Tampilkan postingan dengan label Denpasar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Denpasar. Tampilkan semua postingan

Kabar Gembira, Seluruh Guru Honorer di Denpasar Bakal Digaji Rp 1,4 Juta per Bulan

DENPASAR - Seluruh guru honorer di Denpasar, Bali direncanakan bakal mendapat gaji dari Pemkot Denpasar Rp 1.440.000 per bulan.
Sebab, saat ini sebagian besar guru honorer digaji kecil, bahkan ada yang digaji Rp 300 ribu saja.
Rencana itu terungkap dalam rapat Badan Anggaran (Banggar) Kota Denpasar Rabu (26/7/2017) di Kantor DPRD Denpasar.
Program ini rencananya bakal diberlakukan mulai November 2017 lantaran Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) Denpasar perlu membuat aturan dan petunjuk teknis selama dua bulan ke depan.
"Seperti kita tahu, nasib guru honor kita sangat mengkhawatirkan. Jadi kami mencoba melakukan keberpihakan kepada guru honor. Kami sudah sepakati, dalam APBD Perubahan 2017 akan dituangkan ini. Jadi mereka (guru honor) akan dapat Rp 1,4 juta per bulan," kata Asisten III Setda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, yang hadir mewakili Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Denpasar dalam rapat Banggar Kota Denpasar.
Eddy mengaku belum tahun secara detail bagaimana realisasi subsidi kepada guru honor Rp1,4 juta itu.
Sebab, guru honor di Denpasar terdiri dari tiga kategori, yaitu guru kelas, guru pengajar ekstra, dan guru muatan lokal. Dia menyerahkan sepenuhnya kepada Kepala Disdikpora merancang petunjuk teknis penyaluran duit tersebut.
Program tersebut menurutnya murni karena kepedulian Pemkot Denpasar terhadap guru honorer di Denpasar, alias tidak ada kaitannya dengan agenda politik Pemkot Denpasar menjelang Pilgub 2018.
Menurutnya, sejak ketatnya aturan pungutan di lingkaran pendidikan, membuat kalangan pendidik kelimpungan mencari dana. Itu sebabnya, salah satu korban menurutnya adalah guru honor.
"Bahkan, saya dengar ada yang mau dipulangkan, karena komitenya kelimpungan. Tidak ada dana, bagaimana caranya menggaji guru honor. Maka dari itulah, kami sepakat berpihak pada guru honor," kata Eddy Mulya yang sempat menjadi Kepala Disdikpora Denpasar itu.

Kepala Disdikpora Denpasar, Wayan Gunawan menjelaskan memang sebelum direalisakan dirinya memerlukan waktu paling cepat dua bulan.
Saat ini, jumlah guru honor di Denpasar, kata Gunawan, sebanyak 945 orang mengajar di TK, SD, dan SMP, dari semua kategori: guru kelas, guru ekstra, dan guru muatan lokal.
"Mereka rata-rata berpengahasilan Rp 65 ribu per jam. Tapi ada juga guru honor yang sudah menerima gaji Rp 1,5 sampai Rp 2 juta per bulan," katanya. Pria yang baru menjabat sebagai Kadisdikpora Denpasar ini mengungkapkan jumlah guru honor yang baru direncanakan bakal mendapatkan subsidi dari pemerintah hanya guru kelas saja. Sementara, guru honor muatan lokal, dan guru honor ekstra belum dibuatkan pola. "Sekarang yang kami rancang baru untuk guru kelas saja," katanya.
Plesir Dipangkas
Asisten III Setda Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya mengungkapkan, program subsidi untuk para guru honorer di Denpasar diambil dari pos anggaran perjalanan dinas, anggaran makanan dan minuman, dan anggaran pembelian ATK.
"Pos infrastruktur kami tidak kurangi. Belanja perjalanan dinas, dan makan minum kita kurangi, belanja ATK (alat tulis kantor) dikurangi," kata Eddy Mulya. Untuk diketahui, anggaran perjalanan dinas atau "plesir" Pemkot Denpasar pada APBD Perubahan 2017 dirancang meningkat 65 persen dari APBD induk 2017.
Dalam rancangan APBD Perubahan 2017, tercatat anggaran plesir Pemkot Denpasar pada 2017 ini Rp Rp 93.499.322.150, atau mengalami kenaikan sebesar Rp 37.255.410.650.
Sebelumnya, pada APBD induk 2017, anggaran plesir Pemkot sebesar Rp 56.243.911.500. Hanya saja, belum diketahui berapa jumlah anggaran yang dipotong pada pos perjalanan dinas ini untuk menggaji guru honorer.
Bisa Saingi Badung
Anggota badan anggaran (Banggar) dari DPRD Denpasar, Kadek Agus Arya Wibawa berharap Pemkot Denpasar tidak hanya berhenti memberikan subsidi tersebut.

Dia juga berharap Denpasar bisa menggaji guru honorer sama dengan apa yang telah direalisasikan Pemkab Badung.
"Kalau Pemkab Badung itu per jam menggaji guru honor Rp 100 ribu. Meskipun kita tahu pendapatan kita jauh dari Badung, hendaknya tidak dijadikan acuan seperti itu. Kami berharap minimal ada semangat dari kita untuk mengejar nilai itu," harap Politikus PDI Perjuangan itu dalam rapat tahap dua yang digelar secara terbuka di Kantor DPRD Denpasar.
Anggota Banggar lainnya, AA Susruta Ngurah Putra berharap agar program ini bisa terus berlanjut pada 2018, dan terus ditingkatkan.
"Program ini harus berlanjut dan bahkan tahun depan harus lebih ditingkatkan lagi," kata Politikus Partai Demokrat ini. (*)

Beragam Acara Seni Budaya dalam Festival Lovina 2016

Denpasar, Bali - Pada 10-14 September 2016 ini, Bali akan menggelar acara bertajuk Festival Lovina. Tahun ini, tema yang dipilih adalah "Hidden Of Buleleng" atau sesuatu hal yang tersembunyi dari Buleleng serta akan mengangkat tema peran mantan Raja Buleleng yang juga sastrawan, Anak Agung Nyoman Panji Tisna, sebagai pendiri Lovina yang dilupakan karena masuk Kristen dan meninggalkan Hindu.

"Festival digelar bertepatan dengan Wonderful Indonesia dan Sail Indonesia 2016," ujar , I Nyoman Sutrisna, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Buleleng, kepada Antara News Bali.

Dalama acara ini, pihak Disbudpar melibatkan beberapa desa yang ada di kawasan Lovina, seperti Desa Pakraman Banyualit, Kalibukbuk, Tukadmungga, dan Temukus.

Berikut ini rangkaian acara Festival Lovina dari situs Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Buleleng.

Hari pertama Festival Lovina dibuka dengan acara bersih-bersih di Pantai Binaria Lovina, pameran kerajinan, kunjungan konservasi sekaligus penanaman terumbu karang, pelepasan ikan dan tukik, parade laut, parade budaya, seminar pembangunan pariwisata berbasis budaya, dan pameran kuliner.

