Sambut STQ Seluruh Pegawai Kenakan Baju Melayu

Anambas, Riau - Semua Jajaran Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas diwajibkan memakai baju kurung melayu lengkap disaat pelaksanaan Seleksi Tilawatil Quran yang berlangsung 13 – 18 Maret 2017 mendatang.

“Ini sebagai bentuk dukungan dan menyemarakan Pelaksanaan STQ V ,” kata Wakil Bupati Kepulauan Anambas Wan Zuhendra Senin (13/3)

Cara ini jelas Zuhendra sebagai cara satu cara untuk melestarikan adat istiadat. ” Kalau tidak diterapkan pada moment seperti ini, sudah banyak yang enggan memakai pakaian melayu lengkap,” jelasnya.

Karena itu, selain STQ ini ada sejumlah momen yang dianggap penting dan wajib memakai baju kurung melayu dengan asesori yang lengkap. Diantaranya saat HUT Kabupaten Kepulauan Anambas, HUT Provinsi Kepri, dan beberapa agenda lain. “Sejumlah Momen ini di Anambas memang diwajibkan memakai Baju Kurung Melayu Lengkap,” ungkapnya.

Wan, mengisyaratkan agar penggunaan Baju melayu lengkap menjadi khazana budaya yang akan dilestarikan dan menjadi salah satu daya tarik di Anambas. “Untuk saat ini disetiap hari Jumat hari kerja sudah diberlakukan menggunakan baju Kurung lengkap,” tukasnya.

Sebelumnya, untuk menyambut pelaksanaan STQ ini banyak sekali kegiatan yang dilaksanakan mulai dari pemakaian baju kurung melayu, hingga pemusnahan anjing liar meski hanya dikhususkan di Tarempa kecamatan Siantan. Setelah acara selesai baru akan dilaksanakan pemusnahan di kecamatan lain. “Kita hanya fokus dulu di kecamatan Siantan, kecamatan lainnya nanti menyusul,” jelasnya.

22 Mahasiswa Jepang Belajar Bahasa dan Budaya Indonesia Selama 3 Pekan, Hasilnya Cukup Mengejutkan

Blimbing, Jatim – Acara Bunga 2017 yang dilaksanakan STIE Malangkucecwara menjadi penutupan pembelajaran 22 mahasiswa Jepang ke kampus tersebut, Rabu (15/3/2017).

22 mahasiswa Jepang dari Kanda University of International Studies itu terbagi dalam tiga kelas dengan tiga budaya yang dipelajari, yaitu tari, pencak silat, dan membatik. Para mahasiswa itu menampilkan hasil belajar selama 3 pekan lebih itu pada hari ini.

Dosen pendamping program Indonesian Student Program Malangkucecwara School of Economics (ISP MCE), Prof Suyoto mengatakan mahasiswa Jepang itu tidak hanya belajar teori, tetapi praktik budaya Indonesia.

Hasilnya bisa meningkatkan kemampuan dan keterampilan mahasiswa itu.

“Kemampuan Bahasa Indonesia-nya juga meningkat, selain penguasaan seni budayanya,” kata Suyoto kepada SURYAMALANG.COM.

Program Bunga tahun 2017 ini dilakukan dengan rancangan sistemis yang memberdayakan keluarga Indonesia dalam memerankan tutor sebaya.

“Kelas lebih banyak menekankan pada interaksi tematik dan membuat model pada tahun ini. Jadi, menajamkan pemakaian Bahasa Indonesia dan pemahaman budaya kepada mahasiswa Jepang,” ujarnya.

Kegiatan ini sudah dilakukan rutin oleh STIE Malangkucecwara selama 18 tahun. Metode praktik pada tahun sebelumnya sebanyak 30 persen. Namun, kali ini ditingkatkan menjadi 50 persen.

Suyoto berharap kegiatan tersebut akan mencitra-positifkan Indonesia di mancanegara.

