Video Mesum Sepasang Remaja Hebohkan Banyuwangi

Banyuwangi - Lagi dan lagi. Kasus video mesum melibatkan remaja di Indonesia seolah tak kunjung usai. Kali ini video adegan tidak senonoh itu menyebar dan beredar di Banyuwangi. Pelakunya sepasang remaja yang tengah berhubungan layaknya pasangan suami istri di sebuah kamar mandi.

Video berjudul 'SKP' itu menyebar melalui fasilitas bluetooth dari HP satu ke HP lainnya. Video berformat 3gp ini menyebar sepekan terakhir di kawasan Banyuwangi. Khususnya Kecamatan Srono. Judul 'SKP' diduga kode tempat tinggal pelaku berasal.

Di dalam video nampak remaja putra dan putri yang sedang beradegan mesum di sebuah kamar mandi. Di awal pembuka nampak sangat jelas wajah kedua pelaku. Pemeran laki-laki seperti terlihat sibuk meletakan HP di posisi yang pas dalam kondisi on record.

"Wajah keduanya jelas terlihat," kata seorang pemuda asal Kecamatan Srono yang mengaku benama Pradana, pada detiksurabaya.com, Sabtu (12/1/2013).

Adegan demi adegan dilakukan dua remaja ingusan ini. Yang membuat miris. Diakhir video pemeran perempuan tersenyum genit di depan kamera HP. Seolah tak mempunyai beban dengan apa yang baru saja dilakukannya.

Diduga adegan ini dilakukan sepasang kekasih asal Desa Sukopuro, Kecamatan Srono. Informasi menyebutkan pemeran laki-laki tak lain pelajar dari sebuah Madrash Aliyah Negeri. Sedangkan identitas pemeran wanita belum jelas.

Warga berharap polisi segera bisa mengungkap siapa pelaku di dalam video berduras 12 menit 55 detik tersebut. Karena video tidak senonoh itu sudah menyebar dan meresahkan masyarakat.

"Kami minta kepada polisi segera mengungkap dan menangkap pemeran video mesum tersebut," desak Yanto (50), warga Kecamatan Srono. (bdh/bdh)

Video Mesum Guru dan Bidan Bikin Heboh

TEBO – Kasus video mesum kembali menghebohkan masyarakat. Kali ini, terjadi di unit 15, Jalan Samarinda, Desa Wirimangun, Kecamatan Rimbo Ilir, Kabupaten Tebo, Jambi.

Dalam video yang berdurasi 4 menit 20 detik tersebut terlihat jelas bahwa pelaku merupakan pasangan guru dan bidan yang saat ini sudah menjadi pasangan suami istri dan menikah pada tahun 2011 lalu.

Namun video tersebut direkam oleh pelaku pada tahun 2010 atau setahun sebelum keduanya menikah dengan menggunakan HP Nokia X6 milik TS.

Pelaku laki-laki diketahui bernama TS (23) dan merupakan guru di salah satu SMA di Kabupaten Tebo. Sedangkan yang perempuan adalah bidan yang bekerja di salah satu klinik di Muara Bungo bernama AD (23).

Kini kasus tersebut telah ditangani oleh pihak kepolisian sektor Rimbo Ilir. Polisi juga telah melakukan pemanggilan terhadap TS dan beberapa saksi.

Orang tua TS, Yamin ketika ditanya terkait beredarnya video mesum tersebut tidak membantah bahwa pelaku yang ada didalam video tersebut adalah anak laki-lakinya. Dirinya menyebut video tersebut dibuat ketika anaknya masih pacaran.

Terpisah, orang AD, Maryono ketika ditanya terkait video tidak senonoh tersebut juga berucap hal yang sama. “Jika melihat dari videonya itu dibuat di rumah saya sendiri,”aku Maryono kepada Jambi Ekspres (JPNN Group), Sabtu (26/1).

Bahkan katanya, kedua anak dan menantunya tersebut kini telah dipanggil oleh pihak berwajib termasuk juga telah diselesaikan secara adat warga setempat.

Kapolsek Rimbo Ilir Iptu Rivan membenarkan jika terduga pelaku dalam video mesum tersebut sudah diperiksa. “Untuk sementara saudara AD belum dipanggil untuk diperiksa dan dimintai keterangannya, karena saat ini AD dalam kondisi hamil tua,” katanya.

