucing", sampai paket komplit alias paket full service.

Menurut sumber, untuk paket komplet, customer atau pelanggan yang datang harus merogok kocek dari kantong sebesar Rp 700 ribu."Paket komplit itu yang paling mahal. Customer bayar Rp 700 ribu semua sudah sudah lengkap. Istilahnya paket full service,"terang sumber. (rb/pra/ika/mus/JPR)

Sumber: https://radarbali.jawapos.com

Fun Touristic Festival 2018 Jadi Ajang Promosi Pariwisata Natuna

Jakarta - Kesenian tradisional tari Zapin siap membuat heboh di pembukaan Fun Touristic Festival 2018. Event ini dihelat di Pantai Kencana, Kota Ranai, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Selasa (31/7/2018).

Fun Touristic Festival 2018 dihadirkan Pemerintah Kabupaten Natuna untuk mengangkat dan mempromosikan potensi pariwisata di Natuna. Wakil Bupati Natuna, Ngesti Yuni Suprapti, mengatakan bahwa sebagai salah satu kabupaten di Kepulauan Riau, Natuna memiliki potensi wisata yang tak kalah dengan daerah lain di Indonesia, terutama wisata bahari. Natuna memiliki garis pantai sepanjang 460 kilometer dan lebih dari 150 pulau.

Kondisi bawah laut Natuna juga masih terjaga, airnya bening. Dengan kekayaan terumbu karangnya, Natuna menyimpan spot selam yang indah.

Natuna juga memiliki ragam budaya yang kental dengan nuansa Melayu. Hal ini selalu menjadi daya tarik terkuat wisatawan, terutama wisatawan mancanegara. Sayangnya potensi tersebut masih belum terpublikasi secara maksimal.

"Ini sekaligus menunjukkan Natuna sebagai salah satu daerah terluar, menjadi gugusan terdepan dalam memajukan pariwisata tanah air," ujar Ngesti.

Ia menjelaskan, Fun Touristic Festival menjadi event pariwisata kedua. Sebelumnya, Pemkab juga sukses menggelar Senua Festival.

"Kami yakin penyelenggaraan event-event seperti ini merupakan unsur penting, ruh dalam pengembangan pariwisata," ucap Ngesti.

Lebih dari sekadar ajang promosi pariwisata, penyelenggaraan festival juga memiliki tujuan penting lainnya. Tujuan itu adalah memberikan multiplier effect yang besar terhadap perekonomian dan kesejahteraan masyarakat serta pelaku usaha.

"Kami tentunya akan terus mengupayakan menghadirkan event-event berskala nasional maupun internasional ke depannya," kata Ngesti.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten (Kadisparbud) Natuna, Erson Gempa Afriandi, menjelaskan bahwa Fun Touristic merupakan acara yang terdiri dari banyak rangkaian kegiatan yang menggabungkan unsur tradisional dan modern. Dengan begitu, acara ini dapat menghadirkan kegembiraan dan kekaguman wisatawan yang berkunjung ke Natuna.

"Penyelenggaan event ini juga sekaligus memperingati hari jadi Kota Ranai ke-147. Sekaligus yang menandai momen mulai menggeliat dan berkembang pesatnya Kota Ranai sebagai Ibu Kota Kabupaten Natuna sejak dahulu hingga sekarang," kata dia.

Adapun rangkaian kegiatan yang dihadirkan adalah Festival Band Remaja, Lomba Menyanyi Lagu Melayu, Permainan Gasing, Lomba Nyuluh/Bekarang, dan Festival Burung Berkicau. Sebagai puncak acara adalah Festival Layang-layang tradisi, kreasi, lollipop, electric light, hingga layang-layang Grande yang spektakuler karena dibawakan oleh Pelayang Internasiona dari tujuh negara.

"Gelaran event seperti ini juga dapat menaikkan citra positif pariwisata Natuna di mata dunia," ujar Erson.

Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional I Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Masruroh, mengatakan bahwa event ini bisa menjadi trigger agar pemerintah setempat konsisten menyelenggarakan kegiatan ini secara rutin dan terjadwal.

"Bila penyelenggaraan semakin baik, bisa diusulkan agar masuk dalam kalendar event pariwisata nasional,” kata Masruroh.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya, menjelaskan bahwa agar Pemerintah Daerah terus menjaga akses, amenitas, atraksi di Natuna.

"Lokasi Natuna berada di ujung utara Indonesia, langsung berbatasan dengan Vietnam dan Kamboja, serta perairannya menjadi rute pelayaran internasional Hongkong, Jepang, Korea hingga Taiwan. Sehingga sangat potensial untuk mendatangkan wisman, harus terus banyak acara yang bisa mendatangkan Wisman,” ucapnya.

Sumber: https://www.liputan6.com

Festival Padang Melang Angkat Potensi Wisata di Anambas

JAKARTA -- Festival Padang Melang 2018 akan berlangsung pada 26 hingga 27 Agustus 2018 di Padang Melang, Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat dengan kehadiran para wisatawan mancanegara ke kepulauan itu.

Padang Melang yang menjadi lokasi festival adalah pantai pasir putih sepanjang sembilan kilometer di Pulau Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau. Beragam pertunjukan akan ditampilkan dalam festival yang bertajuk Helat Budaya Melayu Pesisir tersebut.

"Kami mengangkat salah satu tradisi budaya lokal, yakni tolak bale untuk memohon keselamatan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Kepulauan Anambas, dan Indonesia pada umumnya," ujar Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Anambas Masykur.

Selain itu, Festival Padang Melang 2018 juga akan mempertontonkan pentas Mendu, Gobang, Zapin, Layang-layang, Dendang Melayu, Explore Anambas Under Water, Bazar dan kuliner lokal, serta pertunjukan musik dengan tajuk Song on The Sea.

Festival itu diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas bekerja sama dengan Kelompok Sadar Wisata dari Desa Batu Berapit, Desa Mampok, dan Desa Landak, Kecamatan Jemaja, serta Desa Belibak, Kecamatan Palmatak, Kabupaten Kepulauan Anambas.

Perhelatan yang digelar untuk ketiga kalinya itu, rencananya dihadiri sejumlah wisawatan asing dari Australia dan Eropa yang menggunakan enam kapal pesiar dan sejumlah pengunjung dari kota-kota lain di Indonesia.

