Sebar Link Porno Bocah-Perempuan, Mahasiswa di Makassar Ditangkap

Makassar - Seorang mahasiswa di Makassar, Sulawesi Selatan, ditangkap polisi setelah menyebarkan video porno anak di bawah umur. IT (26) diamankan Tim Krimsus Polda Sulsel di rumahnya, Jalan Toddopuli, Makassar.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Dicky Sondani mengatakan pelaku diamankan setelah mengambil link dan mengubah agar bisa diakses semua orang.

"Dia ambil link porno di FB (Facebook, red). Karena tidak bisa terbuka, kemudian dia ubah dan buka agar akses video porno bisa dilihat masyarakat luas," kata Dicky di Mapolda Sulsel, Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar, Senin (12/2/2018).

Dicky menjelaskan ini adalah pengembangan dari kasus pembuatan film porno antara dua anak laki-laki dan wanita dewasa di Bandung yang saat ini sedang ditangani Polda Jabar.

"Ini pengembangan dari Polda Jabar, makanya kita kembangkan ternyata ada di Makassar juga ikut menyebar sehingga bisa diakses di sini," jelasnya.

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan 1 buah laptop, hard disk, flashdisk, dan sejumlah handpone. Pelaku dijerat dengan Pasal 27 ayat 1 jo Pasal 45 ayat 1 UUD RI Tahun 2016 tentang informasi dan transaksi elektronik dan tentang pornografi, dengan ancaman kurungan penjara 6 tahun dan denda Rp 1 miliar.

Sumber: https://news.detik.com

Tiga Kampung Tua Jadi Perhatian Pemko Batam

Tiga Kampung tua di Nongsa akan mendapatkan perhatian dari Pemko Batam. Pengembangan kampung tua ini, agar dapat menarik wistawan mancanegara lebih banyak lagi. Tiga kampung tua yang mendapatkan perhatian itu yakni

Kampung Tua Terih,
Nongsa Pantai dan
Melayu.
“Di Kampung tua etnik melayu terasa lebih kental. Nantinya tidak tiga kampung tua ini saja. Tapi juga kampung tua yang lainnya,” kata Kepala Dinas Parawisata Batam, Pebrialin, Sabtu (3/2).

Ia mengatakan pihaknya sedang menghitung kampung tua yang memiliki potensi, untuk bisa dijual sebagai destinasi wisata bagi turis. Pebrialin menuturkan masuknya turis-turis ke kampung tua, dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang berada disana.

“Wisatawan itu ingin melihat sesuatu yang berbau etnik dan unik. Dan di kampung tua semuanya ada,” ucapnya.

Semua ini, kata Pebrialin tidak akan terlaksana dengan baik. Bila semua masyarakat tidak mendukung penuh program turis masuk ke kampung tua.

“Masyarakat haruslah menciptakan lingkungan yang bersih, aman. Bisa dibilang, masyarakat memiliki peranan penting juga menarik para turis ini,” tuturnya.

Apakah Pemko Batam sudah menginstruksikan ke kampung tua yang jadi pilot project Pemko Batam? Pebrialin mengatakan pihaknya masih terbentur beberapa permasalahan. Tapi untuk sekedar himbauan, kata Pebrialin pihaknya sudah melakukan.

“Kami masih menunggu Ranperda budaya melayu. Dengan adanya Perda ini, kami bisa menonjolkan budaya melayu. Tidak hanya di Kampung Tua, tapi diseluruh daerah di Batam,” ujarnya.

Pebrialin menyadari bahwa budaya melayu bisa menjadi magnet bagi para wisatawan asing.

“Kami ingin di Hotel, tempat masuknya para turis ada khas melayunya. Memutar musik melayu, tiap restoran menyediakan makanan melayu,” ungkapnya.

Selain meningkatkan wisata budaya. Pebrialin juga mengatakan pihaknya akan menambah jumlah destinasi wisata.

“Tapi lebih bersifat ruang publik. Kami mendorong pihak swasta juga, agar membuat ruang publik ini,” tuturnya.

Pebrialin mengatakan akan merangkul seluruh stakeholder yang ada di Batam, agar saling bersinergi. Sehingga pariwisata Batam menjadi lebih baik.

“Termasuk dengan BP Batam juga,” ucapnya.

Atraksi juga menjadi salah satu perhatian Pemko Batam. Pebrialian menyebutkan ada 58 even yang akan diadakan sepanjang tahun ini.

“Tapi jumlah ini akan terus bertambah. Mungkin lebih dari 60 even, semoga ini dapat mendongkrak pariwisata Batam. Target kami tahun ini 1,8 juta orang,” pungkasnya. (ska)

Sumber: https://batampos.co.id

Menggali Budaya Melayu di Festival Pulau Penyengat

Anda suka budaya Melayu? Atau tertarik dengan dunia maritim? Datang saja ke Tanjungpinang pada 14-18 Februari 2018. Ada lebih dari 20 agenda Festival Pulau Penyengat 2018 yang bisa dinikmati.

