Tampilkan postingan dengan label Manado. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Manado. Tampilkan semua postingan

‘Dari Bumi Nyiur Melambai, Poco-Poco Mendunia’

Manado, Sulut - Gerbong Federasi Olahraga Kreasi Budaya Indonesia (FOKBI) Sulawesi Utara (Sulut) siap meluncur. Usai dilantik, Selasa (7/3) kemarin, sejumlah program langsung dimatangkan. Salah satunya pemecahan rekor dunia tarian Poco-Poco.

Ketua Umum FOKBI, Sapta Nirwandar mengatakan, tahun 2018 mendatang FOKBI berencana akan menggelar kegiatan Poco-Poco massal yang melibatkan satu juta orang dengan peserta dari seluruh Indonesia.

Ia menjelaskan, rencana tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat popularitas Poco-Poco sebagai salah satu olahraga kreasi budaya di Indonesia.

"Kan kalau di Argentina mereka bangga sekali dengan tarian Tango, ada Sumba. Ya, Poco-Poco juga harus jadi kebanggaan kita, terutama di Sulawesi Utara, tempat kelahiran olahraga ini," ujarnya di sela-sela pengukuhan pengurus FOKBI Sulawesi Utara, di Hotel Peninsula Manado, Selasa (7/3).

Sapta menilai, Poco-Poco juga bisa menjadi merek atau brand pariwisata di Bumi Nyiur Melambai. Sebagaimana diketahui, parisiwata menjadi salah satu andalan Bumi Nyiur Melandai dalam mendongrak pertumbuhan ekonomi. Di sisi lain, Sapta menuturkan gerakan Poco-Poco perlu terus dikembangkan dan diperkenalkan kepada generasi muda.

“Dalam sebuah studi, Poco-Poco ternyata bermanfaat mencegah beberapa penyakit seperti alzheimer dan diebetes. Studi yang dilakukan Dr. dr. Ria Maria Theresa, Spkj menunjukkan fungsi kognitif otak akan terlatih berkat gerakan tari poco-poco yang merangsang fungsi eksekutif otak,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Harian FOKBI Sulut, Greetty Tielman mengatakan, pasca pelantikan pengurus FOKBI Sulut akan langsung bekerja.

“Tahun ini kita ada beberapa iven poco-poco. Persiapan akan dilakukan sedemikian baik agar pada saat pelaksanaan semua berjalan lancar. Kita akan bekerja tim membudayakan dan melestarikan Poco-Poco,” ungkapnya.

Greetty menuturkan, dari Sulawesi Utara Poco-Poco ini akan mendunia. Dengan bgeitu kata dia, ada manfaat bagi masyarakat Indonesia terutama di Sulawesi Utara dalam hal perekonomian lewat promosi pariwisata dan budaya.

“Dari data yang saya dapat, tahun lalu itu, jumlah kunjungan turis asing ke Sulawesi Utara mencapai 48.288 orang atau meningkat 178,4 persen. Adapun per Januari 2017, jumlah pelancong asing mencapai 7.674 orang atau naik 12 kali lipat dibandingkan dengan Januari 2016. Nah, ini berarti Sulawesi Utara sangat diminati wisatawan mancanegara. Kita di daerah, tentu harus siap dengan berbagai kegiatan, salah satunya dengan iven Poco-Poco,” tandasnya.

Lomba Bacirita Bahasa Melayu Manado

Manado, Sulut - Bulan Oktober dirayakan sebagai Bulan Bahasa dan Sastra. Tahun ini, Balai Bahasa Sulut menggelar lomba bacirita bahasa Manado yang diikuti siswa se-Sulut.

Tema acara yang diangkat “Martabatkan Bahasa dan Sastra, Rayakan Kebhinekaan”. Cabang lomba beragam. Mulai dari pidato, festival teater, hingga lomba unik yang diadakan perdana tahun ini, bacirita bahasa Melayu Manado.

Kemarin (27/9), dilaksanakan penutupan di aula Balai Bahasa Sulut. Sejumlah peserta tampil. Sekira 100 peminat dari berbagai sekolah mendaftarkan diri. Dua peserta dari SMAN 1 Kawangkoan Yubertmaifel Rawis dan Tesalonika Kalengkongan mengaku hanya berlatih dan mempersiapkan diri selama beberapa hari. Karena lomba tersebut membolehkan peserta membawakan cerita ringan seperti tentang keseharian masing-masing, peserta merasa lebih nyaman.

Seperti Yubermaifel, atau yang sering disapa Deo. Dia membawakan tema ajaran moral dan kesopanan yang dibiasakan di keluarganya. “Lomba ini sangat unik karena diikuti oleh peserta yang memiliki dialek berbeda-beda. Kami sama-sama menggunakan bahasa melayu Manado, tapi dialeknya tidak sama. Jadi bisa lebih mengenal kekayaan dialek di Manado,” ujar siswa yang juga menjabat Ketua OSIS di sekolahnya ini.

Ketua Panitia lomba Sjane Walangarey menjelaskan, lomba ini sengaja diadakan Balai Bahasa sebagai salah satu upaya mewadahi pelestarian bahasa daerah, khususnya bahasa Melayu Manado. “Selain bahasa Indonesia yang memang menjadi perhatian utama Balai Bahasa, kami juga ingin mengembangkan bahasa daerah agar tidak punah. Harapannya, generasi muda sekarang bisa lebih menghargai dan juga menguasai bahasa daerahnya sendiri,” tukas Walangarey. Peminat yang membludak pun menunjukkan antusiasme dan keinginan dari masyarakat untuk

Secara keseluruhan acara, Kepala Balai Bahasa Sulut Supriyanto Widodo menganggap kegiatan ini sangat berkontribusi pada peningkatan kecintaan siswa terhadap bahasa dan sastra Indonesia. Bukan hanya itu, ketertarikan untuk melestarikan bahasa daerah pun akan terpupuk. Seperti yang terlihat dari diadakannya lomba bacirita tersebut. “Hal ini sangat penting. Karena banyak bahasa daerah asli Sulut yang mulai punah. Kami sangat mengusahakan agar bahasa-bahasa daerah, seperti bahasa Ponosakan, tetap lestari dan dipakai generasi kita mendatang,”pungkasnya.