Desa-desa wisata sekitar Pantai Padang Melang telah siap untuk menerima dan menjamu para wisatawan, baik asing maupun lokal, yang hadir dalam festival itu.

Asisten Deputi Pemasaran I Regional 1 Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Masruroh, mengatakan, mendukung berbagai inisatif penyelenggaraan festival, seperti Festival Padang Melang ini yang juga berfungsi sebagai sarana promosi wisata potensi wisata yang dimiliki Kepulauan Anambas. Sehingga menjadi sarana promosi untuk mengundang ketertarikan para wisatawan dari mancanegara mengunjungi Anambas.

"Diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat dengan kehadiran para wisatawan mancanegara ke kepulauan itu," ujar Masruroh.

Sumber: https://www.republika.co.id

Pengukuhan Pengurus Dewan Adat Dayak Kepri

KEPULAUAN RIAU - Syamsuddin Uti Ketua Kerukunan Bubuhan Banjar (KBB) Provinsi Kepri juga wakil Bupati Indragiri Hilir hadiri pengukuhan Pengurus Dewan Adat Dayak (DA) Provinsi Kepulauan Riau.

Pengukuhan tersebut bertempat di Aula Asrama Haji Tanjung Pinang, Hajjah Susilawati, S. Ag, MEd dipercaya menjadi Ketua Umum Dewan Adat Dayak Provinsi Kepulauan Riau Periode 2018-2023, Minggu (29/07).

Saat Menyampaikan Sambutan Hj Susilawati S mengaku terharu karena di percaya sebagai ketua Umum Dewan Adat Dayak Provinsi Kepulauan Riau Periode 2018-2023

"Mudah-Mudahan organisasi ini akan membawa hal-hal yang baru dan kontribusi kepada daerah kepri dibidang sosial budaya dan terimakasih kepada H. Syamsuddin Uti Ketua Kerukunan Bubuhan Banjar (KBB) Provinsi Kepri dan Sekjen Majelis Adat Dayak Nasional (MADN)"

Hj Susilawati mengaku organisasi ini sudah mendunia nantinya di Kepri. kepada Daerah pun diminta berkomitmen akan memberikan masukan-masukan kepada daerah kepri dalam soal pembangunan

"Dengan warga disini kita bersama saja membangun dewan adat Dayak Bersama dengan Kerukunan Bubuhan Banjar (KBB) Provinsi Kepri dan Mudah-Mudahan semuanya bersama dan menjaga marwah adat dayak dan Kerukunan Bubuhan Banjar (KBB) Provinsi Kepri" Ujar nya

Ia pun berharap Kepada pemerintah daerah Dengan kehadirian Dewan Adat Dayak ini dapat diperhatikan agar pengurus Dewan Adat Dayak provinsi kepulauan ini pun akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menjembatani masyarakat Dayak.

"Mudah-Mudahan dengan kehadiran Dewan Adat Dayak (DAD) Provinsi Kepulauan Riau & Kerukunan Bubuhan Banjar (KBB) Provinsi Riau semuanya bersatu untuk bersama-sama membangun daerah kepri."Harapnya

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Majelia Adat Dayak Nasional (MADN) Yakobus Kumis berharap Kepada Hj. Susilawati, S. Ag, MEd Ketua Umum Dewan Adat Dayak yang baru terpilih kiranya mampu menjadi ujung tombak dalam rangka mempersatukan kekuatan masyarakat yang ada di daerah Kepri

"Harus bisa menjadi juru damai dan memdamaikan kalau ada persoalan-persoalan komplik, diharapkan mampu ujung tombak membantu pemerintah dalam proses percepatan pembangunan daerah dan diharapkan mampu juga mengatasi kalau ada persoalan-persoalan khususnya penyakit masyarakat dengan Narkoba" ujarnya

Untuk itu Yakobus mengatakan Dewan Adat Dayak (DAD) bukan organisasi eklusif tapi organisasi harus merakyat , sosialisasi dan Silahturahmi dengan semua kekuatan organisasi yang lain baik di antaranya Lembaga Adat Melayu, Tionghoa, Budaya Jawa, Bugis, Batak dan lain lain

"Harapan kita organisasi kita ini harus mampu menggerakkan dan kedepan bisa Dewan Adat Dayak (DAD) Provinsi Kepulauan Riau, melarih diri menjadi pemimpin masa depan di Kepri" Harapnya

H. Syamsuddin Uti Ketua Kerukunan Bubuhan Banjar (KBB) Provinsi Kepri saat menghadiri Pengukuhan tersebut mengatakan melihat perkembangan Kerukunan Lewat ada Dayak Di Kepri dan Harus ada contoh buat indragiri hilir tentang kebersamaan kita yang ada di inhil

"Apa lagi saya menjadi seorang di percaya kabupaten Inhil kerukunan ini perlu sekali dan Tembilahan terdiri beberapa suku persatuan inilah kita harus jaga"Ucarnya

Samsudin Uti pun merasa bangga melihat jalinan komunikasi cukup tinggi sekali oleh masarakat dayak yang ada di Kepulauan Riau Ini

"Harapannya saya kedepan insa allah kedepan kita akan buat juga karena tembilahan itu bersuku-suku maka kita harus buat di inhil seperti ini"ujarnya

Samsudin Uti pun berharap dengan adanya adat Adat Dayak (DA) Provinsi Kepulauan Riau akan berkembang baik dan akan berkembang lagi semuanya karena banyak ragam dan perlu ada kesatuan dan persatuan.(ADV)

Sumber: http://gagasanriau.com

Peserta 'Belajar Bersama Maestro' Tampilkan Hasil Workshop

JAMBI - Sebanyak 50 peserta Belajar Bersama Maestro melakukan pertunjukan hasil dari workshop yang telah mereka ikuti di Taman Budaya Jambi, Sabtu (11/8).

Pertunjukan ini merupakan penutup dari rangkaian workshop yang dilaksanakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Balai Pelestarian Nilai Budaya Kepulauan Riau. Workshop ini dilakukan untuk melestarikan budaya musik tradisional terutama rentak gendang.

