Tampilkan postingan dengan label Karimun. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Karimun. Tampilkan semua postingan

Parade Tari Melayu Digelar di Karimun

Karimun, Kepri - Kabupaten Karimun melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, menggelar Parade Tari Melayu sebagai salah satu upaya melestarikan khazanah budaya daerah.

"Sabtu (20/5) atau malam minggu nanti kita gelar juga Parade Tari di Coastal Area, Tanjung Balai Karimun," kata Kepala Seksi Atraksi Promosi Kerjasama Pariwisata, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Karimun, provinsi Kepulauan Riau, Bennyyudhistira di Perkantoran Pemkab Karimun, Kamis (18/5).

Ia mengatakan, parade tari ini merupakan agenda tahunan selain untuk melestarikan khazanah budaya Melayu juga menjadi salah satu agenda kepariwisataan.

Menurut dia, festival budaya dan kesenian Melayu tersebut diharapkan dapat mendorong generasi muda untuk mempelajarinya sehingga kebudayaan Melayu tetap lestari di tengah derasnya arus budaya asing dan pengaruh globalisasi informasi dan teknologi. "Pemenang nanti akan bertanding kembali mewakili Kabupaten di tingkat Provinsi dan hingga tingkat nasional nanti," katanya.

Parade ini akan menampilkan tari-tari Melayu, termasuk tarian kontemporer yang dikombinasikan dengan tarian moderen.

Parade tari tersebut, menurut dia, diikuti 11 tim dari sanggar-sanggar tari di Kabupaten Karimun yang terus berkembang dengan munculnya penari-penari muda.

"Tentunya tarian yang ditampilkan adalah Tarian Melayu, begitu juga di tingkat nasional nanti, masing-masing daerah akan memamerkan tariannya," katanya.

Ia menambahkan, dalam parade ini juga akan dilibatkan dinas terkait dari pemerintahan provinsi dan pemerintah kabupaten setempat, sedangkan untuk para juri dalam tarian ini akan langsung dinilai dari juri Jakarta. "Kemungkinan Pak Gubernur nanti kita upayakan untuk membuka parade ini. Parade akan berlangsung selama satu hari saja," ujarnya.

Wisatawan Pertama ke Karimun Dapat Telur Rebus dan Hadiah Ini dari Wakil Bupati

Karimun, Kepri - Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim menyambut wisatawan atau turis asing pertama Karimun di tahun 2017, Minggu (1/1/2017), di pelabuhan internasional Taman Bunga, Tanjungbalai Karimun.

Wisatawan itu berasal dari Malaysia yang datang dari pelabuhan Kukup, Malaysia.

Begitu wisatawan itu turun, Anwar yang telah menunggu di ponton pelabuhan langsung menyambutnya dengan pengalungan bunga.

Selain itu, para wisatawan juga mendapat telur rebus yang dirangkai cantik seperti bunga.

Kedatangan wisatawan itu juga disambut dengan alunan musik alat tradisional, seni tari budaya melayu, tionghoa dan jawa berupa kompang, barongsai dan reog ponorogo.

Keduanya tampak ramah-tamah dengan terlibat perbincangan singkat diikuti salaman.

Anwar terdengar mengucapkan kata-kata selamat datang di Karimun yang kemudian dibalas dengan ucapan terima kasih oleh wisatawan asal negeri Jiran, Malaysia itu.

"Selamat datang, semoga betah selama di Karimun," ujar Anwar.

Anwart juga mengajak para wisatawan mancanegara itu menyantap sarapan khas budaya melayu seperti nasi lemak dan mi siam di tempat yang telah disediakan, yakni di halaman perkantoran Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjungbalai Karimun.

Melengkapi kejutannya, Dinas Pariwisata, Seni dan Budaya Pemkab Karimun juga memberikan voucher menginap semalam gratis kepada para wisatawan pertama tersebut.

Wisatawan asal Malaysia bernama Wahib bin Musiran ini mengaku terkesan dengan sambutan yang diberikan masyarakat Karimun.

Ia juga merasa seakan berada di negaranya sendiri karena budaya melayu masyarakat Karimun sama-sama kuat.

Begitu juga bahasa dan masakannya sehingga ia merasa seperti di kampung sendiri.

"Bahasa dan budayanya sama-sama Melayu. Saya rasa seperti di kampung sendiri. Insya Allah betahlah," katanya dalam bahasa Melayu yang kental.

Anwar mengatakan, Pemkab Karimun bertekad untuk membenahi objek-objek wisata di Kabupaten Karimun seperti air terjun Desa Pongkar, Kecamatan Tebing, kolam air panas di Desa Tanjung Hutan, Kecamatan Buru dan lainnya.