“Selain itu juga dapat memberi wawasan khusus bagi yang berminat melaksanakan program Bahasa Indonesia di Jepang,” harapnya.

Dari 22 peserta, 11 orang mendalami pencak silat, tujuh orang memilih tari, dan empat orang lain mendalami seni batik tradisional.

Atraksi Seni & Budaya Sumatera Dipromosikan di Canberra

Canberra, Australia - Atraksi seni dan budaya dari Pulau Sumatera dipromosikan di Canberra, Australia. Acara ini digelar untuk menyambut datangnya Musim Gugur di Ibu Kota Australia.

Dari rilis KBRI Canberra yang diterima detikTravel, Senin (13/3/2017), pameran budaya Indonesia yang menampilkan beraneka ragam kesenian dan kebudayaan khas Pulau Sumatera digelar khusus di Balai Kartini, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Canberra pada Jumat (10/3).

Kegiatan promosi budaya ini berhasil menarik minat tinggi masyarakat Australia untuk mengenal lebih lanjut mengenai Indonesia, khususnya Pulau Sumatera. Hal ini tercermin ketika semua pengunjung yang datang tak sanggup menahan godaan ketika diajak menari bersama tarian khas daerah Batak, yakni Tor-Tor. Diiringi lagu Sinanggar Tulo dan Alusio Au, saking menikmatinya, mereka tak mau berhenti menari meski musiknya sudah diputar berulang-berulang.

Sejumlah pengunjung yang datang bahkan menyarankan agar dibuat program kunjungan wisata ke Indonesia. Salah satu pengunjung yang hadir, yakni Yvonne, warga Australia yang ikut menari dengan iringan lagu Sinanggar Tulo, mengatakan sangat terkesan dengan gerak tari dinamis Tor-Tor dari Sumatera Utara ini.

"Tari Tor-Tor merupakan salah satu dari tarian tradisional Indonesia yang sangat luar biasa yang pernah saya lihat selama ini," ujarnya.

Berbagai kekayaan budaya Sumatera yang dipamerkan dalam acara tersebut antara lain adalah rumah tradisional Sumatera, tarian tradisional seperti tari Saman, tari Piring, makanan khas Sumatera seperti rendang Padang, Pindang Patin, Mie Aceh, atraksi-atraksi khas seperti Lompat Batu dari Nias.

Video sejumlah destinasi wisata terkenal di salah satu pulau terindah di tanah air ini juga ditampilkan antara lain air terjun Sipiso-Piso, Teluk Kiluan, Taman Nasional Way Kambas, Ngarai Sianok, Pantai Panjang, dan lain sebagainya, yang disiapkan oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) KBRI Canberra.

Menurut Nino Nadjib Riphat yang menjabat Ketua DWP KBRI Canberra sekaligus pendiri Indonesian Cultural Circle, yakni sebuah wadah bagi warga asing di Ibu Kota Australia pecinta seni dan budaya Indonesia, Indonesia tidak hanya terdiri dari Pulau Bali, Jakarta dan Jogjakarta saja, melainkan masih banyak sekali tempat yang harus dikunjungi.

Nino Riphat yang juga dikenal sebagai psikolog senior, menyampaikan kan bahwa Sumatera sebagai salah satu pulau terbesar di Indonesia menyimpan berbagai kekayaan budaya dan tradisi khas yang sangat menarik untuk dilestarikan dan dipraktekkan.

"Masyarakat di Sumatera telah memberikan kontribusi penting dalam memajukan budaya tanah air. Banyak karya seni, musik, budaya serta destinasi pariwisata yang sangat mengagumkan, tersebar di berbagai pelosok telah merebut hati masyarakat internasional, termasuk publik di Australia," tambahnya.

Untuk menyasar segmen kalangan wanita profesional di Ibu Kota negeri Kangguru, KBRI Canberra dengan menggandeng Indonesian Cultural Circle yang didirikan pada tahun 2000, sangat aktif menggelar berbagai promosi budaya Indonesia, pameran tekstil dan tenun, pengenalan beragam kuliner khas tanah air, dan pameran alat musik tradisonal dan tarian dari seluruh provinsi di tanah air, yang mendapat sambutan sangat luas dan positif dari publik di Australia.

