Empat Negara Pastikan Ikuti Festival Bunga Tomohon

Manado - Empat negara memastikan mengikuti "Tomohon International Flower Festival" (TIFF) yang akan digelar 8 Agustus 2015 mendatang, kata Asisten Bidang Pembangunan dan Ekonomi Ronny Lumowa, Jumat.

"Polandia, Prancis, Filipina dan Rusia sudah memberikan konfirmasi. Masih ada beberapa negara lagi yang akan dikonfirmasi lanjutan termasuk Amerika Serikat," kata Asisten di Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara.

Kementerian Luar Negeri, kata dia, yang akan memastikan keikutsertaan negara-negara asing dalam festival bunga internasional ini, sama seperti yang dilakukan pada tahun sebelumnya.

Begitupun dengan Kementerian Pariwisata yang memberikan andil membuka ruang promosi ke sejumlah pemangku kepentingan terkait mengenai agenda tahunan kota berpenduduk 101 ribu jiwa ini.

"Total sudah sebanyak 35 peserta yang akan mengikuti TIFF ini baik dari luar negeri, beberapa kabupaten dan kota di Indonesia, perbankan serta unit usaha lainnya.

"Kami berupaya maksimal sehingga pelaksanaan TIFF ini berlangsung meriah dan wisatawan lokal dan mancanegara merasa terhibur dan betah datang ke Tomohon," katanya.

Kandidat sekretaris daerah ini menambahkan, pelaksanaan festival ini sebagai bentuk promosi potensi wisata Kota Tomohon sehingga menjadi salah satu tujuan wisatawan manakala berkunjung ke Provinsi Sulut.

"Semakin banyak kita melakukan promosi, wisatawan akan mengenal apa potensi-potensi wisata yang ada di kota ini. Bila industri pariwisata berkembang pesat akan memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat," ungkapnya.

Istana Kota Rebah Berbenah

Tanjungpinang, Kepri - Objek wisata Istana Kota Lama cukup familiar di masyarakat. Istana Kota Rebah terus dipercantik oleh Pemerintah Kota Tanjungpinang dan Pemprov Kepri.

Istana Kota Lama, di sinilah tapak awal kekuasaan kesultanan Melayu Riau-Johor, Pahang-Lingga ditabalkan (tabuh beduk ketika meresmikan penobatan raja) sebelum akhirnya berpindah-pindah tempat sesuai dinamika sosial-politik masa itu. Senin (1/6), Kepala Dinas Pariwisata Kota Tanjungpinang, didampingi utusan Dinas Pariwisata Provinsi Kepri, melihat langsung pembangunan pagar dikawasan ini.

”Dinas Pariwisata Kepri mulai bangun pagar keliling sesuai dengan volumenya mencapai 320 meter. Gapura untuk pintu masuk juga sedang dibangun melalui dana Dinas Pariwisata Kota Tanjungpinang,” kata Juramadi Esram, kepada Tanjungpinang Pos, Senin (1/6).

Sebagai tempat wisata masyarakat Kota Tanjungpinang, kawasan ini dibangun pelabuhan dan tahun ini sudah dikerjakan, tujuannya mempermudah akses menuju kawasan wisata ini. Tidak hanya lewat darat tapi bisa lewat laut juga. Untuk pembangunan pelabuhan Kota Rebah, akan dibangun oleh Dinas Perhubungan Kota, dananya bersumber dari dana Provinsi Kepri.

”Ada laporan dari masyarakat, kiranya pemerintah merusak cagar budaya di Kota Rebah. Tak mungkin kita rusak, justru kita mempercantik agar tetap indah dan bisa jadi tempat wisata,” kata Juramadi Esram.

Juramadi menambahkan, sebelum dibangun pagar di lokasi tersebut, Dinas Pariwisata Provinsi Kepri, Dinas Pariwisata Kota Tanjungpinang sudah berkoordinasi dengan tim dari Balai Pelestarian Cagar Budaya Batusangkar. Kemudian, sama-sama tim turun ke lokasi untuk melihat langsung kondisi di lapangan.

”Hasil peninjau lapangan, tidak ada makam yang terkena bangunan pagar,” tegasnya.

Kata Juramadi, keindahan wisata Kota Rebah yang terkenal dengan mangrove-nya cukup menakjubkan. Kota Rebah merupakan satu objek wisata Kota Tanjungpinang yang harus terus dibenahi. Untuk itu, ia mengajak anak-anak pelajar dan guru sebaiknya memanfaatkan Kota Rebah sebagai tujuan wisata. Ia juga mengharapkan agar Dinas Pekerjaan Umum Kota Tanjungpinang, membuat akses jalan aspal menuju lokasi ini.

”Di dalam Kota Rebah selain kita temukan peninggalan bersejarah, pohon-pohonnya cukup tinggi dan asri. Ditambah keindahan hutan mangrovenya yang cukup indah,” tegasnya.