Musik Kolintang Aset Seni Daerah yang Harus Dilestarikan

Manado, Sulut - Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Steven Kandouw mengatakan alat musik kolintang adalah aset daerah yang harus dilestarikan.

"Alat musik kolintang telah mengalami pasang surut, meski begitu tetap menjadi aset daerah tetap ada dari waktu ke waktu," kata Wagub Kandouw di Manado, Minggu (31.7/2016).

Apa pun kata orang tentang kolintang, alat musik ini tetap luar biasa dan menjadi identitas budaya Minahasa, katanya.

"Untuk itu, mari kita lestarikan. Apalagi negara luar ada yang ikut mengklaim bahwa kolintang berasal dari sana. Nah ini yang harus kita jawab," katanya.

Karena itu, Wagub mengharapkan setiap hotel dan restoran wajib memutar dan memperdengarkan atau memainkan musik kolintang sebagai salah satu upaya melestarikannya turun-temurun.

Alat musik kolintang telah terdaftar di Unesco sebagai warisan budaya milik Minahasa-indonesia.

Terkait ini, Yayasan Alfred Sundah telah menggelar seminar seni budaya bertemakan "Keunikan Kolintang Berbahan Kayu Wanderan", iven ini merupakan rangkaian pagelaran musik kolintang dan perayaan ulang tahun ke 90 tokoh alat musik ini Alfred Sundah, pria asal Desa Lembean, Kabupaten Minahasa.

Seminar yang dipandu Yerry Tawaluyan, Soraya Togas dan Magdalena Daluas menghadirkan nara sumber Maria Henny Pratikno, Marthen Theogivest Lasut, Happy Joy Korah, Tjut Nyak Deviana, serta seniman musisi James F Sundah.

Budaya Minahasa Dikenalkan di Eropa

Tondano, Manado - Mahasiswa asal Minahasa kini punya kesempatan untuk melanjutkan studi baik S2 dan S3 di Eropa. Pasalnya, saat ini, Pemerintah Kabupaten Minahasa sementara membicarakan perihal kerjasama pendidikan dengan Serbia, melalui University of Belgrade. Pertemuan perdana antara kedua pihak pun berlangsung lancar, Jumat (8/7) waktu setempat. Bupati Jantje Wowiling Sajow (JWS) bersama rombongan bahkan disambut langsung Rektor University of Belgrade, Prof Vladimir Bumbasirevic di ruangannya.

Dikatakan JWS, perlu banyak cara untuk memperkenalkan Minahasa di luar negeri. Diantaranya melalui pengenalan seni budaya, antara lain dengan musik Kolintang seperti yang ditampilkannya di acara Open House KBRI Beograd sehari sebelumnya. “Dalam pertemuan ini, kami ketahui, ternyata Perguruan Tinggi (PT) yang berdiri sejak 1908 ini termasuk dalam sekian PT yang terkenal di dunia namun murah biaya pendidikannya,” kata JWS.

Lanjutnya, saat ini pihak Kedutaan Besar RI di Beograd sementara memfasilitasi kerjasama untuk mengirim mahasiswa asal Minahasa yang berminat melanjutkan studi S2 dan S3. Tujuan kerjasama ini mahasiswa Minahasa yang studi di Eropa, nantinya setelah lulus bisa mengabdi untuk membangun Minahasa. “Selain itu, juga untuk memperkenalkan budaya Minahasa di Eropa. Kami mengapresiasi dan merasa bangga akan terobosan dari Duta Besar Harry James Kandou, yang juga putra Minahasa, atas diplomosi yang hebat sehingga bisa memperkenalkan Minahasa di negara Eropa Timur ini,” puji JWS.

Ia pun berharap, kerjasama antara kedua pihak ini bisa terjalin dan berlangsung. “Tentu saja kami memiliki harapan, kiranya kerjasama ini bisa sukses dan nantinya ada mahasiswa Minahasa yang dikirim untuk studi di Eropa, khususnya di Serbia,” kata JWS sembari mengimbau agar mahasiswa Minahasa bisa mempersiapkan diri untuk nantinya dikirim ke Serbia.

JWS sendiri dalam kunjungannya didampingi Ketua TP PKK Minahasa yang juga dosen UNIMA Dr Olga Sajow-Singkoh, Sekkab Jeffry Korengkeng, Asisten II SW Siagian, Asisten III Hetty Rumagit, Kepalan BPMPD Djefry Sajow, Kepala BPK-BMD Riani Suwarno, Kabid Dikpora Jimmy Maramis serta praktisi pendidikan Jolly Regoh.

Sementara dari pihak Univesity of Belgrade, Rektor Vladimir didampingi Wakil Rektor Prof Juanma Popovic, Dekan School of Medicine Prof Neboisa Lalic, International Relations Office Faculty of Agriculture Katarina Smakic PhD, Head of International Relation Office Branka Jenda Marudvic MA dan Prof Yesna Polensic dari Faculty of Agriculture.

Agustus Ini ke Sulawesi Utara, Ada Festival Bunga Tomohon

Tomohon, Manado - Festival Bunga Internasional Tomohon (Tomohon International Flower Festival) yang akan digelar Agustus 2016 mengusung tema "Pesona Tomohon" (Enchanting Tomohon), kata Wali Kota Jimmy F Eman, Jumat (18/3/2016).

"Festival berskala internasional ini akan menghadirkan banyak wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara. Ini sudah pasti akan berdampak luas bagi perekonomian, jasa dan barang serta dampak lainnya yang bisa dinikmati masyarakat Kota Tomohon," katanya kepada Antara di Tomohon.

Dia menegaskan, "Tomohon International Flower Festival" merupakan agenda tahunan yang telah masuk dalam kalender pariwisata Kementerian Pariwisata sehingga diharapkan masyarakat dan pemangku kepentingan ikut menyukseskan festival yang digelar setahun sekali ini.