Warga Australia dan tamu asing yang datang adalah mereka yang tergabung dalam Women International Club (WIC) di Canberra yang anggotanya berasal dari berbagai latar belakang profesi, seperti diplomat, pejabat pemerintah, penulis, pengusaha, seniman hingga akademisi. Hadir pula istri Dubes Brunei Darussalam dan Presiden Women International Club Canberra, Lindy Ross.

Nino Riphat yang selama ini mendampingi suaminya, Dubes Nadjib Riphat Kesoema yang telah bertugas di berbagai belahan dunia, kemudian menutup acara promosi seni dan budaya Indonesia ini dengan mengajak pengunjung untuk menikmati hidangan kuliner khas ala Sumatera, yaitu Mie Siram Medan dan puding rempah.

Gubri Raih Gelar Datuk Seri Setia Amanah

Pekanbaru, Riau - Gubernur Riau, H Arsyadjuliandi Rachman diberi gelar Datuk Seri Setia Amanah oleh Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR).

Gelar tersebut disematkan kepada Andi Rachman karena dianggap banyak berkomitmen dalam pelestarian kebudayaan Melayu di Bumi Lancang Kuning ini.

Demikian disampaikan oleh Ketua Dewan Pimpinan Harian LAMR, Al Azhar di Perpustakaan Soeman HS Pekanbaru, Selasa (14/3/2017).

"Melalui beberapa kebijakannya, pak Gubernur telah menunjukkan komitmennya dalam melestarikan kebudayaan Melayu. Ini yang menjadi pertimbangan Majelis Kerapatan Adat," kata Al Azhar ketika ditemui di sela-sela kesibukannya dalam sidang verifikasi Pantun menuju warisan budaya tak benda, Selasa siang.

Beberapa komitmen Gubri yang disebut Al Azhar itu, diantaranya dengan lahirnya Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Dinas Kebudayaan yang berdiri sendiri dan memiliki kewenangan yang besar.

Kemudian, pencanangan program pariwisata berbasis budaya dinilai sangat tepat karena dapat dijadikan pembatas pengembangan pariwisata agar tidak menyimpang dari adat kesopanan Melayu.

Selain itu, Andi Rachman juga menelurkan Peraturan Gubernur (Pergub) muatan lokal budaya Melayu untuk dipelajari di sekolah-sekolah sebagai wujud melestarikan kebudayaan.

"Beliau juga mengeluarkan kebijakan Riau sebagai Tanah Tumpah Darah Melayu. Sebenarnya gelar Datuk Sri Setia Amanah itu merupakan gelar harapan, bukan diukur dari apa yang dilakukannya, tapi bagaimana yang akan diperbuat Gubri kedepannya," urainya.

Ditegaskan Al Azhar, penabalan gelar itu pun telah disepakati oleh MKA sesuai dengan Anggaran Dasar dan Aturan Rumah Tangga (AD-ART) LAMR. ‎"Sesuai AD-ART, Gubri sebagai payung panji LAMR harus diberi gelar Datuk Seri," pungkasnya.

Memperkenalkan Budaya Jawa Lewat Lomba Menulis Aksara Jawa

Kendal, Jateng - Sebanyak 35 siswa dari 35 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Kendal, mengikuti lomba Andhon Wasis Nyerat Aksara Jawi (terampil menulis aksara jawa).

"Lomba ini bertujuan untuk nguri nguri atau memperkenalkan budaya Jawa, terutama menulis aksara Jawa," ujar Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Jawa SMK Kabupaten Kendal, Any Faiqoh di SMKN 2 Kendal, Rabu (15/3/2017),

Any menjelaskan, lomba tingkat SMK se-Kabupaten Kendal ini merupakan seleksi awal untuk selanjutnya berkompetisi di tingkat provinsi.