Anwar juga mengimbau masyarakat Kabupaten Karimun untuk terus menjaga keamanan, kondusifitas dan kebersihan agar tamu-tamu asing dapat betah dan merasa nyaman selama berada di Bumi Berazam.

Dinas Pariwisata, Seni dan Budaya Karimun mengklaim kunjungan wisatawan ke Karimun pada 2016 tercatat mengalami peningkatan sebesar 0,43 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada 2015 sebanyak 81.761 wisman, pada di 2016 naik menjadi 82.198 wisman atau sekitar 437 wisman.

Pada 2017, Dinas Pariwisata, Seni dan Budaya Karimun menyiapkan sejumlah agenda pariwisata seperti festival barongsai dan lampion pada Februari nanti, atau bertepatan perayaan Imlek.

Selain itu juga akan digelar festival seni budaya reog ponorogo asal Jawa Timur.

Syuryaminsah, Kadis Pariwisata, Seni dan Budaya Pemkab Karimun mengatakan pihaknya tetap menyasar wisawatan dari dua negara tetangga, yakni Malaysia dan Singapura.

Kupas Sejarah Melayu Islam di Karimun Melalui Khazanah Masjid

Karimun, Kepri - Kabar gembira bagi masyarakat Melayu di Kepri, khususnya Kabupaten Karimun. Telah hadir buku sejarah yang mengupas tentang sejarah Melayu Islam di Kabupaten Karimun.

Buku tersebut juga berisikan sejarah banyak masjid yang dibangun pada zaman dahulu, salah satunya Masjid Abdul Gani di Kecamatan Buru, yang merupakan salah satu masjid bersejarah di Kabupaten Karimun.

Buku tersebut diberi judul Khazanah Masjid Bersejarah Bumi Berazam, karya Irwanto SKM dan Aswandi Syahri. Buku tersebut sudah diluncurkan beberapa hari lalu di Masjid Agung Kabupaten Karimun, jalan Poros, Tanjungbalai Karimun.

Bahkan panitia penyelenggara yakni Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kabupaten Karimun sekaligus menggelar acara bedah buku Khazanah Masjid Bersejarah Bumi Berazam tersebut disejalankan dengan seminar seni sastra Islam Riau-Lingga dan Nusantara.

Turut hadir Wakil Gubernur Kepri terpilih Nurdin Basirun, tokoh Melayu Kepri, Huzrin Hood dan Sekretaris Daerah (Sekda) Karimun, TS Arif Fadillah serta pengurus masjid di Kabupaten Karimun.

Nurdin menyambut baik kehadiran buku tersebut. menurutnya buku tersebut bagus untuk dijadikan salah satu referensi bagi masyarakat Karimun saat ini dan masa akan datang mengenai sejarah Melayu Islam di Kabupaten Karimun khususnya.

“Cukup bagus buku ini, buat generasi sekarang dan akan datang agar tidak lupa akan sejarah. Saya sangat mendukung kehadiran buku ini,” ujar Nurdin usai acara.

Buku Khazanah Masjid Bersejarah Bumi Berazam Diluncurkan

Karimun, Kepri - Dewan Pimpinan Daerah Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, meluncurkan sebuah buku berjudul "Khazanah Masjid Bersejarah Bumi Berazam" di Gedung Darun Nadwah, Masjid Agung Tanjung Balai Karimun, Selasa (2/2).

Peluncuran buku kekayaan budaya Melayu Islam tersebut dilaksanakan di sela-sela seminar tentang Seni Sastra Islam Riau-Lingga dan Nusantara. Launching buku dihadiri Wakil Gubernur Kepri terpilih Nurdin Basirun, tokoh perjuangan pembentukan Provinsi Kepri Huzrin Hood dan Sekda Karimun TS Arif Fadillah.

"Buku ini patut kita baca dan bedah isinya. Sebab, salah satu khazanah Islam yang sangat bersejarah di Karimun, Bumi Berazam adalah masjid-masjid peninggalan Kerajaan Riau-Lingga," kata Nurdin Basirun yang dua periode menjabat Bupati Karimun dan satu periode Wakil Bupati Karimun.

Nurdin menjelaskan, generasi muda sudah selayaknya mengenal masjid-masjid bersejarah, seperti masjid di Pulau Buru, di Meral dan masjid-masjid lainnya.