Pada hari kedua, ada yoga asana health and beauty, tur sepeda, pameran kerajinan dan kuliner, penampilan tari dari Sanggar Munduk Moding Plantation, joged bumbung, sampi gerumbungan, dan wisata bahari di Spice Beach Club.

Lalu, hari ketiga akan ada kegiatan bersih-bersih pantai, gong kebyar wanita kalubukbuk, bondres Sanggar Sunari Bajra, dan penampilan dari band Lokananta. Lalu, hari keempat akan diramaikan oleh gender wayang anak-anak, parade megangsing, dan angklung kebyar Desa Anturan.

Hari kelima yang merupakan hari terakhir akan diisi dengan acara pengelolaan lumba-lumba, Lovina BMX Free Style dan Lovina Xtreme Rider. Ada juga acara penutupan seperti tari selat segara, sekapur sirih dari Ketua Yayasan Cinta Bahari, dan pemukulan gong sebagai tanda Festival Lovina tahun ini berakhir.

Pada saat yang sama, Festival Lovina akan kedatangan 40 yacht dari 20 negara dalam pergelaran Sail Indonesia 2016. "Lovina Festival bersamaan dengan Sail Indonesia jadi tergabung dalam satu rangkaian," kata I Nyoman Sutrisna, dikutip Republika.

Banyak Masyarakat Bali yang Belum Tahu Budaya Klungkung

Denpasar, Bali - Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar tergerak untuk menggali lebih dalam potensi kesenian. Kesenian di Kecamatan Nusa Penida, Klungkung, Denpasar, terbilang unik. Sayangnya belum banyak dikenal oleh masyarakat luas, bahkan oleh masyarakat Bali itu sendiri.

Penggalian potensi kesenian itu dilakukan melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang akan berakhir pada akhir Agustus nanti. Total ada 334 orang mahasiswa yang melakukan KKN di Nusa Penida. Baik itu di Nusa Gede, Nusa Lembongan, maupun Nusa Ceningan.

Rektor ISI Denpasar Arya Sugiartha mengatakan, potensi kesenian di Nusa Penida memang sangat orisinal. Terutama tentang kesenian-kesenian tradisinya.

Misalnya mengajar anak-anak sekolah menari, dan membina semangat anak muda untuk melakukan kegiatan yang menyangkut kesenian.

“Misalnya di banjar atau desa ini punya perangkat gong, tapi seka-nya hilang karena sudah banyak yang merantau. Nah itu yang dihidupkan. Jadi waktu sampai akhir bulan rasanya cukup. Ada juga yang melatih ibu-ibu melakukan tata rias. Jadi ya melakukan hal seperti itu,” ungkap Prof. Arya, beberapa waktu lalu.

Apalagi karakteristik, tradisi, dan budaya di Nusa Penida berbeda dibanding dengan daerah lain di Bali.

Seperti tari Jangkang Pelilit dan Gandrung Bangunurip. Tak hanya itu, mahasiswa yang tak menggeluti seni tradisi, juga akan mendapatkan inspirasi dari kekayaan budaya dan potensi alam di Nusa Penida.

“Kalau mahasiswa fotografi, televisi, atau seni rupa itu, bisa dapat inspirasi yang luar biasa. Mereka bisa mendapat inspirasi untuk mencipta karya. Itu yang kami dorong dari mereka, bukan hanya pelestarian, dokumentasi, juga penciptaan seni,” tandasnya lagi.

Ketua DPRD Bali Divonis Bebas

Denpasar - Ketua DPRD Bali Ida Bagus Putu Wesnawa, mantan Ketua DPRD Kota Denpasar Sukita, dan mantan Ketua DPRD Badung Ida Bagus Suryatmaja divonis bebas PN Denpasar dari jeratan hukuman korupsi APBD. Putusan tersebut dijatuhkan Majelis Hakim PN Denpasar pada masing-masing persidangan yang digelar terpisah di PN Denpasar, jalan Sudirman, Denpasar, Senin (8/01/2007). Meskipun dibebaskan dari jeratan hukuman korupsi APBD, terdapat perbedaan dalam putusan para terdakwa. Sukita dan Suryatmaja dinyatakan bebas murni karena anggaran yang disusun terdakwa sesuai dengan Perda APBD. "Menyatakan terdakwa tidak terbukti secara sah bersalah melakukan tindak pidana korupsi. Membebaskan terdakwa dari segala dakwaan," kata Ketua Majelis Hakim Nyoman Gede Wirya yang memimpin persidangan Sukita dan Suryatmaja. Sementara itu, perbuatan Wesnawa hanya dinyatakan melanggar administrasi bukan tindak pidana korupsi. "Perbuatan yang terbukti dilak melanggar administrasi bukan tindak pidana korupsi. "Perbuatan yang terbukti dilakukan oleh terdakwa (Wesnawa) dalam perkara yang didakwakan kepadanya tersebut bukan merupakan tindak pidana korupsi. Melepaskan terdakwa dari segala tuntutan hukum," kata Ketua Majelis Hakim Putu Widnya. Ketiga terdakwa dibebaskan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum 18 bulan penjara. Mereka didakwa melanggar pasal 3 Undang-Undang RI No 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. Sukita didakwa melakukan tindak pidana korupsi Rp 4,7 miliar dan Wesnawa Rp 11 miliar. Para terdakwa dan pendukungnya mengaku puas atas putusan majelis hakim tersebut. "Terima kasih, sejak awal saya yakin tidak bersalah," kata Wesnawa. "Terima kasih atas dukungan kader PDIP, DPRD dan keluarga," ujar Suryatmaja. Sementara JPU Wayan Nastra menyatakan pikir-pikir atas putusan tersebut. PN Denpasar telah membebaskan semua anggota DPRD ataupun mantan anggota DPRD Bali. Hanya dua terdakwa yang dinyatakan bersalah, yaitu mantan Ketua DPRD Klungkung Wayan Sutena divonis PN Klungkung selama 15 bulan penjara dan PN Karangasem memvonis Mantan Ketua DPRD Karangasem Nyoman Matal (18 bulan) penjara.(gds/asy)

Sumber : Detik.com, Senin, 8 Januari 2007

Aksi Kesenian Cak Kolaborasi Oleh Penari Anak

Denpasar, Bali - Berbagai upaya melestarikan kesenian dan budaya Bali nampak semakin jelas dirasakan masyarakat. Tidak hanya dilestarikan oleh para penglingsir atau orang tua kita, namun penanaman nilai seni dan budaya juga melibatkan anak anak.

Seperti yang nampak dalam parade pesta kesenian Bali Rabu 29 Juni 2016 di kalangan angsoka ini, kesenian cak kolaborasi yang biasanya dimainkan kalangan dewasa, kali ini dimainkan oleh sejumlah anak anak yang berasal dari Sekolah Dasar Negeri 6 desa Batubulan, Sukawati-Gianyar.

Kesenian cak kolaborasi ini mengangkat cerita pewayangan Ramayana, yang dimainkan melalui alur drama tari dan dikolaborasi dengan kesenian cak, tari barong dan juga janger.