Ada tiga kriteria penilaian dalam lomba ini, yaitu ketepatan, kerapian, dan keindahan dalam menulis aksara Jawa. “Kita mengambil juara 1 sampai dengan tiga. Tapi yang mewakili maju ke tingkat Provinsi , hanya juara satu,” kata Any.

Salah satu peserta lomba, Rani Oktaviana dari SMKN 4 Kendal mengaku bisa menulis aksara Jawa. Namun tulisannya belum bisa rapi.

“Padahal salah satu peniliannya adalah kerapiannya,” ucapnya sambil tersenyum.

Juara dalam perlombaan itu adalah Dhara Ayuning Tyas dari SMK Adhi Yudha Karya Patean, diikuti Isnaeni dari SMKN2 Kendal sebagai juara 2 dan Silvia Dita Prastiwi dari SMK Muhamadiyah 1 Weleri, sebagai juara 3.

Ciptakan Ikon Kota, Pemko Batam Gunakan Ornamen Melayu di Flv Over

Batam, Kepri - Pemerintah Kota (Pemko) Batam terus berusaha menciptakan ikon kotanya. Kali ini akan direncanakan dari jembatan layang atau flv over di Simpang Jam. Rencananya fly over itu akan dihiasi ornamen Melayu.

Kabag Humas Pemko dan Protokol Kota Batam Ardi Winata mengatakan, fly over yang sedang dikerjakan itu akan dihiasi beberapa motif Melayu dengan beragam warna. Mulai dari pagar hingga pilar, seperti di motif pucuk rebung, setampuk manggis, lebah bergayut dan julur kacang. Selain itu, jembatan ini akan dilengkapi dengan relief perahu elang laut.

"Fly over nantinya akan kaya dengan ornamen Melayu. Wali Kota minta masukan dari Lembaga Adat Melayu (LAM). Saat ini memang belum semua dibangun. Tapi kisi setampuk manggis dan pucuk rebung sudah mulai terlihat," jelas Ardi seperti dilansir Batam Pos (Jawa Pos Group), Senin (20/2).

Menurutnya, dengan ornamen Melayu tersebut, jembatan layang akan menjadi salah satu ikon yang membanggakan di Batam. Tentunya Wisatawan lokal maupun asing bisa lebih mengenal Batam dari jembatan tersebut. "Selain sebagai jembatan, dapat jadi ikon yang membanggakan di daerah Melayu. Mudah-mudahan tahun ini jembatan sudah bisa selesai," harap Ardi.

Sementara, Satuan Kerja (satker) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Andre Sirait mengatakan, progres pengerjaan jembatan layang sudah mencapai 52 persen untuk pembangunan pondasi. Pengerjaan secara keseluruhan ditargetkan selesai akhir tahun ini. "Kondisi di lapangan ada dua fly over dibangun berbarengan. Sekarang baru sampai pilar sisi kiri," sebut Andre.

Dia mengakui pihaknya sengaja mengadopsi muatan lokal seperti ornamen Melayu di jembatan tersebut. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Wali Kota Batam, Rudi dan LAM soal itu. "Kami lagi hitung pendanaan, cukup atau tidak kalau mengadopsi (ornamen Melayu) semua. Kalau tidak cukup, mungkin bertahap dulu," jelasnya.

Diketahui jembatan layang di Simpang Jam akan dibangun sepanjang 165 meter dengan lebar 32,2 meter, dan ketinggian 9 meter. Jembatan tersebut memiliki konstruksi box girder.

Hingga kini puluhan pekerja masih tampak menyelesaikan bangunan fly over yang sudah memiliki dua pondasi besar. Kondisi jalan sekitar pun masih berkabut karena pembangunan tersebut. Bahkan sejumlah pengendara sempat bingung karena tidak beraturannya alur jalan tersebut.

-

Arsip Blog

Recent Posts