Jajaran pemerintah kota juga diharapkan solid dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan, karena dalam era MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) menuntut daya saing tinggi yang berkorelasi dengan persaingan kerja dalam dunia kepariwisataan yang membutuhkan perhatian ekstra dan kesiapan mental.

"Menghadapi MEA seluruh komponen masyarakat dituntut harus membekali individu dengan bekal ilmu pengetahuan dan teknologi serta penguasaan bahasa asing dan keterampilan yang memadai sehingga dapat terus bersaing di era ini," katanya.

Kesiapan seluruh komponen pendukung dalam suksesnya TIFF membuka ruang dilakukan pembenahan. Selain itu, obyek-obyek wisata penunjang wisatawan yang nantinya menjadi lokasi kunjungan wisata.

"Pemerintah Kota Tomohon bersama stakeholder pariwisata telah melakukan banyak pembenahan untuk meningkatkan daya tarik kunjungan wisatawan ke Kota Tomohon," ujarnya.

Semakin banyaknya obyek wisata yang telah ditata, akan berdampak terhadap tingkat hunian hotel di Manado, kunjungan wisatawan akan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat.

Tomohon International Flower Festival digelar 8-12 Agustus

Manado, Sulut - Pemerintah Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) terus mematangkan pelaksanaan "Tomohon International Flower Festival" (festival bunga internasional Tomohon) yang akan digelar 8-12 Agustus mendatang.

"Perlu koordinasi baik dari semua pemangku kepentingan di daerah ini. Apalagi hajatan tahunan ini akan dihadiri tamu-tamu dari beberapa negara sahabat, pemerintah provinsi serta kabupaten dan kota," kata Sekretaris Daerah Kota Arnold Poli di Tomohon, Selasa.

Kondisi yang paling penting diciptakan semua pemangku kepentingan di daerah ini, kata dia, adalah suasana aman dan nyaman yang memungkinkan peserta yang datang ke Kota Tomohon merasa betah berlama-lama di kota ini.

"Pemerintah tidak berjalan sendiri menciptakan situasi kondusif seperti ini. Masyarakat mempunyai peran sentral, bahu membahu dengan aparat keamanan mewujudkan kondisi seperti ini," ungkapnya.

Mantan asisten bidang pemerintahan dan kesejahteraan rakyat Pemprov Sulut ini mengharapkan masyarakat mendukung penuh pelaksanaan festival bunga internasional yang akan berlangsung hampir sepekan.

Apalagi beberapa negara seperti Amerika Serikat, Prancis, Filipina, New Zealand, India dan Malaysia akan berpartisipasi pada pelaksanaan festival bunga internasional kelima ini.

"Festival bunga yang telah dimulai sejak tahun 2008 ini hendaknya memberikan dampak besar bagi peningkatan kesejahteraan warga kota, terlebih petani bunga serta mampu menggerakkan industri pariwisata," katanya.

Pemerintah Kota Tomohon pada 24 Juli lalu telah meluncurkan pelaksanaan "Tomohon International Flower Festival" di Pantai Kuta, Bali, iven ini diharapkan dapat menarik wisatawan berkunjung ke kota bunga ini.

Empat Negara Pastikan Ikuti Festival Bunga Tomohon

Manado - Empat negara memastikan mengikuti "Tomohon International Flower Festival" (TIFF) yang akan digelar 8 Agustus 2015 mendatang, kata Asisten Bidang Pembangunan dan Ekonomi Ronny Lumowa, Jumat.

"Polandia, Prancis, Filipina dan Rusia sudah memberikan konfirmasi. Masih ada beberapa negara lagi yang akan dikonfirmasi lanjutan termasuk Amerika Serikat," kata Asisten di Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara.

Kementerian Luar Negeri, kata dia, yang akan memastikan keikutsertaan negara-negara asing dalam festival bunga internasional ini, sama seperti yang dilakukan pada tahun sebelumnya.

Begitupun dengan Kementerian Pariwisata yang memberikan andil membuka ruang promosi ke sejumlah pemangku kepentingan terkait mengenai agenda tahunan kota berpenduduk 101 ribu jiwa ini.

"Total sudah sebanyak 35 peserta yang akan mengikuti TIFF ini baik dari luar negeri, beberapa kabupaten dan kota di Indonesia, perbankan serta unit usaha lainnya.

"Kami berupaya maksimal sehingga pelaksanaan TIFF ini berlangsung meriah dan wisatawan lokal dan mancanegara merasa terhibur dan betah datang ke Tomohon," katanya.

Kandidat sekretaris daerah ini menambahkan, pelaksanaan festival ini sebagai bentuk promosi potensi wisata Kota Tomohon sehingga menjadi salah satu tujuan wisatawan manakala berkunjung ke Provinsi Sulut.

"Semakin banyak kita melakukan promosi, wisatawan akan mengenal apa potensi-potensi wisata yang ada di kota ini. Bila industri pariwisata berkembang pesat akan memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat," ungkapnya.

Rumah Adat Minahasa Kian Laris di Malaysia

Manado, Sulut - Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Darwin Muksin mengatakan rumah adat Minahasa makin laris di Malaysia, karena permintaan dari negara tersebut semakin banyak.

"Di akhir pekan bulan April 2014, Sulut mengekspor lima unit rumah adat Minahasa ke Malaysia dengan tipe beragam mulai dari tipe 45, tipe 85 hingga tipe 100," katanya di Manado, Selasa (28/4).

Menurut dia, Rumah Adat Minahasa tersebut diekspor ke Malaysia dengan volume 53,2 ton dan mampu memberikan sumbangan devisa bagi negara sebesar 276.250 dolar Amerika Serikat (AS).

Malaysia sudah merupakan pasar tujuan utama rumah adat Minahasa, karena pengiriman terus dilakukan, meski Rumah Panggung Minahasa juga sudah merambah negara-negara di Benua Eropa, Asia dan Amerika, bahkan Afrika.

Ia mengatakan ekspor rumah adat Minahasa atau rumah panggung asal Woloan ke Malaysia itu bisa terwujud karena pembeli luar negeri percaya, selain motif menarik, juga kualitas pembuatan rumah pengrajin di daerah ini sudah semakin baik dari waktu ke waktu. "Pemerintah daerah terus memberdayakan pengrajin sehingga kualitas yang dihasilkan makin baik," katanya.