"Generasi muda harus dekat dengan masjid. Mengenal sejarah masjid melalui buku ini akan memperdalam cakrawala berfikir, bahwa umat Islam ternyata memiliki suatu tamadun yang tinggi di Karimun Darussalam," tuturnya.

Dia mengapresiasi inisiatif BKPRMI menyusun buku berisikan sejarah masjid-masjid peninggalan Kerajaan Riau-Lingga, dan masjid-masjid setelah zaman kerajaan Islam itu.

"Ini adalah penghargaan atas sejarah para ulama mendirikan masjid sebagai tempat ibadah dan pusat kegiatan keagamaan. Penghargaan atas sejarah ini akan melahirkan sebuah rencana pembangunan penuh dengan kearifan dan kedekatan sosial, intinya dapat memberikan suatu karakter dalam pembangunan," tuturnya.

Tari Dangkong jadi Filter Pengaruh Budaya Asing

Karimun, Kepri - Bupati Karimun Aunur Rafiq mengapresiasi baik Dangkong Festival Dance XI yang dipusatkan di Panggung Rakyat Putri Kemuning, Sabtu (17/10) malam lalu. Apalagi, pesertanya berasal dari dua negara serumpun, Malaysia, dan Singapura.

Melalui festival Dangkong Dance in, diharapkan terjaling silaturahmi antarnegara yang serumpun dan sama-sama menyukai tarian dangkong. Dengan demikian, dapat melestarikan budaya dan seni khas Melayu di negara serumpun bahkan bisa mendunia.

”Festival ini cukup bagus, biar generasi muda tidak tergerus oleh budaya asing yang terus kian deras pengaruhnya. Dan bisa sebagai filter masalah sosial dalam tatanan kehidupan masyarakat Timur, ” ungkap Aunur Rafiq.

Menurut Rafiq lagi, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial, norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius dan lain-lain, dalam kontek pengertian intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.

”Jadi generasi muda bisa berkreasi, bagaimana tarian dangkong ini bisa dinikmati oleh masyarakat. Dan ini sudah terbukti, salah satu sangar tari Karimun sudah bisa mengharumkan nama Indonesia dalam kancah festival dunia beberapa waktu lalu,” jelasnya.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata dan Seni Budaya Karimun, H Syuryaminsyah mengatakan, Dangkong Festival Dance ke XI disejalankan dengan memperingati HUT ke-16 Kabupaten Karimun. Pagelar tersebut digelar selama dua malam di panggung Putri Kemuning Coastal Area yang diikuti 15 sangar tari termasuk Singapura, Malaysia dan Provinsi Riau.

”Setiap tahunnya, tarian dangkong terus ada perubahan gerak maupun perpaduan musik. Sehingga, dalam penampilannya bisa menyampaikan pesan moral, dalam tatanan kehidupan bermasyarakat baik khususnya bagi generasi muda saat sekarang,” tuturnya.

Agenda tahunan ini, dilaksanakan bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antar negara yang mempunyai budaya dan bahasa yang sama. Selain itu sebagai ajang menukar informasi dan perkembangan tarian dangkong yang semakin modern saat ini. Dimana kesenian khas melayu ini, saat sekarang terus diminati oleh anak-anak muda.

”Perlu diketahui bahwa sangar Tari Angsana telah mewakili Indonesia dalam festival tari dunia yang diadakan di Turki. Dan menempati juara 4 dari 22 negara yang ikut serta, ini bukti bahwa tarian dangkong tidak semata-mata menampilkan lenggok tubuh. Namun, pesan di dalam penampilan tarian itu ada maknanya,” kata Wakmin lagi.

Untuk peserta yang ikut dari negara Singapura mengirimkan 3 sanggar tari. Sedangkan Malaysia mengirimkan 4 sanggar tarinya, kemudian perwakilan provinsi Riau hanya 3 sanggar dan tuan rumah sendiri ada 5 sangar tari dan pusat latihan senin (PLS).

Zuriat Kesultanan Riau Lingga Kukuhkan Intan Bersatu Kundur

Karimun, Kepri - Zuriat Kesultanan Riau Lingga mengutus delapan orang untuk mengukuhkan Ikatan Anak Watan Bersatu (Intan Bersatu) Kundur yang dipimpin Y.A.M Tengku Muhammed Syawal dari Sultan Mahmudsyah III, Kamis (15/10). Pengukuhan Intan Bersatu dilakukan oleh Ketua Kepengurusan Ketemenggungan Karimun Sri Maha Raja, Raja Kamaruddin ibni Raja Abu Bakar.

