Pengusaha Jepang Dikenalkan pada Budaya Padang

Padang, Sumbar - Pemerintah Kota Padang, Sumatera Barat memperkenalkan kebudayaan setempat kepada rombongan pengusaha dari Jepang.

"Rombongan pengusaha Jepang selama berada di Kota Padang akan diperkenalkan berbagai macam seni dan budaya Minangkabau," kata Wakil walikota Padang, Mahyeldi Ansyarullah di Padang, Senin (24/6). Menurut dia, rencananya rombongan pengusaha Jepang tersebut mengunjungi sejumlah objek wisata yang ada di Kota Padang.

Selain memperkenalkan budaya, nantinya juga akan dibicarakan peluang investasi dengan rombongan pengusaha Jepang. Pemerintah akan menawarkan sejumlah peluang investasi ke Jepang," ujar dia.

Dia mengatakan, setahun yang lalu Pemkot Padang pernah melakukan kerjasama dengan Kota Yamakshu Jepang untuk menjadikan kedua kota ini sebagai Kota kembar yang akan bergerak di bidang perikanan dan kelautan.

"Kedatangan rombongan pengusaha ini diharapkan akan dapat mewujudkan rencana yang sudah ada sesuai harapan bersama serta berdampak positif bagi peningkatan ekonomi masyarakat," katanya.

Menurut dia, saat ini pemerintah memang mencari berbagai peluang guna pemulihan dan pembenahan Kota Padang pascagempa 2009. "Pemkot Padang akan memberikan kemudahan dalam hal perizinan bagi investor Jepang yang ingin berinvestasi," ujarnya.

Sementara itu Ketua Tim rombongan pengusaha Jepang, Oemura menyatakan, negara Jepang tertarik untuk memperlajari kebudayaan Kota Padang. "Kita ingin lebih dekat lagi untuk mempelajari kebudayan Kota Padang, dan juga sebaliknya memperkenalkan kebudayaan Jepang," katanya.

Pentaskan Bunga Rampai Sulsel di Malaysia

Makassar, Sulsel - Sanggar Bolong Ringgi, Kabupaten Barru, tampil di negeri jiran, Malaysia mewakili Sulsel dalam acara KLIGP. Kesempatan diberikan panita kepada Sanggar Bolong Ringgi tampil pada hari kedua sebagai Official Opening yang dihadiri langsung, Deputy Minister Ministry of Science, Technology and Innovation, YB DATO' Dr Abu Bakar Bin Mohamad Diah dan beberapa delegasi ada Singapura, Thailand, Korea, dan Hongkong.

KLIGP merupakan Pesta hadiah premium dan alat tulis yang bertujuan mempromosikan kemajuan industri dan premium, yang dimana tahun ini adalah yang kelima kali Indonesia setelah vakum empat tahun silam.

Sanggar Bolong Ringgi menampilkan tari, musik hingga lagu-lagu daerah dalam judul "Bunga Rampai Sulawesi Selatan". Sebuah pertunjukan yang memadukan keanekaragaman seni budaya yang ada di Sulawesi Selatan.

Didampingi wakil bupati Barru, Drs Andi Anwar Aksa yang dilaksanakan pada 12 hingga 14 Juni lalu di Putra World Trade Centre (PWTC) Kuala Lumpur.

Dalam kesempatan itu pula, Sanggar Bolong Ringgi juga menampilkan tarian dan musik orkes “to riolo” yang membuat para tamu memberi apresiasi yang positif untuk Tim Kesenian Kabupaten Barru sebagai satu-satunya performer Seni musik dan tari dari Sulsel bahkan Indonesia.

Australia Kenalkan Bahasa dan Budaya Indonesia Sejak Dini

Melbourne, Australia - Melalui pengajaran perbedaan budaya sejak dini, diharapkan generasi mendatang di Indonesia dan Australia akan semakin mempererat kerjasama dan menghindari kesalahpahaman.

