Redknapp Ingin Capello Dipecat

London, Inggris - Pelatih Tottenham Hotspur, Harry Redknapp, menilai Fabio Capello tak pantas menjadi manajer tim nasional (timnas) Inggris karena ia bukan orang Inggris. Ia pun menyatakan diap menggantikan Capello.

Capello menangani Inggris pada 2008 silam. Reputasinya sebagai salah satu pelatih klub tersukses di Eropa membuat publik berharap, Capello bisa memberikan sukses besar membawa Inggris menjuarai Piala Dunia 2010 Afrika Selatan.

Namun, harapan itu kandas menyusul kekalahan Inggris 1-4 dari Jerman, 27 Juni lalu. Capello pun disebut media-media Inggris bakal dipecat, meski baru menandatangani perpanjangan kontrak sampai 2012.

"Saya orang Inggris dan siapa yang tak mau menangani Inggris? Tak ada satu orang Inggris pun, entah saya, Roy Hodgson, atau Sam Allardyce, akan menolak pekerjaan itu karena ini adalah negeri kami dan kami ingin menangani negeri kami," ujar Redknapp.

"Tak ada seorang pun akan menolak pekerjaan itu. Bila Anda orang Inggris, Anda tak bisa tak mau melatih negeri Anda. Capello memiliki rekor fantastis di level klub, tapi lihat. Kami (orang Inggris) harus menanggung ini sekarang,"

"Ketika ia akhirnya terus (melatih Inggris), dalam empat tahun atau berapa pun, tentunya akan ada pria mudah atau seseorang di negeri ini. Tentunya, kami harus menemukan pelatih dari Inggris, seorang manajer Inggris,"

"Saya tak bicara soal pelatih asal Skotlandia atau pelatih asal Irlandia. Saya bicara soal pelatih asal Inggris karena ini adalah tempat kami berasal. Ini adalah negara kami," tandasnya. (SUN)

Hudoq Pukau Wisatawan di Denpasar

Denpasar, Bali - Puluhan wisatawan asing menyaksikan kesenian Hudoq dari Persekutuan Dayak Bahau Beraan Pare Balikpapan, Kalimantan Timur, di arena Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-32, Sabtu (26/6/2010).

David Yildirim wisatawan asal Jerman mengaku kagum dengan pementasan kesenian asal Balikpapan yang cukup memukau penonton pada pesta tahunan tersebut. "Pergelaran kesenian asal Kalimantan Timur penampilannya luar biasa. Gerak tarinya tetap menonjolkan pakem kesenian Dayak," katanya.

Ketua Dewan Kesenian Balikpapan Darwis M Noer SH mengatakan, ajang PKB tahun ini bagi suku Dayak sangat strategis untuk berpromosi. Uniknya tarian dalam bentuk sendratari, didukung oleh orang-orang Dayak asli pedalaman.
"
Persembahan sendratari ini baru pertama kali dibuat dengan durasi satu jam yang dibawakan sekitar 40 orang seniman," katanya.

Ia mengatakan sendratari yang berjudul "Hudoq" adalah merupakan cerita rakyat Suku Dayak yang ada di pedalamanan Kalimanatan Timur. Darwis menyebutkan kesenian Dayak asli ini dimaksudkan untuk memperkenalkan khasanah budaya Indonesia.

"Kami ingin memperkenalkan tarian dayak ini guna mengindari dari pencaplokan seni oleh pihak asing," ujarnya.

Cerita yang dibawakan dalam garapan sendratari yang spetakuler, mengisahkan tentang keramah-tamahan warga suku daya. Tarian Hudoq adalah bentuk tari yang dilakukan beregu ataupun berkelompok oleh rakyat.

Dengan memakai topeng dan berpakaian dari daun pisang. Namun penampilanya yang rapi, indah menyerupai roh dari apolagan atau khayangan turun ke bumi.

Biasanya tarian Hudoq ini ditampilkan pada saat tertentu, yaitu di tempat kediaman raja yang disebut "Amin Ayyaaq" atau sekarang disebut dengan balai desa.

