24 Kebudayaan Dunia Ditampilkan di Unpad

Dipati Ukur, Bandung - Sebanyak 24 kebudayaan dunia ditampilkan dalam Festival Budaya 2010 yang diselenggarakan oleh mahasiswa Fakultas Ilmu komunikasi (Fikom) Universitas Padjadjaran (Unpad), dengan tema "Culture from Around the World", di Jln. Dipatiukur, Sabtu (26/6).

Acara tahunan Fikom Unpad sebagai rangkaian akhir dari tugas Mata Kuliah Komunikasi Lintas Budaya ini, selain merepresentasikan budaya internasional oleh mahasiswa Fikom angkatan 2009/2010, terdapat juga budaya nasional.

Budaya internasional yang ditampilkan antara lain Mesir, India, Amerika, Australia, Italia, Perancis, Jerman, Jepang, Western, Korea, Skotlandia, Belanda, China, Turki, Meksiko, dan Saudi Arabia. Sementara budaya nasional antara lain udaya Sunda, Aceh, Maluku, Padang, Batak serta Papua.

"Kegiatan praktik mata kuliah ini menarik. Karena mengenai bagaimana pandangan hidup, ideologi, nilai-nilai kepercayaan yang dianut itu berbeda," ucap Dekan Fikom Unpad, Prof. Deddy Mulyana di sela-sela kegiatan. Turut hadir, Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan Unpad, Dr. Trias Nugrahadi.

Adanya kegiatan tersebut, mahasiswa diharapkan akan dapat belajar bagaimana budaya-budaya itu berpengaruh terhadap cara manusia berkomunikasi. Kemudian, mahasiswa akan mengetahui dan mempraktikan hal tersebut. Kegiatan ini juga bertepatan dengan Dies Natalis ke-50 Fikom Unpad.

Trias sangat mengapresiasi gelaran tersebut. Bahkan ke depan Festival Budaya mungkin akan menjadi kegiatan tahunan yang akan diadakan di tingkat universitas.

Festival Budaya 2010 terselenggara atas bimbingan dari pembina mata kuliah, y Prof. Deddy Mulyana dan tim dosen lainnya Laswani, Dandi Supriadi, Susane Dida, Evi Novianti, Atwar Bajari, Weny Widyowati, Ilham Gemiharto, dan Funny E. Mustikasari.

Pada kegiatan itu, ditampilkan pula atraksi lainnya yang menjadi ciri khas negara Brazil yakni Capoera. Sementara di lapangan, terdapat stan yang menampilkan kekhasan masing-masing negara, dimulai dari dekorasi, pernak-pernik, sampai dengan kuliner khas negara tersebut. (B.107)

Oprah Winfrey, Selebriti Paling Berpengaruh

New York - Ratu acara bincang-bincang Amerika Serikat Oprah Winfrey melejit kembali ke puncak daftar selebriti paling berpengaruh di dunia versi Forbes, "Celebrity 100" setelah tergeser oleh Angelina Jolie tahun lalu.

Winfrey menggusur bintang film Angelina Jolie dari puncak daftar yang disusun majalah Forbes berdasarkan pendapatan dan liputan media. Penyanyi Beyonce berada di peringkat kedua, sedangkan sutradara James Cameron masuk ke peringkat yang sama di posisi ketiga setelah meraih keberhasilana dengan film Avatar.

Lady Gaga menjadi pendatang baru dengan peringkat tertinggi. Dia menempati posisi keempat. Sebagaimana Beyonce, pendapatan dan profil Lady Gaga naik pesat dalam masa 12 bulan ini menyusul tur keliling dunia dan kontrak promosi yang dia wujudkan.

Sementara itu, Angelina Jolie tahun diturunkan ke peringkat 18. Pemain golf yang dililit skandal, Tiger Woods menjadi satu-satunya bintang olah raga yang bercokol di 10 teratas.

Britney Spears ditempatkan di peringkat enam disusul U2 di posisi ketujuh. Sandra Bullock, yang meraih Piala Oscar tahun ini untuk kategori aktris terbaik, melambung tinggi dari anak tangga 92 ke anak tangga delapan.

Sedangkan, aktor Johnny Depp, seperti dilansir "BBC" menempati posisi kesembilan. Penyanyi pop Madonna turun dari posisi ketiga ke posisi 10.

Tahun ini, Forbes menambahkan peringkat media sosial yang mencerminkan kehadiran masing-masing selebriti di jejaring Facebook dan Twitter, yang diperhitungkan bersama dengan liputan media dan pendapatan. (A-147)

Genre Baru Tari Jaipongan

Bandung, Jabar - Memasuki hari kedua ajang “Pasanggiri Jaipong Se-Jawa Barat VII” yang diselenggarakan Yayasan Pusat Kebudayaan (YPK), semakin menunjukkan tingginya animo masyarakat terhadap tari Jaipongan. Kemajuan selain memperlihatkan kreativitas forografer, juga kerativitas penari dan penata busana.