"Selamat pagi, nama saya Michael," sapa salah satu siswa Sekolah Dasar Marlborough di Melbourne. Bukan hanya Michael, banyak siswa yang berebut menyapa dalam Bahasa Indonesia saat berkunjung ke sekolah ini.

Marlborough Primary School adalah salah satu sekolah di Australia yang memiliki program 'Asia Literacy' yang bertujuan agar para siswa didiknya bisa memahami budaya Asia, khususnya Indonesia.

"Kami ingin agar para siswa kita kelak akan berkarir di Asia, seperti di Indonesia, karenanya kami mengajarkan pemahaman budaya dan bahasa," jelas Angie O’Hare, Kepala Sekolah Dasar Marlborough.

Menurut Angie, Bahasa Indonesia adalah salah satu bahasa yang mudah untuk dipelajari, bahkan lebih mudah dari bahasa Inggris.

"Apalagi jika diajarkan sejak dini, mereka dengan mudah menyerap kata-kata baru, misalnya lewat buku cerita," tambahnya.

Tidak hanya pelajaran bahasa, murid-murid juga diperkenalkan soal budaya Indonesia, melalui kerjasama secara langsung dengan sekolah di Indonesia.

"Kami menjalin mitra dengan MIN Cempaka Putih di Jakarta, dimana kita berkolaborasi dalam menyampaikan materi pengajaran soal budaya secara bersama-sama," kata Angie.

Kolaborasi yang dilakukan adalah dengan membuat sebuah buku yang ditulis oleh siswa di kedua negara, agar mereka bisa berbagi pengalaman hidup dan cerita. Rencananya buku ini pun akan diterbitkan dalam Bahasa Indonesia dan Inggris.

Dengan kolaborasi ini diharapakan para siswa dapat memahami perbedaan soal budaya. Dengan harapan di masa depan mereka bisa menghindari kesalahpahaman diantara kedua negara.

Tidak hanya itu, setiap dua minggu sekali, Sekolah Dasar Marlborough dan MIN Cempaka Putih menggelar sesi berbincang-bincang melalui Skype.

Dalam sesi ini, para siswa bisa belajar bahasa dan budaya. Biasanya, para siswa akan saling unjuk kebolehan dengan menari atau menyanyi.

Misalnya, para siswa Marlborough di Melbourne menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dengan fasih, yang membuat para guru dan siswa MIN Cempaka Putih terpukau. Sebagai balasan, para siswa Cempaka Putih beraksi dengan tarian Betawi yang menghibur para siswa Australia tersebut.

Pendidikan jadi fokus utama kerjasama Australia dan Indonesia

Proyek kerjasama antara sekolah di Australia dan Indonesia ini digagas oleh Australia-Indonesia Institite dan Asia Education Foundation dengan bantuan pemerintah Australia senilai Rp. 500 milyar.

Saat ini sudah terjalin kerjasama diantara 96 sekolah diantara kedua negara, termasuk 192 guru dari Australia dan Indonesia yang mendapat pelatihan profesional, program kunjungan, dan pertukaran guru

Datanglah ke Maluku Utara, Ada Festival Morotai

Ternate, Malut - Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara (Malut), akan menggelar Festival Morotai 2013 sebagai salah satu upaya menarik minat wisatawan dari dalam dan luar negeri untuk berkunjung ke daerah tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pulau Morotai, Revi Dara di Ternate, Minggu (23/6/2013), mengatakan, Pemkab Pulau Morotai sudah mengkoordinasikan penyelenggaraan festival tersebut kepada Kementerian Kebudayaan dan Ekonomi Kreatif dan mendapat dukungan penuh.

Kepastian bulan penyelenggaraan belum ditetapkan, karena masih dikoordinasikan dengan berbagai pihak terkait, namun akan diupayakan pertengahan 2013.

Revi mengatakan, festival ini akan diselenggarakan di sejumlah obyek wisata di Pulau Morotai seperti berselancar yang dipusatkan di Sopi Morotai Jaya, menyelam di Pulau Tabailenge Kecamatan Morotai Timur.