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, drama tari yang melibatkan 125 Siswa, terdiri dari 50 orang yang memainkan caknya, 24 orang sebagai janger, 26 Penari, lima orang sebagai penari utama dan 20 Penabuh ini dilatih oleh Kadek Yuni dan Wayan Supadmi dan penata tabuh Wayan Karang Sudiartha.

Kepala sekolah SDN 6 Batubulan, A.A Sri Purnawati mengatakan Penggabungan tari barong, cak dan janger ini di tujukan untuk menggali, kemudian mengembangkan sekaligus melestarikan kesenian cak sejak dini.

"Ide untuk memasukkan dolanan dalam tarian ini dimaksudkan untuk membangkitkan sekaligus memotivasi kegiatan mereka dalam melestarikan kesenian budaya yang ada, sehingga mampu merangsang dan melakoni perannya masing masing." Ungkapnya.

Dijelaskan, dengan mengangkat tema "sunar yanan widya anandam" yang dimasukkan dalam tema "karang awak" memiliki makna bahwa "hanya dengan melalui cahaya pengetahuan yang agung dan suci kita meraih kebahagiaan yang sejati".

Duta Banten Tampilkan Topeng Tani di PKB

Denpasar, Bali - Duta kesenian dari Provinsi Banten menampilkan tarian yang berjudul Topeng Tani dalam ajang Pesta Kesenian Bali ke-38 di Taman Budaya, Denpasar, Senin.

"Ide tarian ini merupakan sebagai kritik sosial untuk anak muda yang mulai enggan mengambil pekerjaan bertani," kata Kepala Seksi Kesenian Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banten, Rohaendi, di sela-sela pertunjukan tersebut.

Padahal, menurut dia, bertani juga merupakan kebudayaan yang sudah diwariskan secara turun temurun. Meskipun banyak yang menggeluti bidang itu karena alasan terpaksa.

"Oleh karena itu, kami berharap ke depan anak muda akan bangga dengan profesi petani yang mereka geluti," ucap Rohaendi.

Pertunjukan terlihat berlangsung dengan sangat meriah di Gedung Wantilan Taman Budaya Denpasar itu.

Antusiasme penonton akan pertunjukan terlihat dari banyaknya penonton yang ikut ke atas panggung untuk menari bersama.

Partisipasi duta kesenian dari Provinsi Banten, merupakan salah satu dari belasan daerah (baik provinsi dan kabupaten/kota) di Tanah Air yang ikut menyemarakkan pesta kesenian yang berlangsung selama sebulan penuh itu dari 11 Juni-9 Juli 2016.

Pada hari sebelumnya, penonton di Taman Budaya Denpasar juga dihibur oleh partisipasi tim kesenian Parisada Hindu Dharma Indonesia Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur dan juga partisipasi tim kesenian Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Blitar, Jawa Timur.

PKB tahun ini selain menampilkan pertunjukan seni dari Bali dan beberapa daerah di Nusantara, juga disemarakkan oleh penampilan 11 grup kesenian asing.

Sebelumnya Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Dewa Putu Beratha mengatakan 11 partisipan luar negeri yang tampil di PKB di antaranya adalah dari Provinsi Hainan, Tiongkok; Konsulat Jenderal Timor Leste; Sanggar Wyarihita, Jepang; Universitas Essex, Inggris; Lata Pada Misissauga Ontario, Kanada; Lana Wisdom School, Thailand; Konsulat Jenderal India; The Group Gita Semara, Amerika; Kedutaan Besar Prancis; Marimba Maki, Jepang; dan Oriental Fussion Trio.

Banyak Budaya Nusa Penida Masih Terpendam

Denpasar, Bali - Dosen Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar Dr. Komang Sudirga menilai, Nusa Penida sebuah pulau yang terpisah dengan daratan Bali, secara administratif masuk wilayah Kabupaten Klungkung memiliki karakteristik dan tradisi budaya yang berbeda dengan daerah lainnya di Pulau Dewata.

"Pakem tarian di Nusa Penida di luar kebiasaan tari Bali seperti tari Jangkang Pelilit, Gandrung Bungunurip, Gambuh dan tarian Bali lainnya," kata Dr Komang Sudirga ketika bertemu dengan perbekel se-Kecamatan Nusa Penida, Jumat (23/06/2016).

Dalam kegiatan yang difasilitasi Camat setempat I Gusti Agung Mahajaya serangkaian pelaksanaan kuliah kerja nyata (KKN) bagi 334 mahasiswa ISI Denpasar tersebar di 16 desa di kecamatan Nusa Penida.

Ia mengatakan, beberapa tradisi atau budaya masyarakat Nusa Penida hingga kini masih terpendam belum muncul ke permukaan sehingga tidak dikenal masyarakat luas.

"Tradisi Nusa Penida cukup banyak tapi sebagian saja yang dikenal, selebihnya masih terpendam," ujar Komang Sudirga.

Ia mengharapkan melalui KKN mahasiswa ISI Denpasar dapat membantu masyarakat mengembangkan kesenian, terutama desa yang memiliki tradisi unik bidang tarian maupun budaya.

ISI Denpasar melibatkan 334 mahasiswa dari seluruh bidang studi melaksanakan KKN tersebar di 16 desa berlangsung selama sebulan penuh.

Komang Sudirga menjelaskan, ada permasalah mendasar yakni kebanggan masyarakat akan tradisi masih lemah sehingga tradisi tersebut tenggelam, disamping faktor lainya.

Apalagi pariwisata Nusa Penida mulai mengalami perkembangan sehingga ke depan pengembangan seni dan budaya itu akan sangat mendukung sektor pariwisata.

Ia mengharapkan kepada mahasiswa selama melaksanakan KKN mampu membangkitkan potensi tradisi unik menumbuhkn kembali nilai kebanggan masyarakat Nusa Penida.

Camat Nusa Penida I Gusti Agung Gede Mahajaya memberikan apresiasi kepada ISI Denpasar yang mau membantu masyarakat Nusa Penida dalam pengembangan seni tabuh maupun tari.

Banyak tradisi unik yang belum muncul kepermukaan, melalui KKN diharapkan mampu mengembangkan dan membangkitkan potensi besar dalam bidang tabuh dan tari tersebut.

Tabuh klasik Kabupaten Badung pukau penonton PKB

Denpasar, Bali - Pementasan tabuh atau gamelan klasik oleh Sekaa (kelompok) Angklung Gita Saraswati sebagai duta Kabupaten Badung,memukau penonton Pesta Kesenian Bali ke-28 di Taman Budaya Denpasar, Senin.

"Pementasan tabuh klasik angklung di ajang PKB ke-38, selain untuk menunjukkan kekhasan dari Kabupaten Badung, juga sebagai upaya pelestarian dari kesenian tersebut. Mengingat di kalangan masyaraka,t kini seni tabuh klasik ini mulai sedikit peminatnya untuk mendalaminya," kata I Made Mindrawan, pembina tabuh tersebut di sela-sela menggelar pementasan.

Menurut dia, dengan dipentaskannya tabuh klasik angklung dari Sekaa Angklung Gita Saraswati ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa kecintaan masyarakat terhadap gamelan angklung.

