Keris Curi Perhatian di Milan

London, Inggris - Keris, warisan budaya dunia dari Indonesia menjadi topik bahasan hangat lebih dari 70 kolektor dan pecinta keris dalam sebuah seminar bertempat di Museum Seni dan Ilmu Pengetahuan Milan, Italia.

Seminar yang bertema "Tidak Hanya Sekedar Senjata: Sekala, Dunia Nyata Keris" menghadirkan dua kolektor keris kondang di Italia sebagai pembicara, yaitu Dr. Sandro Forgiarini dan Dr. Marco Noris, demikian keterangan dari Penerangan, Sosial dan Kebudayaan (Pensosbud) Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Roma yang diterima ANTARA London, Sabtu.

Menurut Sandro Forgiarini, seorang dokter forensik, proses pembuatan keris oleh seorang empu keris hanya ada di Indonesia.

"Keris itu unik, dan hanya ada di Indonesia," demikian Forgiarini.

Adapun Marco Noris mengulas mengenai penyebaran keris di wilayah Nusantara, dan karakteristik khusus dari hulu (pegangan keris) dan warangka (sarung keris) dari tiap-tiap daerah di Indonesia.

Seminar menjadi lebih berbobot dengan hadirnya kurator dan kolektor keris ternama dari Perancis, Dr. Jean Greffioz, pengarang buku "Kris: the Passion of Indonesia".

Jean Greffioz menyatakan, keris diakui dunia meskipun pada masa sekarang pembuatannya pun masih menggunakan cara-cara yang sangat tradisional.

Dikatakannya, bentuk dan karakteristik keris dapat menunjukkan dari daerah mana keris itu berasal.

Wakil Duta Besar Republik Indonesia di Roma, Priyo Iswanto, menyampaikan bahwa seminar tersebut merupakan bentuk kontribusi nyata bagi para pecinta keris untuk membangkitkan kesadaran terhadap pentingnya pelestarian keris.

Keris sebagai warisan budaya dunia yang berasal dari Indonesia dan warisan para empu merasa sangat terhormat dengan adanya seminar ini, ujarnya.

Seminar tentang keris akan digelar kembali pada tanggal 24 November 2013 di tempat yang sama dengan menghadirkan pembicara dan kurator yang berbeda.

Acara itu merupakan kerja sama KBRI di Roma dan Pusat Kebudayaan Italia-Asia, serta Museum Seni dan Ilmu di Milan, diprakasai Dr. Vanna Scholari, seorang kolektor dan penulis benda-benda seni Indonesia di Italia.

Mari Buat Wayang Janur di Festival Kampung Betawi

Jakarta - Pengunjung festival Kampung Betawi di Kota Tua, Jakarta Barat dapat menjumpai beragam hal menarik selama festival berlangsung, salah satunya belajar membuat wayang janur di tenda museum Wayang.

Deni,staf museum Wayang mengatakan bahan yang perlu dipersiapkan untuk membuat satu karakter wayang janur ialah bambu dan janur.

Pertama-tama, bambu diserut tipis lalu dibuat kerangka wayang sementara janur direbus hingga warnanya kecokelatan.

Setelah direbus, janur dikeringkan lalu dibelah dengan ukuran sesuai selera.

"Karakter Bima paling sederhana," kata Deni kepada wartawan.

Menurut dia, pemula umumnya membutuhkan waktu minimal 10 menit untuk menyelesaikan satu karakter.

Deny yang sudah dua tahun bergiat dengan wayang janur, mengaku dapat membuat tiga hingga empat wayang dalam waktu lima menit saja. Banyak pengunjung mengaku tertarik belajar membuat wayang janur ini. Deni telah menyiapkan kerangka dari bambu yang diperlukan, pengunjung tinggal membalutnya dengan janur.

Setelah wayang janur selesai dibuat, pengunjung dipersilakan membawa pulang hasil karyanya.

"Bagian tersulit dalam pembuatan wayang janur adalah pada cara mengunci janur pada kerangka agar tidak mudah lepas," kata Deni.

Festival Kampung Betawi di Kota Tua resmi dibuka Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, Arie Budiman dan Walikota Jakarta Barat, Fatahillah, hari ini. Festival ini akan berlangsung hingga Minggu (17/11).

