Anak-anak Hongaria Belajar Membatik dan Bermain Congklak

London, Inggris - Berbagai macam kesenian, budaya dan permainan anak-anak khas Indonesia menarik perhatian anak-anak Hungaria dalam acara Children Day yang diselenggarakan Kantor Walikota Budapest di lapangan kota, Varosligeti Park, Budapest.

Dubes RI untuk Hongaria, Ibu Wening Esthyprobo memimpin langsung kegiatan promosi Indonesia melalui anak-anak, demikian Pensosbud KBRI Budapest Yudhi Gunawan kepada Antara London, Selasa.

Tenda Indonesia nampak unik berbentuk hexagonal yang dihiasi bendera Merah Putih diramaikan dengan berbagai macam poster kehidupan dan permainan anak-anak Indonesia. Tenda ini tidak hanya dipenuhi anak-anak akan tetapi juga orang dewasa yang ingin mengetahui Indonesia lebih dekat.

Dubes Ibu Wening Esthyprobo menjelaskan dengan memberikan pemahaman kepada anak-anak dan masyarakat Hongaria pada umumnya yang diberikan secara lugas dan menarik maka diharapkan pengenalan Indonesia dapat mengenai sasarannya.

Anak-anak Hongaria menjadi lebih tahu letak geografis dan kekhasan Indonesia melalui permainan mewarnai berbagai binatang khas Indonesia seperti Komodo, Harimau, Burung Cendrawasi atau bangunan bersejarah seperti Borobudur, Pura Ulu Watu di Bali atau penari Bali serta tempat-tempat lainnya.

Pada kesempatan yang sama Dubes mendengarkan dan menyaksikan anak-anak mengutarakan keinginannya untuk bertamasya ke Indonesia kepada orang tuanya.

Acara tahunan Children Day merupakan salah satu forum yang dapat dimanfaatkan untuk promosi Indonesia, mengenalkan lebih dini terhadap dunia anak dan permainan anak Indonesia, serta mengenalkan kebudayaan Indonesia.

Selain itu diperkenalkan juga cara membatik menggunakan cetakan, dan yang tak kalah menariknya bagi anak-anak Hongaria adalah bermain congklak dengan menggunakan kewuk atau cangkang kerang kecil yang tidak dapat ditemukan di Hongaria.

Di dalam tenda diperdengarkan berbagai lagu-lagu daerah anak-anak dari seluruh wilayah Indonesia seperti lagu Cublak Cublak Suweng, Gundul-Gundul Pacul, Apuse, Manuk Dadali, O Ina Ni Keke, Butet, Jaranan, Rek Ayo Rek, Soleram dan masih banyak lagi.

Anak-anak juga mendengarkan cerita singkat Rama dan Shinta yang dibawakan dalang wanita Hongaria, Dus Polett, mantan penerima Beasiswa Darmasiswa RI. Permainan wayang Dus Polett melibatkan anak-anak dalam cerita pewayangannya secara interaktif.

Partisipasi KBRI Budapest dalam acara Children Day dimeriahkan dengan penampilan tarian anak-anak oleh gabungan anak-anak Hongaria dan anak-anak Indonesia di panggung utama yang mendapatkan tepuk tangan sangat meriah.

Anak-anak ikut menarikan berbagai tarian daerah secara lincah dan harmonis diantaranya Tari Manuk Dadali dan Tokecang dari Jawa Barat, Tari Indang dari Sumatera Barat, Tari Giring-Giring dari Kalimantan Tengah serta Tari Senyum Indonesia yang merupakan gabungan tarian daerah dari berbagai wilayah di Indonesia.

Penutupan Wonderful Indonesia yang "Wonderful" di Laos

Vientiane, Laos - Wonderful Indonesia di Laos resmi ditutup setelah tiga hari penyelenggaraan, Minggu (29/5/2016). Namun, penutupan tersebut mematahkan ekspektasi awal bahwa seremoni hanya akan dihadiri peserta pameran dan seluruh keluarga besar KBRI Laos di Vientiane.

Keramaian apa pun yang ada di kota ini ibarat pindah ke gedung yang digunakan untuk acara penutupan tersebut, yakni di National Cultural Hall, Vientiane.

Gedung besar dengan desain mewah khas Laos itu penuh, baik di lantai atas maupun bawah, padahal ini merupakan acara "cultural night" yang akan diisi pertunjukan Indonesia, sesuatu yang boleh jadi asing bagi warga setempat.