“Secara kuantitas memang menunjukkan peningkatan yang cukup menggembirakan di mana animo peserta mengalami peningkatan, demikian pula masyarakat yang ingin menyaksikan. Tapi di sisi kualitas masih belum tampak kemajuan,” ujar Edi Mulyana, S.Sen. M.Hum., salah seorang staf pengajar di STSI Bandung yang juga salah seorang pewaris langsung tarian Jaipongan dari Gugum Gumbira, kepada "PRLM" di sela-sela menyaksikan “Pasanggiri Jaipong Se Jawa Barat VII”, di Gedung YPK Jalan Naripan Bandung.

Dikatakan Edi, ada beberapa hal yang kurang diperhatikan oleh para koreografer maupun penari dalam menampilkan karya Jaipongan. Seperti tarian yang terpaksa harus mengikuti iringan musik dari kaset yang sudah baku, tata busana yang menyesuaikan pola gerakan dan beberapa kontens yang di luar tata kepenarian.

Namun demikian menurut Edi, pihaknya sangat mendukung terhadap upaya-upaya yang dilakukan dalam memperkaya khasanah tari Jaipongan. Bahkan bukan tidak mungkin suatu saat kelak bilamana tari Jaipongan terus mengalami perkembangan akan menciptakan tarian genre baru.

Hal ini sesuai dengan upaya yang dilakukan Gugum Gumbira dengan karyanya, yang semula berasal dari tari rakyat Ketuk Tilu. “Mudah-mudahan apa yang dilakukan para koreografer, penari dan para pelaksana kegiatan akan membuahkan hasil dan Kota Bandung khususnya dan Jawa Barat umumnya akan memberikan warna bagia seni tari di tanah air,” ujar Edi. (A-87/das)

Pemerintah harus Memfasilitasi dalam Melestarikan Seni Budaya Tradisi

Bandung, Jabar - Pelestarian seni budaya tradisi merupakan milik masyarakat dan sepenuhnya menjadi tanggungjawab masyarakat. Pemerintah harus mampu memfasilitasi serta mengakomodasi kebutuhan masyarakat dalam upaya melestarikan seni budaya tradisi yang tumbuh, berkembang dan menjadi bagian dari masyarakat.

Demikian dikatakan Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Drs. Uu Rukmana, bahwa pemerintah daerah harus mampu menempatkan diri dalam menjalan tugas dan fungsinya. “Jangan sampai yang terjadi selama ini, setiapkali seniman dan budayawan akan menggelar kegiatan selalu ditolak secara halus dengan alasan tidak memiliki anggaran, sementara untuk kegiatan yang diselenggarakan pemerintah sendiri anggaran yang dialokasikan sangat besar,” ujar Uu Rukmana ditemui “PRLM” disela-sela pembukaan “Festival Ujungberung Ke-6”, bertempat di Alun-alun Ujungberung Kota Bandung.

Padahal, menurut Uu, kegiatan yang berkaitan dengan pelestarian dan pemberdayaan masyarakat (seniman dan budayawan) bukan hanya berkenaan dengan ada tidaknya masalah anggaran, tetapi bentuk perhatian lain. Seperti yang dilakukan Dinas Pariwisata Kota Bandung dan BKPMK dengan mengelar “Festival Ujungberung”.

“Dalam hal ini pemerintah daerah dan masyarakat menyediakan ruang, tempat dan waktu bukan hanya untuk seniman dan budayawan dalam melestarikan dan mengembangkan seni budaya tetapi juga pemberdayaan seniman dan budayawan serta masyarakat secara luas. Kegiatan juga dirasakan bukan hanya seniman dan budayawan dengan keseniannya, tetapi juga masyarakat khususnya para pedagang yang turut meraup untung dengan diselenggarakannya kegiatan,” ujar Uu Rukmana.

“Festival Ujungberung Ke-6” yang dibuka Kamis (24/6) ini akan berakhir Sabtu (26/6) yang akan datang. Sejumlah seni dan budaya tradisi khas Ujungberung yang turut meramaikan acara diantaranya, Arak-arakan Benjang, Reak, Buncis, Kuda Renggong, Jaipongan, Tari Klasik, Jalan Santai, Lomba Foto, dan lainnya. (A-87/kur)

Gerrard dan Terry Ternyata Sering Bertengkar di Piala Dunia

London -Kapten tim Inggris Steven Gerrard ternyata sering bertengkar dengan bek John Terry selama berada di Afrika Selatan sebelum The Three Lions terdepak dari Piala Dunia. Tabloid The Sun Inggris memberitakan David Beckham sampai harus campur tangan untuk melerai dalam beberapa pertengkaran. Hanya saja media ini tak cukup jelas melaporkan apakah pertengkaran mereka menjadi penyebab kegagalan tim Inggris.