Temanggung Helat Festival Budaya

Temanggung, Jateng - Ribuan masyarakat Temanggung tumpah ruah memadati sepanjang area Alun-alun dan Pendapa Pengayoman Temanggung, menyaksikan puluhan kesenian tradisional, dalam acara Festival Budaya, Minggu (17/11).

Sedikitnya 50 grup kesenian dari 20 kecamatan dan berbagai sekolah yang ada ikut mangayubagya, HUT ke 179 Kabupaten Temanggung. Tujuh panggung terpisah digelar dari perempatan BCA hingga sepanjang jalan dan dalam Alun-alun.

Ketua Panitia Hari Jadi ke 179 Kabupaten Temanggung, Suyono, mengatakan, kesenian yang ditampilkan antara lain kuda lumping, warokan, prajuritan, soreng, wulangsunu rebana, bangilun, dayakan, topeng ireng.

Pemainnya seniman mulai anak-anak hingga orang dewasa. Ada juga lomba mewarnai untuk anak-anak yang di gagas seniman Temanggung Catec.

"Kegiatan ini merupakan agenda tahunan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, sebagai rangkaian peringatan HUT Temanggung. Festival untuk memberi kesempatakan para seniman dari desa-desa untuk tampil di depan publik agar mereka bisa berkembang, sekaligus memberikan hiburan gratis bagi rakyat," katanya.

Bupati Bambang Sukarno cukup mengapresiasi festival ini, dia berharap dengan adanya pertunjukkan kolosal ini para pemerhati budaya bisa mengevaluasi penampilan para seniman di atas panggung.

Hal ini juga menjadi pengalaman bagi grup kesenian yang biasa tampil di lapangan terbuka seperti jatilan dan kuda lumping.

"Kami berharap dengan suasana seperti ini (tampil di atas panggung) semakin baik. Kesenian tradisional perlu mendapat masukan-masukan sehingga siapa tahu masing-masing kelompok mempunyai bentuk atau ciri sendiri," ujarnya.

Kabag Humas Pemkab Temanggung, Witarso Saptono Putro menambahkan, kegiatan lainnya yang akan dilaksanakan yakni resespi dipusatkan di Alun-alun setempat pada 30 November mendatang.

Dalam resepsi tersebut akan ditampilkan tari kolaborasi dari Akademi Militer Magelang , band taruna Akmil dan tarian modern karya seniman tari asal Temanggung Didik Ninik Thowok yakni Tari Gadis Tegowanu dan diadakan pesta kembang api.

Warga Padang Ramai-ramai Hadiri Puncak Pesta Tabuik

Pariaman, Sumbar - Penumpang kereta api (KA) kelas ekonomi Sibinuang rute Padang tujuan Pariaman membludak. Lima gerbong yang disediakan untuk pemberangkatan pertama pada Ahad pagi ini penuh.

"Dari 476 kursi yang disediakan, semuanya terisi penuh oleh penumpang," kata Kepala Stasiun Kota Pariaman Afrizal, di Pariaman, Ahad.

Ia menjelaskan, kepadatan penumpang tersebut diperkirakan terjadi karena pada Ahad ini bertepatan dengan puncak perayaan Pesta Budaya Tabuik kota itu.

"Tahun-tahun sebelumnya juga begitu, ada peningkatan jumlah penumpang khusus pada puncak perayaan pesta budaya tabuik," katanya.

Padahal, menurut Afrizal, jumlah penumpang rata-rata pada Ahad pagi itu hanya berkisar antara 100 sampai 200 penumpang.

Puncak perayaan Pesta Budaya Tabuik Kota Pariaman 2013 dipusatkan di Lapangan Merdeka kota itu (sekitar 150 meter dari Stasiun Kereta Api Pariaman) dan Pantai Gandoriah (sekitar 150 meter dari Stasiun Kereta Api Pariaman).

Berdasarkan jadwal resmi yang dikeluarkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata setempat, rangkaian kegiatan yang dipusatkan di Lapangan Merdeka pada Ahad pagi ini telah dimulai sejak pukul 09.00 WIB.