Selain itu, untuk kegiatan seperti renang, mancing, kuliner, festival perahu kora-kora dan kegiatan pendukung lainnya akan dilangsungkan di sejumlah lokasi berbeda di Morotai. Sedangkan untuk perahu kora-kora nantinya akan dirancang perahu yang berciri khas Tobelo-Galela karena menyimbolkan budaya daerah.

Sementara untuk persiapan dari daerah, Revi mengatakan, dalam waktu dekat akan melakukan rapat koordinasi untuk membentuk panitia daerah. Sebab kegiatan tersebut jenis kegiatannya melekat pada beberapa instansi. "Kegiatan ini nantinya tidak hanya melekat pada dinas pariwisata saja, namun ada beberapa dinas yang akan terlibat," jelasnya.

Kabupaten Pulau Morotai menyimpan sejumlah panorama obyek wisata terkenal seperti Pantai Tabailenge adalah tempat wisata yang sangat indah untuk dijadikan obyek wisata andalan, dan Pulau Dodola dengan pasir putihnya yang indah.

Gelar Festival Kesenian Jakarta Demi Lestarikan Budaya Betawi

Jakarta - Seluruh warga Jakarta sedang merayakan HUT ke 486, diberbagai tempat di seluruh kota Jakarta, terutama di Jakarta Timur pada akhir pekan ini dipadati oleh berbagai macam kegiatan diantaranya seperti gelar kebudayaan betawi yang dilaksanakan di Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, Minggu (23/6/13).

Kegiatan yang dilaksanakan di separuh jalan raya ini baru pertama kali dilakukan oleh warga kelurahan Bambu Apus. Kegiatan ini dimeriahkan berbagai macam kegiatan seperti bazar makanan khas betawi mulai dari kue, asinan betawi sampai kerak telor semua dijajakan untuk memeriahkan suasana kegiatan dalam rangka memeriahkan HUT Kota Jakarta.

Walikota Jakarta Timur, Drs.H.R. Krisdianto, M.Si, mengatakan, kagiatan gelar budaya betawi ini memang baru pertama kali dilakukan, hal tersebut dapat terlihat masih banyaknya kekurangan seperti pemilihan lokasi acara yang kurang tepat di jalan raya yang mengganggu kelancaran lalu lintas kendaraan bermotor sehingga membuat macet dan masih banyaknya terlihat tumpukan sampah liar disekitar tempat acara, tentunya sangat mengganggu kenyaman semua pihak.

“Kedepannya acara seperti ini agar dilakukan setahun sekali, tentu kedepan harus lebih baik lagi dari hari ini, dimana lokasinya lebih baik cari lapangan kosong karena masih banyak lahan kosong di kecamatan cipayung, dan lokasi harus bersih dari sampah. Jakarta Timur baru saja menerima penghargaan adipura jika terlihat kotor seperti ini tentu sangat ironis sekali. kedepan semua persiapan harus lebih baik lagi,” kata Krisdianto saat menghadiri kegiatan gelar budaya betawi di kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur.

Krisdianto mengatakan, kegiatan gelar budaya betawi harus menjadi agenda tahunan, untuk itu kedepan harus lrbih meriah dari sekarang. kegiatan ini juga dimeriahkan oleh arak arakan warga betawi yang menikah dengan kebudayaan khas betawi, tentu saja kegiatan ini bagus sekali karena bisa melihat kebudayaan betawi secara lengkap baik dari segi makanan khas betawi, pernikahan dengan khas budaya betawi, palang pintu, dan musik betawi, serta pembagian KJS kepada warga Bambu Apus.

“Kegiatan gelar budaya betawi yang dilaksanakan oleh warga Cipayung telah berlangsung selama tiga hari dalam rangka memeriahkan HUT kota Jakarta ke 486. Sampai hari ini ternyata acara masih ramai dikunjungi. Ini menandakan masyarakat sangat membutuhkan hiburan untuk menghilangkan kepenatan rutinitas harian, dan perlu kita apresiasi serta kita dukung agar kedepannya akan lebih semarak lagi,”pungkasnya.