Pertengkaran terjadi, misalnya, ketika John Terry melakukan jumpa pers yang mendesak Fabio Capello memasukkan Joe Cole seusai ditahan imbang Aljazair. Kali lain ketika Terry mengancam akan meninggalkan kamp Inggris menjelang laga melawan Jerman.

Dua kejadian itu dianggap Gerrard sebagai tantangan langsung terhadap kepemimpinannya sebagai kapten. Maka seusai Inggris menang dalam laga melawan Slovenia, kemarahan Gerrard meledak. Ia dibantu Jamie Carragher, rekan satu timnya di Liverpool, melabrak Terry. Beckham yang berada di dekat mereka pun berusaha melerai.

Campur tangan Beckham memang meredakan kemarahan Gerrard. Keduanya kemudian tak tampak bersitegang dalam pertandingan melawan Jerman. Tapi The Sun menulis masalah mereka telah kadung membuat nanah bagi tim Inggris sehingga tim yang begitu diandalkan itu harus pulang lebih cepat. (The Sun | YR)

Puisi Amir Hamzah Bukan Sastra Sufi

Jakarta - Meskipun selama ini puisi-puisi sastrawan Pujangga Baru, Amir Hamzah, sering dimasukkan sebagai karya sufistik, pengamat sastra Arief Bagus Prasetyo cenderung menolaknya.

"Amir Hamzah bahkan dimasukkan dalam antologi sastra sufi yang disusun oleh Abdul Hadi W.M.. Tapi, menurut saya, Amir Hamzah menjadi satu-satunya pengarang yang bukan sufi dalam antologi itu," kata Arif dalam diskusi "Mendaras Amir Hamzah" di Freedom Institute, Jakarta, Kamis (24/6) malam. Acara yang dipandu Nirwan Dewanto itu juga menghadirkan Sapardi Djoko Damono sebagai pembicara.

Buku Sastra Sufi: Sebuah Atologi karya Abdul Hadi itu memuat karya-karya penyair mistikus dan filsuf Islam terkemuka, seperti Jalaludin Rumi, Al-Hallaj, Rabiah Al-Adawiyah, Hamzah Fansuri, Yasadipura I, Yasadipura II dan Raja Ali Haji.

Arif juga mengutip pandangan Goenawan Mohamad yang menekankan keresahan Amir Hamzah dalam hubungannya dengan Tuhan sebagai masalah pokok dalam karya Amir. A Teeuw, kata Arif, juga mengakui hubungan Amir dengan kesastraan sufi.

Namun, Arif menunjukkan bahwa ada kontras yang nyata antara puisi sufistik dan puisi Amir. Dia mengutip "Syair Perahu" karya Hamzah Fansuri yang menyatakan "Hamba dan Tuhan tiada berbeda sebagai ekspresi persatuan penuh antara Tuhan dan manusia. Tapi, puisi "Turun Kembali" karya Amir justru mempertanyakan persatuan mistis itu ("Adakah begini jadinya/aku hamba engkau penghulu") dan kemudian disangkal ("Aku dan engkau berlainan").

Menurut Arif, kumpulan puisi Nyanyi Sunyi karya Amir mengantisipasi lahirnya puisi-puisi yang disebut Afrizal Malna berspirit "teologi-tanpa-bersama-dewa" dalam khazanah sastra Indonesia. Sejak Amir, terbentang jalan panjang kesunyian teologis, suatu kontinum religiusitas penuh luka, yang dilalui banyak penyair, seperti Chairil Anwar, Surtardji Calzoum Bachri, dan Acep Zamzam Noor.

Adapun Sapardi menampilkan puisi Amir Hamzah sebagai puisi gelap. "Bukan karena puisi Amir sukar dipahami karena belum menguasai sepenuhnya bahasa Indonesia, tapi justru oleh penguasaan tingkat tinggi," kata penyair yang puisinya paling sering dikutip di kartu undangan perkawinan itu.

Sapardi mencontohkan puisi "Hanya Satu" karya Amir yang dimuat dalam antologi sajak "Puisi Baru" yang disusun Sutan Takdir Alisjahbana. Takdir merasa perlu memberi 10 catatan kaki untuk puisi itu, terutama untuk arti kata yang dianggap sulit oleh pembaca karena arkhaik. (Kurniawan)

-

Arsip Blog

Recent Posts