Tari Bali Dinominasikan dalam Inskripsi UNESCO

Indonesia pantas berbangga dengan bertambahnya satu lagi pengakuan dunia terkait seni tari trasional Bali. Tarian yang kini masih dilestarikan masyarakat Bali dimasukkan menjadi nominasi dalam inskripsi UNESCO yaitu Badan PBB yang membawahi bidang Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan.

Rektor ISI Denpasar, Bali I Wayan Rai S menyatakan, tarian tradisi yang kini tetap dilestarikan oleh masyarakat Bali dimasukkan menjadi nominasi dalam inskripsi UNESCO atau Badan PBB yang membawahi bidang Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan.

"Untuk kepentingan itu ISI Denpasar bersama instansi lain tengah mengadakan penelitian dan perencanaan proyek pelestarian tari tradisi Bali," kata I Wayan Rai Kamis, Rektor ISI Denpasar Bali, seperti dikutip depbudpar, Kamis (24/6).

Menurut I Wayan, untuk penelitian itu pihaknya digandeng Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, Pemerintah Provinsi Bali, serta Dinas Kebudayaan Bali yang didukung masyarakat yang menggeluti tari tradisi.

Tari tradisi di Bali yang dimaksud yaitu tari Legong Keraton Lasem, sejak pertengahan Juni 2010. Tim nominasi juga telah memetakan penyebaran jenis tari tradisi Bali. Disebutkan, jenis tari di Bali terbagi menjadi tiga yaitu tari Wali, Bebali, dan Balih-balihan yang telah diwakili oleh beberapa tarian.

Dengan diajukannya tari-tari tradisi Bali sebagai inskripsi UNESCO maka akan semakin menarik perhatian dunia budaya Bali. Hal ini juga akan memperkuat kesadaran tentang budaya lokal dan identitas budaya suku bangsa, meningkatkan kesadaran bangsa dan negara tentang warisan budaya, termasuk kesadaran untuk melestarikannya melalui transmisi kepada generasi muda.

Gaji Ke-13 PNS Ambon Dibayar Bersamaan THR

Ambon, Maluku - Pembayaran gaji ke-13 bagi Pegawai Negeri Sipil di jajaran pemerintah Kota Ambon yang sebelumnya direncanakan pada Juli ditunda dan baru akan direalisasikan bersamaan dengan tunjangan hari raya (THR).

"Gaji ke-13 Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemerintah Kota Ambon tidak dibayarkan pada Juli, tetapi direalisasikan bersamaan dengan pembayaran THR," kata Sekretaris Kota (Sekkot) Ambon, HJ. Huliselan, di Ambon, Selasa.

Gaji ke-13 PNS beragama Islam baru akan diberikan bersamaan dengan pembayaran THR Idul Fitri, sedangkan yang beragama Kristen direalisasikan saat Natal 2010.

Dia menegaskan, penundaan pembayaran THR itu berkaitan dengan defisit anggaran yang dialami Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon saat ini sebesar Rp115 miliar. Untuk mengatasinya, Pemkot menunda pekerjaan pembangunan yang tidak terlalu mendesak serta melakukan pinjaman Rp35 miliar dari Bank Pembangunan Maluku (BPD) untuk menalangi biaya operasional.

Huliselan mengakui, penundaan pembayaran gaji ke-13 itu, telah disampaikan kepada PNS Pemkot Ambon saat apel Senin (28/6), dan akan diteruskan kepada guru-guru di masing-masing sekolah.

"Penundaan pembayaran gaji ke-13 ini juga berdasarkan instruksi dari Wali Kota Ambon, Jopi Papilaja.

HJ. Huliselan mengakui, Pemkot Ambon sebenarnya tidak ingin menunda pembayaran gaji ke-13 bagi para PNS itu, namun defisit anggaran yang terjadi saat ini mengharuskan dilakukan penghematan.

Sejumlah pegawai Pemkot Ambon mengaku kecewa dengan kebijakan menunda pembayaran gaji ke-13 pada bulan Juli, karena sebenarnya gaji tersebut akan digunakan untuk membiayai sekolah anak-anak mereka.