Mariah Sulaiman dan Souphanith Vongsengthong sebagai pembawa acara punya peran sebagai penengah secara kebahasaan.

"Ini lebih besar dari acara yang sama saat pertunjukan Korea. Saat itu, ada K-pop ya, jadi mereka datang," ujar Duta Besar Indonesia untuk Laos, Irmawan Wisnandar, bersama istri, selepas mendapat ucapan berturut-turut dari perwakilan negara mana pun yang hadir pada acara tersebut.

Terlepas dari anggapan bahwa kali itu K-pop tersaingi budaya tradisional Indonesia, warga Laos yang datang pada malam itu memang mendapatkan yang terbaik dari Indonesia secara visual.

Rampak kendang hadir selepas sambutan dari Duta Besar Indonesia dilanjutkan dengan perwakilan Kementerian Informasi, Budaya, dan Turisme Laos.

Adrenalin warga Laos naik satu level lagi ketika pertunjukan bela diri merpati putih berlangsung dengan diikuti permainan aksi tutup mata mencari balon dan huruf di titik misterius di antara kursi-kursi penonton yang ketika.

Jeritan dan tepuk tangan dari warga Laos terdengar riuh kala pelaku bela diri berhasil menemukan benda-benda itu, yang ketika disusun bertuliskan "Indonesia Love Laos".

Keberadaan anak-anak muda Laos di gedung itu bisa menjadi tolok ukur. Jika mereka main handphone, berarti pandangan mereka sedang teralihkan dari panggung.

Namun, kali ini, mata mereka lepas dari layar gadget-nya, dan itu berlangsung sekian lama, terutama ketika tari saman dipertunjukkan.

"Woa woa woa...," kira-kira suara itulah yang terdengar dari seorang remaja yang menggenggam sebuah iPhone ketika para penari Saman kian menggelepar.

Ia pun tertawa bercampur meringis karena segmen demi segmen dari tari Saman seperti tidak kunjung habis.

Yang tak kalah istimewa pula adalah ketika Duta Besar Indonesia ikut menyanyi "Hai merdunya... Hai merdunya...," setelah pedangdut Oza yang didatangkan dari Jakarta mengontrol mata-mata para pengunjung dengan lenggokannya yang tak jarang sambil menyisir setiap gang di kursi pengunjung lantas menarik satu di antara mereka untuk goyang berdua.

Penonton pun kemudian juga menjadi penampil kala angklung yang sebelumnya dibagikan satu-satu itu digerakkan sesuai kode dari panggung. Mereka tampil bersama untuk lagu "Doung Champa", "Bengawan Solo", dan "I Have a Dream".

"Banyak yang bantu untuk informasikan ke warga sini, ya dari kementerian, dan masyarakat sini juga sebulan sekali ikut belajar gratis bahasa Indonesia di Kedubes," ujar Duta Besar Irawan coba menjelaskan alasan begitu penuhnya gedung ini pada malam tersebut, ketika penampil maupun penontonnya saling terbakar apresiasi pada malam penutupan Wonderful Indonesia yang wonderful ini.

Balimau Sultan Sambut Ramadan

Pelalawan, Riau - Wakil Bupati Pelalawan Drs H Zardewan MM secara resmi membuka prosesi upacara adat mandi Balimau Sultan menyambut Bulan Suci Ramadan 1437 H/2016 Masehi di tepian Sungai Rasau Kelurahan Pelalawan Kecamatan Pelalawan, Sabtu (28/6).

Puncak kegiatan yang manjadi tradisi masyarakat di Negeri Seiya Sekata ini setiap tahunnya untuk membersihkan diri menyambut Ramadan, ditandai dengan dengan penyiraman air ukup oleh Sultan Pelalawan Asyidisyarif HT Kamaruddin Haroen sebagai pewaris kerajaan yang didampingi oleh Wakil Bupati Pelalawan Drs H Zardewan MM.

Selain Wakil Bupati Pelalawan Drs H Zardewn MM, turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forkopimda Pelalawan, Sultan Pelalawan Asyidisyarif HT Kamarudin Haroen, Ketua Lembaga Kerapatan Adat Melayu (LKAM) Kabupaten Pelalawan Ir H T Edi Sabli beserta pengurus, para Kepala Dinas, Kepala Badan, Kepala Bagian beserta para Camat, tokoh agama, tokoh masyarakat dan para tamu undangan serta masyarakat kabupaten Pelalawan khususnya kecamatan Pelalawan.