Dalam kesempatan itu ditampilkan beberapa tabuh dan tari seperti Tabuh Giri Langu dan Tari Tenun yang melukiskan keindahan wanita Bali yang sedang menenun.

Penonton juga kemudian bersorak-sorai dan bertepuk tangan ketika dipentaskan Tari Oleg Tamulilingan yang mengisahkan sepasang kumbang jantan dan betina yang sedang bermain, bercanda ria, ke sana-kemari sambil sesekali mereguk nikmat dan harum wanginya kembang di taman bunga.

"Pementasan kali ini selain penunjukan dari Dinas Kebudayaan, juga sebagai pelestarian agar angklung tetap lestari karena dalam perkembangannya sudah mulai ditransfer melalui gong kebyar sehingga fungsinya bisa dipergunakan untuk yadnya dan juga mengiringi pernikahan," ujar Mindrawan.

Pada akhir penampilan, Sekaa Angklung Gita Saraswati menampilkan Tabuh Kreasi Pepanggulan dengan judul "Akil Balik" yang merupakan masa ketika seorang anak mengalami perubahan fisik, psikis dan pematangan fungsi seksual. Masa akil balik yaitu masa yang penuh dengan angan-angan fantasi, khayalan, terlalu mementingkan diri sendiri dan susah tidur.

Made Ardika, salah satu penonton asal Gianyar mengaku senang kesenian angklung bisa tampil di ajang PKB. Menurutnya, angklung biasanya identik dengan ritual Pitra Yadnya yang terkait dengan upacara kematian dan tidak banyak peminatnya.

"Ya saya senang nontonnya tadi, biasanya angklung kan kita ketahui banyak dipakai saat acara Pitra Yadnya. Terlebih kan sudah sedikit peminatnya dan sekarang dipentaskan di PKB dengan garapan berbeda, bisa kita lihat bagaimana antusias masyarakat untuk menyaksikannya," katanya.

UNESCO Akui Tari Legong Keraton Warisan Budaya Dunia

Denpasar, Bali - Satu lagi tari Bali diakui sebagai warisan budaya dunia tak benda oleh UNESCO. Adalah Tari Legong Keraton Kota Denpasar yang meraih pengakuan dari UNESCO sebagai salah satu warisan budaya dunia tak benda. Pengakuan itu diberikan UNESCO dalam penyematan penghargaan bertema Three Genne of Traditional Dance In Bali.

Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Hilmar Farid menuturkan, penetapan itu merupakan salah satu bukti bahwa kebudayaan tidak lagi bisa dipandang hanya sebagai dekorasi dari sebuah pembangunan. Kebudayaan, ia melanjutkan, bukan lagi hanya sebagai pelengkap dalam sebuah acara.

"Melainkan sekarang ini sebuah pembangunan itu memang untuk meningkatkan tarap kebudayaan dari manusia, dalam hal ini masyarakat itu sendiri," kata Hilmar di Lobby Gedung Graha Sewaka Dharma Lumintang, Minggu 12 Juni 2016.

Menurut dia, tak banyak daerah di Indonesia yang menempatkan kebudayaan dalam dinas tersendiri. Ia berharap hal ini bisa diikuti oleh daerah-daerah lain. "Sebagai contoh Kota Denpasar ini bisa di garis depan mewartakan kepada masyarakat Indonesia akan arti penting sebuah kebudayaan," ungkap Hilmar.

Sementara Wali Kota Denpasar, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra mengucapkan terima kasih atas perjuangan kementerian atas hal tersebut. Katanya, selama ini Kota Denpasar selalu mengedepankan budaya sebagai detak jantungnya. "Di mana napas budaya lah yang membuat Denpasar bisa seperti sekarang ini," tegas dia.

Ia pun berjanji akan lebih menghargai budayawan dan seniman Kota Denpasar. Sehingga, kata dia, kebudayaan mampu untuk terus dikembangkan, dilestarikan dan diinterpretasikan dengan baik dari budayawan untuk dikembangkan.

"Perlu juga diinteraksikan adaptasi kita atas keadaan yang ada sekarang ini, sehingga hasilnya ini berdampak kepada ekonomi dan sosial. Terutama kepada para seniman dan budayawan kita untuk mereka itu terus berkarya dan berkembang dengan identitas yang kita miliki," ujar Rai Mantra.

Dibuka Hari Ini, Pesona Indonesia Turut Semarakkan Pesta Kesenian Bali

Denpasar, Bali - Presiden Joko Widodo dan Menteri Pariwisata Arief Yahya, bakal hadir pada pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-38, Sabtu (11/6/2016). PKB berlangsung 11 Juni sampai 9 Juli 2016 di Taman Budaya, Art Center, Bali.

Menurut Arief Yahya, kegiatan yang didukung Pesona Indonesia ini merupakan pesta kesenian dari 9 kabupaten kota se-Bali. Beberapa daerah lain, tahun lalu juga ikut tampil, seperti Banyuwangi, NTT, dan lainnya.

“Presiden berkenan hadir di acara ini, besok (hari ini), 11 Juni 2016,” ujar Menpar Arief Yahya dalam siaran pers Biro Hukum dan Komunikasi Publik Kemenpar kepada KompasTravel, Jumat (10/6/2016).

Bali, adalah pintu masuk untuk wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia. Sedikitnya 40 persen wisman masuk via Bali, 30 persen Jakarta dan 20 persen Kepulauan Riau. Karena itu, Bali adalah pintu masuk yang paling strategis selama ini.

“Dan, tiga greater itu terus dipromosikan oleh Kemenpar. Sekarang ditambah dengan 10 top destinasi baru,” kata Arief Yahya.

PKB juga mengukuhkan Pulau Dewata yang tidak pernah sepi memanjakan wisman maupun wisatawan nusantara (wisnus). Tidak tanggung-tanggung Bali akan menyajikan pesta besar hampir satu bulan penuh tanpa jeda.

”Pesta ini selalu dibuka oleh bapak Presiden seperti tahun-tahun sebelumnya karena begitu besarnya acara rakyat Bali ini. Acaranya beragam dan bisa membuat wisatawan semakin nyaman di Bali dan semakin terpesona. Masyarakat Bali biasa menyebut dengan panggilan PKB,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Bali, AA Gede Agung Yuniartha.

Lebih lanjut Agung mengatakan, PKB merupakan wadah penggalian, pelestarian dan pengembangan seni budaya Bali. Ini penting, dan telah dirasakan memberikan kontribusi dan motivasi yang tinggi kepada masyarakat dalam mengapresiasi dan meningkatkan mutu seni budaya di Bali.

PKB ini merupakan festival kesenian yang sangat besar dan menjadi agenda rutin. PKB pertama kali diperkenalkan pada tahun 1979 oleh Ida Bagus Mantra, Gubernur Bali pada waktu itu.

”Kami ingin para pelaku seni yang ada di Bali selalu berinovasi dan selalu memberikan kreatifitas-kreatifitas terbaik yang mereka miliki,” kata Agung. Pada pembukaan nanti rencananya menampilkan pawai kesenian dari 9 Kabupaten dan Kota yang ada di Bali.