"Biaya sekolah saat ini sangat mahal, belum lagi biaya masuk sekolah siswa baru yang semakin tinggi dipatok oleh sekolah-sekolah favorit. Seharusnya gaji ke-13 dibayarkan pada Juli sehingga bisa digunakan untuk membiayai sekolah anak-anak kami," ujar beberapa PNS.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Ambon, Dani Lekatompessy, secara terpisah mendesak Pemkot Ambon untuk tidak menunda pembayaran gaji ke-13 karena anggarannya dialokasikan langsung oleh Pemerintah Pusat.

"Anggarannya disediakan langsung oleh Pemerintah Pusat dan bukan dari APBD, sehingga tidak ada alasan bagi Pemkot Ambon untuk menunda pembayaran gaji ke-13," katanya.

Anggota DPRD Kota Ambon lainnya, Jafri Taihutu menegaskan, alokasi anggaran untuk gaji ke-13 disasarkan untuk membantu PNS membiayai biaya pendidikan anak-anak mereka, sehingga tidak bisa ditunda.

Ia meminta Pemkot Ambon melakukan pembayaran gaji ke-13 PNS paling lambat Juli 2010. (JA/K004)

Ritual Bakar Tongkang Akan Ditonton Puluhan Ribu Orang

Rokan Hilir, Riau - Ketua Panitia Bakar Tongkang 2010 Jonatan A He menyebutkan sedikitnya 60 ribu jiwa dijadwalkan hadir dalam ritual bakar tongkang di Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir, Riau, Senin (28/6) mendatang.

"Pengunjung sebanyak itu sebagian besar berasal dari luar Kota Bagansiapiapi, termasuk dari luar negeri," kata Jonatan saat dihubungi ANTARA News dari Kota Dumai, Riau, Sabtu.

Jonatan alias A He yang juga pengurus Multi Marga itu mengatakan, ritual bakar tongkang kali ini diprediski lebih meriah dibandingkan tahun 2009. Kesimpulan ini diambil dengan melihat jumlah pengunjung yang diprediksi jauh meningkat.

"Sebanyak 60 ribu calon pengunjung itu diperkirakan lebih besar sekitar 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencampai 30 ribu pengunjung," kata dia.

Kemeriahan ritual kali ini, menurut Jonatan, juga dikarenakan adanya upaya pihak panitia bakar tongkang bersama Pemerintah Kapupaten Rohil dalam memperkenalkan ritual budaya daerah tersebut hingga keluar daerah, mulai dari Kota Batam, Jakarta, Sumatra dan Pekanbaru.

Sedangkan untuk sosialisasi keluar negeri seperti Taiwan, Malaysia dan Amerika Serikat, dilakukan pihak panitia penyelenggara melalui upaya promosi secara tidak langsung yang disampaikan pada setiap kesempatan di sejumlah negara tersebut.

"Apresiasi pemerintah daerah cukup besar untuk melestarikan budaya daerah. Di samping itu komitmen untuk melestarikan kebudayaan daerah setempat sangat didukung oleh masyarakat yang multi etnis itu," ujarnya.

Untuk memeriahkan suasana bakar tongkang, lanjut Jonatan, di sela acara pihak panitia juga menyiapkan malam hiburan festival lagu den membuka kuis berhadia puluhan juta rupiah. (KR-FZR/P004)

Kemilau Sulawesi Habiskan Rp 0,5 Miliar

Palu, Sulteng - Ajang promosi wisata Kemilau Sulawesi V yang berlangsung 24-27 Juni di Palu, Sulawesi Tengah, menghabiskan dana sebesar Rp 500 juta untuk segala keperluannya.

"Dana tersebut harus bisa dimaksimalkan dengan menggelar acara yang menarik calon wisatawan," kata Gubernur Sulawesi Tengah HB Paliudju di Palu, Sabtu (26/6/2010).

Gubernur mengatakan, dana tersebut berasal dari bantuan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata yang memang sudah dianggarkan untuk kegiatan itu setiap tahunnya.

Menurut dia, ajang Kemilau Sulawesi V sangat menguntungkan Sulawesi Tengah untuk mempromosikan segala potensi wisata yang dimiliki, seperti Pantai Tanjung Karang, Danau Poso, dan Kepulauan Togean.

