Pemangku Adat Keraton Dikukuhkan

Sekadau - Pangeran Agung Gusti Muhammad Effendy resmi menjabat Pemangku Adat Keraton Kusumanegara Sekadau pada 4 April di Masjid At-Taqwa Desa Mungguk Kecamatan Sekadau Hilir bersama kerabat Keraton Kertanegara Sekadau. Mereka mengaku kesal akibat ulah oknum yang mengaku sebagai pemangku adat.

“Hanya ada satu pemangku adat yang dipilih dan saya yang dipilih. Kalau ada nama lain yang mengatakan dirinya sebagai pemangku adat yang dipilih melalui pertemuan atau pemilihan dan itu salah besar. Silakan tanya langsung pada sesepuh Keraton Sekadau Hilir, Nanga Taman dan Belitang,” tegas pemangku adat keraton yang bergelar Pangeran Agung Gusti Muhammad Effendy melalui selularnya.

Dede, pria yang juga Raja Budaya Sekadau itu, mengungkapkan kekesalannya akibat pemberitaan yang tidak seimbang di salah satu media. “Saya tidak membanggakan diri karena pemilihan itu. Namun ini sekadar untuk meluruskan supaya tidak ada kesalahpahaman pembaca, khususnya sesepuh keraton itu tadi,” lanjutnya.

Dede menceritakan, pemilihan pemangku adat Keraton Kartanegara Sekadau dinilai perlu dan sangat mendesak. Itu dilakukan untuk kemajuan dan perkembangan keraton, serta kerabat keraton yang lebih baik. “Pertimbangan lain juga karena melihat figur yang tepat sebagai pemangku adat keraton. Selain itu, jabatan pemangku adat juga sangat diperlukan demi kelancaran dalam urusan keraton,” paparnya.

Dede menceritakan, sekitar 100-an orang para kerabat Keraton Kartanegara hadir dalam pertemuan pemilihan itu. Usai terpilihnya Pangeran Agung Gusti Muhammad Effendy sebagai pemangku adat langsung dikukuhkan sesepuh sektor adat dari Kecamatan Sekadau Hilir H AB Mat Umar, Kecamatan Nanga Taman Abang Nahar dan sesepuh adat Kecamatan Belitang Ade Effendi, dan juga diketahui Pangeran Ratu Sri Negara HRM Ihksan Perdana, selaku sesepuh keraton sektor timur Kesuma Negara V Sintang. (gan)

Sumber: http://www.equator-news.com

Urusan Budaya Dialihkan dari Dinas Pariwisata

Solo, Jateng - Pembantu Rektor I Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, Sri Rohana, mengemukakan perlunya urusan budaya dan seni sebagai bagian penting atas pembentukan karakter bangsa dialihkan dari Dinas Pariwisata dan selanjutnya menjadi bagian dari Dinas Pendidikan.

"Budaya dan seni selain untuk membentuk karakter bangsa juga sebagai alat pemersatu, karena itu sangat tepat kalau dipisahkan dari Dinas Pariwisata dan dimasukan di Dinas Pendidikan," katanya di Solo, Jumat.

Ia mengemukakan, masalah budaya dan seni menjadi kurikulum pendidikan dari jenjang sekolah dasar hingga sekolah lanjutan tingkat atas.

Ia mengatakan, kehidupan sehari-hari masyarakat tidak lepas dari persoalan budaya dan seni.

Pada era kesejagatan, katanya, budaya dan seni memiliki peranan penting sebagai kekuatan karakter bangsa.

Ia mencontohkan, tari sebagai sajian kultural merupakan ekspresi jati diri bangsa, sumber kreativitas, dan warisan yang harus dilestarikan.

"Supaya jati diri bangsa tidak terkikis oleh modernisasi," katanya.

Tarian rakyat sebagai basis kultural, katanya, berperan mengangkat harkat dan martabat bangsa.

Wakil Wali Kota Surakarta, F.X. Hadi Rudyatmo, juga menyatakan pentingnya mengembalikan urusan budaya dan seni dari Dinas Pariwisata Seni dan Budaya ke Dinas Pendidikan dan Olahraga Pemerintah Kota Surakarta.

"Harus dikembalikan lagi karena seni dan budaya ini urusan pembentukan karakter bangsa," katanya.

Urusan budaya dan seni yang berada di bawah Dinas Pariwisata, katanya, cenderung mengarah kepada kepentingan komersial atas bidang itu.