Bukan hanya Bali yang menjadi tuan rumah festival ini. Menurut Agung, pihaknya juga mengundang daerah sekitarnya untuk ikut serta dalam memeriahkan pembukaan festival besar ini.

”Seperti tahun 2015 lalu Bali mengundang NTT sebagai tamu kehormatan untuk ikut mengisi pawai ini. Dalam pawai ini mereka menampilkan pakaian adat daerah, tari-tarian, gamelan dan kesenian lainnya,” ujarnya.

Pawai ini biasanya dilakukan di seputaran Monumen Bajra Sandhi Denpasar dan pembukaan dari festival Kesenian Bali ini akan dibuka oleh Presiden atau Wakil Presiden. “Setiap tahun Pesta Kesenian Bali selalu mengusung tema-tema unik yang berbeda-beda dan yang memiliki arti tersendiri,” bebernya.

Menurut Agung, rentetan acara akan berlangsung di Taman Budaya Ardha Candra Denpasar atau lebih populer dengan nama Art Center. Acara ini dimeriahkan dengan berbagai jenis perlombaan, kerajinan rumah tangga, pameran industri kecil yang diikuti oleh banyak peserta.

”Dalam acara yang berlangsung selama sebulan ini kita dapat menyaksikan teater Bali modern, festival kuliner yang banyak menyajikan makanan lokal khas daerah maupun makanan ringan, ada pula pertunjukan musik, serta tari-tarian kontemporer yang sangat mengagumkan,” ujar Agung sumringah.

Beberapa lomba-lomba yang selalu diadakan Pesta Kesenian, imbuh Agung, seperti lomba menulis sastra, kerajinan tangan, lukisan dan kompetisi lainnya juga akan dilaksanakan dan dimasukkan agenda.

”PKB juga diisi banyak parade seperti, Parade Kuliner, Parade Fashion, Parade Nglawang, Dramatari, Parade Gong Kebyar, Joged Bumbung dan lain-lainnya. Semua sudut tempat di Art Center ini akan dipenuhi oleh sorak riang penonton karena acara ini tidak hanya terfokus pada satu titik, melainkan di semua sisi. Jadi bisa kita bayangkan betapa meriahnya acara ini,” tambah Agung.

Seniman Lansia Denpasar Pentaskan Sendratari Ramayana

Denpasar, Bali - Para seniman lanjut usia (lansia) melakukan pementasan Sendratari Ramayana diiringi Sekaa Gong Lansia Werdha Shanti Kota Denpasar.

Koordinator Sekaa Gong Lansia Werdha Shanti Denpasar Anak Agung Putra di Denpasar, Rabu mengatakan kegiatan pertunjukan kesenian tersebut merupakan ide Wali Kota Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra.

"Acara pementasan tersebut bertepatan dengan bulan Purnama (bulan penuh) yang diselenggarakan di Lapangan Puputan Badung. Hal ini juga menghibur masyarakat seusai sembahyang di Pura Agung Jagat Natha, yang bersebelahan dengan lapangan tersebut," katanya.

Ia mengatakan pementasan berkaitan dengan "wewalen" (pertunjukan) di Pura Jagat Natha yaitu pergelaran wayang kulit yang sekarang ini ditambah dengan hiburan pertunjukan kesenian di lapangan Puputan Badung, dengan tujuan untuk membangkitkan kembali sinergitas antara kesenian dan spiritual.

"Pertunjukan kesenian ini sudah dimulai sejak bulan lalu saat bulan Purnama Kedasa dengan pementasan kesenian arja remaja dan kali ini akan menampilkan para tokoh-tokoh seniman lansia yang tergabung dalam Sekaa Gong Lansia Werdha Shanti Kota Denpasar berjumlah 60 seniman," ucapnya.

Dikatakan penampilan para tokoh-tokoh seniman kerawitan (penabuh) akan beraksi pada bulan Purnama Sasih Jiyestha pada Kamis (21/4) pukul 19.30 Wita.

Agung Putra juga menambahkan, pertunjukan kesenian ini akan terus diadakan setiap bulan sekali pada saat Purnama dengan menampilkan pertunjukan kesenian yang berbeda-beda.

"Tujuan utama adalah melestarikan seni budaya Bali, selain juga memberikan hiburan kepada pada masyarakat, khususnya warga Denpasar," katanya.

Bali dan Tiongkok Lakukan Pertukaran Budaya

Denpasar, Bali - Memanfaatkan momentum Imlek dan Cap Go Meh, masyarakat Bali dan Tiongkok melakukan pertukaran seni budaya. Bahkan, menurut Kepala Dinas Pariwisaata (Kadispar) Bali, Agung Yuniarta kegiatan tersebut rutin dilaksanakan setiap tahun. Sementara, Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan yang bisa meningkatkan kunjungan wisatawan tersebut.

”Sangat antusias dan banyak masyarakat yang datang. Masyarakat Bali keturunan Tiongkok dan wisatawan Tiongkok juga banyak hadir di acara itu, gedung centre art penuh sesak,” ujar pria yang biasa disapa Agung itu. Jumlah kursi gedung yang terkenal megah itu saja sebanyak 850 orang, itu pun tidak cukup. Banyak yang berdiri, karena tidak cukup.

”Yang kami sajikan adalah pertukaran budaya, budaya Tiongkok dikombinasikan dengan budaya asli Bali,” ujar pria yang ramah kepada wartawan. Agung menilai, manfaatnya jelas akan terasa bagus ke pihak luar, pasalnya, banyak media asing terutama media dari Tiongkok yang hadir dan meliput kegiatan tersebut dengan antusias.

”Karena penari dan yang mempersembahkan budaya Tiongkok itu asli dari sana (Tiongkok,Red), jadi bukan masyarakat Bali. Liputannya pun siaran langsung dan banyak yang tidak beranjak sampai habis,” kata Agung dengan nada bangga.

Pertukaran Budaya itu semakin kental dan semakin menyatu ketika terjadi pertukaran Budaya yang nyata dalam pentas yang banyak dihiasi ornamen Imlek itu.

”Terjadi pernikahan seorang raja Bali Jaya Pangus dengan seorang putri Tionghoa Kan Chang Wie, pernikahan itu memukau dan sangat mengena ke hati,” tutur Agung.

Dalam acara tersebut, kedua belah pihak menampilkan kebudayaan masing-masing, Konjen Tiongkok yang hadir di acara tersebut membawa kebudayaannya langsung dari negaranya, sedangkan Bali juga mempersembahkan budaya Bali salah satunya Barong dan Perkaw.

Denpasar akan Buat Pasar Tradisional Jadi Obyek Wisata

Denpasar, Bali - Pemerintah Kota Denpasar akan merevitalisasi dua pasar tradisional tahun ini. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar, I Wayan Gatra mengatakan keduanya adalah Pasar Poh Gading di Desa Ubung Kaja, dan Pasar Sumerta (Ketapian) di Pucuk.

"Sasaran kami masih sama. Ke depannya pasar tradisional bukan hanya tempat jual beli, melainkan juga obyek wisata," kata Gatra kepada Republika.co.id, Senin (1/2).