488 Pertunjukan Seni Jalanan Meriahkan Jakarnaval 2015

Jakarta - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI Jakarta kembali menggelar Jakarnaval 2015 untuk merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-488 DKI Jakarta. Rencananya, Jakarnaval 2015 yang digelar pada Minggu (7/6), dimulai pukul 12.00 WIB hingga 19.00 WIB.

Kepala Disparbud DKI Jakarta Purba Hutapea mengatakan, hal yang membedakan Jakarnaval tahun ini dibandingkan tahun-tahun lalu, adalah tahun ini Jakarnaval akan menggelar pertunjukan 488 seni jalanan, yang dikemas menjadi satu cerita tentang Jakarta dan kekiniannya.

“Mereka akan mempertunjukkan berbagai kegiatan seni yang berbau Jakarta. Makanya kita ambil tema Jakarnaval tahun ini yaitu Gempita Jakarta,” kata Purba, dalam acara jumpa pers Jakarnaval di Monas, Jakarta Pusat, Kamis (4/6).

Alasan menampilkan 488 street art performance, Purba menegaskan, pihaknya ingin dalam Jakarnaval tahun ini melibatkan kelompok masyarakat, profesi, kelompok komunitas hobi dan seni budaya yang ada di Jakarta.

Selain itu, Jakarnaval 2015 diisi dengan 35 komunitas hobi dan seni budaya, 22 mobil hias dari berbagai SKPD, BUMD dan BUMN serta pihak swasta, puluhan artis dan band ternama ibu kota, kelompok marching band dan atraksi dari komunitas paramotor Indonesia.

“Pelaksanaan Jakarnaval memang lebih awal dari HUT DKI Jakarta yang jatuh pada 22 Juni. Kenapa kita percepat, untuk menghormati pelaksanaan bulan puasa yang akan berjalan pada 18 Juni,” ujarnya.

Kegiatan hiburan sudah dimulai sejak pukul 12.00 WIB di Monas. Kemudian arak-arakan mobil hias dan 488 street art performance, serta atraksi lainnya akan dimulai pada pukul 15.00 WIB. Pawai itu akan dilepas langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

Rute Jakarnaval 2014 yaitu dari Plaza Timur Monas – Jalan Medan Merdeka Utara – Jalan Medan Merdeka Barat. Untuk kelompok pawai mobil hias, lanjut dari Jalan Medan Merdeka Barat menuju Jalan Thamrin dan berakhir di Bundaran HI. Sedangkan untuk kelompok komunitas hobi dan seni budaya, dari Jalan Medan Merdeka Barat lanjut ke Jalan Medan Merdeka Selatan dan berakhir di Silang Barat Daya Monas.

Kurator Jakarnaval 2015, Subarkah mengatakan pelaksanaan Jakarnaval dari tahun ke tahun harus memiliki perbedaan. Hal itu agar warga Jakarta tidak merasa bosan untuk datang ke dalam acara tersebut.

Tarian Massal Pelajar dan Mahasiswa Ramaikan Pembukaan Metro Fair 2015

Metro, Lampung - Tarian massal yang disajikan ratusan pelajar dan mahasiswa di Metro mewarnai pembukaan Festival Putri Nuban dan Metro Fair, di Lapangan Samber, Kamis (4/6/2015), yang ditandai pemukulan gong oleh Wali Kota Metro Lukman Hakim.

Acara yang menjadi agenda tahunan untuk menyemarakkan HUT ke-78 Kota Metro tersebut disambut atusias masyarakat. Dalam HUT Metro itu juga akan menampilkan sejumlah aktivitas kesenian rakyat dan grup band ternama dari Jakarta. Malam hiburan dan budaya akan mempertunjukkan budaya Lampung pantun bersahut Dikir Baru.

Wali kota mengatakan kegiatan budaya yang disajikan dalam festival Putri Nuban merupakan upaya untuk melestarikan kebudayaan yang tumbuh dan berkembang di tengah-tengah masyarakat.

Karenanya, festival budaya dijadikan momentum yang sangat penting dalam membangun budaya. Selain itu juga dijadikan sarana hiburan masyarakat , serta menjadi wahana pertemuan insane seni dan budaya untuk terus terciptanya seni kreasi baru yang lebih baik, indah dan menarik.

“Hari jadi Metro ini milik rakyat, yang dipormulasikan dalam even berkeseniania serta pameran dan hiburan rakyat,”ucap Lukman. Pada ajang pameran Metro Fair juga diharapkan mampu berperan sebagai sarana informasi dan promosi,”tambahnya.

Kesempatan itu Lukman juga mengajak masyarakat untuk terus membangun semangat kebersamaan dan gotong royong serta menjaga hasil-hasil pembangunan.