Dalam sambutannya, Raja Kamaruddin menaruh harapan besar agar Intan Bersatu dapat menggali, menjaga, dan melestarikan budaya Kesultanan Riau Lingga sebagai salah satu sejarah dan budaya Indonesia. Dengan dikukuhkan kepengurusan Intan Bersatu menjadi motivasi dalam upaya melestarikan dan menjaga budaya yang ada.

“Mari kita gali lagi lebih dalam lagi budaya Riau-Lingga. Selanjutnya kita jaga dan sama-sama lestarikan sebagai sejarah dan kebudayaan bangsa Indonesia,” tegas Raja Kamaruddin.

Hadir dalam acara penuh sakral tersebut, Datok dari Selangor, Johor Bahru Malaysia, Singapura, Batam-Kepri, anggota DPD RI dari Jambi Datok Abu Bakar, mantan Bupati Karimun Nurdin Basirun, Datok Amat Tantoso, anggota DPRD Karimun Hj. Rohani, Ketua BP3KR, Ketua Umum Datok Joko Warsito /Johar, bidang luar Negeri Y.M Datok dr. Raja Faizal. M.M, dan jajaran uspika Kundur.

Sementara Ketua Intan Bersatu Kundur Dami Marzuki mengaku siap untuk menjunjung tinggi khazanah budaya Melayu. Dia mengatakan akan memberikan kontribusi positif terhadap kemajuan orang Melayu di mana mereka juga tercatat sebagai Melayu.

Sanggar Marawis Karimun Ikuti Festival di Malaysia

Karimun, Kepri - Sanggar Marawis Anak Karimun (Samak) terpilih mewakili Provinsi Kepulauan Riau untuk mengikuti Festival Teknik Kreatif Internasional yang diselenggarakan di kampus University Technology Melaka (UTM), Melaka, Malaysia, mulai Jumat malam hingga Minggu (25/5).

"Kami sangat senang diutus mengikuti kegiatan internasional mewakili Kepri. Ini sebuah penghargaan, mengingat sanggar ini baru berusia enam bulan," kata pendiri sekaligus pembina Sanggar Marawis Karimun Rosmeri di Tanjung Balai Karimun, Kepri. Jumat.

Dalam festival internasional itu, sanggar yang ia dirikan itu akan bersaing dengan kontingen berbagai negara, seperti Thailand, Singapura, Brunei Darussalam dan sanggar dari Indonesia antara lain dari Medan dan Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau.

"Kami mengirim 43 orang untuk mengikuti festival itu, terdiri atas dua grup seni marawis kategori perempuan dewasa dan remaja. Untuk kategori ibu-ibu hanya bintang tamu karena tidak diperlombakan," katanya.

Untuk kategori remaja yang tergabung dalam Subhanul Azkia, menurut dia, menampilkan paduan musik tradisional dengan lagu kasidah shalawat nabi yang tentunya dipadu dengan tarian kreatif penarinya.

"Mudah-mudahan mereka menorehkan prestasi yang membanggakan dalam festival itu," kata Rosmeri yang juga anggota DPRD Karimun dari Partai Golkar.

Sanggar Marawis, menurut dia, merupakan sanggar tari tradisional Melayu yang ia dirikan sebagai wadah menumbuhkembangkan dan menyalurkan minat serta bakat generasi muda terhadap kesenian dan budaya daerah.

Ia menilai, kesenian khas daerah patut dilestarikan di kalangan generasi muda agar tidak hilang ditelan zaman.

"Kalau bukan kita siapa lagi yang melestarikan khazanah budaya Nusantara ini," kata dia.

Sanggar Marawis, tambah Rosmeri, sebelumnya sukses meraih berbagai prestasi dalam beberapa kegiatan tarian tradisional di tingkat kabupaten/kota dan provinsi.

"Sanggar Marawis kami harapkan menjadi duta dalam mempromosikan kesenian tradisional khas Kabupaten Karimun sehingga dikenal luas di negara jiran, Malaysia," katanya.

Kesenian negara jiran semarakkan "Dangkong Dance" Karimun

Karimun, Kepri - Sejumlah tim kesenian Singapura dan Malaysia menyemarakkan Festival "Dangkong Dance" di Tanjung Balai Karimun, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, Sabtu malam.

Penampilan kesenian dua negera jiran memukau ribuan penonton yang memadati pelataran Panggung Rakyat Putri Kemuning, Coastal Area Tanjung Balai Karimun.

Penonton dari berbagai penjuru Pulau Karimun Besar dengan dominasi kaum ibu bertahan hingga larut malam menyaksikan agenda kepariwisataan tahunan Dinas Pariwisata Seni dan Budaya Karimun.