Pasa Poh Gading mendapatkan alokasi dana revitalisasi hingga enam miliar rupiah. Tahun lalu, pemerintah kota telah mengucurkan dana hingga lima miliar rupiah untuk revitalisasi pertama. Pengembangannya kali ini berupa penambahan jumlah kios.

Pasar Sumerta tahun ini mendapat dana alokasi khusus (DAK) sekitar Rp 498 juta. Pasar ini juga akan mendapat kucuran APBD hingga Rp 2,2 miliar. Ada 34 pasar di Kota Denpasar dimana 19 pasar di antaranya dikelola swasta. Dari jumlah total tersebut, kata Gatra, sebanyak 20 pasar sudah direvitalisasi. Pemerintah kota ke depannya akan mengusulkan revitalisasi 14 pasar tradisional yang tersisa sesuai dengan persyaratan yang berlaku.

Revitalisasi pasar tradisional di Denpasar dinilai terbukti meningkatkan roda ekonomi masyarakat. Gatra mengatakan Pasar Poh Gading bahkan menjadi salah satu percontohan pasar tradisional di tingkat nasional. Omzet pasar tradisional tersebut pada 2011 rata-rata hanya Rp 2-2,5 miliar per bulan saat ini meningkat rata-rata Rp 14 miliar per bulan.

Kegiatan revitalisasi akan meningkatkan daya saing pasar tradisional dalam menghadapi serbuan pasar modern. Revitalisasi ini bukan hanya menyasar fisik saja, namun juga kapasitas para pedagang, seperti manajemen, pelayanan, kebersihan, dan penataan barang.

Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Indonesia (APPSI) Bali, Ida Bagus Raka Wiryanata sebelumnya mengatakan maraknya pasar modern di Bali tak dipungkiri lama kelamaan akan menggeser pasar tradisional. Ia menyoroti aspek kebersihan sebagai syarat penting dalam revitalisasi pasar tradisional mengingat masyarakat zaman sekarang sangat kritis terkait hidup sehat.

"Pasar tradisional yang bagus itu harus higienis dan bersih," ujarnya.

Wiryanatha mencontohkan pasar tradisional yang berlantaikan keramik atau minimal semen beton. Hal ini untuk menghindari becek dimusim hujan. Calon pembeli akan menghindari pasar yang kumuh dan tak berkenan berbelanja ke sana.

Kendala-kendala yang mungkin muncul terkait program revitalisasi pasar tradisional di daerah misalnya status tanah. Status kepemilikan hak tanah harus berupa sertifikat dari lembaga, desa adat, atau kepemilikan pribadi. Dana untuk revitalisasi pasar tradisional juga berasal dari DAK yang masuk ke APBD.

Artinya, pasar tradisional tersebut dikelola pemerintah. Sejauh ini masih ada desa adat yang belum menyerahkan pengelolaannya kepada pemerintah.

Taman Budaya Denpasar Gelar Pentas Seni Setahun Penuh

Denpasar, Bali - Sebanyak 87 kegiatan pementasan seni akan memeriahkan pagelaran bertajuk "Bali Mandara Nawanatya" yang akan dilaksanakan setiap akhir pekan sepanjang 2016 di Taman Budaya, Denpasar.

"Hal ini merupakan salah satu upaya Pemprov Bali dalam memberikan ruang bagi para seniman muda untuk menampilkan seni kekinian, tanpa lepas dari akar budaya Bali," kata Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Dewa Putu Beratha, di sela-sela memimpin rapat persiapan pagelaran itu, di Denpasar, Rabu (06/01/2016).

Melalui kegiatan tersebut, ucap dia, sekaligus menjadi upaya Pemprov Bali dalam melakukan rekayasa budaya dan menampung "kegelisahan" para seniman muda yang selama ini merasa belum diberikan cukup ruang untuk menampilkan kreativitasnya.

Ia mengemukakan, seluruh pementasan seni yang berjumlah 87 kegiatan itu akan diisi oleh sekaa-sekaa (kelompok seni) dan sanggar seni dari seluruh Bali.

Kegiatan yang akan ditampilkan diantaranya parade teater modern, parade musikalisasi puisi, pagelaran joged bumbung, parade cak kontemporer, peragaan busana, pameran seni rupa, pagelaran seni dari perguruan tinggi di Bali, bondres modern, konser musik, dan sebagainya.

Sedangkan sanggar seni yang akan berpartisipasi seperti GEOKS, Sanggar Bali Agung, Sanggar Seni Makaradhwaja, Pancer Langit Bali, Teater SMA Lab Singaraja, Teater Tiga SMAN 3 Denpasar dan 10 perguruan tinggi yang memiliki kegiatan seni.

"Perguruan tinggi tersebut seperti Unud, ISI Denpasar, Stikom Bali, Univ Mahasaraswati, Unhi, Undiknas, Undiksha, IHDN, Unwar dan IKIP PGRI Bali," ujar Dewa Beratha.

Kegiatan akan dibuka mulai 27 Februari 2016. Seluruh kegiatan akan dilaksanakan di Taman Budaya (Art Center) Denpasar setiap hari Jumat, Sabtu dan Minggu, serta ada pula pameran industri kerajinan dan kuliner.

Sementara itu, seniman Prof Dr I Made Bandem tidak menampik dalam penyusunan kegiatan Bali Mandara Nawanatya tentu saja akan ada kegiatan yang sifatnya tumpang tindih dengan Pesta Kesenian Bali dan Bali Mandara Mahalango yang sudah ada lebih dahulu.

"Tetapi para kurator masing-masing program, akan berusaha menampilkan domain-domain utama yang terdapat pada ketiga festival itu. Untuk Bali Mandara Nawanatya karya seni yang ditampilkan lebih berupa karya inovatif dan kontemporer," katanya.

Sedangkan untuk Pesta Kesenian Bali ditekankan pada kesenian yang bersifat revitalisasi seni tradisi lewat penggalian, pelestarian dan pengembangannya. Khusus untuk Bali Mandara Mahalango menekankan pada seni kolaborasi populer.

Festival Puputan Badung Resmi Dibuka

Denpasar, Bali - Festival Puputan Badung (FPB) yang digelar Banjar Tainsiat, Desa Dangin Puri Kaja, Kecamatan Denpasar Utara, dibuka secara resmi Pj. Wali Kota Denpasar A.A Gede Geriya, Minggu (20/9/2015), ditandai dengan peletakan Keris Puputan Badung di Catus Pata Banjar Tainsiat. Festival ini merupakan salah satu rangkaian acara peringatan Puputan Badung Ke-109.

Prosesi pembukaan FPB dan Mahabandana Prasada dengan iring-ringan pertunjukan seni dari Catus Pata Catur Muka Denpasar, yang diawali dengan parade ngelawang dibawakan sanggar seni ngelawang Kota Denpasar, dilanjutkan dengan prosesi Gerebek Aksara, Pawai Gebogan yang dibawakan PKK Banjar Tainsiat dan diakhiri dengan prosesi kirab keris Puputan Badung.