Sementara Ketua Panitia yang juga Sekda Ishak menuturkan festival budaya Putri Nuban merupakan sarana untuk mengenang kembali historis sejak Metro jaman kolonisasi. Selain itu juga ajang silaturahmi dan motivasi untuk membangun Kota Metro yang nyaman dan kota berbudaya.

Mahasiswa Gelar Festival Budaya dan Kuliner Asia Timur

Malang - Sebanyak seratus mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang menggelar Festival Budaya dan Kuliner Jepang, Korea, dan Cina di kampus mereka, Kamis, 4 Juni 2015.

Sejumlah kesenian tradisional, budaya, dan kuliner ditampilkan para mahasiswa. Mahasiswa dari Cina menyanyikan lagu negeri mereka. "Saya suka lagu dangdut," kata mahasiswi asal Universitas Normal Guangxi, Cina, Yu Zhouyu.

Yu Zhouyu mengatakan, saat karaoke, dia suka menyanyikan lagu yang dipopulerkan Cita Citata berjudul Sakitnya Tuh di Sini. Mahasiswi yang mengambil jurusan bahasa Indonesia ini juga suka menyanyikan lagu karya Superman is Dead dan Melly Goeslaw. "Lagu Indonesia banyak yang sedih."

Ia mengaku suka mempelajari budaya Jawa. Yu tergolong mudah bergaul dengan warga di sekitar kampus. Selain musik, ia menyukai puisi karya sastrawan besar Indonesia, seperti Sapardi Djoko Damono dan W.S. Rendra.

Beberapa mahasiswa mengenakan kimono, pakaian khas Jepang. Mereka duduk berderet mengelilingi sebuah tungku untuk menjerang teh. Ritual cha no yu atau upacara minum teh yang diadakan di luar ruangan ini disebut nodate.

Teh disiapkan secara khusus sebagai sebuah seni. Upacara minum teh dinikmati para tamu di ruangan khusus minum teh, yang disebut chashitsu. Teh disajikan dalam mangkuk keramik.

Festival Sriwijaya 2015 Usung Kebesaran Kerajaan Sriwijaya

Palembang, Sumsel - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) kembali menggelar Festival Sriwijaya 2015 yang akan diselenggarakan 11 – 14 Juni 2015.

“Hari ini launching Festival Sriwijaya ke-23 sudah dilakukan Gubernur Sumsel Alex Noerdin bersama Menteri Pariwisata Arief Yahya di Balairung Soesilo Soedarman Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata,” kata Irene Camelyn Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan dan Parwisata Sumsel, Rabu (3/6).

Pada peluncuran Festival Sriwijaya 2015, Gubernur Alex Noerdin mengatakan, “Provinsi Sumatera Selatan berusaha mengikuti trend industri dewasa ini mulai bergeser. Dewasa ini para pebisnis mulai melihat pergerakan yang mengarah pada cultural industry atau industri kebudayaan. Kondisi tersebut tak hanya disadari oleh para pebisnis atau CEO, daerah pun paham betul kemana angin bisnis berhembus.”

Menurut Alex Noerdin, Festival Sriwijaya kali ini ingin memanfaatkan angin itu sebagai potensi untuk mengembangkan Provinsi Sumatera Selatan. “Kita sadar dengan kekurangan Sumatera Selatan, namun kita berusaha lebih peka lagi terhadap kekayaan kebudayaan daerah. Unsur itulah yang ingin ditunjukkan pada Festival Sriwijaya ke-23,” ujarnya.

Gubernur Sumsel mengingatkan, “Daerah kalau tidak dengan usaha yang luar biasa, sulit bersaing di tingkat nasional bahkan internasional. Festival Sriwijaya tidak hanya untuk meningkatkan pendapatan daerah, festival ini adalah bukti konkrit dari semangat Sumatera Selatan menjunjung tinggi harkat dan martabat bangsa. Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menggali mutiara-mutiara kebudayaan di zaman kerajaan Sriwijaya untuk dipertontonkan kepada dunia.”

Alex Noerdin mengatakan, “Festival Sriwijaya tidak sekedar mengagung-agungkan kejayaan masa lalu. Acara ini merupakan wisata budaya berformat festival untuk membangkitkan ingatan masyarakat dunia tentang kebesaran Kerajaan Sriwijaya. Mustahil jika wisatawan mancanegara yang menggandrungi sejarah, melupakan kerajaan besar yang wilayahnya membentang dari Filipina sampai ke Madagaskar, melebihi luas wilayah Indonesia saat ini.”

Menurut Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Parwisata Irene Camelyn, “Festival Sriwijaya ke 23 akan digelar di Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya, Palembang.”

Irene Camelyn menjelaskan, untuk mengundang kehadiran wisatawan mancanegara khususnya pencinta kebudayaan. “Promosi Festival Sriwijaya sudah dijalankan dengan menyasar kelompok-kelompok tertentu. Kita juga membuka penerbangan langsung bagi wisatawan dari Malaysia dan Singapura.

-

Arsip Blog

Recent Posts