Tampilkan postingan dengan label Sendawar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sendawar. Tampilkan semua postingan

Dahau Sendawar Kutai Barat Bakal Meriah

Sendawar, Kaltim - Bupati Ismail Thomas SH MSi memimpin langsung rapat persiapan Dahau Sendawar untuk memperingati hari jadi Kabupaten Kutai Barat ke-16 yang jatuh pada 5 November 2015 mendatang. Acara tersebut akan digelar secara meriah dan besar-besaran, mengingat tahun 2015 merupakan pengujung kepemimpinan Bupati Kubar Ismail Thomas SH MSi dan Wakil Bupati H Didik Effendi SSos MSi. Oleh sebab itu, Bupati meminta setiap seksi dalam kepanitiaan jauh-jauh hari mempersiapkan matang-matang, sehingga dalam rangkaian acara bisa terlaksana dengan baik.

Rapat persiapan yang dilaksanakan di Ruang Diklat lantai tiga Kantor Bupati itu membahas berbagai rangkaian acara yang dilaksanakan. Di mana sejak awal Oktober sudah digelar upacara adat dan ritual adat terlebih dahulu, seperti upacara adat di masing-masing enam rumah panjang (lamin) enam etnis Kubar. Upacara adat di Situs Sengkereaq, upacara adat di Situs Sentawar, ritual adat Nalitn Taotn.

Dalam rapat itu turut hadir Sekretaris Kabupaten, Asisten I dan III, perwakilan Kodim 0912 Kubar, perwakilan Polres Kubar, serta para kepala Dinas Badan dan kantor di lingkungan Pemkab Kubar, Selasa (22/9).

Selanjutnya rangkaian yang digelar untuk memeriahkan Dahau Sendawar akan dilaksanakan pameran pembangunan dan pekan lomba olah tradisional seperti Menyumpit, Belogo, Begasing, Behempas, Mencekng Seweet, lomba dayung perahu naga, serta berbagai pertandingan lainnya. Selain itu, juga dimeriahkan pergelaran seni budaya, tari kolosal, penampilan marching band Sangkakala Kubar dan pesta kembang api dan hiburan oleh artis-artis Ibu Kota.

Selanjutnya Bupati memaparkan, Dahau Sendawar merupakan acara untuk seluruh masyarakat Kubar, sehingga diharapkan pada rangkaian acara tersebut seluruh masyarakat Kubar bisa hadir untuk bersama-sama merayakan hari jadi kabupaten.

Sehubungan dengan itu panitia diharapkan bisa membuat baliho untuk dipasang di setiap kecamatan dan lokasi-lokasi strategis seperti jalan arah ke Samarinda serta persimpangan jalan. “Tujuan dibuatkan baliho agar seluruh masyarakat tahu dan dapat hadir dalam kegiatan yang akan dilaksanakan di kabupaten.

Melalui baliho yang dipasang juga sebagai undangan resmi bagi seluruh masyarakat untuk menghadiri perhelatan baik itu acara pada siang dan malam sampai pada puncak acara upacara adat pada 6 November yang akan dilaksanakan pemotongan hewan kurban. Saya berharap masyarakat Kubar datang beramai-ramai untuk menyaksikan dan bergembira bersama,” kata Bupati.

Ribuan Peserta Meriahkan Kirab Budaya Nusantara

Sendawar, Kaltim - Sebanyak seribu peserta dari kalangan pelajar, tokoh agama, adat, dan masyarakat umum, serta sejumlah etnis mengikuti Kirab Budaya Nusantara 2013. Peserta yang memakai busana etnis masing-masing itu memulai kirab dari depan Kantor Bupati Kutai Barat dan finis di Taman Budaya Sendawar (TBS), Jalan Sendawar Raya, Kecamatan Barong Tongkok, Sabtu (16/11) lalu.

Di tempat tersebut, masing-masing juga menampilkan berbagai keseniannya secara bergantian. Di antaranya etnis Dayak Tonyoi, Benuaq, Bahau, Kutai, Jawa, Bali, Bugis, Batak, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Toraja, Banjar, dan etnis lainnya. Serta diikuti pula paguyuban dan sanggar seni.

Ketua Paguyuban Tosan Aji Pinang Sendawar Hari Supranoto mengatakan, kegiatan ini diharapkan menjadi embrio kebersamaan dan kerukunan pada lapisan masyarakat maupun semua etnis yang ada di Kabupaten Kutai Barat.

“Mari kita bersama-sama bergandengan tangan, rapatkan barisan, semakin bersatu, rukun, damai, dan siap untuk ikut berperan serta dalam pembangunan Kutai Barat yang kita cintai ini,” ujar Hari pada acara pelepasan Kirab Budaya Nusantara 2013.

Kegiatan ini juga sebagai pengingat akan warisan budaya leluhur nusantara berupa sempekat agar tetap dijaga dan dilestarikan agar menjadi roh masyarakat Kutai Barat.

“Ketika situasi kondusif, aman, damai, tenteram tercapai di Bumi Sendawar Tanaa Purai Ngeriman, maka pembangunan yang adil merata segera bisa terwujud dan dirasakan semua masyarakat Kutai Barat,” jelas Hari.

-

Arsip Blog

Recent Posts