Dari hasil pemeriksaan kata dia pemeran laki-laki dalam video tersebut saat ini masih saksi. “Namun tidak menutup kemungkinan juga dia bisa dijadikan tersangka jika saksi sudah lengkap,” tegasnya.(ady)

Video Mesum Siswi SMP Gegerkan Warga Malangbong

GARUT, (PRLM).- Video adegan mesum yang diduga dilakukan seorang murid sekolah menengah pertama (SMP) di kawasan utara Garut kini sedang mencari perbincangan hangat. Pelaku yang diduga murid SMP itu melakukan adegan suami isteri dengan seorang laki-laki.

Berdasarkan informasi, video tersebut kini menyebar di handphone berbagai kalangan masyarakat termasuk kalangan siswa tempat pelaku menimba ilmu. Video adegan mesum tersebut terdiri dari tiga seri yang masing-masing berjudul "Ajang Kecewa", "Anita Bercinta" dan "Seks Anak SMP".

Dari tayangan video tersebut, tampak perbuatan mesum itu dilakukan di sebuah rumah yang hingga kini belum jelas lokasinya. Berdasarkan informasi, Jumat (1/2/13), perempuan yang melakukan adegan suami isteri di dalam video yang terdiri dari tiga versi itu adalah murid salah satu sekolah di Kersamanah. Sementara pelaku pria sampai saat ini belum bisa diketahui karena wajahnya tidak kelihatan.

"Kami kenal perempuan yang ada dalam video mesum itu," ujar seorang murid yang enggan disebut namanya.

Sementara itu salah seorang murid lainya di SMP di Kersamanah berinisial ES membenarkan kalau saat ini baik guru maupun siswa di sekolah tersebut sedang digegerkan dengan beredarnya video porno yang diduga melibatkan salah seorang siswi sekolah tersebut. Diakuinya, video tersebut mulai ramai menjadi pembicaraan sejak sekitar pertengahan Bulan Januari lalu.

Diakuinya, dirinya sendiri memamg belum sempat mlihat video yang hampir dimiliki oleh semua siswa di sekolahnya. Namun dari obrolan teman-temannya, diyakini kalau pelaku perempuan adegan porno itu adalah AN salah seorang murid.

"Saya sih belum melihat secara langsung videonya sehingga saya sendiri tidak bisa memastikan apakah memang benar perempuan dalam video porno itu AN atau bukan. Hanya saja hampir semua teman-teman saya bilang kalau perempuan yang ada di dalam video itu memang AN," ujar ES. (A-168/E-37/A-88)***

Heboh Beredarnya Video Mesum Pelajar

KARANG TINGGI - Dunia pendidikan di Bengkulu Tengah (Benteng) tercemar oleh beredarnya video mesum yang diperankan dua orang pelajar yang diduga kuat sebagai siswa dan siswi salah satu SMA Negeri yang ada di Benteng. Dalam video tersebut diduga kuat Bl (16) siswi yang berparas cukup cantik, berkulit putih dan pacarnya sesama pelajar, Fb (17).

Video berdurasi 2,5 menit ini sudah beredar luas dan menjadi perbincangan hangat masyarakat dan jadi tontonan para pelajar di Benteng. Tak terkecuali rekan-rekan 1 sekolah pasangan mesum itu.

Data terhimpun, video ini berjudul Dup (2) Dusun Baru Heboh berdurasi 2,5 menit. Dibuat melalui handphone Nokia yang diperkirakan sekitar akhir bulan Desember 2012 lalu di dalam kamar rumah salah satu pelaku. Informasinya selain video yang beredar, masih ada 2 versi lain yang sengaja di buat di tempat rekreasi dan di kawasan kebun.

Jika ditonon, suara video tidak terdengar jelas, jika dipakai handset keduanya memakai bahasa Bengkulu. Hasil penelusuran RB, beredarnya video ini karena HP milik pemeran perempuan Bl video itu hilang. Kebetulan 3 file video mesum itu ada dalam HP tersebut. Diduga orang yang menemukan HP tersebut mendapatkan ada video mesum, disebarkan ke pihak lainnya hingga menyebar luas. Saat ini mula ABG hingga ibu-ibu dan beberapa PNS di Benteng, memiliki video tersebut di HP-nya.

Masyarakat Karang Tinggi sudah mengenali pemeran video yang beredar itu, dan memastikan memang warga dan pelajar SMA di Benteng yakni Bl dan Fb. Keduanya memang diketahui berpacaran, sejak beredarnya video itu keduanya, jarang kelihatan.