Tari Hudoq bisa ditarikan oleh kaum laki-laki atau perempuan sesuai dengan bakat dan kemampuan. Kesenian itu ditampilkan bila masa tanam padi berlangsung, sambil mengamati keadaaan, bulan, langit dan hama yang ada di bumi seperti burung pipit, ular dan lainnya.

YouTube Google Menangi Gugatan Viacom

Jakarta - Google telah memenangkan putusan ketika hakim menolak gugatan 1 miliar dolar AS yang dilayangkan Viacom yang menuduh raksasa Internet itu membiarkan material berhak cipta ditayangkan di YouTube tanpa izin.

Viacom telah menuduh Google atas "pelanggaran hak cipta besar-besaran yang disengaja".

Tetapi hakim pengadilan Manhattan mengatakan Google dan YouTube tidak harus bertanggung jawab hanya diminta memiliki "kesadaran umum" bahwa video yang di-posting itu mungkin ilegal.

Konglomerasi media Viacom mengatakan bahwa pihaknya berencana untuk banding demi menentang keputusan ini.

Google disebut penguasa "sebuah kemenangan penting".

Pelabuhan Aman

Viacom mengklaim bahwa "sekira 10 ribu video" yang memiliki hak cipta telah di-posting ke dalam YouTube dan baik YouTube maupun pemiliknya, Google, telah mengetahui hal ini, tetapi tidak melakukan apa pun.

Viacom mengatakan banyak video, termasuk South Park, telah diunggah secara ilegal.

Namun Hakim Distrik Louis Stanton mengatakan dalam keputusannya:"Hanya pengetahuan prevalensi semata dari kegiatan tersebut pada umumnya tidaklah cukup. Provider tidak perlu memantau atau mencari fakta-fakta yang menunjukkan aktivitas tersebut."

Google dan YouTube berpendapat bahwa mereka berhak atas "pelabuhan aman" yang dilindungi oleh hukum hak cipta digital karena mereka tidak memiliki cukup peringatan dugaan tindak pidana tertentu.

Hakim Stanton sepakat, dan mengatakan bahwa ketika "YouTube telah diberi peringatan, pihaknya langsung menghapus konten atau materinya ... hal itu yang melindungi dari kewajiban" dibawah sebuah ketentuan the Digital Millennium Copyright Act.

Bukan Akhir

Viacom menyebut keputusan tersebut sebagai "secara mendasar cacat hukum" dan mengatakan hal itu merefleksikan kepentingan kongres dibalik undang-unfang hak cipta ketimbang keputusan Mahkamah Agung AS baru baru ini.

Google menerima keputusan itu."Hal ini merupakan kemenangan yang penting tidak hanya buat kami, tetapi juga untuk miliaran orang di dunia yang menggunakan web untuk berkomunikasi dan berbagi pengalaman dengan yang lain," ujar Kent Walker pihak dari Google dalam blog perusahaan.

Sementara itu David Sohn, seorang pengacara dari pusat Teknologi dan Demokrasi AS mengatakan : "tanpa keputusan itu, konten yang di hasilkan oleh pengguna akan menyurut dan Internet akan berhenti menjadi media yang partisipatif,".

Tetapi Laura Martin, seorang analis di Needham, mengatakan peperangan belum berakhir.

"Masalah ini sungguh sangat penting bagi pencipta konten untuk melindungi hak kekayaan intelektualnya melawan penggunaan dari orang-orang yang mengumpulkan sesuatu materi dengan cara online."Benar-benar sangat penting bagi para pencipta konten untuk mendapatkan bayaran," ujarnya

"Ini baru permulaan, dan bukan akhir. Sumner (Redstone, Pimpinan Viacom) tidak akan berpaling dan mati menghadapi masalah ini." (Yud/S026)

Ribuan Orang Ikuti Pesta Durian

Tanjungpinang, Kepri - Ribuan warga Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, Minggu, mendatangi Desa Bintan Bunyu, Kecamatan Teluk Bintan, untuk mengikuti acara tahunan pariwisata Kabupaten Bintan yang bertajuk "Bintan Mountain Trekking and Durian Party".

