Terima SK, Ribuan Guru Honorer Salam Punggawa di Kantor Kemenag Luwu

BELOPA - Ribuan guru honorer tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan tenaga administrasi se-Kabupaten Luwu, salam punggawa dengan Bupati Luwu, Andi Mudzakkar.
Salam Punggawa adalah salam yang ditenarkan pasangan calon Gubernur Sulsel Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar.
Salam punggawa menghiasi lapangan tennis Kemenag Luwu usai penyerahan Surat Keputusan (SK) honorer secara simbolis oleh Andi Cakka sapaan akrab Andi Mudzakkar , di Jl Jendral Sudirman, Kecamatan Belopa, Rabu (8/11/2017).
Sebanyak 1.920 guru honorer SD dan 1.031 guru honorer SMP bersama tenaga administrasi pendidikan hadir di lapangan tersebut.

Cakka merupakan bakal calon Wakil Gubernur Sulawesi Selatan pasangan Ichsan Yasin Limpo (IYL).
"Bapak ibu tidak usah tusuk saya, jangan karena saya ada di sini itu menjadi beban buat bapak ibu. Saya lebih mendahulukan ketenangan di banding perselisihan," ujar Cakka.(*)

Sebut Pegawai Honorernya Seperti `Kuntilanak`, Kadis Dicopot

KOTAMOBAGU—Alex Saranaung akhirnya dicopot dari jabatannya sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Keputusan ini setelah evaluasi yang dilakukan Alex Saranaung bersama tim Baperjakat. Yang menggantikan Saranaung adalah Gunawan Damopolii yang merangkap Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan.

Menurut Sekretaris Kota (Sekkot) Kotamobagu Adnan Massinae keputusan ini dituangkan dalam Surat Perintah Nomor 821.4/BKPP-KK/SP/2017. Dengan pergantian ini, Adnan berharap Plt Kepala DLH dapat menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya. “Plt Kepala DLH segera melakukan konsolidasi internal untuk melanjutkan pekerjaan,” ujarnya.

Terpisah, Damopolii mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan kepadanya. “Saya akan berusaha sebaiknya untuk memajukan DLH,” tuturnya.

Sekedar diketahui, Saranaung dicopot karena terkait dugaan pelecahan kepada salah satu pegawai honorer di DLH. Saranaung dilaprokan karena mengatakan pakaian yang dikenakan pegawainya ‘Kuntilanak’. Hal ini membuat wali kota berang. (cw-04/can)

Tidak Hadir, Honorer Dicoret

Honorer yang bekerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bolsel galau. Pasalnya, Bupati Bolsel Herson Mayulu meminta, honorer tidak masuk satu hari dicoret. “Staf ahli silakan untuk merekap kehadiran honorer mulai Desember sampai Januari mendatang,” ungkap Bupati, saat memimpin peringatan Hari Pahlawan, Jumat (10/11), kemarin.

Menurut bupati, ini sebagai bentuk mendisiplinkan para honorer, sehingga roda pemerintahan berjalan maksimal sesuai harapan. Sebab, tenaga honorer merupakan suku cadang Pemkab Bolsel, dalam menjalankan birokrasi di tengah moratorium Aparatur Sipil Negara (ASN) saat ini. “Yang kerja itu patriot bangsa, yang tidak kerja itu pecundang - pecundang bangsa,” sentil Bupati.

Tidak hanya mewarning honorer, Bupati juga mengucapkan terima kasih kepada mereka yang sudah bekerja cukup maksimal. “Saya berharap capaian kalian itu terus di pertahankan,” harapnya.

Sementara itu, Plh Sekkab Marzanzius Arvan Ohy SSTP menambahkan, akan menindaklanjuti perintah Bupati. “Kami tidak pernah lelah menyampaikan tentang kedisiplinan bagi honorer dan ASN. Baik itu dalam apel kerja, maupun kegiatan daerah,” pungkasnya. (ite)

Muncul Video Mesum Guru, Direkam di Ruang Kelas

Dunia pendidikan Indonesia kembali tercoreng.
Setelah beredarnya video diduga kekerasan guru terhadap muridnya di kelas, kali ini beredar video mesum dua orang guru yang berstatus ASN.
Video tersebut diunggah di kanal instagram @sekitar_jambi, pada Jumat (3/11/2017).
Menurut keterangan sumber, dalam video tersebut guru laki-laki yang dinisiali sebagai P dan guru perempuan berinisial R sedang bercumbu mesra di dalam ruang kelas SD Negeri 137 Desa Delima Kecamatan Tebing Tinggi.

Video tersebut direkam secara amatir oleh seorang siswa SMP di wilayah tersebut.
Kejadian ini sangat disesalkan orang tua SDN 137 Desa Delima dan sejumlah masyarakat setempat.
Menurut mereka,seharusnya seorang guru menjadi teladan bagi semua peserta didiknya.