"Oh, kalau video itu sudah 1 minggu lalu heboh dan lebih heboh lagi sejak diketahui itu pemerannya ada di Dusun Baru I Karang Tinggi. Memang betul banyak yang kenal wajah pemeran video itu, terlihat jelas pemeran perempuannya yang tersenyum saat digauli pacarnya itu. Saya hanya nonton di HP teman, kalau di HP saya tak menyimpan video itu," ujar Yosi warga Karang Tinggi.

Ditambahkan Anisa, warga Karang Tinggi, informasinya video telah beredar di situs Youtube dan sering ditonton banyak orang. Tetapi dia sendiri sudah berulangkali mencoba untuk membuka situs itu tapi tak pernah menemukannya.

"Barangkali di situs Youtube itu sudah terapus, sebab kawan-kawan saya bilang sudah diunggah ke Youtube dan terlihat jelas videonya," paparnya.

Sementara itu, Kepala salah satu SMA di Benteng, Mn tempat kedua pemeran video mesum belajar mengakui kalau video mesum itu kuat dugaan diperankan dua pelajar sekolah yang ia pimpin. Beredarnya video tersebut sempat menimbulkan kehebohan di sekolah. Namun ia memastikan Tetapi dia menjamin tidak ada lagi video itu di HP-HP para siswa, karena telah dilakukan razia.

"Ya betul, memang sempat heboh di sekolah kami, tetapi cepat bertindak menyita HP siswa, tetapi tidak ada video itu," terang Mn, Jumat (1/2).

Mn mengaku telah mendapatkan amanah dan keterangan dari masyarakat, dia sendiri sudah mengambil kebijakan mengeluarkan kedua pelajar yang merekam perbuatan mesum itu. Mengingat kehebohan video cukup mempengaruhi nama baik sekolah.

"Kedua anak itu sudah saya keluarkan, ada masukan dari masyarakat. Sebab banyak yang bilang dalam video itu Bl dan Fb," demikian Mn.(rif)

Mahasiswi Tertangkap Mesum di Mobil

KOTA--Perlakuan dua sejoli yang tengah terlibat dimabuk asmara ini sudah tidak bisa lagi ditolerir. Keduanya nekat melakukan perbuatan mesum di siang bolong, Jumat (2/2) sekitar pukul 11.00 WIB di dalam sebuah mobil, tepatnya di lapangan Sampoerna, Jalan Tuanku Tambusai Ujung.

Keduanya tertangkap tangan oleh tim Yustisi saat melakukan patroli rutin. Sewaktu melintas di lokasi, petugas sempat melihat satu unit mobil tengah terparkir di tengah lapangan Sampoerna. Yang menjadi menarik perhatian pertugas, mobil yang tengah terparkir itu terlihat bergoyang.

Merasa penasaran beberapa orang petugas mencoba turun dari mobil dan mendekati mobil yang tengah bergoyang tersebut. Alhasil petugas berhasil memergoki sepasang sejoli tengah berbuat mesum di di kursi bagian tengah. Saat itu juga petugas meminta kedua insan yang bukan mukrim itu untuk membuka pintu mobil.

Dari dalam mobil, petugas mendapati seorang perempuan yang berinial RTH berusia 19 tahun, warga Jalan Perumahan Griya Arengka, Jalan Teropong. Saat ini tercatat sebagai seorang mahasiswi di sebuah berguruan tinggi Akademi Kebidanan di Pekanbaru. Sementara laki-lakinya berinisial FS warga Jalan Tawas, Perumahan Rumbai.

Pada waktu di pergoki, wanita yang baru beranjak dewasa ini sudah dalam kondisi separuh bugil, dengan posisi celana sudah melorot hingga kebagian lutut. Untuk mengelabui identitas, mahasiswi yang tengah duduk di semester satu perguruan tinggi ini berusaha mengenakan seragam sekolah SMA swasta di salah satu Kota Pekanbaru. Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, pasangan sejoli ini digelandang ke kantor Satpol PP Kota Pekanbaru guna di data dan diberikan pengarahan.

