Tampilkan postingan dengan label Lumajang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lumajang. Tampilkan semua postingan

Jaran Kencak Lumajang Diakui Warisan Budaya

Lumajang, Jatim - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Lumajang menyambut baik dengan dijadikannya Kesenian Jaran Kencak sebagai warisan budaya tak benda Indonesia oleh Kementerian Kebudayaan (Menbud) Indonesia.

"Kabar ini disamaikan oleh Bu Hartini, Kabid Kebudadayan Disbudpar Jawa Timur," kata Indrijanto, Kabid Budaya Disbudpar pada beritajatim.com, Senin(19/9/2016).

Lanjut dia, kabar ini adalah hadiah yang luar biasa bagi para pelaku kesenian jaran kencak di Lumajang. Pasanya, pelestarian kebudayaan secara turun temurun mampu diakui oleh Negara.

"Jaran kencak sejajar dengan Reog Ponorogo, Wayang kulit," jelasnya.

Disbudpar Lumajang mengajukan kesenian jaran kencak sebagai warisa budaya Indonesia tak benda ke Disbudpar Jawa Timur untuk ditetapkan. Kemudian oleh Disbudpar Jatim di daftarkan ke Kementerian Kebudayaan untuk diakui menjadi budaya khas Indonesia.

"Alhamdulillah, kabarbaik itu datang," Terang Indri.

Jumlah pelaku kesenian para kencak di Lumajang mencapai ratusan orang, sedangkan paguyuban kesenian ada 65 kelompok. Sedangkan untuk jaran kencak ada sekitar 200-an ekor yang siap ditampilkan.

"Kalau ingin tahu parade jaran kencak, silakan hadir di Hari Jadi Lumajang awal Desember," paparnya.

Lumajang Punya Museum Purbakala dan Budaya

Lumajang, Jatim - Pemerintah Kabupaten Lumajang meluncurkan museum purbakala dan budaya pada Senin hari ini, 24 Agustus 2015. Kepala Bidang Kebudayaan, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lumajang, Indriyanto mengatakan museum daerah ini menyimpan benda-benda bersejarah dari Kabupaten Lumajang.

Dia menjelaskan, museum daerah ini dibagi dua yakni untuk sejarah purbakala dan budaya. "Walaupun tidak semuanya bukan orisinil, termasuk patung-patung, prasasti yang dulu berkaitan dengan sejarah Lumajang, tulisan-tulisan dari lontar, tersimpan di museum ini," kata Indriyanto, Minggu, 23 Agustus 2015.

Tulisan-tulisan yang menyebutkan Lumajang, seperti dalam kitab Pararaton dan Negara Kertagama, cuplikannya disimpan di museum ini. Selain itu ada juga peninggalan masa kolonial. Museum juga menyimpan hasil kesenian daerah yakni Jaran Kencak beserta asesorisnya, Topeng Kaliwungu, Gamelan Danglung khas Lumajang, Busana pengantin khas Lumajang serta Batik Lumajang.

"Kami menyadari materi belum lengkap karena masih awal, tetapi kedepan kami akan terus mencoba untuk melengkapi lagi isi museum daerah," tutur Indriyanto. Museum nantinya tidak hanya menjadi media menyimpan dan melestarikan saja, tetapi juga media untuk pembelajaran dan penelitian. "Seridaknya kami sudah mewujudkan keinginan masyarakat Lumajang ihwal museum daerah."

Indriyanto menjelaskan, pihaknya berupaya melengkapi semua koleksi yang berkaitan dengan sejarah dan budaya di Kabupaten Lumajang. "Untuk koleksi benda purbakala itu ada prasejarah, kolonial serta sejarah klasik," katanya. Benda-benda yang disimpan di museum ini ada yang berasal dari hibah maupun penemuan. "Ada yang dari hibah Bupati Lumajang pada masa Belanda seperti pusaka serta barang-barang lainnya."

Sedangkan untuk temuannya, ada prasasti. Untuk melengkapi prasasti Pasrujambe karena yang asli tersimpan di Museum Mpu Tantular, pemerintah kabupaten Lumajang membuat replikanya. Barang yang sudah masuk museum, kata dia dicatat di arsip nasional dan tidak boleh dipindahkan. "Kalau pinjam pakai bisa, tetapi kami sudah buatkan replikanya," ujarnya.

Pihaknya saat ini tengah berupaya untuk menginventarisasi benda-benda bersejarah yang dipegang masyarakat. "Kami akan jemput bola. Masyarakat di Lumajang masih banyak yang malu-malu dan ada yang takut untuk mengatakan kepemilikan atau penemuannya," tuturnya.

