Tampilkan postingan dengan label Purworejo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Purworejo. Tampilkan semua postingan

Purworejo Gelar Parade Budaya

Purworejo, Jateng - Hujan dengan intensitas sedang tidak menyurutkan sekitar 10 ibu-ibu untuk unjuk gigi. Menyelipkan tembakau dan mencari kutu rambut temannya disampaikan dengan jenaka. Gerakan mereka lugas dan lepas tanpa menyadari usia mereka tak lagi muda.

Ya, itulah penampilan grup gejog lesung dari Kecamatan Butuh, dalam rangkaian Parade Budaya Purworejo menyambut Hari Jadi ke-1.115 Purworejo yang dipusatkan di depan gerbang utama Pendopo Rumah Dinas Bupati, kemarin (2/10) siang.

Sebanyak 17 peserta yang terdiri atas perwakilan setiap kecamatan dan satu grup paguyuban perias pengantin, memperlihatkan bentuk kesenian andalan daerah masing-masing. Beberapa kesenian yang hampir punah juga ditunjukkan untuk sekadar mengingatkan begitu kayanya budaya di

Kabupaten Purworejo.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Purworejo Muh Wuryanto mengatakan, kegiatan parade budaya ini merupakan salah satu rangkaian peringatan Hari Jjadi Kabupaten Purworejo yang jatuh 5 Oktober nanti. Menurutnya, kegiatan itu sebagai bentuk hiburan yang bisa dikembangkan sebagai sajian wisata.

“Kami memiliki banyak jenis kesenian. Bahkan beberapa di antaranya nyaris hilang. Dengan adanya kegiatan ini kami harapkan semua jenis-jenis kesenian yang ada di Purworejo tetap ada dan lestari,” kata Wuryanto.

Bupati Purworejo Agus Bastian menyampaikan bahwa keanekaragaman budaya menjadi bagian tidak terpisahkan dari kehidupan dan tumbuh berkembang demi kokohnya persatuan dan kesatuan. “Mengelola budaya dan melestarikan kebudayaan dengan baik dan profesional penting bagi kita untuk memperkokoh ketahanan budaya, dan ini perlu melibatkan semua pihak,” kata bupati.

Ia berharap kepada seluruh masyarakat agar seni budaya yang ada terus diupayakan tetap kokoh, semarak dan mendapat apresiasi yang tinggi di kalangan warga. “Saya minta kegiatan seperti ini terus dikembangkan dan semakin menarik dari waktu ke waktu. Sehinga bisa menjadi bagian dari promosi dan daya tarik kunjungan di Kabupaten Purworejo,” harapnya.

300 Penari Dolalak Meriahkan Festival PAUD Hari Ini

Purworejo, Jateng - Sebanyak 300 penari Dolalak akan memeriahkan Festival Gebyar PAUD tingkat Provinsi Jawa Tengah yang dipusatkan di Kabupaten Purworejo hari ini,Kamis (28/5).

“Kegiatan ini rencananya akan dibuka Bunda PAUD Jawa Tengah, Ibu Ganjar Pranowo,” kata panitia kegiatan Khunaenah, Rabu (27/5) sore.

Untuk kegiatan ini, Jalan Setiabudi tepatnya depan pendapa rumah dinas Bupati Purworejo akan ditutup sehari penuh.

Dijelaskan, penyelenggaraan festival ini dilaksanakan secara bergilir setiap tahun. Purworejo sebenarnya sudah dipilih untuk menyelenggarakan ini pada tahun lalu. Namun karena belum siap, baru tahun ini dilaksanakan di Purworejo.

“Ini sudah menjadi jatah Purworejo untuk menjadi penyelenggara,” kata Khunaenah seraya menambahkan, ada dua kepanitiaan, dari provinsi dan kabupaten.

Adapun lokasi perlombaan, rencananya akan memanfaatkan beberapa lokasi di lingkungan kompleks pendapa. Untuk perlombaannya ada dua jenis yakni tingkat Kelompok Bermain (KB) dan kelompok Taman Kanak-kanak (TK). “Masing-masing kelompok ada enam mata lomba yang diselenggarakan,” jelasnya.

Pelajar Malaysia Pentas di Purworejo

Purworejo, Jateng - Pentas budaya pelajar Indonesia dan Malaysia dalam rangka school partnership, SMA Negeri 6 Kabupaten Purworejo dan Malaysia College Kuala Kangsar (MCKK) berlangsung meriah.

Kegiatan dengan tajuk ‘It is a big big word project 3.0’ ini berlangsung di aula SMA Negeri 6 Purworejo. “Banyak hal yang bisa dilakukan melalui program pertukaran ini, diantaranya pertukaran siswa, guru, budaya, olahraga, keilmuan dan teknologi,” kata Kepala SMA 6 Purworejo Nur Aziz MPd, Kamis (05/02/2015).

Dikatakan, kerjasama ini sudah kedua kalinya dilakukan, diantaranya dengan pertukaran siswa dan guru. Kegiatan kali ini dilaksanakan bulan Februari 2015. Pada kesempatan itu siswa dan guru dari Malaysia mengikuti semua kegiatan di SMA 6 dari pagi sampai sore hari.

Sedang kegiatan yang diikuti diantaranya praktikum di laboratorium, bejalar bahasa Inggris, membuat kerajinan dari barang bekas, menanam pohon dan pentas budaya. “Untuk siswa dan guru dari Malaysia tinggal di orang tua asuh, yakni di rumah siswa,” katanya seraya menambahkan, cara seperti ini bertujuan agar mereka mengetahui secara detail kultur yang ada di Purworejo.

Diharapkan pula, melalui program tersebut setiap siswa, guru dan staf sekolah bisa lebih terbuka wawasannya dalam mengembangkan sekolah. Mereka diharapkan siap menerima budaya baru dan membangun pola pikir yang lebih terbuka dan dinamis.

Karnaval Seni Budaya Purworejo Meriah

Purworejo, Jateng - Parade seni dan budaya dalam bentuk karnaval di Kabupaten Purworejo berlangsung meriah. Masyarakat berjubel di sepanjang jalan yang menjadi jalur karnaval itu. Karnaval seni dan budaya melibatkan seluruh perwakilan dari kecamatan yang ada di Purworejo.

Namun dalam parade seni dan budaya tradisional dalam bentuk karnaval itu, banyak didominasi kesenian tradisional kuda lumping. “Kuda lumping masih menjadi kegemaran masyarakat, bahkan hampir seluruh desa dan kelurahan di Purworejo memiliki grup kuda lumping,” kata Ketua Panitia Kegiatan Drs H Muh Wuryanto MM, Jumat (10/10/2014) malam.

Selain kuda kepang, kesenian tradisional dolalak juga cukup banyak namun tidak sebanyak kuda lumping. “Kontingen dari Kecamatan Purwodadi memadukan antara kesenian kuda lumping dengan dolalak,” jelas Muh Wuryanto yang juga Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Purworejo ini.

Perjalanan karnaval ini lanjut Muh Wuryanto hanya dibatasi keliling Alun-alun besar Purworejo dengan mengambil star di Jalan Proklamasi depan Kantor Bupadi, dan puncaknya di depan panggung kehormatan di depan rumah dinas bupati di Jalan Dr Setiyabudi. “Masing-masing diberi kesempatan tiga menit untuk tampil di depan panggung kehormatan,” jelasnya.

-

Arsip Blog

Recent Posts