Kakan Satpol PP Kota Pekanbaru melalui Kasi Ops Azvilavari kepada Riau Pos (grup JPNN) mengatakan, penangkapan terhadap pasangan mesum ini hanya secara kebetulan saja. Pada saat itu Tim Yustisi sedang melakukan patroli rutin di sekitar Jalan Tuanku Tambusai Ujung. Secara kebetulan tim melihat satu unit mobil pribadi yang tengah terparkir di lapangan Sampurna bergoyang. Setelah di dekati, ternyata ada sepasang muda mudi yang sedang berbuat mesum di dalamnya.

"Kedua pasangan muda mudi itu langsung kita amankan dan kita bawa ke kanntor untuk dimintai keterangan, selanjutnya baru akan kita serahkan kepada orangtuanya masing-masing," terang Azvi.(lim)

Korupsi Manusia Indonesia

Oleh: Yonky Karman

RUPA-rupanya sekali telah melangkahkan kaki di gelanggang korupsi, orang tak ada melihat jalan kembali. (Pramoedya Ananta Toer, Korupsi, 108-9).

Saat bermukim enam bulan di Belanda (1953), Pramoedya menulis roman yang memproyeksikan kenyataan sosial pascakemerdekaan. Jadilah sebuah karangan yang mendahului zaman, sebelum korupsi menggurita dengan makelar kasus dan mafia hukum menjadi sebuah bagian dari sejarah Indonesia. Bakir telah mengabdi 20 tahun sebagai pegawai negeri dengan posisi terakhir kepala bagian. Namun, kehidupan dan penampilannya sederhana. Penghasilannya pas-pasan, tidak mampu memberi nilai tambah bagi kesejahteraan orang lain. Bakir pun kurang dihormati di luar rumah meski di rumah ia menerima cinta tulus dari istri dan anak.

Sebagai manusia Indonesia yang beragama, awalnya Bakir mengalami pergumulan batin yang berat antara godaan korupsi mengikuti rekan-rekannya dan mempertahankan integritas. Akhirnya, ia menyerah. Ia meninggalkan sikap pasif menunggu kenaikan gaji. Ia menggunakan kemerdekaannya untuk memperkaya diri sendiri dengan cara yang mengkhianati tujuan Indonesia merdeka.

Ia melakukan penggelembungan proyek dan memanipulasi kuitansi. Demikianlah ia jadi bagian kelompok masyarakat yang memperoleh kebahagiaan dan kekayaan di atas kerugian negara. Hilanglah kesederhanaan hatinya. Persetan sumpah jabatan. Untuk meredam protes batin sendiri, ia aktif memberi kontribusi bagi kegiatan amal. Ia percaya Tuhan memiliki matematika yang adil berapa dikorupsi dan berapa yang diamalkan.

Dengan dua filter moral, sanksi di dunia ini dan di dunia akhirat, sebenarnya manusia Indonesia lebih sulit korupsi dibandingkan dengan insan sekuler ataupun komunis. Nyatanya, indeks korupsi Indonesia tahun lalu adalah 2,8 dan itu berarti belum beranjak dari skor 2 sejak kehadiran Komisi Pemberantasan Korupsi. Sementara itu skor indeks korupsi negara-negara sekuler di Barat di atas 5 dan China 3,6.

Mengapa sepintas tidak ada hubungan antara keberagamaan dan korupsi? Saat korupsi, terjadi deaktivasi hukum moral. Dengan rasionalisasi yang bukan lagi bersumber dari kebutuhan (need), korupsi di Indonesia menjadi istana keserakahan (greed). Di lingkungan pegawai negeri, tak sulit mendapati orang yang hidup bukan dari gajinya, bahkan dengan bangga memamerkan kekayaannya.

Korupsi di Indonesia adalah masalah kegagalan pemerintah membangun karakter bangsa (character and nation building). Mengalihkan persoalan korupsi kepada agama hanya bentuk kambing hitam sebab keberagamaan di Indonesia sendiri bersikap ambigu. Penghayatan agama belum sampai memotivasi orang untuk jihad melawan korupsi. Pemerintah pun lebih serius memerangi terorisme daripada korupsi.

Sosiologi Korupsi

Masyarakat Indonesia pun sudah terbiasa dengan fenomena korupsi dan cenderung menerimanya sebagai bagian dari realitas keindonesiaan. Apalagi, belum ada kemauan pemerintah untuk melakukan asas pembuktian kekayaan secara terbalik. Secara konstitusional, korupsi diakui sebagai kejahatan luar biasa. Dalam praktiknya, kasus korupsi yang terungkap cenderung direduksi jadi persoalan oknum, bukan persoalan sistem ataupun kultur.