Kelompok seni Singapura yang tampil di antaranya Majelis Pusat Kirana Seni yang menyuguhkan tari pergaulan menggambarkan tingkah polah bujang dan dara Melayu, diiringi musik ghazal khas Melayu berupa rentak irama harmonium, tabla, biola, rebana, gendang dan gitar.

Kemudian, Teater Tari Naim dan Teater Era Dance mempersembahkan joget cinta damai dengan lenggang-lenggok beberapa pasang penari zapin yang mendeskripsikan kemurnian cinta tanpa sengketa muda-mudi Melayu.

Sementara itu, Teater Syahira menyuguhkan joget pahang, sebuah tarian yang mengungkapkan tetap eksisnya peradaban Melayu di tengah kemajuan zaman.

Suasana makin semarak tatkala tim kesenian Malaysia, Lembayung Seni Politeknik Sultan Mizan Zainal Abidin menyuguhkan tari sobak dengan rentak zapin yang dikreasikan dengan tarian kontemporer.

Kemudian, tim kesenian Wanita Bere Negeri Sembilan mempersembahkan tari piring, sebuah kesenian yang diwariskan para perantau asal Minangkabau Sumatra Barat yang dipadu dengan tarian Melayu.

Selanjutnya, grup kesenian Majelis Pusat Pembelajaran Batu Pahat Johor tampil dengan perpaduan tari zapin dan tari serampang dua belas dengan gaya kocak beberapa muda-mudi yang bergaul santun sebagai cerminan adat istiadat Melayu.

Tak kalah menariknya, Majelis Pusat Kebudayaan Daerah Negeri Sembilan juga mempersembahkan tarian joget dan tarian sosial yang juga menceritakan kehidupan penuh cinta muda-mudi Melayu.

Selain tim kesenian negeri jiran, festival makin semarak dengan tampilnya tim kesenian dari Provinsi Riau, Kepulauan Riau dan Jambi.

Grup kesenian dari Riau yaitu Sanggar Citra Sebati asal Kabupaten Indragiri Hilir yang menampilkan tari pergaulan, Sanggar Tuah Betong Kota Dumai dengan tari enceh topeng yang menampilkan gerakan kocak pasangan penari menggunakan topeng.

Kemudian, Sanggar Tameng Sari dari Pekanbaru menampilkan tari pergaulan bujang dan dara, Sanggar Tuah Selat Kabupaten Meranti dengan tari gelek putri dan grup kesenian Forum Peduli Riau yang menyuguhkan tarian batobok asal Kuantan Singingi yang menceritakan proses menanam dan menuai padi.

Sedangkan tim dari Kepri yaitu Sanggar Tuah Keledang asal Tanjungpinang dengan joget pesona rindu dan tim tuan rumah yaitu Sanggar Saujana yang mempersembahkan tari lenggang perut.

Tarian lenggang perut mengudang tawa penonton karena disuguhkan dengan gerak-gerik kocak penari yang menggambarkan seorang wanita yang sedang hamil tujuh bulan yang menggerakkan tubuhnya untuk meluruskan kandungan sehingga tidak kesulitan saat melahirkan.

Kemudian, Sanggar Teratai Indonesia dari Jambi yang juga menampilkan tarian pergaulan muda-mudi Melayu.

Bupati Karimun Nurdin Basirun yang menyaksikan festival hingga selesai mengatakan, kehadiran tim kesenian dari Singapura dan Malaysia dapat mempererat jalinan silaturahmi budaya Melayu serumpun.

"Kami mengapresiasi kedatangan tim kesenian dari dua negeri jiran. Saling bertukar budaya melalui festival akan mempererat silaturrahmi meski berbeda negara," katanya.

Dia mengatakan, Festival Dangkong Dance merupakan ajang melestarikan budaya Melayu sekaligus memeriahkan perayaan Hari Ulang Tahun Kabupaten Karimun yang jatuh pada 12 Oktober 2012.

"Kami dengan senang hati untuk melakukan kunjungan kesenian balasan jika diundang dalam pertunjukan kesenian Melayu di Singapura dan Malaysia," ucapnya.

Kepala Dinas Pariwisata Seni dan Budaya Karimun Suryaminsyah mengatakan, festival tersebut digelar hingga Minggu (14/10) dengan diikuti 18 tim kesenian.

"Festival ini tidak hanya untuk melestarikan kesenian Melayu sebagai khazanah budaya bangsa, tetapi juga menjadi ajang promosi wisata budaya Karimun," kata Suryaminsyah.

-

Arsip Blog

Recent Posts