"Tidak memperhatikan makna lebih dalam atas budaya dan seni," katanya. (rs/RS/ant)

Sumber: http://www.beritadaerah.com

Franco Baresi Senang Sambutan Hangat di Indonesia

Jakarta - Pemain legendaris AC Milan Franco Baresi merasa senang atas sambutan dan keramahan masyarakat Indonesia dalam kunjungannya beberapa hari di Jakarta terkait "Milan Junior Camp dan The All Star Team Challenge Competition".

"Saya senang berada di Jakarta dan sambutan yang hangat atas kedatangan saya di sini," kata Franco yang lahir di Travagliato, Brescia, Italia pada 8 Mei 1960 ini di Jakarta, Jumat.

Baresi yang menghabiskan sepanjang karirnya di AC Milan dari tahun 1977 hingga 1997, mengaku terkejut atas sambutan ini, termasuk sambutan hangat dari para fans berat AC Milan Indonesia yang dikenal dengan Milanisti.

Soal Piala Dunia 2010, Baresi yang sejak tahun 2002 menjadi pelatih tim remaja Milan ini mengatakan Timnas Italia bukanlah tim yang difavoritkan untuk tampil sebagai juara di Afrika Selatan 2010 mendatang.

Namun peluang "Azzurri" untuk mencapai final masih terbuka lebar.

"Italia bukanlah tim favorit pada Piala Dunia kali ini. Namun prediksi masih liar. Semua tergantung penampilan Italia di lapangan nanti," kata pemain belakang ini.

Mantan kapten tim Italia di Piala Dunia 1994 ini merupakan wakil dari AC Milan yang berencana membangun kamp pelatihan AC Milan Junior di Bali. Kamp dimaksudkan untuk menjaring bibit-bibit sepak bola berbakat dari Indonesia untuk dibawa ke negeri Pizza.

"Saya bangga program ini dapat dilaksanakan di Bali, menjadi momen penting bagi sepak bola di Indonesia yang merupakan olah raga populer," kata Baresi bernomor punggungnya 6.

Nomor 6 kini "dipensiunkan" oleh Milan, sehingga tak akan ada lagi pemain AC Milan yang mengenakan nomor tersebut.

Disinggung Liga Champion, Baresi sebelumnya memfavoritkan Barcelona sebagai finalis Liga Champions 2010. Namun kegagalan Barca di semifinal membuat Baresi berubah haluan kepada rival Rossoneri, Inter Milan.

Barca harus mengubur impiannya untuk mempertahankan trofi Liga Champions musim ini. Langkah Lionel Messi cs kandas di babak semifinal setelah kalah dari Inter Milan dengan agregat 2-3.

Peluang Inter untuk juara musim ini sangat terbuka lebar menghadapi Munich. "Inter punya sesuatu yang lebih. Mereka berpeluang untuk juara musim ini, termasuk juara liga Italia," kata duta klub AC Milan ini.

Franco Baresi yang telah 81 kali memperkuat tim nasional Italia adalah pemain yang berperan sebagai libero. Selama 20 tahun memperkuat Milan, ia turut mengantarkan kejayaan klubnya ketika tim dilatih Arrigo Sacchi menjuarai Piala Eropa ketiga kali pada 1988-1989.

Skuad terbaik yang pernah dilakoninya adalah ketika AC Milan bermaterikan Giovanni Galli (kiper). Bek Mauro Tassotti, Alessandro Costacurta, Franco Baresi, Paolo Maldini, gelandang Angelo Colombo, Frank Rijkaard, Carlo Ancelotti, Roberto Donadoni dan depan Ruud Gullit bersama Marco van Basten. (T.T009/R014/R009)

Source: http://www.antaranews.com

Dua Pemeran 'Cowboys in Paradise' Dijemput Polisi

Denpasar - Dua pria yang berperan sebagai gigolo dalam film "Cowboys in Paradise", Jumat, dijemput polisi dari tempat mangkalnya selama ini di Pantai Kuta, Kabupaten Badung, Bali.

Setelah dijemput, kedua aktor amatiran yakni Dennis (28) dan Bima (31), selanjutnya menjalani pemeriksaan di ruang penyidik Direktorat Reskrim Polda Bali di Denpasar.

Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Gde Sugianyar mengakui bahwa pihaknya telah menjemput dua orang itu yang telah ambil bagian dalam produksi film yang kontroversial tersebut.

"Untuk lebih cepatnya, ya kami jemput saja, ketimbang lama-lama menunggu mereka lewat upaya pemanggilan," ujarnya.