Bahkan menurut penuturan warga, kejadian tak lazim ini bukanlah kejadian yang pertama kali.
Sebelumnya, kedua pelaku sempat berbuat yang serupa.
Namun karena tidak memiliki bukti kuat, mereka tidak mendapat sanksi.
Kasus ini sudah dilaporkan ke Dinas Pendidikan dan Badan Kepegawaian Kabupaten Tanjab Barat. (TribunWow.com/Dian Naren)

Polisi Kembali Periksa HA Eks Mahasiswi UI soal Video Mesum

Polisi Resor Kota Depok masih memburu penyebar video mesum yang diduga melibatkan alumni mahasiswi Universitas Indonesia berinisial HA. Saat ini polisi tengah memeriksa mantan kekasih dari HA, perempuan yang diduga pemeran dalam video tersebut.

Kapolresta Depok Kombes Herry Heryawan mengatakan, pemeriksaan mantan kekasih HA sebagai tindak lanjut dari penyelidikan.

"Hari ini kami sedang melakukan pemeriksaan untuk mantan kekasihnya HA, namanya Hafiz," ujarnya di Mapolda Metro Jaya, Rabu (8/11).

Selain Hafiz, Herry mengatakan, polisi akan kembali memeriksa HA pada Kamis (9/11). Menurut dia, dalam perkara tersebut, HA merupakan korban penyebaran video berkonten pornografi.

"Besok (Kamis) kami akan melakukan pemeriksaan kembali kepada HA. Saya tekankan yang paling penting, kalau kami lihat di sini kan korban, jadi kami tetap mencari tahu siapa yang mengedarkan hal itu," ucapnya.

Selain itu, Herry mengatakan, pihaknya juga masih berkoordinasi dengan Polda Kalimantan Timur terkait penyebaran video yang sama. "Koordinasi masih kami lakukan, penyebar belum ketemu," tuturnya.

Video mesum itu sempat menyebar luas melalui jejaring media sosial. Dalam judul video tersebut dituliskan jika video itu merupakan mahasiswi UI.

Polisi sebelumnya telah memeriksa HA dan F yang merupakan sepasang kekasih. Keduanya membantah memerankan dalam video mesum tersebut.

"Tiga video diakui bukan video mereka berdua, kemudian kami juga koordinasi dengan Siber Bareskrim Polri, kami mencari tahu siapa yang melakukan atau menyebarkan video tersebut," ujar Herry, Selasa (31/10).

Selain itu, polisi juga telah menghadirkan ahli digital, ahli gesture tubuh dan ahli ITE. Menurut Herry, pelaku penyebaran dapat dikenakan pelanggaran UU ITE. (osc)

Pengangkatan Guru Honorer Harus Perhatikan Aspek Kompetensi

Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB akan merekrut guru honorer sebanyak 5.200 orang, yang direncanakan pada November nanti.

Dewan Pendidikan Provinsi NTB menyarankan agar Pemprov NTB memperhatikan aspek kompetensi dari guru yang akan direkrut. Selain itu juga memperhatikan pemetaan formasi guru yang selama ini masih dianggap kurang.

Demikian disampaikan Ketua Dewan Pendidikan NTB, Drs. H. Syamsudin Anwar, akhir pekan kemarin.

Ia mengatakan pada proses rekrutmen nanti harus memperhatikan persyaratan kualifikasi. “Walaupun kualifikasinya terpenuhi, tapi aspek kompetensi itu perlu diuji kompetensinya, agar kita tidak mengangkat orang untuk jabatan guru itu asal-asalan,” katanya.

Selain itu, menurutnya harus memperhatikan kebutuhan guru saat ini. Diperlukan pendataan agar mengetahui jumlah kebutuhan riil guru di NTB. Termasuk melakukan pemetaan tentang guru bidang apa saja yang masih sangat dibutuhkan, atau masih mengalami kekurangan saat ini.

“Sebetulnya harus ada pemetaan tentang guru bidang apa yang kekurangan kita. Misalnya mau mengangakat 5.200. Harus ada pemetaan guru IPA berapa, guru IPS berapa, guru lain-lain berapa yang dibutuhkan,” kata mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Mataram ini.

Jika tidak melakukan pemetaan yang guru yang dibutuhkan, dikhwatirkan ketika sudah merekrut sebanyak 5.200 orang malah akan tetap mengalami kekurangan guru.

“Karena tidak ada pemetaan guru apa yang dibutuhkan, jangan asal guru tamatan lembaga pendidikan keguruan, jadi harus tahu jenis guru apa yang dibutuhkan,” sarannya.

Hal penting lainnya, kata Syamsudin, dibutuhkan adanya tes kepribadian kepada calon guru yang melamar. Menurutnya tes kepribadian bagi calon guru itu mutlak dilakukan. Dengan begitu akan terlihat potensi seseorang.

“Nanti akan kelihatan tidak bisa dibantah. Sekarang kan masih tersembunyi, tetapi begitu berada di depan kelas banyak hal atau pernasalahan yang ditimbulkan, masalah itu harus lebih awal diketahui. Jadi soalnya jangan terlalu mudah,” ujarnya menyarankan. (ron)

-

Arsip Blog

Recent Posts