Sebagai tempat penelitian serta pembelajaran, ada pemandu yang telah disiapkan untuk melayani keingintahuan pengunjung ihwal benda-benda bersejarah di museum daerah ini.

Selain pembukaan museum Daerah Kabupaten Lumajang, juga akan digelar pameran dari Asosiasi Museum Daerah (Ameda) Jawa Timur yang diikuti sejumlah museum dari Malang, Bangkalan, Probolinggo serta beberapa daerah lainnya.

Desember Jadi Momentum Bulan Seni-Budaya Lumajang

Lumajang, Jatim - Sepanjang Bulan Desember mendatang, beragam kegiatan kesenian dan budaya akan ditampilkan di Kabupaten Lumajang. Rangkaian unjuk kemampuan para pegiat seni ini difasilitasi Pemkab Lumajang melalui peringatan harjalu (Hari Jadi Lumajang) ke-759.

Drs Eddy Hozainy Kabag Humas Pemkab Lumajang kepada Sentral FM, mengatakan bahwa berbagai kegiatan kesenian dan budaya sudah antri untuk digelar guna memuaskan apresiasi dan animo masyarakat. Dan kegiatan ini diharapkan menjadi momentum bahwa Desember merupakan Bulan Seni dan Budaya bagi masyarakat Lumajang.

“Tentunya kegiatan seni dan budaya ini tidak hanya dikhususkan untuk masyarakat Lumajang saja. Karena, seperti tahun-tahun sebelumnya, banyak masyarakat dari daerah lain dan wisatawan mancanegara yang akan hadir untuk melihat kemeriahan ini,” katanya.

Kegiatan kesenian dan budaya yang akan ditampilkan, masih kata Eddy Hozainy, merupakan kesenian dan budaya khas Kabupaten Lumajang yang selama ini terus dilestarikan.

“Bahkan, seni dan budaya yang ditampilkan merupakan ikon seni dan buda Kabupaten Lumajang. Ini karena Kabupaten Lumajang saat ini menggebu untuk memperkenalkan kekayaan khazanah seni dan budayanya. Demikian juga dengan para pegiat seninya,” paparnya.

Contohnya, ungkapnya, diawal pembuka akan ditampilkan parade jaran kencak yang akan diikuti 200 kuda berikut pawang dan penarinya. Berikutnya ada karnaval seni dan budaya daerah, batik kontes yang diikuti pegiat design motif batik Lumajangan dan tampilan peragaan batik hasil design pesertanya.
“Digelar juga lokakarya tari glipang rodhat, Lumajang Bersama yang menampilkan kolaborasi seni tradisional dan modern, ziarah situs biting, sendratari kolosal Bumi Lamajang, prosesi puncak peringatan Harjalu di Alun-Alun, festival tembang tradisional, festival tari glipang rodhat, Candil dan masih banyak even seni dan budaya lainnya,” ungkapnya.

Eddy Hozainy memastikan bahwa Bulan Seni Budaya Desember mendatang yang merupakan momentu Peringatan Harjalu Ke-759 akan semarak seperti tahun-tahuhn sebelumnya. Hanya saja perbedaannya adalah, kalau tahun sebelumnya yang menggagas dan pelaksanaanya adalah Pemkab Lumajang.

“Tahun ini, masyarakat yang mengagas dan menjadi pemestasnya. Pemkab Lumajang memfasilitasi mereka. Artinya, bahwa Bulan Seni dan Budaya Tahun 2014 ini, dari, oleh dan untuk masyarakat Lumajang sendiri. Yang pasti, kesenian tradisional yang ada di Lumajang hingga modern akan ditampilkan. Termasuk pesta kembang api dari partisipasi masyarakat,” jlentrehnya.

Hal itu disesuaikan dengan tema Bulan Seni-Budaya dalam memperingati Harjalu Ke-759 kali ini, yakni Lumajang Berseri. Lumajang Berseri artinya Bersama, Seiring, Seirama. Hal itu mengandung maksud bahwa seluruh potensi masyarakat dikumpulkan dulu.

“Seluruhnya ditampilkan untuk mengangkat potensi seni dan budaya yang di gadhang-gadhang untuk lebih dikembangkan. Tetapi prinsipnya kegiatan ini akan diselenggarakan secara sederhana tapi meriah,” pungkas Eddy.

-

Arsip Blog

Recent Posts