Selain yang dijemput dari Pantai Kuta, ada juga pemeran lain yang datang sendiri ke Markas Polda yakni I Ketut Suardana.

Pada Kamis (29/4), polisi juga telah menjemput tiga orang pemeran lainnya dari tempat mangkal mereka di Pantai Kuta.

Ketiganya adalah Rosnan Efendik alias Fendi, Sugiarto alias Argo, dan Suwarno yang akrab dipanggil Arnold.

"Semua pemeran film tersebut kami jemput atau kami panggil untuk dimintai keterangan, tidak yang lainnya," kata Kombes Sugianyar.

Dalam adegan film "Cowboys in Paradise", Dennis yang asal Bukittinggi, Sumatera Barat, antara lain terlihat menendang-nendang bola di Pantai Kuta.

Sementara Bima yang asli Jember, Jawa Timur, diambil gambarnya ketika sedang berselancar.

Senada dengan ketika temannya yang telah terlebih dadulu diperiksa, baik Dennis maupun Bima juga mengaku tidak tahu jika adegan yang direkam oleh Amit Virmani, sang sutradara, itu adalah untuk keperluan film dokumenter.

"Kami tidak tahu kalau itu untuk film dokumenter, sebab kru yang mengambil gambar hanya mengatakan untuk koleksi pribadi," ujar Dennis kepada polisi.

Sedangkan Suardana yang adalah tokoh masyarakat Ubud, Kabupaten Gianyar, dalam film tersebut terlihat muncul selama beberapa detik bersama istrinya, Jeanet De Neffee, yang kelahiran Australia.

Sebelum memasuki ruang pemeriksaan, Suardana mengaku siap dimintai keterangan oleh polisi seputar film yang "dibingtanginya". "Dimintai keterangan apa pun, saya siap," ujarnya menandaskan.

Suardana mengaku tidak tahu jika wajah dan namanya telah dicatut dalam film yang sudah merusak citra Pulau Dewata itu. Awalnya, ia ditemui oleh Amit dan rekannya yang meminta untuk berkomentar seputar bahaya penyakit HIV/AIDS di Bali.

Karena merasa peduli dengan bahaya penyakit tersebut, ia pun mengaku bersedia untuk diwawancarai.

Namun belakangan, Suardana mengaku sangat kecewa bahwa hasil wawancara tersebut ternyata muncul dalam rangkaian film dokumenter yang mengisahkan tentang kehidupan gigolo di Pantai Kuta.

Kabid Humas mengatakan bahwa ketiga orang yang diperiksa pihaknya hingga petang hari itu masih dalam kapasitas sebagai saksi. "Tidak mungkin kami panggil orang untuk tiba-tiba dijadikan sebagai tersangka," katanya.

Ia menjelaskan masih ada beberapa saksi yang terlibat dalam film tersebut yang akan dimintai keterangan. "Mungkin besok atau beberapa hari ke depan masih ada beberapa saksi yang akan dipanggil lagi," ucapnya. (ANT/S026)

Sumber: http://www.antaranews.com

Ketua PR: 'Cowboys in Paradise' Tak Pengaruhi Kunjungan Wisata

Yogyakarta - Keluarga Public Relation Yogyakarta menilai beredarnya film dokumenter "Cowboys in Paradise" yang menggambarkan sisi lain kehidupan pariwisata di Bali tidak akan banyak berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan ke Indonesia khususnya Bali.

"Gambaran dari film dokumenter karya sutradara Singapura yang menurut kabar akan disertakan dalam festival film dokumenter internasional tersebut hanya riak-riak kecil tentang sisi lain pariwisata di Bali semata dan tidak akan mempengaruhi kunjungan wisata secara nasional maupun wisata di Bali," kata Ketua Keluarga Public Relation (Kapurel) Yogyakarta Dedy Eryanto Pranowo, Sabtu.

Menurutnya dia, film yang menggambarkan para gigolo di Bali tidak lepas dari implikasi dari dunia pariwisata khususnya dampak negatifnya yang melibatkan salah satu oknum pelaku wisata di Bali.

"Jika di Yogyakarta kecil kemungkinan terjadi karena pelaku pariwisata masih memegang teguh budaya dan ada batasan norma, agama dan aturan lainnya," katanya.

Ia mengatakan, dampak negatif dari industri pariwisata sendiri khususnya di DIY seperti adanya gigolo sangat mungkin terjadi, namun tidak sampai terekspos karena semua pelaku wisata menyadari adanya dampak negatif dari pariwisata.