Dalam sambutan Bupati Pelalawan HM Harris selaku Datuk Setia Amanah Payung Panji Adat yang dibacakan Wakil Bupati Pelalawan Drs H Zardewan MM mengatakan, bahwa upacara adat Mandi Balimau Sultan ini merupakan salah satu rangkaian acara masyarakat kabupaten Pelalawan khususnya Kecamatan Pelalawan dalam menyambut datangnya Bulan Suci Ramadan.

Dan prosesi tradisi ritual yang dimulai dari tanah bersejarah sebagai cikal bakal kabupaten Pelalawan tempat berdirinya kerajaan Pelalawan Istana Sayap di Kelurahan Pelalawan ini, merupakan salah satu syarat masyarakat yang ada di seluruh pelosok Kabupaten Pelalawan ini dalam melaksanakan ritual pembersihan diri.(amn)

Remaja Meksiko Tampilkan Tari Tradisional Indonesia

London, Inggris - Remaja Meksiko yang tergabung dalam tiga kelompok tari Indonesia di Meksiko, menampilkan tari Lenong Betawi, tari Rantak, tari Cendrawasih, tari Nandak Ganjen, tari Kembang Girang, tari Cipat Cipit, dan tari Rantak di hadapan sekitar 2000 penonton yang memadati foro principal (panggung utama) Festival Budaya Internasional (FCA).

Penampilan mereka mewarnai partisipasi ke-8 KBRI di Mexico City dalam FCA 2016, demikian Sekretaria Dua Fungsi Pensosbud KBRI Meksiko Febby Fahrani kepada Antara London, Selasa.

Masyarakat Meksiko tidak hanya luwes menari folkl rico dengan diiringi iringan musik Mariachi, namun ternyata luwes pula menari aneka tari tradisional Indonesia, ujar Dubes RI untuk Meksiko Serikat, Yusra Khan, usai pagelaran tari tradisional Indonesia di panggung utama Feria de las Culturas Amigas (FCA) 2016.

Indonesia memiliki banyak duta budaya di Meksiko, termasuk mereka yang berkeinginan untuk mempelajari tarian Indonesia. Tari Indonesia yang mereka pelajari laksana gerbang untuk lebih mengenal Indonesia, ujar Dubes Yusra Khan.

Dalam FCA 2016, selain tampil di panggung utama yang berada di alun-alun Zocalo Capitalino, depan Istana Presiden Meksiko, KBRI menawarkan kegiatan kelas tari tradisi sebagai salah satu kegiatan tambahan FCA 2016 yang bertempat di salah satu museum bergengsi di pusat kota Mexico City, Museo de las Culturas.

Bersama kelompok tari binaan KBRI, Pakoeningrat, diadakaan workshop tari berjudul Taller de Danza Indonesia diikuti sekitar 60 peserta diantaranya diperkenalkan Tari Lenong Betawi.

Sebelum mengikuti pelatihan tari yang dipimpin Alexander Ryanto ini, peserta diundang mempelajari tradisi Indonesia serta ditawarkan untuk mempelajari budaya Indonesia melalui program beasiswa Darmasiswa.

Booth Indonesia bertajuk Wonderful Indonesia juga dipadati pengunjung yang ingin mencoba produk makanan Indonesia, seperti sate ayam, lemper dan rendang, serta membeli produk kerajinan, khususnya batik, kipas, selendang, dan pakaian yang ditawarkan Usaha Kecil dan Menengah - Tangerang Selatan, Dharma Wanita Persatuan KBRI Mexico City, dan diaspora Indonesia yang menetap di Meksiko.

FCA merupakan festival budaya internasional secara rutin diadakan Pemerintah Kota Mexico City sejak tahun 2009. Gubernur Mexico City, Miguel Angel Mancera optimis FCA yang digelar dari tanggal 21 Mei hingga 5 Juni mendatang akan dikunjungi empat juta orang yang haus akan pengetahuan mengenai budaya dan tradisi dari hampir 100 negara perwakilan negara asing di Meksiko Serikat yang berpartisipasi dalam FCA 2016.

Seni Budaya Sulut Undang Decak Kagum, Ribuan Massa Padati Launching TIFF

Jakarta - Ramai. Begitu berisik. Namun sarat akan nilai budaya dan seni. Gerombolan orang dengan baju warna putih, tampak membanjiri Pusat Jakarta. Mulai dari Jalan Jenderal Sudirman sampai Jalan MH Thamrin, pusat perhatian hanya hanya tertuju pada massa yang ramai itu. Ya, itu adalah bagian dari launching Tomohon International Flower Festival (TIFF) 2016.