"Kepada seluruh peserta latihannya jangan berhenti sampai di sini, agar musik tradisional melayu tidak hilang di telan masa," ucap Parasian Simamora, Ketua Panitia Balai Pelestarian Nilai Budaya Kepulauan Riau, Sabtu (11/7).

Sebelum menutup acara, Kepala Taman Budaya Jambi, Didin Sirojudin mengajak seluruh tamu dan peserta untuk berdoa atas kepergian maestro tradisi Jambi Iskandar Zakaria. Setelah berdoa Didin menyampaikan rasa terima kasih kepada Balai Pelestarian Budaya Kepulauan Riau.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Balai Pelestarian Budaya yang telah berkali-kali melaksanakan kegiatan di Provinsi Jambi. Ini merupakan salah satu kepercayaan dari Balai Pelestarian Nilai Budaya Kepulauan Riau kepada kita," ucap Didin Sirojudin selaku Kepala Taman Budaya Jambi.

Selain itu Kepala Taman Budaya Jambi juga berharap kepada peserta workshop agar menjadi pewaris dari musik gendang melayu.

Pada workshop Belajar Bersama Maestro ini peserta dididik oleh maestro musik tradisional Zulkarnain. Peserta diajarkan pola ritme dasar-dasar tradisi yang terdiri dari pola ritme langgang, zapin, mak inah dan joget.(mwc)

Sumber: http://jambi.tribunnews.com

Festival Padang Melang di Riau Tampilkan Budaya Melayu Pesisir

Jakarta - Festival Padang Melang 2018 yang mempertunjukkan beragam kesenian Melayu pesisir akan dihelat pada 26-27 Agustus mendatang. Festival ini akan digelar di Padang Melang, Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau.

Padang Melang yang menjadi lokasi festival adalah pantai pasir putih sepanjang sembilan kilometer di Pulau Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau. "Kami mengangkat salah satu tradisi budaya lokal, yakni tolak bale untuk memohon keselamatan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Kepulauan Anambas, dan Indonesia pada umumnya," ujar Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Anambas Masykur, dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Rabu, 26/7.

Selain itu perhelatan juga akan mempertontonkan pentas Mendu, Gobang, Zapin, Layang-layang, Dendang Melayu, Explore Anambas Under Water, Bazar dan kuliner lokal. Tak lupa bakal ada pertunjukan musik dengan tajuk Song on The Sea.

Festival itu diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas bekerja sama dengan Kelompok Sadar Wisata dari Desa Batu Berapit, Desa Mampok, dan Desa Landak, Kecamatan Jemaja. Juga bekerja sama dengan Kelompok Sadar Wisata Desa Belibak, Kecamatan Palmatak, Kabupaten Kepulauan Anambas.

Kusen Alipah Hadi, dari Yayasan Umar Kayam Yogyakarta yang telah melakukan pendampingan literasi kebudayaan pada beberapa desa wisata di Kepulauan Anambas, menyatakan perhelatan itu sebenarnya alat untuk pengembangan masyarakat di pulau terluar Indonesia.

"Selama hampir satu tahun sejak tahun 2017, atas dukungan Medco E&P Natuna Ltd kami berproses bersama Desa Mampok dan Desa Belibak untuk bersama-sama mengembangkan potensi kebudayaan, tradisi, dan sumber daya alam berupa kecantikan Kepulauan Anambas," ujar dia.

Perhelatan yang digelar untuk ketiga kalinya ini, akan dihadiri sejumlah wisawatan asing dari Australia dan Eropa. Mereka datang dengan menggunakan enam kapal pesiar. Juga akan hadir pengunjung dari kota-kota lain di Indonesia.

Desa-desa wisata sekitar Pantai Padang Melang telah siap untuk menerima dan menjamu para wisatawan, baik asing maupun lokal, yang hadir dalam festival itu

Kementerian Pariwisata berharap festival ini memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat. "Kementerian mendukung berbagai inisatif penyelenggaraan festival, seperti Festival Padang Melang ini yang juga berfungsi sebagai sarana promosi wisata potensi wisata yang dimiliki Kepulauan Anambas," kata Asisten Deputi Pemasaran I Regional 1 yang membawahi wilayah Sumatera, Singapura, Thailand, dan Indocina, Masruroh.

Sumber: https://travel.tempo.co

Jalan Terjal Melawan Bisnis ‘Lendir’

Selama ini, hampir semua upaya pemerintah dalam pemberangusan korporasi penjaja birahi kelas kakap di Indonesia kerap terkendala. Tak lain karena para pemilik korporasi haram ini secara legalitas mengantongi izin usaha, ditunjang dengan kemampuan mereka dalam menyembunyikan praktik-praktik dunia hitam secara rapi.

Situasi ini berbanding terbalik dengan prostitusi kelas teri. Dimana ia tak memiliki legalitas, sehingga mudah untuk diberangus. Keberhasilan penutupan Alexis Hotel oleh Gubernur DKI Jakarta, setidaknya menjadi bukti bahwa tak ada kata kompromi untuk melawan praktik bisnis ‘lendir’.

Dengan demikian, memerangi praktik prostitusi tidak hanya melulu menyasar pada kelas ‘gurem’ seperti Kalijodo, namun juga berlaku pada prostitusi kelas elit layaknya Alexis. Semua sepakat bahwa prostitusi merupakan praktik kejahatan yang dilarang keras oleh negara. Selain melanggar hukum, prostitusi bertentangan dengan nilai-nilai ketimuran.

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa (26/4/2015) pernah mengatakan persoalan praktik prostitusi perlu penegakan hukum tegas. Ini menyusul praktik prostitusi di Indonesia dinilainya sudah kian memprihatikan.

Ada empat persoalan mendasar, kata Khofifah terkait prostitusi, yaitu tindak perbudakan, kriminalitas, eksploitasi, dan perdagangan manusia. Menurutnya, prostitusi dan pornografi sudah paralel dan saling terkait.

Sama halnya dengan penutupan tempat prostitusi di Gang Dolly, Surabaya maupun Kalijodo semua sepakat untuk memerangi praktik jual beli birahi. Dalam hal ini, penutupan Alexis mestinya juga harus disambut antusias, layaknya penggusuran Kalijodo maupun Gang Dolly. Bukan malah sengaja digembosi lantaran membawa sentimen pribadi.