"Potensi wisata di Sulteng tidak kalah dengan daerah lain sehingga kita harus gencar mempromosikannya," kata Gubernur Pailudju.

Sebelumnya, Direktur Promosi Dalam Negeri Kemenbudpar Fatkhul Bahri mengatakan, pihaknya berusaha mengembangkan segala potensi wisata di setiap provinsi di Indonesia.

"Kita selalu mendukung keinginan setiap daerah jika ingin mengembangkan wisatanya karena memang ada dananya untuk itu," ujarnya.

Kemilau Sulawesi V diikuti enam provinsi, 25 kabupaten, dan 35 pengusaha UKM yang siap meramaikan ajang yang digelar di lapangan Wali Kota Palu.

Kemilau Sulawesi menggelar berbagai kegiatan berupa lomba atau pertunjukan seni dan budaya, serta pameran tentang segala potensi wisata dan sumber daya alam yang ada di Sulawesi.

Masyarakat Betawi Harus Pertahankan Seni Budaya Tradisional

Jakarta - Masyarakat Betawi di zaman modern ini agaknya harus tampil percaya diri dalam mempertahankan seni budaya yang menjadi khas dan hasil peninggalan nenek moyangnya. Apalagi mereka hidup dan tinggal di tanah kelahirannya sendiri, tentu harus mengesampingkan rasa minder atau malu. Minimal, mereka harus berani menunjukkan etnis kebetawiannya sehingga dapat bangkit dalam menyongsong masa depan yang cemerlang.

"Kita yang punya kampung, jadi kita tidak punya alasan untuk menutup-nutupi diri lagi. Budaya yang kita miliki harus terus ditampilkan," kata Fauzi Bowo, Gubernur DKI Jakarta, saat membuka Seminar Lokakarya Kebudayaan Betawi dengan tema "Redefinisi Kebudayaan Betawi", di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Sabtu (26/6).

Pada tahun 1975 atau sekitar 35 tahun lalu, saat Ali Sadikin menjabat Gubernur DKI Jakarta, pernah mendorong adanya pra-lokakarya kebudayaan Betawi. Dari lokakarya yang menjadi pertemuan besar itulah, Ali Sadikin mewacanakan kebudayaan Betawi yang menuju hari depan kebudayaan Betawi. Sehingga pada saat ini, tidak bisa jadi alasan lagi bagi warga Betawi untuk minder dalam mengedepankan budaya asli yang dimiliki.

"Saat itu Bang Ali (sapan akrab Ali Sadikin-red) menyadari, kota ini perlu identitas budaya dan Bang Ali berhasil menemukannya dalam budaya Betawi," ujar Fauzi Bowo. Ketika itu, Ali Sadikin terinspirasi dari ungkapan mantan Presiden Soekarno saat melantik dirinya sebagai gubernur DKI Jakarta. Ungkapan yang dimaksud adalah berbunyi, "Manusia tidak hidup dari roti semata-mata". Kalimat itulah yang rupanya mendorong Ali Sadikin untuk memberi perhatian besar pada rohani kota, dalam hal ini kebudayaan asli kota tersebut.

Sehingga dalam waktu singkat, kalimat tersebut mampu mendorong tumbuhnya rasa kebanggaan khusunya bagi warga Betawi. Budaya budaya asli seperti musik rebana biang, ondel-ondel, gambang rancak, kembang kelapa, lenong dan lainya bermunculan, menghiasi kehidupan kota Jakarta. "Ada yang menyebut lokakarya yang digagas Ali Sadikin, menjadi titik balik kebetawiannya orang Jakarta," tuturnya.

Selanjutnya, gubernur berharap, seminar lokakarya kebudayaan Betawi seperti yang digelar saat ini, terus dijadikan kegiatan rutin setiap kali perayaan HUT DKI Jakarta. Hal ini penting, sebagai sesi ruang publik untuk membahas berbagai hal terkait kebudayaan Betawi. Berbagai stigma negatif, seperti sebutan orang Betawi itu identik dengan kemiskinan, kumuh, tersingkirkan dan sebagainya harus dibahas dan dicari jalan supaya stigma negatif itu hilang dan kembali kepada proporsi yang wajar. Hal ini perlu karena sebutan-sebutan atau konotasi-konotasi tersebut sangat tidak menguntungkan bagi warga Betawi.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Arie Budhiman menjelaskan, seminar lokakarya Kebudayaan Betawi ini akan berlangsung selama tiga hari, yakni dari tanggal 26-28 Juni 2010. Kegiatan ini digelar dalam rangka menjaga, melestarikan, dan mengembangkan budaya Betawi yang merupakan budaya asli warga Kota Jakarta. Selain itu juga merupakan rangkaian kegiatan perayaaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-483 Kota Jakarta.