Warga yang berasal dari Kota Tanjungpinang, ibu kota Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), tidak menyurutkan keinginannya untuk mengikuti acara tahunan yang sudah enam kali digelar Dinas Pariwisata Kabupaten Bintan tersebut walaupun daerah itu diguyur hujan.

"Kami ingin makan durian asli Bintan yang ada di Gunung Bintan," kata salah seorang pengunjung warga Tanjungpinang, Iwan.

Sambil menikmati durian yang sudah disiapkan panitia sebanyak 2.000 buah, pengunjung juga bisa bersantai sambil menikmati hiburan kesenian Melayu maupun kesenian dari daerah lainnya di Indonesia.

"Masyarakat juga dihibur oleh band asal Jakarta, Matta Band," kata Kepala Dinas Pariwisata Bintan, R Akib Rakhman.

Akib mengatakan, acara tahunan untuk meningkatkan kunjungan wisata ke Kabupaten Bintan tersebut sudah enam kali diadakan. Acara tersebut dimaksudkan untuk menampung hasil perkebunan durian warga sekitar.

"Hasil panen durian warga kami tampung dan bisa dinikmati warga lainnya dengan gratis dan juga pemilik durian bisa berjualan secara langsung kepada ribuan pengunjung yang hadir," ujarnya.

Pengunjung pesta durian juga menyempatkan diri berfoto di Tugu Durian yang sudah menjadi ikon Desa Bintan Bunyu yang terletak di persimpangan dekat lapangan tempat berlangsungnya pesa durian.

Akib mengatakan, sebelum pesta durian, terlebih dahulu diadakan lomba lintas alam pada Minggu pagi menaklukkan rintangan di Gunung Bintan dengan menyelesaikan enam rintangan yang sudah disiapkan panitia.

"Ada 150 tim yang ikut lomba lintas alam yang berasal dari Surabaya, Jakarta, Pekanbaru dan Kepri sendiri," ujar Akib yang menyebutkan total hadiah bagi pemenang sebesar Rp40 juta.

Bupati Bintan Ansar Ahmad mengatakan lomba lintas alam dan pesta durian tersebut juga dimaksudkan untuk lebih memperkenalkan Bintan kepada dunia luar dengan keindahan alam dan cita rasa buah durian asli Bintan.

"Kabupaten Bintan memiliki banyak objek wisata yang bisa dikembangkan selain kawasan wisata Lagoi yang lebih banyak dikunjungi warga negara asing," kata dia.

Di gunung Bintan, lanjut dia, selain menikmati durian dan indahnya pemandangan juga bisa melihat peninggalan sejarah di Gunung Bintan yang dahulunya menjadi pusat Kerajaan Bentan.

Ansar menuturkan akan terus meningkatkan agenda tahunan tersebut menjadi lebih baik dengan promosi yang lebih gencar agar wisatawan lokal maupun mancanegara semakin banyak yang datang.

"Pesta durian juga mendatangkan keuntungan tersendiri bagi warga yang mempunyai kebun durian, karena bisa langsung menjual hasil panennya kepada pengunjung," ujarnya. (KR-NP/Z003)

Pengembangan Wisata Sumut Perlu Kesungguhan

Medan, Sumut - Para anggota Komisi X DPR RI mengkritik perkembangan dunia pariwisata di Sumatera Utara, khususnya Danau Toba yang tidak mengalami kemajuan berarti dalam beberapa tahun terakhir.

“Pejabat Sumut kurang serius membina dunia pariwisata,” kata anggota Komisi X DPR RI Eko Hendro Purnomo dalam pertemuan dengan jajaran Pemprov Sumut di Medan, Selasa [22/06].
Ketika melakukan kunjungan kerja ke Danau Toba dan kawasan wisata Tomok di Kabupaten Samosir pada 21 Juni 2010, Eko mengaku tidak melihat adanya perkembangan yang dilakukan pemerintah daerah.

Kondisi Danau Toba dan kawasan wisata Tomok saat ini hampir tidak ada bedanya ketika dikunjungi pada tahun 80-an.

Politisi yang juga berprofesi sebagai presenter itu mengaku kondisi Danau Toba dan kawasan wisata Tomok saat ini tidak berubah ketika dikunjunginya saat masih duduk di sekolah dasar.