Kita harus jernih mendudukkan persoalan prostitusi terselubung di Alexis. Sebab prostitusi merupakan sebuah kejahatan. Di dalamnya terdapat mata rantai perbudakan, kriminalitas, eksploitasi dan perdagangan manusia.

Namun perjuangan melawan praktik prostitusi dewasa ini tampaknya menemui jalan terjal, ketika sebagian kalangan justru menyerang balik pemerintah pasca penutupan Alexis Hotel. Ini lucu, gerakan melawan bisnis ‘lendir’ berujung perlawanan nyinyir. Membenarkan yang salah dan menyalahkan yang benar.

Yang tak habis pikir, apa untungnya membela mati-matian Alexis yang sudah jadi rahasia umum sebagai sarang prostitusi elit di ibukota?

Dunia sepakat bahwa prostitusi adalah musuh bersama yang harus terus dilawan. Dengan tak memberikan izin beroperasi, setidaknya pemerintah telah berupaya secara tegas mendorong dan mengawal moral bangsa. (Gendon Wibisono)

Sumber: https://nusantaranews.co

Bisnis Lendir Prostitusi Online Menjamur di Media Sosial

MAKASSAR - Para wanita pekerja seks komersial (PSK) saat ini menjajakan dirinya melalui media sosial (medsos). Dengan penawaran harga yang beragam, mulai Rp500 ribu hingga Rp1,5 juta.

Hasil dari penelusuran SINDOnews di wilayah Makassar, prostitusi online ini paling banyak ditemukan di aplikasi wechat dan beetalk.

“Mereka punya ciri-ciri khusus di medsos, seperti di beetalk memasang status bisa, bo, call me, memasang nomor hp dan gambar lipstik atau uang dollar,” kata Irfan salah satu laki-laki penikmat prostitusi online.

Adapun lokasi yang kerap digunakan sebagai tempat transaksi bisnis lendir ini biasanya di hotel-hotel melati yang berada di kawasan Kecamatan Panakkukang. Bahkan, tak tanggung-tanggung para PSK menawarkan rumah kontrakannya sebagai tempat transaksi.

Kata Irfan, wilayah paling mudah menemukan PSK online ini di sekitaran Jalan Boulevard, Panakkukang dan Pengayoman.

“Harganya tergantung negosiasi, mereka biasanya patok harga tinggi dan terjadi tawar menawar hingga deal harga. Ada yang patok sampai Rp1,5 juta, Rp750 ribu, dan Rp500 ribu. Biasanya dengan harga ini sudah termasuk biaya sewa kamar wisma atau hotel,” jelasnya.

Dalam proses transaksi para PSK online pun tidak begitu mudah langsung mempercayai para pelanggannya. Ketika sudah terjadi transaksi secara online, mereka biasanya meminta kepastian.

“Kalau sudah deal harga mereka baru menunjukkan lokasinya dengan bukti foto saat sudah berada di lokasi (wisma). Prostitusi ini sangat mudah, tidak seperti di tempat-tempat pijat tradisional. Jadi saya rasa penikmatnya banyak karena sangat privasi,” sambung Irfan.

Sumber: https://makassar.sindonews.com

Bisnis Lendir Makin Menjamur

Pekerja seks komersil (PSK) yang tak pernah habis meramaikan bisnis prostitusi di Kabupaten Cianjur.

Para penjaja seks ini masih bertahan karena dipengaruhi berbagai faktor, salah satunya masih adanya sikap yang kurang tegas dari aparat untuk menegakan peraturan daerah (perda).

Sepak terjang kupu-kupu malam ini justru tak pernah berkurang meski penertiban gencar dilakukan. Seolah tak gentar, mereka setia dengan aktivitas bisnis lendir ini mencari mangsa setiap pria hidung belang.

Psikolog Cianjur, Lidya Indayani Umar mengatakan, keberadaan PSK tak akan habis apabila petugas tidak tegas untuk memberantas.

“Perda kan sudah ada, jadi di sini hanya tinggal ketegasan dari penegak hukum. Jangan hanya diberi hukuman administrasi saja,” ujarnya kepada Radar Cianjur.

Menurutnya, kebanyakan PSK ini ternyata disinyalir bukan merupakan warga asli Cianjur.

Justru kebanyakan dari mereka berasal dari daerah luar yang mencoba mengadu nasib dengan menjajakan diri di Kota Taucho ini. Hal itu dikarenakan keberadaan mereka yang jauh dari lingkup keluarga.

Pasalnya, apabila diketahui oleh sanak saudara maka otomatis para PSK ini akan malu. Sehingga, mereka memilih untuk bertolak ke daerah lain seperti Cianjur untuk mencari nominal rupiah.

Lidya menambahkan, tentu ini menjadi tugas tambahan bagi pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur dalam menertibkan dan harus ada efek jera agar tidak mengakar. Salah satu caranya, dengan mengembalikan mereka kepada pihak keluarga.

Di sejumlah daerah, kebanyakan diantaranya hanya diberikan denda administrasi sebesar Rp50 ribu, sehingga hal itu yang membuat para PSK tak ada kapok-kapoknya untuk kembali berjibaku dalam kegiatan prostitusi ini.

Banyak faktor yang menjadikan para penjaja prostitusi ini tetap pada profesinya. Mulai dari kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) serta faktor ekonomi yang menyelimuti kehidupannya.

“Banyak faktor yang membuat mereka tetap pada jalur kelam ini, mulai dari KDRT hingga ekonomi dan bahkan ada juga yang sudah menjadi hobi dalam melakukannya,” paparnya.

Untuk itu, permasalahan ini harus menjadi tugas bersama untuk menuntaskan persoalan sosial yang tak pernah ada ujungnya, sehingga harus ada solusi konkrit dari permasalahan-permasalahan yang didera oleh para PSK ini.
(radar cianjur/kim)

Sumber: https://radarsukabumi.com

Ngamar Bareng PNS, Wanita Seksi Tutup Badan dengan Selimut

PONOROGO - Pegawai negeri sipil (PNS) berinisial R mencoreng citra Pemerintah Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.

