Tampilkan postingan dengan label Kuliner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kuliner. Tampilkan semua postingan

Nasi Lemak Malaysia

Nasi lemak adalah jenis sajian khas suku melayu yang biasanya ditemukan di Negeri Jiran Malaysia di mana hidangan ini dianggap sebagai salah satu hidangan nasionalnya biasanya hidangan ini di sajikan untuk sarapan pagi, dan Indonesia (khususnya di Riau dan Kepulauan Riau). Hidangan ini pun dapat ditemukan di Singapura dan Brunei Darussalam, nasi lemak ini biasanya dihidangkan dengan berbagai lauk pauk seperti telur, ikan, sambal dan lainnya.
Bahan yang diperlukan :
1/2 liter beras
4 lembar daun pandan
3 cm ruas jahe, geprek
500 ml santan
1/2 sdm garam
Ayam goreng, secukupnya
Langkah :
Cuci bersih, rendam dalam air selama 1 jam, tiriskan. Siapkan panci, taruh beras, santan, garam, jahe, dan daun pandan.
Masak di atas api kecil selama 10 menit sampai air habis terserap atau diaron. Angkat kemudian kukus beras aron dalam dandang panas sampai matang kurang lebih selama 30 menit, angkat
Nasi lemak siap disajikan dengan ayam goreng.

Sumber: https://kumparan.com

Tahu Gejrot, Tahu yang Penuh Sensasi Kuah dari Cirebon

Tahu Gejrot adalah sejenis tahu kulit yang dibuat dari sari kedelai. Kekhasan dari tahu gejrot adalah rasanya yang tawar, berwarna pucat pasi dengan tekstur kulit yang tebal dan isi yang agak kosong. Inilah pembeda tahu gejrot dengan tahu sumedang, tahu petis, tahu bandung, atau tahu-tahu yang lainnya.

Tahu jenis ini sudah sangat identik sebagai salah satu kuliner khas dari Cirebon. Tapi jangan salah, masing-masing wilayah di Cirebon memiliki kekhasan kulinernya masing-masing, dan tahu gerjrot ini hanya diproduksi di Ciribon timur. “gejrot” adalah istilah dalam bahasa sunda ketika air mencimprat karena sebuah tekanan.

Diberi nama Tahu Gejrot karena penyajiannya tidak bisa terlepas dari racikan kuah. Kuahnya tidak sembarag, melainkan menjadi keharusan menggunakan rebusan gula merah dengan perasa garam secukupnya, kemudian dicampur dengan hasil ulekan cabe rawit dan bawang merah mentah.

Sensasi “gejrot”nya berasal dari irisan tahu yang kecil dengan tekstur isi yang cenderung kosong, mampu menyerap kuah dan akan memuncrat ketika digigit. Inilah salah satu sensasi makan tahu gejrot yang asik dengan pasangan kuahnya. Bayangkan jika tahu petis yang bertekstur kulit tipis dan isi yang cenderung padat dengan rasa yang asin jika kita celupkan pada kuas rebusan gula merah, maka tidak ada sensasi “gejrot”-nya karena tahu petis bukanlah tahu gejrot.

Apalagi tahu sumedang dengan rasanya yang asin, maka jika disajikan dengan kuah rebusan gula merah yang guris maka akan makin asin. Pokoknya hanya tahu gejrot yang pantas disajikan dengan kuah rebusan gula merah.

Tahu gejrot yang sudah identik sebagai kuliner khas Cirebon, memang hanya diproduksi dan bersumber dari Cirebon. Salah satunya terdapat di Desa Jatiseeng, Kec Ciledug- Kab Cirebon. Berjarak 70-an KM ke arah timur dari Kota Cirebon dan 5-an KM ke arah barat laut dari alun-alun Kecamatan Ciledug.

Di sana terdapat komplek pabrik tahu yang telah berdiri sejak tahun 1968-an yang dikelola secara turun temurun. Pemasarannya telah tersebar hingga ke Bandung, Jakarta, Semarang dan beberapa kota besar lainnya di Pulau Jawa. Ketahanannya yang mencapai 5-7 hari menjadi batas pemasaran tahu yang khas disajikan dengan kuah ini.

Cara penyajian dari tahu gejrot ini seolah telah menjadi rumus matematik yang akan ganjil ketika salah satu resep tidak terpenuhi. Atau hanya dimakan tahunya saja seperti tahu lain. Bahan paling utama dalam sajian ini adalah tahu gejrot. Bahan utama ini tidak bisa diganti dengan tahu Sumedang, Tahu Petis atau Tahu Bandung. Harus tahu Gejrot. Iris jadi dua dengan garis iris dari sudut ke sudut sehingga membentuk segi tiga.