Sejak ditetapkan beberapa tahun lalu sebagai kawasan pengrajin rumah panggung, sudah mampu penuhi permintaan yang datang, baik dari daerah lain di Indonesia juga permintaan dari beberapa negara.

Dubes AS Menari Katrili di Manado

Manado, Sulut - Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Robert Blake sangat menikmati keterbukaan budaya Sulawesi Utara. Dia ikut serta menari katrili dalam acara Makan Malam bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara di Graha Gubernuran Bumi Beringin Manado, Kamis (8/1) malam.

Bersama para penari Kelompok Tari Ikatan Wulan dan Waranei Minahasa (IWWM), Dubes Robert menari bersama diiringi musik tradisional musik bambu Klarinet. Selain menari bersama, Dubes yang didampingi Gunernur Sulut Sinyo Harry Sarundajang juga disuguhi tarian dan musik tradisional serta lagu-lagu menarik dari Paduan Suara Universitas Negeri Manado.

Lawatan Dubes AS untuk Indonesia itu ke Manado sejak Rabu (7/1) dalam rangka kunjungan resmi dan menikmati keindahan bumi "Nyiur Melambai" seperti mengunjungi Tangkoko Bitung dan Pulau Bunaken.

FKNU Sulut gelar pentas seni di Jakarta

Manado, Sulut - Masyarakat Kabupaten Sangihe, Talaud dan Sitaro yang tergabung dalam Forum Komunikasi Nusa Utara (FKNU), Sulawesi Utara (Sulut) menggelar pentas seni budaya selama tiga hari di Taman Mini Indonesia Indah(TMII) Jakarta.

"Pergelaran tersebut, menampilkan semua seni dan tradisi asal tiga kabupaten tersebut yang dipentaskan terbuka untuk umum," kata Panitia Pelaksana, Jufry Janis, di Manado, Kamis.

Janis mengatakan, dalam pentas senin tersebut semua kesenian yang berasal dari Nusa Utara, sebutan bagi tiga kabupaten kepulauan di Sulawesi Utara tersebut ditampilkan oleh para seniman dari daerah terebut.

"Kami mementaskan masamper atau tunjuke yakni paduan suara rakyat yang menyanyi berbalas-balasan, kemudian ada penampilan tarian lenso, ampa wayer, hingga tagonggong dan pembacaan puisi," katanya.

Menurut Janis, tim kesenian masyarakat Nusa Utara dipimpin oleh Wakil Gubernur Sulawesi Utara Djouhari Kansil, dan melakukan pementasan sejak Rabu 22 Oktober tanggal 25 nanti.

Acara tersebut menurut Janis bertujuan untuk mengenalkan sekaligus mempromosikan kebudayaan Nusa Utara di jakarta dnegan harapan akan makin dikenal dan disukai.

Khusus untuk pembacaan puisi menurut Janis, semua tulisan karya seniman berdarah Sangihe JE.Tatengkeng, juga dibacakan dalam pergelaran seni tersebut.

"Panitia menampilkan semua karya semaksimal mungkin, sehingga, bisa menarik perhatian publik, bukan hanya warga Jakarta, tetapi seluruh asal Nusa Utara yang menetap di bukota.

Harapkan terbesar kedepan menurut Janis, adalah bagaimana menjadikan kebudayaan Nusa Utara dikenal di seantero nusantara, Asean, bahkan hingga ke mancanegara.

Tujuannya menurut Janis agar bisa menarik wisatawan serta meningkatkan pendapatan masyarakat dari sisi ekonomi dan pariwisata.

Pagelaran Seni Budaya Nusa Utara Siap Digelar

Manado, Sulut - Pagelaran seni budaya bertajuk Gelar Musik Bambu dan Rentak Tari Kolosal Nusa Utara siap digelar oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut), sabtu (18/10) besok. wakil Gubernur Sulut Dr Djouhari Kansil Mpd yang bertindak selaku ketua pengarah pada kegiatan pagelaran seni dan budaya tersebut.

“Persembahan budaya dari ujung utara Sulut siap digelar akhir pekan ini”, ujarnya saat memimpin rapat akhir kesiapan pelaksanaan di ruang rapat Wagub, Kamis (16/10), kemarin.

Kansil pun mengingatkan untuk memperhatikan hal-hal kecil jangan sampai menjadi pengganggu jalannya acara yang akan berlangsung di Taman kesatuan Bangsa (TKB) itu.

Seluruh kesiapan pun langsung menjadi perhatian dari putra Sitaro ini, termasuk keamanan serta undangan.

“Kesiapan lain dimintakan kepada PLN untuk siap mengamankan kegiatan dengan penyiapan genset dan tanpa adanya pemadaman selama berlangsungnya acara tersebut,” tegasnya.

Disesalkan, SP3 Dugaan Korupsi Anggota DPRD Gorontalo

Manado - Sejumlah tokoh dan lembaga swadaya masyarakat Gorontalo menyatakan kecewa atas penerbitan Surat Perintah Pemberhentian Penyidikan (SP3) dalam kasus korupsi Rp 5,4 miliar yang diduga melibatkan seluruh anggota DPRD Gorontalo. Oleh karena itu, hari Selasa lalu mereka mempertanyakan hal itu ke Kejaksaan Agung di Jakarta. Adapun hari Kamis ini, masalah itu akan disampaikan ke anggota Komisi II Fraksi PDI-P DPR.

Menurut Ketua Koalisi Masyarakat untuk Pemberantasan KKN dan Suap di Gorontalo, dr M Nasser, tidak ada alasan Kejaksaan Tinggi Gorontalo mengeluarkan SP3 dalam kasus tersebut.

Nasser menambahkan, pembagian uang tersebut tidak berdasarkan pada peraturan daerah, melainkan dengan surat keputusan bersama Gubernur dan Ketua DPRD Gorontalo.