Pasalnya, dia terkena razia saat ngamar bersama wanita yang bukan istrinya di sebuah hotel di Jalan Ahmad Dahlan, Jumat (27/7).

Saat itu, warga Magetan tersebut kaget bukan kepalang ketika pintu kamar diketuk oleh petugas.

Sementara itu, si wanita yang berpakaian minimalis langsung menutupi tubuhnya dengan selimut ketika petugas masuk.

R dan si wanita tidak berkutik ketika petugas menanyakan kartu pernikahan.

Mereka lantas digelandang ke Mapolsek Ponorogo. Petugas juga berhasil menciduk empat pasangan mesum di hotel lain.

Dalam operasi itu, Polsek Ponorogo Kota dibantu jajaran TNI dan satpol PP.

Razia digelar mulai pukul 21:30 WIB. Tim dibagi menjadi dua regu.

Regu pertama yang dipimpin Kapolsek Ponorogo Kota AKP Lilik Sulastri langsung menyasar salah satu hotel di Jalan Jenderal Sudirman.

Hasilnya, petugas berhasil menciduk satu pasangan mesum di salah satu hotel.

’’Di beberapa hotel kami amankan sekitar lima pasangan bukan suami istri. Semua tertangkap basah sedang berduaan di kamar,’’ terang Lilik. (her/c1/sat)

Sumber: https://www.jpnn.com

Heboh PNS Mesum Disiram Air Selokan di Aceh

Sebuah video yang memperlihatkan dua orang yang diduga pegawai negeri sipil atau PNS tengah disiram air selokan viral di media sosial. Video tersebut ramai dibagikan warganet usai diunggah oleh akun Facebook Agus Nawan pada Minggu, 29 Juli 2018.

Dilansir dari laman Kriminologi.id (jaringan Suara.com), dalam video berdurasi berdurasi 1 menit itu, tampak seorang pria yang bertelanjang dada tengah disiram air selokan oleh warga. Salah satu warga yang menyiram pria tersebut mengambil air selokan menggunakan sebuah ember plastik.

Setelah pria tanpa pakaian itu basah usai disiram beberapa kali menggunakan air selokan, seorang wanita yang mengenakan setelan busana hijab warna hijau pun turut disiram. Wanita tersebut lalu jongkok di samping sang pria.

Berdasarkan keterangan video, kedua orang tersebut merupakan pasangan mesum yang tertangkap basah oleh warga tengah bertindak asusila. Diduga salah satu dari pasangan mesum tersebut merupakan seorang PNS yang bertugas di Bappeda Kota Langsa, Provinsi Aceh.

Kejadian ini diketahui terjadi di Dusun Bukit, Kelurahan Gampong Paya Bujoek Seulemak, Kecamatan Langsa Baro, Kota Langsa, Aceh pada Sabtu, 28 Juli 2018 lalu.

Video ini telah dilihat sebanyak 153 ribu kali dan telah dibagikan oleh lebih dari 150 warganet.

Sumber: https://www.suara.com

Tepergok Nonton Film Esek-esek oleh Istri, Tak “Dijatah” Seminggu

MESKI sudah memiliki istri, namun Tole (nama samaran), 36, warga Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, masih hobi nonton film porno. Hal itu membuat Minthul (juga nama samaran), 35, istrinya, risih. Padahal, mereka berdua tergolong pengantin baru. Dimana soal urusan ranjang, masih hot-hot-nya.

Belakangan, Minthul yang sudah tidak tahan dengan hobi suaminya itu, menuntut cerai. Pasalnya, Tole lebih bergairah saat nonton film daripada “main” dengan istrinya. Koleksi film yang dimiliki Tole tak main-main. Ia sampai menyediakan flashdisk khusus untuk koleksi film pornonya.

Hobi itu ia salurkan dimana ia bisa menonton. “Dimana saja dan kapan saja yang penting ada kesempatan,” ceritanya tanpa menyesal. Saat bekerja pun aktivitas tersebut seringkali ia lakukan. “Tapi saat istirahat saja, kalau sedang bekerja ya tidak,” katanya membela diri.

Tole semakin menjadi-jadi setelah menemukan partner teman seprofesinya. Sebab, temannya inilah yang kemudian menyediakan beragam koleksinya untuk dibagikan pada Tole. Maklum, temannya ini belum memiliki istri.

“Saya dapat dari teman, setiap ketemu saya tanya ada koleksi baru nggak nih?” katanya. Begitu ada koleksi terbaru, langsung saja tablet milik temannya dengan cepat berpindah tangan. Tak perlu waktu lama, film esek-esek itu tersimpan di flashdisk Tole.

Nah, malam itu ceritanya Tole sedang menyalurkan hobi tersebut. Diam-diam sang istri yang sudah kebelet ingin dibelai, mendapati Tole asyik sambil tengkurap melihat film tersebut. “Tiba-tiba istri saya ngamuk saat tahu saya nonton film,” katanya terbahak-bahak.

Menurut Tole, istrinya sering curiga ketika ia melihat laptop sambil tengkurap. “Dan memang iya, sambil tengkurap nontonnya lebih asyik,” katanya. Saat kemarahan memuncak itulah, Mintul mengancam tidak akan memberikan jatah seminggu jika kebiasaan itu tidak dihentikan.

Dan, akhirnya ancaman itu terbukti. Selama seminggu Tole tak dapat jatah dari istrinya. “Kalau diajak bilang capek lah, yang tidak enak badan lah, intinya menolak,” ujar Tole. Namun dasar Tole, sepertinya ia sudah keranjingan nonton film haram tersebut. “Tapi sekarang nontonnya sembunyi-sembunyi,” katanya sambil berlalu. (br/sid/mie/mie/JPR)

Sumber: https://radarbromo.jawapos.com

Cara Unik PSK Sunan Kuning Semarang Tolak Penutupan Lokalisasi

Para pekerja seks komersial atau PSK di kompleks Resosialisasi Argorejo atau Sunan Kuning Semarang kompak menolak penutupan. Mereka menyuarakan penolakan itu dengan cara unik. Salah satunya mengenakan atribut kaus bertulis 'Pray For Sunan Kuning'.