Pj. Wali Kota Denpasar A.A Gede Geriya yang ditemui disela-sela pembukaan, mengapresiasi pelaksanaan FPB yang juga dirangkaikan dengan Mahabandana Prasada Kota Denpasar. "Saya mengapresiasi peringatan Puputan Badung di Kota Denpasar yang digelar dengan berbagai event seni budaya," ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan peristiwa heroik Puputan Badung tidak terlepas dari semangat heroik para pahlawan, yang perlu terus dibangkitkan diera kemajuan teknologi informasi saat ini. Sehingga event ini diharapkan dapat terus digelar yang tidak terlepas dari tanggal dan kejadian peristiwa heroik Puputan Badung yakni 20 September.

"Jadi setiap 20 September dapat menjadi momentum pelaksanaan FPB dan Mahabandana Prasada yang dapat menjadi motivasi kepada masyarakat untuk terus mengobarkan semangat Puputan Badung di era kemajuan teknologi informasi saat ini," ujarnya.

Sementara Ketua Panitia FPB Gede Darmaja mengatakan pelaksanaan FPB berlangsung selama dua hari dari 20-21 September dipusatkan di Catus Pata Banjar Tainsiat.

Pelaksanaan FPB tahun kedua ini menurut Darmaja dikemas lebih menarik yang telah diawali dengan berbagai lomba, dari lomba Utsawa Dharmagita, Lomba Tari Jauk, Mekendang Tunggang dan menggelar Omed-omedan mebulet ginting. “Tahun ini kami kemas lebih awal untuk melakukan persiapan kegiatan festival yang lebih menarik dari tahun sebelumnya,” ucap Darmaja.

Lebih lanjut Darmaja mengharapkan FPB ini nantinya dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan dan menjadi kalender kegiatan budaya tahunan di Kota Denpasar.

Disamping menggelar berbagai kegiatan lomba juga digelar pasar rakyat yang melibatkan UMKM yang ada di wilayah Desa Dangin Puri Kaja. "Masyarakat dapat datang dan menikmati berbagai hiburan dan pasar rakyat kuliner, stand pakaian adat Bali, dan berbagai produk kerajinan," ujarnya.

Daun Lontar Berusia 400 Tahun di Bali Masih Bisa Dibaca

Denpasar, Bali - Berabad-abad yang lalu, daun lontar yang sudah dikeringkan dipakai buat media tulis menulis.

Di Bali, saat ini masih ada daun lontar yang usianya sekitar 400 tahun. Daun tersebut masih tersimpan dengan baik di Dinas Kebudayaan Provinsi Bali.

Salah satu staf Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Agung Wiryawan menjelaskan daun lontar tersebut berisi tulisan yang menceritakan tentang ilmu pengobatan tradisional Bali.

"Lontar ini umurnya cukup panjang, meski sudah ratusan tahun tapi tulisannya masih bisa kita baca,” ujarnya di Denpasar, Selasa (1/9/2015).

Ilmu-ilmu pengetahuan Bali yang dituliskan ke dalam daun lontar di antaranya Kande tentang Ilmu asitektur Bali. Kemudian Tutur yang berisi tentang filsafat. Lalu, Palakerta yang membahas tentang undang-undang. Parwa yang menceritakan cerita Mahabarata, Sesana tentang perilaku kehidupan manusia, Tembang, Babat tentang sejarah, Warige tentang astronomi, Mantra Astawa tentang doa-doa orang Bali, Niti Sastra tentang Hukum, Satwa tentang dongeng.

Bila wisatawan ingin melihat daun lontar, bisa menemukannya di museum Bali yang dikelola Dinas Kebudayaan Provinsi Bali dan di rumah-rumah masyarakat asli Bali.

Banyak warga asli Bali yang masih memiliki daun lontar yang umurnya mencapai puluhan tahun, bahkan ratusan tahun.

“Masih banyak yang bisa membaca tulisan dalam lontar-lontar ini, biasanya mereka anak sastra. Dan orang-orang tua yang bisa membacanya,” ujarnya.

Subak Dinilai Benteng Kebudayaan Bali

Denpasar, Bali - Ketua Pusat Penelitian Subak Universitas Udayana Prof Dr I Wayan Windia menilai sawah dan organisasi pengairan tradisional bidang pertanian (subak) yang diwarisi secara turun temurun menjadi benteng kebudayaan Bali yang merupakan salah satu daya tarik pariwisata Pulau Dewata.

"Jika sawah beralih fungsi dan organisasi pengairan rusak otomatis kebudayaan Bali hancur dan Bali tidak lagi menjadi daya tarik bagi wisatawan," kata Prof Windia yang juga guru besar Fakultas Pertanian Unud di Denpasar, Senin (20/7).

Ia mengatakan, petani Bali dalam beberapa tahun belakangan ini, khususnya di daerah perkotaan lebih tertarik "menanam beton" dibanding memelihara kebudayaannya di sawah.

"Kondisi demikian diperparah, jika dilaksanakan reklamasi di Teluk Benoa, Kabupaten Badung yang berdampak terhadap sawah dan subak di Bali akan semakin habis untuk melayani kaum migran itu," ujar Prof Windia.

Hasil sensus penduduk yang dilaksanakan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali tahun 2010 mencatat bahwa sekitar 62.000 orang migran menetap di Bali setiap tahun.

"Mereka memerlukan pekerjaan, rumah, dan berbagai fasilitas lainnya, seirama dengan sektor pertanian di Bali yang tercekik, maka petani Bali menjadi lebih tertarik untuk membangun rumah kos-kosan di sawahnya," tutur Prof Windia.

Dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Bali tidak boleh menolak dan anti migran, sepanjang mereka mempunyai keahlian, pekerjaan, tidak kriminal, dan mampu beradaptasi dengan kebudyaan Bali. Oleh sebab itu jalan yang paling baik untuk memotong kehadiran kaum migran ke Bali melalui kebijakan pemerintah.

Windia menilai pemerintah harus segera menghentikan (moratorium) pembangunan hotel di Bali, dan mengalihkan pembangunannya untuk turis itu ke Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Banyuwangi (Jawa timur).

Hal itu untuk pemerataan pembangunan nasional dan menghindari desintegrasi bangsa, karena migran datang ke Bali, karena adanya pembangunan sektor pariwisata.

Menurut catatan konsultan Sceto (Perancis), bahwa di Bali cukup dibangun sekitar 24.000 kamar hotel berbintang.

Namun sekarang berdasarkan catatan DPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali di Pulau Dewata terdapat 2.260 hotel kelas bintang dan non bintang dengan kapasitas 56.971 kamar.

Kamar hotel tersebut di luar vila yang keberadaannya kini tersebar hingga ke daerah pelosok perdesaan dan banyak yang belum memiliki izin.

Windia mengingatkan, dari saran konsultan Perancis tersebut kondisi pariwisata di Bali adalah sebuah resiko dari otonomi yang ada pada kabupaten/kota. Oleh sebab itu perjuangan otonomi khusus untuk Bali terhadap beberapa bidang tertentu perlu terus diperjuangkan.

"Kita tak tahu entah kemana bangkai dokumen perjuangan otonomi khusus yang pernah dilakukan DPRD Bali, dengan biaya miliaran rupiah. Seharusnya ada transparansi dan akutabilitas dari kebijakan yang dahulu pernah diramaikan," ujar Prof Windia yang pernah sukses mengawal usulan subak menjadi warisan budaya dunia (WBD) kepada UNESCO.