Diawali dengan jalan sehat. Titik start berada di depan Gedung Pusat BNI 46. Dan finish di Kantor Kementerian Pariwisata RI. Kumpulan massa dengan baju putih menandakan, mereka merupakan bagian dari pelaksanaan launching TIFF 2016. Mereka adalah warga Sulut. Baik yang datang langsung dari Sulut, maupun warga Sulut yang berdomisili di Jakarta.

Jalan sehat turut diikuti Gubernur Sulut Olly Dondokambey, Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw, Wali Kota Tomohon Jimmy Eman dan Wakil Wali Kota Tomohon Syerly Adelyn Sompotan. Namun karena banyaknya urusan, gubernur tak bisa melanjutkan kegiatan launching TIFF 2016.

Jepretan banyaknya kamera tak luput dari kegiatan ini. Sebab sangat mengundang perhatian. Di satu sisi memang karena banyaknya massa. Namun, di sisi lainnya, warga Jakarta yang kala itu menyaksikan prosesi jalan sehat, disuguhkan beberapa pertunjukan.

Penampilan ganas dari tarian kabasaran ditengarai sebagai magnet perhatian. Namun juga, suara yang dihasilkan barisan musik mambu, ternyata membuat warga yang lewat merasa terhibur. Apalagi ditambah tiga buah kendaraan hias yang cantik, turut mewarnai jalannya launching TIFF.

Sesampainya di depan Kantor Kementerian, para pejabat Sulut dan Tomohon langsung disambut dengan ucapan selamat datang ala tarian kabasaran, sebelum memasuki lokasi launching.

Dalam kegiatan launching TIFF 2016 ini, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata RI Hesti Astuti, Asisten Deputi Pengembangan Segmen Pasar Kementerian Pariwisata RI Raseno Arya, Ketua DPRD Provinsi Sulut Andrei Angouw, Wali Kota Bitung Maximilian Lomban, Dirut Bank Sulut Go Johanis Salibana, Kapolresta Tomohon Monang Simanjuntak, Ketua DPRD Kota Tomohon Miky Wenur, ikut hadir.

Jalannya acara launching, para pejabat serta warga mendapatkan beberapa pertunjukan yang menarik dari pihak panitia. Seperti, Tarian Maengket dari Sanggar Mapalus Nekoya, Kolintang dari Sanggar Bapontar, Tarian Kabasaran dari Sanggar Bapontar Manado, Tari Pisok dari Ikatan Putra Putri Tomohon, serta modeling.

Ucapan selamat datang disampaikan secara langsung ketua panitia yang juga Wakil Wali Kota Tomohon Syerly Adelyn Sompotan. Dalam ucapan selamat datangnya, ia menyampaikan rasa terima kasih pejabat di Sulut, pejabat Kementerian Pariwisata, serta warga Sulut yang sudah hadir di acara launching TIFF 2016.

“Terima kasih kepada seluruh pejabat di Sulut, pejabat kementerian, serta ribuan warga Sulut yang sudah hadir. Bahkan telah menyaksikan beberapa pertunjukan seni budaya Sulut,” ujarnya saat membawakan ucapan selamat datang di kompleks Kementerian Pariwisata, Minggu (29/5) kemarin.

Ia menyampaikan, acara launching ini digelar untuk meluncurkan secara resmi pelaksanaan TIFF 2016, pada 8 hingga 12 Agustus 2016 mendatang di Kota Tomohon. Sompotan juga memberikan rasa terima kasihnya secara khusus kepada pihak Kementerian Pariwisata. Karena sudah memfasilitasi bahkan mendukung penuh penyelenggaraan launching TIFF.

“Kami berharap pihak kementerian bisa bekerja sama hingga acara puncak TIFF 2016 pada Agustus mendatang,” imbuhnya. Apresiasi juga ia berikan kepada pemerintah Sulut yang berkontribusi untuk menyukseskan iven TIFF 2016.

Di lokasi yang sama, Wali Kota Tomohon Jimmy Eman juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Kementerian Pariwisata. “Terima kasih, dan kami mengapresiasi jajaran Kementerian Pariwisata yang telah menyelenggarakan launching TIFF 2016 serta memfasilitasinya,” ungkapnya.