Langkah sejumlah PSK menolak penutupan yang dilakukan Kementerian Sosial dan Pemkot Semarang pada 2019 disuarakan pada pertemuan di balai RW 006, Kalibanteng Kulon, Kamis, 2 Agustus 2018. Dalam diskusi publik bertajuk 'Kesehatan di Tengah Sampah Masyarakat' itu para PSK hadir dan mengungkapkan kekhawatiran mereka soal rencana ditutupnya lokalisasi terbesar di Ibu Kota Jawa Tengah itu.

"Kalau SK ditutup ya jangan. Teman-teman kami mau kerja ke mana? Kalau beroperasi di jalanan kan enggak ada yang melakukan screening kesehatan dan tes rutin," kata EN, salah seorang PSK.

Perempuan yang mengenakan kaus hitam bertulis 'Pray For Sunan Kuning' itu mengaku isu penutupan Sunan Kuning telah membuat resah ratusan penghuninya. Mereka khawatir mata pencaharian mereka akan hilang begitu saja tanpa solusi yang jelas.

Karenanya di bagian belakang kaus yang dikenakan para PSK, sejumlah kalimat unik dituliskan. Mulai dari 'Kami Hanya Butuh Makan untuk Hidup' hingga "Pelacur Hebat! Koruptor Bangsat!'.

"Kami pakai kaus ini agar masyarakat bersimpati. Sebaiknya rencana penutupan ini ditunda, daripada nanti kami malah (menjajakan diri) di jalan-jalan," sebutnya.

Selama ini, lanjut EN, para PSK sudah berupaya memperbaiki diri dengan mengikuti ragam pelatihan tata boga, menjahit, hingga salon kecantikan. Pelatihan itu diikuti para PSK sebulan sekali untuk mempersiapkan diri beralih profesi di luar bisnis esek-esek.

"Saya sudah setengah tahun latihan bikin roti sama tahu kedelai. Manfaatnya sedikit demi sedikit sudah saya rasakan, krenteknya mau jualan apa nanti kalau keluar dari SK, sudah ada bayangannya," aku perempuan 53 tahun tersebut.

Di usianya yang senja, EN memilih menjadi relawan penyuluh kesehatan yang bergerak di bawah arahan pengelola Resos Argorejo. Tugasnya jelas. Saban hari, ia menyambangi satu per satu wisma untuk menyosialisasikan fungsi pemakaian kondom dan manfaat screening kesehatan untuk mendeteksi penyakit berbahaya.

Nenek lima cucu itu berharap para pekerja seks bisa mentas sebelum Sunan Kuning ditutup pada 2019. Saat ini, ia mengatakan, masih terdapat 488 pekerja seks yang masih menjajakan diri di 150 wisma di Sunan Kuning.

"Itu yang punya kartu anggota resmi dari resos. Di luar itu banyak yang ditemukan jadi freelance (paruh waktu). Itu yang malah mengkhawatirkan karena tidak terpantau pengurus," tuturnya.

Sementara itu, Ari Istiadi, selaku koordinator Keamanan Sunan Kuning dari Lentera ASA, mengaku pihaknya masih getol mengupayakan agar penutupan Sunan Kuning dapat ditunda. Hal itu lantaran program pengentasan yang selama ini dilakukan cukup berjalan baik.

Jika tiba-tiba saja Sunan Kuning ditutup, pihaknya tidak berani menjamin mereka akan langsung kembali ke masyarakat dengan baik. Karena hal itu butuh kajian mendalam hingga para PSK benar-benar dapat berubah.

"Sengaja kami kumpulkan sejumlah NGO dan perwakilan anak asuh agar benar-benar paham manfaat cek kesehatan yang rutin diadakan di sini. Mudah-mudahan pemerintah tergerak untuk mengkaji rencana penutupan resos pada 2019 nanti," katanya.

Sumber: https://www.viva.co.id

Geliat BisnisLendir, Banting Harga dari Rp300 Ribu jadi 100 Ribu, Satpol PP Tambah Ketat

BALIKPAPAN – Meskipun gencar dirazia, tempat esek-esek tetap berani buka. Bahkan eks lokalisasi yang telah dinyatakan ditutup sekalipun seperti Km 17 dan Manggar Sari. Sejumlah warga memastikan dua tempat maksiat itu kembali buka namun secara sembunyi-sembunyi.

“Mana ada tutupnya, kalau razia baru tutup. Sama saja Km 17 dan Manggar Sari, masih buka apalagi malam minggu ini pasti ramai,” beber seorang pria berinisal LR, yang kerap menikmati perjalanan cinta sesaat di dua eks lokalisasi tersebut.

Dia menjelaskan, dalam sekali kencan dengan wanita penjaja seks di sana biasanya antara Rp 150 ribu hingga Rp 300 ribu. Namun harga tersebut bisa turun lagi setelah nego di tempat. “Kadang malah Rp 100 ribu dikasih,” ucapnya sambil tertawa.

Sementara itu, Plt Kasat Pol PP Arbain Side melalui Kasi Operasi Satpol PP, Siswanto mengatakan pihaknya akan menggencarkan patroli ke wilayah tersebut. Karena diakui di dua lokasi tersebut disinyalir masih membuka operasi prostitusi.

“Yang pastinya kami akan gencarkan ke sana, dengan lebih rutin lagi melakukan patroli wilayah. Jika memang kedapatan kami akan tindak tegas sesuai peraturan daerah, dan ancamannya juga ada,” tegas Siswanto.

Terlebih lagi, jika mereka merupakan penduduk luar daerah pihaknya akan langsung memulangkannya ke kampung halamannya dengan menggunakan biaya sendiri. Sementara, pemilik bangunan yang dengan sengaja menyediakan tempat sebagai lokasi prostitusi akan ditindak sesuai peraturan, sanskinya sendiri bahkan sampai pembongkaran bangunan.

Selain dua eks lokalisasi yang menjadi target sambung Siswanto, pihaknya juga tengah melakukan pengawasan terhadap sejumlah panti pijat yang juga menyediakan jasa esek-esek. Dia menegaskan pencabutan izin operasional akan dilakukan ketika panti pijat tersebut kedapatan membuka praktek proatitusi terselubung.