Bali Lestarikan Tradisi Megibung Ramadhan

Denpasar, Bali - Warga Kampung Islam Kepaon, Kota Denpasar, Bali masih melestarikan tradisi megibung --makan bersama dalam satu nampan. Sebuah tradisi turun-temurun yang dilaksanakan warga Kampung Islam Kepaon tiap pada hari ke-10, 20 dan 30 Ramadhan.

Dalam tradisi ini, warga Kampun Islam Kepaon berdatangan ke Masjid Al Muhajirin jelang waktu berbuka puasa. Mereka berkumpul di teras masjid sembari menunggu datangnya waktu berbuka puasa. Saat waktunya tiba, kolak dan berbagai jajanan pun disajikan sebagai menu buka puasa.

Usai menegakkan shalat Maghrib, tradisi megibung pun dimulai. Warga mulai membentuk kelompok-kelompok yang terdiri dari empat sampai lima orang. Nampan-nampan berisi nasi dan lauk pauk pun dibagikan.

Tak hanya warga setempat, warga dari luar kampung pun turut larut dalam kebersamaan megibung. Soal jenis santapannya, menu megibung cukup beragam. Ada nasi tumpeng dengan berbagai lauk pauk seperti ayam goreng, sayur, telur dan buah-buahan.

Terkadang masakan yang disajikan pun khas Bali. Ada lauk pauk berupa daging cincang, sate plecing, pepes ikan, kacang, dan urap-urap. Dodol dan jaje uli disuguhkan sebagai makanan penutupnya.

Dalam bahasa Bali, megibung berarti makan bersama atau makan dalam satu wadah. Megibung juga bisa diartikan sebagai suatu kegiatan yang dilakukan oleh banyak orang untuk duduk makan bersama, saling berdiskusi dan berbagi pendapat.

Karenanya, tradisi yang ada sejak Muslim masuk ke daerah Kepaon pada 1362 ini mampu mempererat tali persaudaraan warga Kampung Islam Kepaon.

Roro Jonggrang Pentas di Taman Budaya Denpasar

Denpasar, Bali - Pentas tari "Roro Jonggrang" mendapat sambutan hangat pengunjung Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-37 di Taman Budaya (Art Center) Kota Denpasar, Kamis.

"Dentingan instrumen musik dan atraksi tari tradisional dari Yogyakarta ini melibatkan sepuluh seniman Karawitan (penabuh) dan 24 penari," kata Kabid Kesenian Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman, Edi Winarya S.Sn di sela pentas tari klasik tersebut.

Waktu untuk latihan tari Roro Jonggrang, katanya, sangat singkat hanya tiga minggu, namun anggota tim sangat bersemangat untuk tampil maksimal di arena PKB.

Pentas tari Roro Jonggrang ini menceritakan tentang perjuangan Bandung Bondowoso dalam mendapatkan cinta Roro Jonggrang. Seperti dikisahnya Bandung Bondowoso telah berhasil memenuhi permintaan Roro Jonggrang yakni membuat sumur Jalatundho dan Candi yang berjumlah seribu dalam satu malam, namun setelah dihitung Roro Jonggrang, ternyata jumlahnya kurang satu.

Bandung Bondowoso marah karena merasa dibohongi oleh Jonggrang, makan Bandung Bondowoso mengutuk Jongggrang menjadi batu untuk melengkapi candi agar berjumlah seribu.

Masih terkait lakon Roro Jonggrang, tim kesenian Sleman juga menampilkan pagelaran wayang kulit mengangkat perjuangan "Bandung Sang Maheswara" dalam memberantas keangkaramurkaan dan perjuangan cintanya kepada Roro Jonggrang.

Didalam cerita tersebut juga mengandung nilai dan norma yang sangat bermanfaat bagi masyarakat luas, misalnya nilai moral (kita jadi manusia harus bisa mengobral nafsu yang ada pada dirinya), nilai sosial (manusia merupakan makhluk sosial yang harus bisa menghormati dan menghargai serta membantu sesama).

Juga menampilkan tarian "Jaran Kobar" yang artinya pengembaraan dan perjuangan yang ditunjukan pasukan berkuda Prabu Klana Sewandana

Jaran Kobar adalah pengembaran semangat yang ditunjukan oleh pasukan berkuda Prabu Klana Sewandana. Pada waktu itu Prabu Klana Sewandana dari negeri Bantar Angin sedang mencari pujaan hatinya, yaitu Dewa Sekartaji di Kerajaan Sangga Langgit.

Edi Winarya meyatakan puas tim keseniannya bisa tampil maksimal di arena PKB dan mengharapkan Sleman juga bisa memiliki manajemen pementasan yang bagus seperti PKB.

Ida seniman tari yang berasal dari kabupaten Slman ini baru pertama kalinya pentas di Bali, dan kesanya sangat senang bisa tampil di acara besar seperti Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-37.

Membanggakan, Wayang Kulit Bali Pentas di Amerika

Denpasar, Bali - Pengamat dan pelaku seni budaya Bali, Kadek Suartaya mengatakan Pementasan wayang kulit Bali kini sudah biasa dilakukan di Amerika Serikat. Hal itu setelah Maria (60 tahun) dari California melakoni hal tersebut.

"Maria, seorang praktisi teater terampil mementaskan wayang kulit Bali setelah cukup lama belajar mendalang pada I Wayan Nartha (73) di Sukawati, Gianyar." kata Suartaya yang juga dosen Fakultas Seni Pertunjukkan Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, Ahad (3/5).

Ia mengatakan, Maria kini sering mementaskan wayang kulit Bali di negerinya Amerika Serikat. Sebelumnya, seorang sutradara film Larry Reed, yang memperdalam seni pakaliran pada I Rajeg di Tunjuk, Tabanan, dan telah terbiasa menyuguhkan pertunjukan wayang kulit.

"Maria dan Larry sering tampil dalam pementasan wayang kulit Bali di sekitar Los Angeles," ujar Suartaya yang sempat menyaksikan kedua seniman asing itu membawakan pertunjukkan wayang kulit.

Wayang kulit Bali mendapat apresiasi di negeri multiras itu karena dalang terkenal Bali I Wayan Wija (62) beberapa kali mendapat undangan pentas dan workshop di AS.

Wija bersama para penabuhnya tampil dalam pementasan wayang klasik, dan secara perorangan juga beberapa kali diundang seniman teater setempat untuk berinteraksi estetik dalam suatu kolaborasi, menggarap seni inovatif.

Maria yang hampir setiap tahun datang ke Bali untuk mengasah ilmu pedalangannya menggunakan bahasa Inggris untuk tokoh-tokoh punakawan seperti Malen, Merdah, Delem dan Sangut.

Sedang tokoh-tokoh yang lainnya, baik saat dialog maupun monolog, dalang perempuan ini tetap menggunakan bahasa Kawi. Maria mengatakan pemakaian bahasa Jawa Kuno ini agar wayang kulit Bali tetap menunjukkan identitasnya.

-

Arsip Blog

Recent Posts