Kepala Kejaksaan Tinggi Provinsi Gorontalo Soehardjono SH mengatakan bahwa penerbitan SP3 karena tidak terdapat cukup bukti untuk melanjutkan penyidikan kasus tersebut. "SP3 dimaksud sudah saya terima dari Kejaksaan Agung di Jakarta," kata Soehardjono di Manado, pekan lalu.

Ia menjelaskan, dugaan korupsi mencuat ke permukaan ketika masyarakat dan LSM di Gorontalo dan Jakarta mempersoalkan proyek bagi- bagi uang sisa dana alokasi umum Provinsi Gorontalo tahun 2001. Masing- masing anggota menerima Rp 120 juta.

Setelah diributkan masyarakat, seluruh anggota DPRD bersedia mengembalikan utuh dana tersebut. "Maka kami melakukan pengkajian dan tiba pada kesimpulan dugaan unsur korupsi tidak cukup kuat. Atas dasar itu pula diusulkan ke Kejaksaan Agung untuk diterbitkan SP3," ujar Soehardjono. Namun, Nasser berharap Kejaksaan Agung menurunkan tim untuk meninjau ulang SP3 tersebut. (fr/dth)

Sumber: Kompas,  Kamis, 03 Juli 2003

"Colourful Tomohon" Jadi Tema Festival Bunga Internasional 2014

Manado, Sulut - Setelah sukses menggelar Festival Bunga sejak tahun 2008, Kota Tomohon di Sulawesi Utara siap menggelar kembali Tomohon International Flower Festival (TIFF) 2014. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Budpar) Sulawesi Utara, Suprianda Ruru mengatakan TIFF bahkan telah menjadi calendar of event Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

"Selain Kemenparekraf ada sejumlah kementerian yang juga mendukung TIFF, seperti Kementerian Pertanian, Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kementerian Luar Negeri serta Kementerian Komunikasi dan Informasi," ujar Ruru, Jumat (18/7/2014). Festival Bunga kali ini mengangkat tema "Colourful Tomohon" yang akan diikuti oleh perwakilan negara-negara sahabat, Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi), Kabupaten dan Kota se-Sulawesi Utara, BUMN, BUMD, serta perusahaan swasta.

Sebagai bentuk dukungan penuh terhadap penyelenggaraan TIFF 2014, Kemenparekraf telah me-launching acara yang akan berlangsung di Tomohon pada tanggal 8 hingga 12 Agustus 2014 tersebut.

“Penyelenggaraan TIFF 2014 selain untuk mempromosikan pariwisata Kota Tomohon yang memiliki ikon bunga sebagai daya tarik, juga memberikan dampak pada peningkatan ekonomi masyarakat melalui kepariwisataan maupun ekonomi kreatif. Khususnya pengembangan kreativitas terhadap bunga yang banyak dikembangkan masyarakat setempat," kata Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sapta Nirwandar pada TIFF 2014 di Balairung Soesilo Soedarman, Kamis (17/7/2014).

Menurut Sapta, acara TIFF juga harus gencar dipromosikan menjadi bagian branding Wonderful Indonesia, agar terkenal ke seluruh penjuru dunia seperti Tournament of Roses di Pasadena, Amerika Serikat. Dengan demikian, cita-cita agar Kota Tomohon khususnya dan Provinsi Sulawesi Utara semakin dikenal dan berkembang pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif pun dapat segera terwujud.

Kepala Dinas Budpar Tomohon Gerardus Mogi menjelaskan ada empat rangkaian kegiatan utama dalam TIFF 2014 nanti. "Nanti ada Tournament of Flowers yang merupakan parade kendaraan hias yang diikuti oleh perwakilan negara sahabat, pemerintah provinsi, kabupaten/kota se Indonesia, BUMN/BUMD, serta instansi/perusahaan swasta," kata Mogi.

Di samping itu ada pula Kontes Ratu Bunga, pergelaran seni dan budaya nusantara serta Tourism, Trade, Investment, and Floriculture Expo (7–11 Agustus 2014), yakni pameran yang akan menyajikan landscape taman bunga dan juga pameran pariwisata, perdagangan, investasi, dan senirupa.

Sementara itu Kepala Bidang Pemasaran Budpar Tomohon, Wulan Roeroe berharap TIFF menjadi perhatian dunia nasional dan internasional, karena melibatkan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Utara dan Kota Tomohon, serta dihadiri 11 dubes, para pemerhati Kota Tomohon, serta stakeholder pariwisata.

"TIFF 2014 ini akan menyajikan keanekaragaman kekayaan Nusantara dan Provinsi Sulawesi Utara serta khususnya Kota Tomohon melalui slogan menyapa dunia dengan bunga, dapat menunjang industri pariwisata untuk menjadikan kota ini sebagai tempat wisata yang layak dikunjungi," ujar Ruru.

Festival Kuliner Manado Pertama Kali Digelar

Manado, Sulut - Festival Kuliner Tradisional Manado untuk pertama kali digelar di Kota Manado, Sulawesi Utara. Festival yang menyajikan aneka makanan tradisional Manado tersebut digelar di Lapangan Mega Mas mulai tanggal 10 Juli hingga 12 Juli 2014.

Kepala Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Manado Hendrik Waroka, menjelaskan bahwa tujuan dari digelarnya festival tersebut adalah lebih memantapkan Kota Manado sebagai destinasi wisata kuliner di Nusantara.

"Manado punya berbagai jenis makanan dan kue tradisional. Kami mengharapkan para peserta festival dapat menyajikan produk makanan tradisional yang lebih bisa diandalkan," kata Waroka, Kamis (10/7/2014).

Selain diikuti oleh seluruh Tim Penggerak PKK dari semua kecamatan di Kota Manado, festival kuliner tersebut juga diikuti oleh berbagai hotel yang mengutus koki terbaik mereka. Uniknya, selain menggelar berbagai jenis makanan, di tempat yang sama juga digelar Manado Music Festival. Festival ini salah satunya akan menampilkan kolaborasi musik tradisional Sulawesi Utara dengan musik dari berbagai negara.

"Ini merupakan kolaborasi musik etnis yang datang dari Italia, Hongaria, Sinegal, dan Inggris," tambah Waroka.