Di lapangan itu, akan ada atraksi kesenian dari sejumlah tim seni kota itu, termasuk sajian lagu orkestra "Buraq Piaman" dan prosesi "Hoyak Tabuik". Kegiatan di Lapangan Merdeka akan berakhir sampai pukul 17.30 WIB.

Selanjutnya, pada pukul 17.30 WIB hingga pukul 18.00 WIB, puncak perayaan pesta budaya tahunan tersebut akan ditutup dengan prosesi Membuang Tabuik (ke laut).

Promosi Budaya, Festival Sasak Digelar Seniman Lombok

Mataram, NTB - Puluhan atraksi seni dan ragam tradisi khas Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), dipentaskan ribuan seniman dalam Festival Sasak. Selain sebagai ajang silaturrahmi, festival ini sebagai promosi budaya NTB.

Dalam tayangan Liputan 6 Pagi SCTV, Minggu (17/11/2013), ribuan seniman dari berbagai wilayah di Provinsi NTB tumpah ruah memadati sepanjang jalan protokol di alun-alun lapangan Kota Mataram dalam parade budaya dan tradisi Nusa Tenggara Barat.

Ribuan seniman ini hadir dengan mengenakan seragam khas adat masing masing kabupaten. Tarian dan atraksi pun digelar. Tarian gendang belek kembar yang merupakan tarian khas Lombok/ menjadi pembuka parade.

Tarian Rakrat lainnya seperti Tarian Putri Mandalika, Tarian Zikir Zaman khas Pulau Sumbawa turut dipentaskan yang dibawakan oleh ratusan penari.

Selain sebagai ajang silaturrahmi dan perkenalan ragam tradisi dan budaya khas NYB, parade ini juga sebagai ajang promosi wisata daerah untuk mendongkrak tingkat kunjungan wisatawan yang ditargetkan mencapai 2 juta orang pada 2013.

Pertemuan Sastrawan 10 Provinsi di Banten

Serang, Banten - Lebih kurang 70 sastrawan dari 10 provinsi mengikuti pertemuan sastrawan Mitra Praja Utama (MPU) VIII yang digelar di Hotel Ratu Bidakara, Serang, Provinsi Banten.

Para sastrawan mengikuti kegiatan berupa seminar bertemakan "Misistisme dalam Kesusastraan Indonesia", sarasehan "Dinamika Kesusastraan Mutakhir", dan serangkaian kegiatan di Ciboleger dan Gajeboh, Lebak, yang merupakan tempat tinggal suku Baduy.

Temu Sastrawan MPU VIII ini dibuka pada Jumat malam, 15 November 2013, dan sedianya ditutup pada Senin, 18 November 2013. Peserta yang datang di antaranya penyair Acep Zam-Zam Noor, Deden Abdul Azis dari Jawa Barat, Ahmadun Yosi Herfanda (Jakarta), Hamdi S. (Yogyakarta), dan Isbedi Setyawan (Lampung).

Dari Banten, selain Ayu Cipta, ada juga Chafchay Saifullah, Ibnu Megananda, Trip Umiuki, dan Muhamad Rois Rinaldi. Sedangkan lainnya mewakil Provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTT, dan NTB.

Acara dibuka Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banten Endrawati. Dihadapan peserta MPU VIII, Endrawati mengatakan, kegiatan ini merupakan pelaksanaan tim teknis, sedangkan tim kebijakan telah dilaksanakan dalam pertemuan 10 gubernur yang tergabung dalam MPU di Surabaya.

"Saya berharap para sastrawan betah di Banten dan menginap lebih lama di sini untuk mengunjungi daerah wisata," kata Endrawati.

Pembukaan pertemuan sastrawan MPU VIII sendiri berlangsung cukup semarak, ditandai dengan tarian selamat datang Wali Jamaliyah dari sanggar tari di Serang juga penampilan apik paduan suara SMAN Pandeglang. Sayangnya, Atut yang dijadwalkan membuka acara urung hadir. Dia diwakili Endrawati dan Asisten Daerah Bidang Umum, Yanwar.

-

Arsip Blog

Recent Posts