Konsep matang dihadirkan. Berbagai perlombaan dan acara keren disiapkan. Ada lomba dayung sampan, lomba pukul bantal di laut, lomba nambat itik di laut, dan lomba becak motor hias. Selain itu, ada juga pangkak gasing, syahril gurindam 12, membaca gurindam 12, pertunjukan wayang cicak, dan kegiatan klinik sastra.

Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata (Dispar)Kota Tanjungpinang, Reni Yusneli, mengatakan selain itu, ada beberapa acara pendukung lain yang tak kalah menariknya. Ada Fashion Malay Penyengat Syawal Serantau, Hunting Photography Penyengat Halal Competition, dan Short Film Netizen Penyengat Halal Competition.

"Tidak hanya itu, ada pula acara seru lainnya seperti Tour Pattern Penyengat Halal Competition, Khazanah Kompang Melayu. Agenda ini sekaligus menjadi sarana pertunjukan dan hiburan bagi wisatawan dan masyarakat Tanjungpinang," sebut Reni, Rabu (16/01/2018).

Reni optimistis, festival ini juga berpotensi menjaring wisman di wilayah perbatasan. Di samping jaraknya yang relatif dekat dengan Malaysia dan Singapura, kedekatan kultur dan budaya pun menjadi pertimbangannya. Apalagi budaya Melayu di wilayah ini masih sangat kental dan tetap dilestarikan.

"Karena dengan festival yang dilandasi dengan budaya, dipastikan tingkat kunjungan wisatawan dari negara tetangga semakin bertambah. Itu juga akan memajukan daerah serta meningkatkan tingkat perekonomian masyarakat," papar Reni.

Dari sekian banyaknya kegiatan, lanjut Reni, ada tiga acara unggulan yang akan menjadi atraksi paling menarik. Top 3 event ini dipastikan bakal menjadi pusat perhatian wisatawan.

"Top 3 event akan terbagi tiga jenis, yaitu Kompetisi Malay Fashion Carnaval, Parade Melayu dan Muslim Fashion, juga Bazar Melayu Fashion. Event ini terus menyasar crossborder tourism karena dekat dengan Malaysia dan Singapura," kata Reni.

Dijelaskan Reni, kompetisi fashion karnaval diadakan dengan tujuan menggali konten lokal Melayu. Peserta akan memamerkan pakaian dengan model dan desain penuh atribut Melayu yang indah-indah. "Kompetisi ini akan mengangkat konten lokal Melayu dalam karya kreatif pakaian karnaval. Ini juga sebagai daya tarik untuk kunjungan para turis. Diharapkan akan menjadi aktivitas pariwisata Pulau Penyengat .”

Sumber: http://www.netralnews.com

Festival Kampung Tua Tanjung Uma - Berawal dari Keprihatinan Minimnya Ruang untuk Budaya Melayu

BATAM - Ketua Gema, salah satu penggagas kegiatan Festival Kampung Tua Tanjung Uma, Zulkifli Ismail mengaku kegiatan ini bermula dari ketidaksengajaan sejumlah pemuda yang ketika itu sedang berkumpul untuk kegiatan gotong-royong.

Obrolan kemudian berlanjut hingga seorang pemuda menceritakan keprihatinannya atas minimnya ruang memperkenalkan budaya Melayu.

"Awalnya kita itu sambil ngopi-ngopi langsung kita ajak bersama-sama menyusun kegiatan ini, alhamdulilah berjalan lancar," ujarnya kepada Tribun, Minggu (28/1/2018).

Kemudian mereka yang tergabung dalam organisasi Pemuda Peduli Tanjung Uma (PPTU) berencana membuat acara tersebut.

Berisi beberapa kegiatan seperti festival kuliner yang menyajikan makanan khas masyarakat pesisir, pameran pusaka Melayu seperti keris, Tanjak (pengikat kepala untuk orang laki-laki) dan beberapa benda lainnya, pameran produk-produk buatan kreatif masyarakat, dan pertunjukkan kesenian.

Bahkan diisi artis Internasional yang berasal dari Malaysia.

Pantauan Tribun hari puncak dari rangkaian Festival Kampung tua di Kampung Tua Tanjung Uma Sabtu (27/1) kemarin malam berlangsung meriah.

Bukan hanya itu, acara ini dihadiri tokoh adat, tokoh pemerintahan, tokoh politik, dan masyarakat yang memenuhi area acara, malam puncak festival ini menyajikan beragam atraksi kebudayaan, mulai dari tari khas masyarakat melayu, beragam pernak pernik yang memiliki nilai sejarah, dan sajian adat budaya lainnya.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad yang hadir dalam acara puncak festival Kampung Tua ini mengakui ide dilaksanakannya kegiatan ini cukup baik.

Dengan peragaan rangkaian kegiatan budaya ini, Batam sebagai kota yang akan berhaluan ke dunia pariwisata menjadi lebih berwarna.

Dalam hal ini berharap nantinya kegiatan kebudayaan ini akan menjadi agenda tahunan yang kemasannya ramah untuk wisatawan.

Dengan begitu pemerintah bisa terlibat lebih jauh untuk menjadikan agenda festival Kampung Tua ini menjadi salah satu keunikan pariwisata di Batam.