“Jika ada panti pijat yang kedapatan menyediakan jasa plus-plus yang pasti izin operasionalnya di cabut dari pemkot. Tapi sejauh ini masih tertib semua, kami harap seterusnya juga bisa tertib,” pungkasnya.

Untuk mempersempit praktek prostitusi terselubung, pihaknya rutin bersama kelurahan untuk melakukan razia dengan sasaran indekos yang juga kerap dijadikan tempat sebagai bisnis esek-esek. (pri/yud)

Sumber: https://fajar.co.id

Siak Siapkan Seni Melayu Saat Kedatangan Kirab Obor Asian Games

Siak - Pemerintah Kabupaten Siak menyiapkan penampilan kesenian Melayu saat kirab obor Asian Games mampir ke kota itu pada 1 Agustus mendatang. Keriaan akan digelar di lapangan Siak Bermadah di depan Istana Siak.

Beragam kesenian yang dipertunjukkan kepada rombongan kirab obor Asian Games itu antara lain tarian Melayu dan pemberian tanjak (ikat kepala khas Melayu).

Lalu, menjelang tengah malam, sekitar pukul 22.00, obor Asian Games akan dibawa berlari oleh atlet, Bupati Siak, Kapolres, dan unsur Forkopimda dari depan Istana Siak sampai Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah. Dua tempat itu adalah ikon pariwisata Kabupaten Siak.

Riau merupakan jalur ke-27 yang dilewati api obor Asian Games setelah start pada 15 Juli 2018 dari Delhi, India. “Pada jalur ke-18, obor sudah masuk ke Indonesia,” kata Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Riau Doni Apriyaldi di Pekanbaru, Rabu, 11 Juli 2018.

Menurut dia, sebelum ke Pekanbaru, api bertolak dari Sumatera Utara pukul 14.00 pada 1 Agustus dan mendarat di Lapangan Udara Roesman Nurdjadin. Di sana, obor langsung disambut Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachmatim serta Forkopimda dan tarian persembahan.

Dari Siak, obor Asian Games 2018 akan menuju Kota Pekanbaru dan menginap semalam di Gedung Daerah. Esoknya, obor akan diarak keliling kota.

Sebanyak 24 atlet asal Riau dari berbagai cabang olahraga ikut tampil membela nama Indonesia dalam Asian Games kali ini. Mereka bertanding di enam cabang olahraga, yakni taekwondo, senam, dayung, sepak takraw, anggar, dan renang.

Sumber: https://travel.tempo.co

Siswa Wajib Belajar dan Bertingkah Laku Melayu

Untuk dapat menjadikan Riau pusat budaya Melayu, pemerintah tampaknya harus menggerakkan melalui jalur-jalur pendidikan. Mulai dari taman kanak-kanak, sekolah dasar, hingga sekolah menengah pertama wajib belajar dan berperilaku sesuai budaya Melayu Riau (BMR).

Untuk mencapai Provinsi Riau menjadi pusat budaya Melayu Riau, Pemprov Riau harus menggerakkan kegiatan BMR melalui jalur-jalur pendidikan mulai tingkat desa hingga provinsi.

Hal ini disampaikan oleh pengusaha, penerbit buku pendidikan Mustajab Hadi, Selasa (10/7) di Pekanbaru. Menurutnya, pemerintah Provinsi Riau saat ini sudah memiliki sarana dan prasarana yang cukup dalam rangka proses belajar-mengajar BMR di sekolah.

"Sejak dicanangkan visi Riau 2020, muatan lokal yang semula Arab Melayu diubah menjadi BMR. Hal ini karena para pakar pendidikan menilai kalau tulisan Arab Melayu itu hanya bagian kecil dari BMR, makanya pada 2010 Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau sudah menyusun kurikulum BMR, beserta silabusnya dari tingkat SD hingga SMA," paparnya.

Saat ini, kurikulum muatan lokal BMR yang disusun oleh Dinas Pendidikan Pemprov Riau tahun 2010 masih relevan dengan kondisi saat ini. "Kurikulum itu wajib diikuti, karena untuk menyusunnya itu tidak bisa dalam waktu satu atau dua bulan, bahkan tahunan. Untuk itu, kurikulum yang ada saat ini masih relevan dengan kondisi sekarang, tidak perlu cari alasan lain," katanya.

Hal ini juga berkaitan dengan Visi Misi Provinsi Riau 2020 sebagai pusat kegiatan ekonomi dan budaya di kawasan Asia Tenggara. Salah satu unsur BMR itu sendiri sudah terdapat pada kurikulum muatan lokal BMR, seperti pada pelajaran kelas I SD yang memperkenalkan beberapa lagu daerah Riau dan menyanyikan lagu daerah Riau yang sederhana.

"Misalnya pada lagu ‘Injit-injit Semut’. Sedangkan yang untuk kelas III, murid diajarkan tentang adab terhadap lingkungan dalam BMR, permainan rakyat Melayu Riau. Inilah yang membedakan pelajaran BMR dengan pelajaran muatan lokal Arab Melayu," katanya lagi.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa buku yang digunakan sebagai proses belajar mengajar BMR yang sudah terbit di Provinsi Riau saat ini sudah baik. Terkait pernyajian materinya dan penggunaan bahasa dalam buku yang berbelit-belit atau ilustrasinya yang menarik atau tidak, hal itu dikatakannya bahwa masyarakat bisa menilainya sendiri.

"Saya berharap banyak penerbit dan penulis buku teks maupun nonteks di provinsi ini untuk bersatu padu menjadi penulis atau pemikir yang karyanya dapat diterbitkan. Sebab jika banyak pemikir yang karyanya berhasil diterbitkan maka itu pertanda bahwa proses pendidikan di Provinsi Riau berhasil.

Dikatakannya lagi, adanya kegiatan serimonial pencanangan muatan lokal BMR saat ini terkesan sudah terlambat. Hal itu seharusnya sudah segera dicanangkan sejak diterbitkannya Peraturan Gubernur Nomor 72/2015 tentang Pelaksanaan Pembelajaran Muatan Lokal BMR.

"Tahun 2020 kan tinggal 2 tahun lagi. Mari kita lihat apa yang beliau-beliau lakukan untuk mencapai visi misi Riau 2020 nanti. Seharusnya sejak diterbitkannya pergub itu langsung bergerak dan diaplikasikan ke seluruh dinas terkait," jelasnya.