Waroka menjamin festival ini akan menarik karena akan terjadi perpaduan antara sajian makanan tradisional dan penampilan kolaborasi musik tradisional Manado dan dari negara luar.

Festival Seni Budaya Bantik 2012 di hadiri Roy Marten

MANADO, Pemeran utama film "Tapak-Tapak Kaki Wolter Monginsidi", Roy Marten berjanji untuk membuat kembali film tersebut dengan teknologi yang lebih baru, serta cerita yang lebih lengkap.

Hal itu disampaikan langsung oleh Roy Marten, Rabu (5/9/2012) kemarin, di tengah kerumunan warga suku Bantik di Manado, saat puncak Festival Seni Budaya Bantik 2012.

Festival tersebut menampilkan berbagai atraksi seni dan budaya Bantik, di antaranya Tari Upasa dan Tari Mahamba. Suku Bantik merupakan salah satu suku asal orang Manado.

Robert Wolter Mongisidi (bukan Monginsidi-red) adalah pemuda Minahasa dari suku Bantik yang ikut mengelorakan perlawanan terhadap penjajah Belanda pada waktu itu. Belanda menghukumnya dengan tembak mati di usianya yang sangat muda, 24 tahun pada tahun 1949.

Setiap tahunnya, warga Suku Bantik yang tersebar di 11 pemukiman di Manado merayakan Festival Seni Budaya Bantik yang puncaknya jatuh pada 5 September yang merupakan hari di mana Mongisidi dihukum mati.

Setia Hingga Akhir dalam Keyakinan
-- Robert Wolter Mongisidi

Roy Marten diundang khusus oleh panitia sebagai bentuk penghormatan kepada pemeran utama film yang diproduksi pada tahun 1982 itu. "Tapak-tapak Kaki Wolter Monginsidi" adalah film yang menceritakan kisah perjuangan pahlawan nasional asal Sulawesi Utara tersebut.

"Wolter Mongisidi merupakan tokoh yang luar biasa dan patut menjadi teladan. Tiga puluh tahun lalu saya hadir di lapangan ini dalam penggarapan film Monginsidi. Dan hari ini saya berjanji untuk membuat ulang film tersebut," ujar Roy Marten di antara ribuan warga Bantik yang memadati Lapangan Bantik, Malalayang.

Wolter Mongisidi menjadi merupakan salah satu tokoh penting yang sangat disanjung oleh warga Suku Bantik, Ketika jenasah Mongisidi diambil oleh keluarganya, dari balik Alkitab yang diapitnya ketika ditembak, terselip sebuah kertas yang bertulis tangan, "Setia Hingga Akhir dalam Keyakinan". Kini kalimat itu menjadi kalimat heroik warga Bantik.

Wali Kota Manado Vicky Lumentut yang turut hadir pada Festival tersebut menyambut baik niat Roy Marten, dan ia berjanji untuk membantu mewujudkan rencana tersebut.

Sumber : KOMPAS.com
Editor : Eko Hendrawan Sofyan

APCG Buka Pandangan Dunia Internasional terhadap Indonesia

Manado, Sulut - Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara optimistis penyelenggaraan "Asian Pacific Choir Game" (APCG) ketiga pada 8--18 Oktober 2013, akan membuka wawasan dunia internasional terhadap Indonesia.
"Sulut yang dipilih sebagai tempat pelaksanaan, mencoba mengangkat seni sebagai satu kekuatan dan keunikan. Daerah ini sangat piawai dalam paduan suara. Ini terbukti beberapa kali mengukir prestasi di kompetisi internasional," kata Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika, Joi Oroh, di Manado, Rabu.
Dia mengatakan, Sulut sangat siap menggelar iven akbar seperti ini karena belajar dari pengalaman sebelumnya pemerintah daerah sukses menggelar berbagai kegiatan skala nasional maupun internasional.
"Bahkan dari sisi keamanan dan kenyamanan, kesiapan infrastruktur yang representatif, Sulut menjadi salah satu tujuan meeting, incentive, convention and exhibition," katanya.
Dia mengatakan, target yang bakal diperoleh dari penyelenggaran APCG di Sulut adalah terbukanya ruang yang cukup besar dan menjadikan daerah ini sebagai tujuan wisata yang tidak kalah menawannya dibanding dengan daerah lainnya.
"Karena itu pemerintah provinsi mengharapkan dukungan penuh dari seluruh masyarakat untuk suksesnya iven internasional ini," katanya.
Dia mengatakan, APCG akan dihadiri sekitar 5.000 peserta dari luar negeri, sejumlah provinsi serta peserta paduan suara lokal.
Rencananya, lokasi kegiatan akan disebar ke empat lokasi yaitu Gereja Sentrum Manado, Gereja Tiberias Gedung Joang, Hotel Peninsula dan Gran Kawanua International hotel, serta melombakan 15 kategori yaitu paduan suara anak-anak, pemuda remaja, wanita kaum ibu, pria kaum bapa serta workshop.

Sulut Tujuan Wisata Seks

MANADO—Terkenal di luar daerah hingga luar negeri, membuat banyak yang memburu Keke Manado di kampung halamannya sendiri. Istilah 4-B (Bunaken, Boulevard, Bubur dan Bibir Manado) popular di seantero Indonesia membius para pemburu nafsu syahwat ke Sulut.

Tak ayal, perburuan ini membuat Sulut menjadi salah satu daerah tujuan wisata seks.
Penelusuran wartawan koran ini, model wisata seks ada berbagai modus mulai dari under class hingga high class. Mulai yang nongkrong di pinggir jalan –di tempat-tempat tertentu- hingga wanita panggilan dengan penampilan mirip pemilik banyak perusahaan dengan menggunakan mobil mewah.

Khusus yang nongkrong di pinggir jalan biasa ‘wisatawannya’ mereka yang berkantong ‘payah’. Tarifnya berkisar Rp100-350 ribu. Lokasinya seperti di Jl Piere Tendean Boulevard Manado, Jl A Yani, kawasan TKB, dan di beberapa suduk kota lainnya (lihat grafis).