Diakui Eman, ini merupakan kegiatan TIFF yang ke enam kalinya. Setelah sebelumnya dilaksanakan setiap dua tahun sekali, namun kali ini dilaksanakan setahun sekali. Karena TIFF telah menjadi salah satu agenda pariwisata nasional. Yang dipercayakan Kementerian Pariwisata kepada Sulut, dan Kota Tomohon sebagai pelaksana.

Tak hanya itu, sambungnya, kegiatan TIFF diadopsi dari festival Tournament of Roses. Yang berasal dari Amerika Serikat. Hanya saja, jika Tournament of Roses dilaksanakan tiap awal tahun, TIFF dilaksanakan setiap bulan Agustus. Bukan tanpa alasan TIFF digelar bulan Agustus. Sebab, bulan tersebut merupakan waktu libur bagi sebagian besar kalangan di Indonesia dan juga Internasional.

Sehingga pelaksanaan TIFF diharapkan akan dikunjungi tak hanya turis asing, namun juga turis lokal. Kegiatan ini juga, mendukung program Kementerian Pariwisata, seperti Wonderful Indonesia dan Pesona Nusantara. “Tak hanya Kementerian Pariwisata, tentu pelaksanaan TIFF mendukung program Sulut untuk mendatangkan satu juta wisatawan asing,” jelasnya.

Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw mengaku, pelaksanaan acara seperti TIFF sangat luar biasa. Dan bisa memberikan multiplayer effect bagi masyarakat.

Dikatakannya, ia dan gubernur lebih menyukai pariwisata dari pada sektor pertambangan. “Dibanding sektor pertambangan, pak gubernur dan saya lebih mengidolakan pariwisata,” jelasnya. Karena itu, wagub menegaskan, mulai tahun depan alokasi anggaran untuk sektor pariwisata naik 400 persen.

Dengan naiknya anggaran dari sektor pariwisata, ia menargetkan bakal mendatangkan satu wisatawan asing di Sulut. “Target pariwisata kita, satu juta wisatawan asing,” katanya. Dan untuk Kota Tomohon sendiri, dikatakannya, cukup 10 persen saja dari target satu juta, itu sudah sangat membanggakan.

Ucapan terima kasih turut dihaturkan wagub kepada Kementerian Pariwisata yang sudah ikut berperan dalam pengembangan pariwisata Sulut. “Terima kasih kepada Kementerian Pariwisata dalam ikut serta pelaksanaan launching TIFF. Yang membuktikan komitmen Pemerintah RI untuk mengembangkan sektor pariwisata,” imbuhnya.

Lebih jauh wagub menjelaskan, usaha mengembangkan pariwisata tidak lain adalah kepada kemakmuran rakyat. Sebab, semakin banyak wisatawan yang datang, semakin besar pendapatan daerah. Dan juga masyarakat bisa memanfaatkan momentum ini untuk dijadikan sumber pendapatan. “Ke depan kita akan dukung terus. Mudah-mudahan melalui TIFF 2016, ini bisa jadi entry point di Sulut untuk mengadakan agenda wisata yang lain,” seru wagub.

Hesti Astuti, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata, tak lupa memberi pujian pada penampilan apik dari beberapa sanggar budaya Sulut yang telah menunjukkan penampilan yang menarik. “Kami merespon baik daerah-daerah yang memang fokus mengembangkan pembangunan sektor pariwisatanya seperti ini,” tuturnya.

Tak hanya itu, iapun mengapresiasi kinerja pemerintah Sulut yang mau berkomitmen mengembangkan sektor pariwisata. Hingga mendapat tambahan alokasi anggaran hingga meningkat sebanyak 400 persen. “Ini iven yang luar biasa. Dan punya potensi untuk menjadi daya tarik baik kunjungan wisata mancanegara maupun nusantara,” tambahnya.

Astuti memuji pengembangan pariwisata Tomohon yang telah menarik minat wisatawan asing hingga mencapai 15 ribu orang per tahun. Serta 150 ribu orang wisatawan nusantara. Ini tentu diakuinya harus ditingkatkan agar bisa meningkatkan sektor pariwisata yang merupakan sektor unggulan Sulut. “Mudah-mudahan dengan adanya TIFF ini, mendorong pencapaian target. Kami selalu mendukung daerah yang mau komit mempromosikan potensi wisatanya,” pungkasnya.

Sebagai selebrasi launching TIFF 2016, disimbolkan dengan pelepasan balon oleh Kementerian Pariwisata ditemani jajaran pejabat Sulut.