Untuk mencapai itu, ia mengatakan perlu adanya gebrakan yang spektakuler seperti gerakan masif dan terstruktur yang dilakukan oleh Pemprov Riau.(cr9/ifr)

Sumber: http://www.riaupos.co

Isyana Sarasvati Masuk Nominasi Anugerah Musik Melayu

Anugerah Planet Muzik (APM) kembali diadakan untuk yang ke-17 kalinya. Dalam penyelenggaraanya tahun ini, APM akan kembali menghadirkan nominasi penyanyi dari empat negara, yaitu Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Brunei Darussalam.

Daftar nominasi yang diumumkan dalam acara yang berlangsung di TVRI tersebut, terlihat ada beberapa penyanyi yang mendominasi. Penyanyi yang mendominasi tersebut adalah Alif Abdullah, Aisyah Aziz, dan Sufi Rashid dari Singapura, Isyana Sarasvati dari Indonesia, dan penyanyi pendatang baru As’ad Motawh dari Malaysia.

“Sebagai satu-satunya penghargaan musik regional Melayu, Anugerah Planet Muzik selalu menciptakan peluang dan kolaborasi yang berarti antara artis dan musisi untuk meningkatkan profil mereka di wilayah tersebut. Kami bangga bahwa nominasi APM 2018 adalah para pencipta tren yang mendorong batas kreativitas musik mereka,” ujar Zakiah Halim selaku Ketua Komunitas Melayu Mediacorp, dalam rilis yang diterima VIVA, Jumat, 3 Agustus 2018.

Para penggemar di empat negara itu juga bisa berpartisipasi untuk memberikan dukungan dengan cara memberikan vote kepada penyanyi favoritnya. Voting sudah bisa dilakukan mulai dari hari ini sampai dengan tanggal 25 September 2018, dengan cara membuka website toggle.sg/apm.

Malam puncak APM 2018 sendiri akan digelar Jumat, 28 September 2018, tepat pukul 21.00 di Teater MES Mediacorp, Singapura. Dalam penyelenggaraan malam puncaknya nanti, banyak artis yang akan terlibat sebagai pengisi acara, di antaranya adalah Rossa, Judika, Siti Nurhaliza, Farhan Shah, Khai Bahar, GAC, serta masih banyak yang lainnya.

Bagi Anda yang tertarik untuk datang menyaksikan langsung, Anda dapat mengakses www.sistic.com.ag untuk informasi pembelian tiket.

Sumber: https://www.viva.co.id

Update Klasemen MotoGP 2018 - Meski Kalah dari Dovizioso, Marquez makin Menjauh dari Kejaran Rossi

Pebalap Repsol Honda, Marc Marquez, masih kokoh di puncak klasemen sementara pebalap MotoGP 2018 usai balapan GP Republik Ceska 2018 berakhir digelar Minggu (5/8/2018).

Padahal, Marc Marquez hanya mampu finis di urutan ketiga pada balapan yang berlangsung di Automotodrom Brno tersebut.

Adapun pebalap Ducati, Andrea Dovizioso, berhasil keluar sebagai pemenang pada balapan MotoGP Republk Ceska 2018.

Sedangkan rekan satu tim Dovizioso di Ducati, Jorge Lorenzo, berhasil finis di urutan kedua.

Meski hanya membawa pulang 16 poin dari Brno, Marc Marquez belum tergoyahkan dari puncak klasemen kejuaraan dunia pebalap MotoGP 2018.

The Baby Alien saat ini mengunpulkan 181 poin dari sepuluh seri yang sudah berlangsung.

Sementara itu, Valentino Rossi (Movistar Yamaha) masih belum beranjak di peringkat kedua.

Meski finis di urutan keempat, pemegang sembilan gelar juara dunia itu berhasil menambah perolehan poinnya menjadi 132 poin.

Kini Valentino Rossi terpaut 49 poin dari Marc Marquez yang duduk di puncak klasemen MotoGP 2018.

Pada sisi lain, tambahan 25 poin dari Brno membuat Andrea Dovizioso mengumpulkan 113 poin dan mampu menggeser Maverick Vinales dari peringkat ketiga klasemen.

Maverick Vinales sendiri gagal meraih poin pada MotoGP Republik Ceska 2018 usai terjatuh di awal balapan.

Hasil tersebut membuat pebalap asal Spanyol ini berada di peringkat empat dengan perolehan 109 poin.

Usai balapan Brno, Jorge Lorenzo juga berhasil naik ke peringkat lima klasemen dengan perolehan 105 poin.

Berikut klasemen sementara pebalap MotoGP 2018:​

Pos. Pebalap Tim Poin
1 Marc MARQUEZ Repsol Honda 181
2 Valentino ROSSI Movistar Yamaha 132
3 Andrea DOVIZIOSO Ducati 113
4 Maverick VIÑALES Movistar Yamaha 109
5 Jorge LORENZO Ducati 105
6 Johann ZARCO Yamaha Tech3 97
7 Danilo PETRUCCI Pramac Racing 94
8 Cal CRUTCHLOW LCR Honda 90
9 Andrea IANNONE Suzuki Ecstar 81
10 Jack MILLER Pramac Racing 61
11 Alex RINS Suzuki Ecstar 58
12 Dani PEDROSA Repsol Honda 57
13 Alvaro BAUTISTA Angel Nieto 51
14 Pol ESPARGARO KTM 32
15 Tito RABAT Avintia Racing 30
16 Hafizh SYAHRIN Yamaha Tech3 24
17 Franco MORBIDELLI Marc VDS 22
18 Aleix ESPARGARO Aprilia Gresini 17
19 Bradley SMITH KTM 13
20 Scott REDDING Aprilia Gresini 12
21 Takaaki NAKAGAMI LCR Honda 10
22 Mika KALLIO KTM 6
23 Karel ABRAHAM Angel Nieto 4
24 Thomas LUTHI Marc VDS
25 Stefan BRADL Honda
26 Xavier SIMEON Avintia Ducati

Sumber: https://www.bolasport.com
-

Arsip Blog

Recent Posts