Ada juga yang stand by di lokasi tertentu atau merangkap profesi seperti di tempat hiburan, lokalisasi tersembunyi, dan sebagian hotel-hotel kelas melati. Sebagian besar tempat hiburan terdapat ladies yang nyambi jadi ‘tambio. Hanya saja bookingannya bukan dengan pemilik tempat hiburan, tapi langsung dengan yang bersangkutan. Tapi, ada yang dikendalikan langsung sang bos tempat hiburan.

Selain yang rangkap, ada juga pengunjung pub yang rangkap ‘tambio’. Pura-pura jadi pengunjung, tak tahu mau cari mangsa. Pengunjung yang jadi ‘tambio’ yang sulit dideteksi. Kalau yang sudah tahu ciri-cirinya pasti bisa didapat. Bila sudah ada kata sepakat, ‘pertempuran’ bisa dilakukan dalam pub –dalam ruangan- atau cari hotel melati yang menyewakan kamar untuk short time. Banyak hotel melati yang menyewakan kamar untuk short time saja yang harganya di bawah Rp100.000.

Tempat-tempat lokalisasi tersembunyi juga ada. Sejumlah lokasi disinyalir seperti di kawasan Kairagi, dan Jl Sam Ratulangi kerap dijadikan arena ‘pertempuran’. Ada bahkan yang beroperasi di siang bolong. Hanya yang memiliki nyali besar bisa pergi ke lokalisasi khusus beroperasi siang sampai sore hari. ‘Tambio’ biasanya standby di lokasi ini. Waktu operasinya pun siang dan malam. Jadi bisa datang kapan saja, tergantung nafsu si lelaki. Tarif tergantung nego. Silakan coba semoga anda ketularan HIV/AIDS.

Yang paling trend sekarang aksi wanita panggilan yang biasa disebut di sini free launch. Artinya beraksi bebas tergantung order dari konsumen. Tinggal call, nego harga dan janjian bertemu. Mereka biasanya menetap di rumah, tempat kost, atau rumah kontrakan. Umumnya tak banyak yang tahu kalau wanita tersebut berprofesi sebagai pekerja seks komersil (PSK). Model wisata seperti ini, produk yang dijual bervariasi mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga yang sudah dewasa tapi parasnya sangat cantik. Yang masuk kategori ini biasanya berparas cantik. Makanya tarif ikutan tinggi. Tapi ada standar terendahnya yakni Rp1 juta sekali main.

Menurut salah satu eksekutif muda sebuah persahaan swasta di Manado, sebagian dari mereka ini sudah memiliki mobil sendiri. Mobilnya pun masuk kategori mobil menengah ke atas. Ada Honda CRV, Honda Jazz, Grand Livina, Avansa, dan mobil di atas Rp100 juta lainnya.

Modusnya cukup menarik dan aman bagi si lelaki hidung belang. Kenapa dibilang aman. Karena untuk mencari hotel, dilakukan di atas mobil si PSK tersebut. Sehingga yang terparkir di hotel, mobil si perempuan tersebut.

Biasanya selama ini para lelaki yang ingin main, untuk menghilangkan jejak, selalu menyewa taksi. Tetapi sopir taksi sekarang ada sebagian yang tidak bisa menyimpan rahasia (mulut ember). ‘’Namun saat ini jejak kita tidak bisa diikuti. Karena mobil yang saya bawa, cukup parkir di halaman parkir pusat-pusat perbelanjaan. Karena kita janjiannya ketemu di halaman parkir pusat perbelanjaan. Ketika mobil saya terparkir, saya pinda di mobil perempuan yang akan saya pakai. Lalu perempuan itu yang mengantar saya di hotel yang ia inginkan,’’ ungkap lelaki yang sudah memiliki istri dan anak tersebut.

Lelaki yang mengaku sudah lima tahun menikah itu, hotel untuk main pun di hotel menengah ke atas. Tarif hotelnya di atas Rp300 ribu per malam. Kendati mainnya hanya 30 menit.

‘’Main dengan mereka enak dan aman. Karena tidak terikat. Yang menarik juga kalau kita sudah kenal atau pernah main. Biasanya kalau sudah pernah main, tidak perlu lagi melalui perantara (germo). Karena kita sudah saling memberikan nomor telepon. Makin mudah kalau lagi kebelet. Tinggal sms. Dan sebaiknya mainnya sore menjelang malam, karena biasanya mereka masih segar-segar sehabis mandi,’’ cerita lelaki 32 tahun yang meminta namanya dirahasiakan.

Para wanita ini juga mainya hanya pilih-pilih orang. Walaupun ditawari melebihi harganya, jika lelakinya kurang tampan, mereka menolaknya. Mainnya juga hanya sekali sehari.

Wajar mereka punya mobil, karena jika tiap bulan saja mereka lakukan transaksi 20 kali, sudah ada Rp20 juta di tangan. Sehingga jika hanya membayar setoran mobil Rp10 juta per bulan, itu urusan kecil.

Selain pengusaha muda, model wisata ini penikmatnya juga para pejabat daerah dan luar daerah dan orang asing.

Aparat kepolisian di daerah ini sebenarnya tak tinggal diam. Hampir tiap tiga bulan jajaran Polda Sulut yang didukung oleh semua Polres/Polresta dan Poltabes Manado melakukan operasi penyakit masyarakat (pekat). Pada operasi pekat 28 Januari hingga 16 Februari 2009 berhasil diringkus 95 pelaku.

Kabid Humas Polda Sulut AKBP Benny Bella mengatakan, kasus trafficking menjadi perhatian. Seluruh jajaran kepolisian di lingkungan Polda Sulut telah diperintahkan siaga melihat gejala yang mengarah pada kemungkinan terjadinya trafficking. “Untuk pencegahan, kepolisian melalui Bina Mitra dan Bahyangkari tidak henti-hentinya melakukan seminar, sosialisasi dan kegiatan lainnya yang berhubungan langsung dengan pencegahan trafficking,’’ kata Bella. (ily/cw-06)

Minahasa Utara Gelar Seminar Nasional Musik Kolintang

Manado, sulut - Persatuan Insan Kolintang Nasional (Pinkan) bekerjasama dengan Universitas Negeri Manado dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulawesi Utara, menggelar seminar nasional Musik Kolintang di Minahasa Utara.