Pihaknya menilai kalangan pembuat keputusan di Sumut kurang memiliki jiwa wirausaha (entrepreneurship) untuk menjadikan berbagai potensi wisata itu sebagai sumber pemasukan daerah.

Malah ketika berdialog dengan pejabat di jajaran Pemkab Samosir, faktor tidak adanya bantuan dari pemerintah pusat disebutkan sebagai penyebab tidak berkembangnya dunia pariwisata di Sumut itu.

Memang, kata Eko, jumlah kunjungan wisatawan ke Sumut cukup besar jika dilihat dari laporan yang disampaikan Badan Pusat Statistik (BPS).

Namun kunjungan itu bukan karena adanya promosi atau ketertarikan dengan pengembangan potensi wisata, melainkan karena adanya nama besar Danau Toba yang telah cukup dikenal. “Kalau di sini saja tidak memiliki kepedulian, bagaimana pula kami mau peduli,” kata politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN) itu.

Padahal, kata Eko, potensi pariwisata di Sumut sangat besar, seperti Danau Toba yang sudah terkenal hingga di dunia internasional. “Danau Toba memang membanggakan tetapi sekarang tidak ada apa-apanya. Padahal kalau dikembangkan, Bali pun bisa kalah,” katanya.

Kritik tentang rendahnya pengembangan potensi pariwisata di Sumut juga disampaikan anggota Komisi X DPR RI yang lain, Tengku HM Faisal Amin yang merupakan politisi dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Sebagai anggota DPR yang berasal dari Aceh, Tengku HM Faisal Amin mengaku sering berkunjung ke Danau Toba mengungkapkan kerisauannya terhadap kondisi lokasi wisata itu. “Namun Danau Toba yang dulu jauh lebih bagus dari sekarang,” katanya.

Gubernur Sumut Syamsul Arifin mengatakan, pihaknya telah melakukan berbagai upaya meningkatkan fasilitas menuju Danau Toba untuk mempermudah wisatawan berkunjung ke tempat itu.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah perbaikan dan memperpanjang lintasan di Bandara Silangit yang berlokasi tidak terlalu jauh dari Danau Toba. “Kalau naik kendaraan, hanya sekitar 45 menit ke Danau Toba,” kata Gubernur. (ant)

Semarak Karnaval Batik Solo

Solo, Jateng - Ribuan warga menyemut di sepanjang Jalan Slamet Riyadi, Kota Solo, Jawa Tengah, untuk menyaksikan Solo Batik Carnival, Rabu (23/6) lalu. Meskipun karnaval dimulai sekitar pukul 15.00, warga Kota Solo dan sekitarnya serta wisatawan telah memadati jalanan sejak tengah hari hingga menciptakan lautan manusia.

Solo Batik Carnival (SBC) ini merupakan yang ketiga kali diadakan. Dengan mengambil tema ”Sekar Jagat”, yang merupakan nama motif batik klasik khas Solo, SBC berusaha menampilkan kekayaan flora dan fauna Nusantara yang menjadi ciri khas batik sekar jagat.

Jauh hari sebelum karnaval berlangsung, penyelenggara merekrut ratusan calon peserta dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Selama beberapa bulan mereka mendapat pengarahan dan pelatihan tentang merancang busana atau kostum bertema batik.

Para peserta juga diajari cara memeragakan busana. Berbagai gerakan koreografi harus dikuasai untuk bisa tampil di karnaval yang mengambil catwalk di sepanjang Jalan Slamet Riyadi dari Purwosari hingga Ngarsopuro.

SBC yang menjadi agenda rutin tahunan makin menguatkan Kota Solo sebagai kota budaya dan festival maupun sebagai kota batik. Hal itu sejalan pula dengan meluasnya usaha batik rakyat di kampung-kampung.

Semarak SBC tidak hanya harus dipertahankan, tapi juga harus dilaksanakan dengan lebih baik. Jangan sampai kreasi yang sudah susah payah dibuat malah tak bisa dinikmati karena penonton telanjur berbaur dengan peserta karnaval. (Iwan Setiyawan)

-

Arsip Blog

Recent Posts