Seminar Lokakarya ini bersifat ilmiah yang akan membahas perjuangan melestarikan budaya Betawi hingga perkembangannya. Bahkan semiloka ini akan menjadi cikal bakal pelaksanaan Kongres Kebudayaan Betawi untuk pertama kalinya yang akan dilaksanakan pada tahun 2011. Semiloka ini akan membahas secara ilmiah lima topik yaitu ruang publik dan orang Betawi, orang Betawi dan kemiskinan di Jakarta, orang Betawi dan eskapisme sosial, politik. Selain itu, organisasi dan identitas kebetawian serta seniman Betawi dan metropolitan Jakarta. "Seminar dan lokakarya ini bersifat ilmiah," jelasnya.

Narasumber yang menjadi pembicara dalam kegiatan ini antara lain, Marco Kusumawijaya (arsitek dan mantan Ketua Pengurus Dewan Kesenian Jakarta (DKJ), Wardah Hafiz (Ketua Urban Poor Consortium), Nirwono Yoga (ahli tata kota Jakarta), Yulianti Parani (Peneliti seni Betawi dan Pengajar IKJ), Thamrin Amal Tomagola (Sosiolog UI), JJ Rizal (sejarahwan), Zen Hae (penyair dan penulis sastra).

"Kita harapkan kegiatan ini bisa memberikan masukan dan pencerahan bagi masa depan budaya Betawi di Kota Jakarta," kata Arie. Kegiatan ini dihadiri oleh 100 peserta lebih. Mereka berasal dari berbagai kalangan, seperti perguruan tinggi, para pakar dan tokoh Betawi, serta lembaga kesenian Betawi. (Purwoko)

Wahai Provinsi, Buatlah Paket Wisata!

Palu - Kementerian Budaya dan Pariwisata (Kemenbudpar) mengimbau agar setiap provinsi membuat paket wisata agar memudahkan turis ketika hendak melakukan kunjungan wisata. "Pemprov bisa bekerja sama dengan agen-agen wisata untuk membuat paket wisata itu," kata Direktur Promosi Dalam Negeri Kemenbudpar, Fatkhul Bahri, saat meninjau "Kemilau Sulawesi V" di Palu, Kamis (24/6/2010).

Kemilau Sulawesi V adalah ajang tahunan yang mempromosikan potensi wisata yang ada di setiap pelosok Sulawesi. Ajang itu diikuti semua provinsi yang ada di Sulawesi, serta sejumlah kabupaten/kota yang turut meramaikan acara itu.

Fatkhul mengatakan pembuatan paket-paket wisata itu tentu saja untuk meningkatkan kunjungan turis, baik lokal maupun internasional. "Jangan sampai segala potensi wisata yang ada tidak dimanfaatkan, dan akhirnya terlantar begitu saja," ujarnya.

Menurutnya, wisatawan membutuhkan paket-paket wisata tertentu guna memberikan alternatif saat akan melakukan liburan.

Gubernur Sulawesi Tengah HB Paliudju menanggapi positif imbauan dari pihak Kemenbudpar tersebut. Paliudju menilai sangat susah jika membangun industri wisata tanpa kerja sama dengan pihak swasta. "Pihak swasta bisa merancang sejumlah paket wisata, dan pemerintah yang akan menjamin faktor keamanan serta segala bentuk infrastruktur pendukungnya," ujarnya.

Tujuan akhirnya, lanjut Paliudju, adalah meningkatkan pendapatan asli daerah serta mensejahterakan penduduk yang berada di sekitar lokasi wisata. "Masyarakat juga diimbau turut serta mensukseskan setiap ajang promosi yang dilakukan oleh pemerintah," katanya.

-

Arsip Blog

Recent Posts