Seminar nasional musik Kolintang dalam rangka ketahanan budaya nasional dipusatkan di Hotel Sutan Raja Minahasa Utara, Kamis dibuka Dirjen Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Prof Dr Ahman Syah.

Achman Syah dalam sambutannya mengatakan menyambut baik kegiatan seminar tersebut.

"Kegiatan ini untuk mendorong, memajukan dan kesuksesan seni budaya Kolintang bukan hanya sebagai seni tradisi yang mengakar kepada masyarakat Minahasa tetapi juga milik bangsa Indonesia," katanya.

Dr F J Rorong MHUm dari Universitas Negeri Manado mengatakan Salah satu ciri era globalisasi adalah terbukanya peluang untuk melakukan komunikasi budaya, yang hampir dapat dipastikan tanpa batas, baik batas wilayah maupun batas waktu.

Berkat kemajuan teknologi, sekarang orang dapat melakukan komunikasi budaya, dari suatu tempat ke tempat lainnya di dalam negeri maupun di belahan dunia lain.

"Komunikasi budaya tersebut juga dapat dilakukan kapan saja, itulah sebabnya di era global ini telah terjadi peningkatan kerja, kemudian hubungan diantara berbagai kepentingan baik dalam skala pribadi maupun negara," katanya

Dia mengatakan, musik Kolintang diasumsi dapat menjadi sarana dalam meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa, bahkan ketahanan budaya nasional.

"Untuk itu sebagai bangsa yang kaya akan budaya, perlu berupaya melesatarikan memelihara budaya leluhur termasuk musik kolintang," katanya.

Ketua Presidium Pinkan, Ani Rachmat Soedibyo mengatakan mengatakan, selain seminar nasional tersebut, juga melaksanakan berbagai kegiatan lainnya yang berlangsung dari 24-27 Januari 2013 di Minahasa Utara.

Kegiatan tersebut antara lain penciptaan rekor Muri dengan bermain Kolintang terlama selama 24 jam, peletakan batu pertama monumen musik kolintang, kongres Pinkan pertama serta festival musik kolintang memperebutkan piala bergilir Ibu Negara Ani Yudhoyono.

Tarian Massal Meriahkan Festival Danau Tondano

Manado, Sulut - Walau sempat diguyur hujan, Karnaval Budaya dalam rangka Festival Budaya Danau Tondano (Fesbudaton) akhirnya digelar juga, Kamis (1/11/2012). Kegiatan itu dipusatkan di kompleks Lapangan Samratulangi, Tondano, Minahasa.

Karnaval yang molor beberapa jam dari jadwal yang sudah ditentukan tersebut diisi dengan pagelaran berbagai atraksi seni budaya Minahasa yang melibatkan ratusan orang. Warga dan tamu undangan dibuat terkesima dengan penampilan kelompok tari Maengket yang terdiri dari 500 penari. Para penari Maengket yang tampil merupakan perpaduan kelompok tari berusia muda maupun yang sudah berusia lanjut.

"Tari tradisi ini harus tetap kita lestarikan, makanya saya ikut turun menari," ujar Oma Ge (67), yang masih gemulai menarikan Maengket.

Tampil pula kelompok Kabasaran, yang merupakan tari perang tradisional orang Minahasa. Para penari yang berpakaian khas dan dipenuhi dengan atribut budaya tanah Minahasa tersebut tampil perkasa.

Yang menarik, Kabasaran kali ini bukan hanya diisi oleh para penari pria, tetapi juga oleh penari wanita. Salah satu penari Kabasaran wanita, Oma Ringkitan (77) tahun terlihat masih mampu memeragakan adegan berduel dengan lawan.

"Bulan depan saya berusia 78 tahun, tapi semangat orang Minahasa masih ada di dada ini," ujar oma Ringkitan dengan yakin.

Selain itu, turut memeriahkan karnaval, penampilan kelompok pemusik bambu dan Clarinet yang juga melibatkan ratusan pemusik. Demikian pula kelompok pemusik Kolintang yang tak kalah memukau penonton dengan lagu-lagu tradisional yang dibawakannya.

Bupati Minahasa Stevanus Vreke Runtu dalam sambutannya mengatakan, tujuan Fesbudaton ini adalah untuk mempromosikan potensi keberagaman seni budaya Minahasa. "Even ini juga bertujuan menarik kunjungan wisawatan yang pada gilirannya akan meningkatkan sektor perekonomian masyarakat," ujar Vreke.

Sayangnya, gema Fesbudaton tidak terlalu terasa. Hal ini terlihat dari kurangnya wisatawan yang datang menonton Karnaval Budaya. Bahkan tidak terlihat sama sekali wisawatan asing yang menonton.

Sementara itu, Putu Ngurah dari Direktorat Promosi Dalam negeri Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, mengharapkan Fesbudaton bisa menjadi momen menumbuhkan rasa cinta tanah air.

"Hal ini sejalan dengan program Kementerian Pariwisata yang sementara mengampanyekan brand kenali dirimu, cintai negerimu," ujar Putu.

Putu juga berharap dengan dukungan Pemerintah Pusat, khususnya Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Minahasa bisa menjadi salah satu destinasi wisata utama.

"Danau Tondano memiliki potensi yang luar biasa, dan eksistensinya perlu dilestarikan," tambah Putu.

Karnaval juga diisi dengan parade kendaraan hias dari semua kecamatan di Minahasa. Juga turut mengisi karnaval para finalis Wulan Waraney Minahasa 2012.

Setelah Karnaval Budaya, malam harinya akan digelar Pentas Seni Budaya Minahasa di panggung utama yang sudah disediakan. Begitu pula pada Jumat (2/11/2012) akan dilaksanakan Gelar Kuliner Danau Tondano yang bertempat di Pulau Likri yang berada di tengah-tengah danau terluas di Sulawesi Utara tersebut.

-

Arsip Blog

Recent Posts