Hal yang menarik juga terjadi pasca press conference launching TIFF 2016. Yang mana, duet kolaborasi antara Walikota dan Wakil Walikota Tomohon. Mereka menyanyikan lagu Bagai Rajawali yang disaksikan seluruh peserta press conference. Tak disangka, ternyata suara dua pemimpin Kota Tomohon tersebut sangat indah dan mengundang tepuk tangan meriah dari pendengar.

Gasing, Mainan Tempo Dulu yang Tarik Perhatian di London

London, Inggris - Gasing, permainan anak tempo dulu yang diperagakan dalam stand Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, telah menarik perhatian tidak saja anak-anak tetapi juga orang dewasa dalam acara Indonesia Weekend yang berlangsung di taman Porter Field dengan latar belakang London Bridge di seberang Tower of London, akhir pekan lalu.

Partisipasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam acara Indonesia Weekend salah satunya untuk memperkenalkan permainan gasing, ujar Kasubsit Program Evaluasi dan Dokumentasi Ahmad Mahendra kepada Antara London, Senin.

"Kami ingin memperkenalkan kepada anak-anak di Inggris alat permainan tradisional yang sangat sederhana dan banyak dijumpai di berbagai daerah di Indonesia," ujar Ahmad Mahendra,

Selama penyelenggaraan Indonesia Weekend banyak anak-anak dan bahkan orang dewasa pun turut berpartisipasi dan ikut mencoba memainkan tradisional tempo dulu yang sudah punah dan mengembalikan popularitas.

Menurut Ahmad Mahendra, gansing merupakan salah satu keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia yang bisa menjadi potensi bangsa Indonesia dan juga jadi satu kekuatan dalam diversity karya budaya.

Dia mengatakan, Kementerian Pendidikan sejak 2005 mencoba menginventaris seluruh gansing yang ada di Indonesia dan menyusunnya dalam bentuk buku dan juga berbentuk kartu promosi yang membutuhkan dua set boxs kartu.

Selain itu juga mengelar lomba gansing dan festival dan akhirnya ditemukan lebih dari ratusan bentuk dan jenis gansing di seluruh Indonesia. Bahkan ada beberapa komunitas Gansing juga sudah terbentuk di tanah air.

Permainan anak tradisional tempo dulu yang terbuat dari kayu dan bambu yang mulai punah itu ternyata setiap daerah meliki ciri khas masing-masing dan seperti Gasing Apion dari daerah Maluku, yang terbuat dari kayu keras dab dihiasi dengan ukirab dan lapisan agar tampak mengkilap.

Sementara Gasing Berindu beradal dari Kalimantan Barat dari suku dayak dilengkapi dengan ujung yang kecil setelah di putar gasing dipindahkan ke piring dengan sendok sampai berhenti memutar.

Gasing Panggal berasal dari Jawa Barat itu terdiri dua jenis yaitu gasing Kalangrnan terbuat dari kayu lembut yang mengeluarlan suara yang nyaring sementara satu nya dari kayu pohon karet putih yang disebut Panggal yang terbagi dalam tiga bagian hulu awak dan suku.

Gasing Gangsingan dari Yogjakarta dan Jawa Tengah cukup unik karena terbuat dari bambu dan mengeluarkan suara,

Gasing Pukan dari Lampung,Gasing Batam dari kepulauan Riau,Gasing Batok Kelapa dari Jawa Tengah,Gasing Lombok yang terbuat dari kayu pohon asem yang cat dengan warna warni, Gasing Tangkalan dari Jakarta terbuat dari kayu pohon mahoni ato kayu jengkol atau bisa juga dari pohon kembang sepatu,

Gasing Momakian dari Sulawesi Utara, Gasing Begasing dari Kalimantan Timur yang terbuat dari kayu besi biasa untuk pertandingan cara mainkannya dengan tali tambanga.

Gasing juga ditemukan di daerah Bangka Belitung. Selain itu juga dari Maluku yang disebut Gasing Apiong,

Gasing juga ada di Sumatera, Gasing Aceh yang disebut Gasing Panggal,bGasing BaePiol, Gasing Hule, dan Gasing Tanjung Pinang.Gasing jamplung dari Nusa Tenggara Barat, Gasing Megangsing dari Bali,Gasing Berpangkak dari Kalimantan Barat, Gasing Monas dari Jakarta dan juga Gasing Remot dari Kalimantan Barat.

-

Arsip Blog

Recent Posts