Maka, penanganan secara internal didahulukan. Penyelesaian secara adat diutamakan. Itu semua untuk memelihara citra. Kalaupun ada sanksi, biasanya pejabat terkait dimutasi agar yang bersangkutan tidak terlalu sakit hati dan bernyanyi tentang kebobrokan instansinya. Rekan sejawat dan atasan saling melindungi. Kultur tahu sama tahu dan pembiaran menyuburkan perilaku koruptif.

Tidak sulit menemukan kultur koruptif di instansi pemerintah. Salah satu godaan kuat orang berani korupsi adalah koruptor merasa tidak sendirian. Korupsi dilakukan beramai-ramai dan tertib, dalam lingkungan yang saling kenal, dengan pengaplingan jatah, semua kebagian. Kawanan koruptor merasa negara tidak mungkin memproses hukum banyak personel suatu instansi secara bersamaan, dengan risiko layanan publik terganggu.

Negara disandera kawanan koruptor. Sesat logika membuat korupsi yang dilakukan beramai-ramai menjadi seperti bukan pelanggaran lagi. Sejawat yang membocorkan kebusukan praktik korupsi di instansinya akan dicap pengkhianat. Penanggung jawab instansi merasa lebih penting menjaga citra, bukan penguatan lembaga dengan birokrasi yang bersih dan efektif. Warga yang tak mau melayani kemauan oknum korup dipersulit.

Benar, sejak ada KPK, tak sedikit pejabat dan penegak hukum dijerumuskan ke dalam bui. Namun, niat korupsi tidak menjadi surut. Malah, risiko tertangkap membuat korupsi berbiaya tinggi melibatkan jumlah uang yang semakin besar. Dalam kultur korup, yang tertangkap tangan dianggap sedang sial. Jauh lebih besar tingkat keberhasilan daripada kegagalan.

Kegawatan korupsi di Indonesia sejatinya sudah di tingkat sabotase ekonomi. Berhadapan dengan kepentingan swasta, negara sering dikalahkan di pengadilan pajak ataupun perdata. Abdi negeri diam-diam merekayasa perkara sehingga swasta diuntungkan di atas kerugian negara. Begitu seringnya negara dirugikan sehingga kemampuan untuk menyejahterakan pun digerogoti.

Program remunerasi yang dibangga-banggakan menyedot dana lebih dari Rp 10 triliun dari pinjaman Bank Dunia. Besar pasak daripada tiang. Malu kita untuk urusan gaji pegawai harus berutang, sementara kita memakai uang untuk menyervis pejabat dengan kemewahan yang tidak perlu. Sebaiknya dana remunerasi diambil dari hasil pengetatan anggaran belanja untuk servis pejabat, seperti pembelian mobil mewah. Jika ada teladan dari pejabat yang bergaji puluhan juta untuk sementara ditunda kenaikan gajinya agar negara mampu meningkatkan kesejahteraan pegawai rendahan lebih baik lagi, niscaya Indonesia akan dibangun di atas pengorbanan dan cinta negeri. Orang tidak akan mengorupsi yang dicintainya.

Gaji rendah penyebab korupsi adalah simplifikasi masalah kultural dan struktural. Saat Indonesia masih dijajah Belanda, Indonesia tidak dikenal sebagai bangsa korup, bahkan jauh lebih berdisiplin daripada sekarang. Remunerasi penting, tetapi harus berbasis prestasi. Dan, lebih penting lagi, internalisasi “cukupkanlah dirimu dengan gajimu”. Tanpa keutamaan merasa cukup, berapa pun gaji yang diterima akan selalu dirasa kurang, terlebih di era konsumtif.

Korupsi manusia Indonesia adalah masalah maju mundur sikap eksekutif dan legislatif (political will). Dan, sikap politik itu ditangkap oleh yudikatif. Penegakan hukum pun jadi beraroma politik dan tebang pilih. Indonesia Inc(orporated) dapat tinggal angan-angan jika penegakan hukum tak konsisten, administrasi pemerintahan tak tertib, pemerintah miskin manusia Indonesia yang berkualitas.

Yonky Karman, Penulis adalah Pengajar di Sekolah Tinggi Teologi Jakarta

Sumber : Kompas, Sabtu, 10 April 2010
-

Arsip Blog

Recent Posts