"Mungkin satu dua ada yang melakukan hal yang sama seperti di dalam film tersebut, namun itu tidak terungkap dan kita berharap mengambil dampak yang positif saja industri pariwisata ini," katanya.

Dedy mengatakan, pihaknya selalu berkoordinasi dengan organisasi pramuwisata untuk memberikan pelatihan dan batasan-batasan ketika menjadi pemandu wisata bagi wisatawan.

"Kami selalu berkoordinasi dengan orgainsasi pramuwisata untuk menjaga norma-norma dan aturan yang harus dilaksanakan pemandu wisata. Jika ada oknum yang bertindak di luar norma dan aturan akan diberi sanksi tegas," katanya. (Ant/K004)

Sumber: http://www.antaranews.com

Jadwal Pasar Wisata Indonesia 2010 Belum Ditetapkan

Mataram, NTB - Jadwal pelaksanaan Pasar Wisata Indonesia atau "Tourism Indonesian Mart Expo" (TIME) tahun 2010 di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, belum ditetapkan karena penyelenggaranya masih harus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) NTB Lalu Gita Ariadi membenarkan hal itu ketika dikonfirmasi di Mataram, Jumat.

"Belum ditetapkan jadwalnya, kami masih harus koordinasi dengan pihak-pihak terkait, namun tetap akan digelar pada 2010," ujarnya.

Ariadi mengatakan penyelenggaraan TIME 2010 di Lombok itu akan diserahkan kepada Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB yang diketuai Awandhi Aswinabawa yang juga Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Asosiasi Biro Perjalanan Wisata (Asita) NTB.

BPPD NTB atau nama baru dari Badan Promosi Pariwisata Lombok Sumbawa (BPPLS) yang selama ini dikenal dengan "Lombok Sumbawa Promo" (LSP), akan membentuk panitia pelaksana TIME 2010.

"Semuanya akan ditetapkan setelah kami (Disbudpar NTB dan BPPD NTB, red) `roadshow` ke dinas-dinas teknis terkait untuk mengkoordinasikan rencana pelaksanaan TIME 2010," ujarnya.

Menurut Ariadi "roadshow" ke dinas teknis terkait itu akan digelar pada Mei 2010, sehingga masih tersisa waktu yang cukup untuk mempersiapkan pelaksanaan TIME 2010 jika disepakati digelar September atau Oktober mendatang.

Pemerintah secara nasional telah berkomitmen menggelar TIME dua kali berturut-turut, yakni tahun 2009 dan 2010 di Pulau Lombok, NTB.

Pelaksanaan TIME 2009 selama empat hari di kawasan wisata Senggigi, Kabupaten Lombok Barat, yang berlangsung di areal seluas 2.100 meter persegi di kawasan pantai belakang The Santosa Villas & Resort pada 16-19 Oktober lalu, tergolong sukses sehingga akan tetap digelar TIME 2010 di Lombok.

"Seperti TIME 2009, panitia penyelenggara bekerja sama dengan event organizer (EO) PT Pacto Convex untuk menyukseskan operasional dan kegiatan promosi," katanya.

Penyelenggaraan TIME di Lombok merupakan bagian dari rangkaian kegiatan promosi internasional yang akan dilakukan secara simultan untuk mencapai kesuksesan "Visit Lombok Sumbawa" (VLS) 2012 dengan target kunjungan wisatawan satu juta orang.

Lombok merupakan lokasi yang cukup strategis dan memiliki potensi besar untuk menarik pasar wisatawan internasional, karena dapat ditempuh hanya 20 menit penerbangan dari Pulau Bali.

Pulau Lombok yang memiliki lebih dari 3.500 unit kamar hotel berstandar internasional, juga kaya akan wisata budaya dan seni serta panorama alam yang indah.

Selain itu dengan diselenggarakannya TIME di Lombok diharapkan akan memacu percepatan pembangunan dan peningkatan infrastruktur, fasilitas dan objek pariwisata di NTB sehingga mampu menjadi objek wisata dunia.

TIME di Lombok didukung oleh Departemen Kebudayaan dan Pariwisata (Depbudpar), Pemerintah Provinsi NTB dan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, serta sejumlah maskapai penerbangan seperti Garuda Indonesia, Merpati Nusantara, Asita, PHRI dan pelaku pariwisata lainnya. (rs/RS/ant)

Sumber: http://www.beritadaerah.com
-

Arsip Blog

Recent Posts