Workshop Tari Serampang XII di Taman Mini

Jakarta - Tari Serampang XII yang mengalami kejayaannya di era Presiden Ir. Soekarno kini mulai terpinggirkan akibat derasnya arus globalisasi.

Tari Serampang karya Sauti ini mulai ditinggalkan para generasi muda. Padahal tahun 50-an dan 60-an tari Melayu Deli ini sudah diakui di tingkat nasional maupun mancanegara.

Dalam upaya melestarikan Tari Serampang XII, Ajungan Sumatera Utara Taman Mini Indonesia Indah (TMII) akan menggelar workshop tari karya Sauti.

“Kita terpanggil untuk melestarikan Tari Serampang 12 lewat Workshop. Bagimana pun tari karya Sauti ini tidak saja aset budaya Melayu Deli Serdang saja, tapi juga sudah menjadi aset nasional yang harus dilestarikan,” papar Kepala Anjungan Sumut TMII, Tatan Daniel, Sabtu (23/6).

Workshop Tari Serampang XII dengan narasumber Mayang Murni (Penari Serampang XII di era tahun 60-an), Sumarjo HP (Jakarta) dan Retno (Medan) dengan tema “Keanekaragaman Kembang Tari Serampang XII”.

Para peserta terdiri dari penari, sanggar se-Jabodetabek, IKJ, UNJ, pelajar dan guru-guru tari. peserta workshop akan mencapai lebih dari 150 orang.

“Dengan adanya workshop ini, diharapkan ke depannya Tari Serampang XII akan kian berkembang dan kembali dikenal para muda-mudi,” papar Tatan.

Digelarnya workshop tari Serampang 12 adalah mencari pedoman tentang teknik tari Serampang 12 bagi praktisi seni di Jakarta. “Tari Serampang 12 mempunyai banyak ragam. Dinamika teknik tari Serampang 12 semakin mempertegas perlu pedoman Tari Serampang 12,” kata praktisi tari asal Medan, Retno dalam pemaparan diskusi di Anjungan Sumut, TMII, Sabtu (23/6).

Retno juga kecewa, banyak penari Serapang 12 yang tidak kenal Sauti. “Padahal banyak orang mengenal tari Serampang 12, namun tidak mengenal pencipta tarinya.

Di banyak sanggar tari, tari karya Sauti ebih diutamakan bagimana mendapatkan secara cepat, tapi tidak diimbangi dengan bagimana menarikannya secara tepat,” katanya.

Untuk diketahui, Tari Serampang 12 merupakan kesenian tari tradisional yang berasal dari Melayu. Waktu itu berkembang di bawah Kesultanan Serdang. Tarian Serampang Dua Belas diciptakan oleh Sauti pada tahun 1940-an dan digubah ulang oleh penciptanya antara tahun 1950-1960. Sebelum bernama Serampang Duabelas, tarian ini bernama Tari Pulau Sari. Mengapa Tari Pulau Sari diganti dengan nama tari Serampang XII.

Nama Pulau Sari kurang tepat karena tarian ini bertempo cepat (quick step).

Menurut Tengku Mira Sinar, seorang pelaku seni Melayu, nama tarian yang diawali kata “pulau” biasanya bertempo rumba, seperti Tari Pulau Kampai dan Tari Pulau Putri. Sedangkan Tari Serampang Duabelas memiliki gerakan bertempo cepat seperti Tari Serampang Laut.

Berdasarkan hal tersebut, Tari Pulau Sari lebih tepat disebut Tari Serampang Duabelas. Nama duabelas sendiri berarti tarian dengan gerakan tercepat di antara lagu yang bernama serampang.

Penamaan Tari Serampang Dua belas merujuk pada ragam gerak tarinya yang berjumlah 12, yaitu: pertemuan pertama, cinta meresap, memendam cinta, menggila mabuk kepayang, isyarat tanda cinta, balasan isyarat, menduga, masih belum percaya, jawaban, pinang-meminang, mengantar pengantin, dan pertemuan kasih.

-

Arsip Blog

Recent Posts