Kemudian siapkan kuah dengan merebus gula merah secukupnya. Setelah rebusan gula merah mendidih masukkan garam secukupnya hingga terasa perpaduan antara rasa manis dan asin menyatu menjadi gurih.

Setelahnya siapkan rendosan bawang merah dan cabe rawit (untuk komposisinya bisa disesuaikan dengan selera masing-masing) pada sebuah cobek tanah liat, jangan terlalu lembut, cukup sekadar hancur dan melebur atnara bawan dan cabainya. Keduanya mentah, tanpa direbus atau digoreng.

Kemudian kucurkan kuah rebusan gula tadi ke atas cobek yang terdapat rendosan atau ulekan bawang merah dan cabai rawit mentah, aduk hingga rata. Siapkan potongan tahu gejrot pada cobek yang terpisah, lalu basuhkan kuah dari cobek cabe ke dalam cobek berisi tahu. Maka tahu gejrot pun siap dinikmati.

_______________

Sumber Rujukan

Dede Firmansyah Albanjary. 2012. Tahu Gejrot Asli Cirebon. http://nutrisiuntukbangsa.org/tahu-gejrot-asli-cirebon/

Hadiana Tian. 2011. Tahukah Anda? Tahu Gejrot Dari Cirebon. http://hadianatian-powerblog.blogspot.com/2011/09/tahukah-anda-tahu-gejrot-dari-cirebon.html

Sumber: wacananusantara.org

Pesona Durian Gunung Poteng

Tidak seperti pada bulan-bulan sebelumnya, Gunung Poteng dalam bulan November dan awal desember ini begitu ramai. Ada satu pesona menarik yang bisa dijumpai di sekitar kaki gunung poteng, yaitu Durian. yup durian, buah berduri dengan isinya yang menggugah selera peminatnya dan memiliki aroma khas tersebut saat ini begitu banyak dijumpai di kaki gunung poteng.

Sepanjang jalan kecil yang melalui rumah-rumah penduduk bisa dijumpai buah durian tergeletak menumpuk di teras-teras rumah penduduk menunggu untuk di “lamar” oleh calon pembeli. semakin naik ke atas di penghujung kampung kita bisa menjumpai banyak pondok-pondok sederhana berdiri di sekitar batang durian yang berbuah lebat diatasnya. hutan disekitar batang durian menjadi lapang, tak sedikitpun tampak suasana angker kaki gunung poteng yang sudah jarang terjamah oleh wisatawan tersebut.

Durian poteng begitu terkenal dari dulu, berbagai macam spesies durian tumbuh disana, berbagai nama durian yang diberikan oleh pemilik batang durian atas buah duriannya menjadi kan cirikhas atau perbedaan dengan buah durian lainnya. jadi bisa di istilahkan bahwa setiap buah durian masing-masing memiliki nama yang diberikan oleh pemiliknya. Nama pada durian menjadikan pembeda pada masing-masing jenis durian yang ada, umumnya nama-nama pada durian tersebut diberikan oleh orang-orang tua sebelumnya yang lebih dulu menanam batang durian disekitar kaki gunung poteng, dan sampai turun menurun hingga sekarang.

Durian Poteng jika berbuah menjadi daya tarik bagi masyarakat di kota singkawang dan sekitarnya untuk berkunjung ke sana, pondok-pondok penunggu durian menjadi sasaran perburuan buah durian untuk di beli yang kemudian dimakan ditempat atau dibawa pulang. masyarakat lebih yakin jika langsung membeli di pondok, karena buah pasti lebih bagus sesuai keinginan, berbeda jika membeli buah durian di pasar, seperti pasar di kota singkawang yang selalu banjir buah durian jika musim durian. alasan warga karena buah durian di pasar kota Singkawang tidak semuanya berasal dari Gunung Poteng namun juga berasal dari daerah-daerah lain yang belum tentu memiliki rasa dan kualitas seperti buah durian yang berasal dari gunung poteng dan sekitarnya. Berburu buah berduri ini langsung pada pondok pemiliknya juga merupakan perjalanan yang menyenangkan, suasana hijau pegunungan dengan udaranya yang segar menjadikan perburuan durian begitu menyenangkan.

Ditambah lagi keramahan pemilik pondok yang biasanya memberikan tambahan bonus dengan membelahkan buah durian kepada calon pembeli untuk dimakan dipondok tanpa harus dibayar.

***

Sumber: http://palingindonesia.com

Foto: www.facebook.com
-

Arsip Blog

Recent Posts