"Ide yang bagus, saya sudah ajak kepala dinas pariwisata ke sini supaya bisa dimasukkan ke dalam kalender event pariwisata,"ujar Amsakar.(rus)

Sumber: http://batam.tribunnews.com

Warga Temukan Guci Antik Diduga Peninggalan Kerajaan Melayu Jambi

JAMBI - Siapa sangka di Desa Kasang Lopak Alai, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muarojambi terdapat barang antik. Warga setempat dikejutkan penemuan guci atau tempayan kuno yang diduga dari Kerajaan Melayu.

Adalah Paino (48), yang pertama kali menemukannya. Mulanya, Dia pergi ke kebun miliknya untuk bercocok tanam di RT 01, Kasang Lopak Alai, Lorong Anturengas, tepatnya di pinggir hutan larangan. Saat akan menggali tanah, tiba-tiba cangkul di tangannya membentur sebuah benda keras. Saat dilihat, Paino terkejut melihat sebuah benda mirip guci.

Selanjutnya, guci berukuran cukup besar dibiarkan saja di dalam tanah. Dia khawatir bisa merusak guci bila tetap digali. "Diduga guci tersebut merupakan peninggalan zaman Kerajaan Melayu Jambi. Diperkirakan mempunyai tinggi kurang lebih satu meter," ungkap Paino, Kamis (1/2/2018).

Sejak itu, kabar penemuan benda kuno oleh Paino langsung menyebar ke telinga warga. Tak ayal, warga yang penasaran berbondong-bondong ingin melihat wujud guci dari dekat yang terbuat dari tanah liat.

Sementara, Ismail (84) tokoh masyarakat setempat, mengaku di daerah sekitar sering ditemukan benda-benda seperti piring dan mangkuk terbuat dari tanah liat.

"Awalnya saya pernah dimimpikan bahwa di tempat ini ada benda-benda bersejarahnya. Eh... ternyata mimpi saya memang benar," jelas Ismail.

Dia menjelaskan, leluhurnya pernah menceritakan bahwa daerah ini dulunya adalah sebuah kerajaan kecil di bawah naungan Kerajaan Melayu Jambi yang dipimpin Datuk Jahal. Sedangkan makamnya berada di tengah hutan larangan .

"Nenek saya juga mendapat cerita dari buyut saya dan sesepuh lainnya di sini. Bahwa di lingkungan ini sebetulnya banyak benda-benda bersejarah, tidak tahu berasal dari mana sebelumnya," tutur Ismail.

Yang jelas, imbuhnya, benda peninggalan zaman dahulu banyak terbuat dari tanah liat mirip dengan batu-batu yang ada di Candi Muarojambi.

Sedangkan warga lain, Heri (40) mengaku heran dengan penemuan benda bersejarah di wilayahnya. "Saya heran aja melihat di tempat seperti ini kok ada barang-barang peninggalan yang mempunyai nilai sejarah," katanya.

Dengan ditemukannya benda purbakala tersebut, dia berharap ada dinas terkait mau meneliti asal usulnya sehingga rahasia tempat ini bisa terungkap.

Meski begitu, hingga kini benda berbentuk guci tersebut masih berada di dalam permukaan tanah. Warga takut menggalinya, khawatir bisa merusak peninggalan benda bersejarah tersebut. (qlh)

Sumber: https://news.okezone.com

Lembaga Adat Melayu Riau Dukung Ketua MPR Lawan LGBT

PEKANBARU -- Masyarakat Adat Melayu mendukung sepenuhnya Ketua MPR Zulkifli Hasan melawan kelompok-kelompok yang membuat moral bangsa ini merosot, seperti lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) dan Narkoba. Hal ini disampaikan Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau saat melaksanakan upacara adat Tepuk Tepung Tawar mendukungan perjuangan moral dan doa untuk Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, di Riau Sabtu (27/1).

Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau, Datuk Sri Haji Al Azhar mengatakan, Zulhasan--sapaan akrab Zulkifli--adalah anggota keluarga besar Masyarakat Melayu. "Dengan upacara ini kami tegaskan bahwa semua tantangan dan cabaran terhadap Zulhasan adalah tantangan terhadap komunitas Melayu," kata Al Azhar.

Dikatakannya, masyarakat Melayu mendukung Zulhasan menghadapi semua persoalan bangsa ini. Termasuk soal LGBT, narkoba, dan semua hal yang membuat kemerosotan moral bangsa Indonesia."Problem-problem nasional yang marak belakangan muncul karena masyarakat meninggalkan nilai-nilai budaya," ujar Al Azhar.

Zulhasan pun menyambut baik dukungan Majelis Adat Melayu ini terhadap dirinya.Dan menanggapi kelompok-kelompok yang menentangnya karena mengungkap kelompok pendukung LGBT. Kepada wartawan Zulhasan menegaskan, sikapnya terhadap penyimpangan moral seperti LGBT tetap tegas. "Saya tetap tegas menolak LGBT. Nanti kita lihat perkembangan di DPR," kata Zulhasan.

Sumber: http://nasional.republika.co.id
-

Arsip Blog

Recent Posts