Warga Jembrana Gelar Pacuan Kerbau

Jembrana, Bali - Warga Desa Tuwed, Kabupaten Jembrana, Bali, menggelar pacuan kerbau atau Makepung untuk memperebutkan Piala Bupati, Minggu.

Lomba itu dimenangkan Tim Ijo Gading Barat yang mengumpulkan nilai 39 atau mengalahkan lawan bebuyutannya, Tim Ijo Gading Timur, yang hanya mengoleksi nilai 21.

Keberhasilan Ijo Gading Barat itu sekaligus membalas kekalahan mereka dalam Kejuaraan Makepung tahun lalu.

Dalam pacuan itu, sepasang kerbau menarik sejenis gerobak kecil dengan joki untuk diadu dengan pasangan kerbau lainnya.

Berbeda dengan Kerapan Sapi di Madura, Jawa Timur, Makepung mempunyai aturan yang agak unik. Pemenang Makepung bukan hanya ditentukan dari siapa atau pasangan kerbau mana yang berhasil mencapai garis finis pertama kali, melainkan juga dari jarak antarpeserta yang sedang bertanding.

Peserta akan dianggap sebagai pemenang bila menjadi yang terdepan saat mencapai finis dan mampu menjaga jarak dengan peserta di belakangnya, sejauh 10 meter.

Namun, bila pasangan kerbau yang berada di belakang bisa mempersempit jarak dengan peserta di depannya, menjadi kurang dari 10 meter, maka pasangan kerbau yang di belakang itulah yang akan keluar sebagai pemenang. Perlombaan diselesaikan dalam hitungan delapan sampai sepuluh menit dalam setiap "race".

Penggemar dan peserta Makepung di Jembrana terbagi menjadi dua kelompok yang dikenal dengan nama Blok Barat dan Blok Timur.

Pembagian blok ini berdasarkan aliran Sungai Ijo Gading yang membelah ibukota Kabupaten Jembrana. Kedua blok akan bertemu dalam perlombaan resmi setiap dua minggu sekali. Dan, masing-masing blok mempunyai sirkuit sendiri yang kerap digunakan sebagai lokasi berlatih ataupun lomba yang bersifat resmi.

Lomba Makepung menjadi agenda tahunan bagi warga Desa Tuwed, Kecamatan Melaya. Bupati Jembrana Putu Artha menganggap ajang tersebut menjadi alternatif tambahan pendapatan bagi warga yang memelihara kerbau untuk pacuan.

"Saya berharapa, budaya atau pacuan makepung ini bisa memberikan konstribusi ekonomi bagi peternak kerbau," katanya.

Ketua Sekaa Makepung Jembrana, I Made Mara, mengungkapkan bahwa harga sepadang kerbau bisa mencapai Rp30 juta hingga Rp60 juta.

Menurut dia, harga tersebut bisa lebih tinggi jika pasangan kerbau kerap menjadi juara Makepung.

"Kalau dihitung setiap lomba makepung seperti ini, total harga seluruh kerbau yang ikut bisa mencapai miliaran rupiah sebab lomba sekarang diikuti 249 pasang kerbau," katanya.

Aceh Gelar Festival Seudati 2012

Jakarta - Festival Seudati 2012 yang akan digelar di Kabupaten Bireuen Provinci Aceh ditargetkan mampu mempromosikan wisata dan budaya Aceh.

"Kami harapkan ’event’ ini tidak hanya mampu mempromosikan pariwisata Aceh tetapi juga budaya masyarakat setempat di level yang lebih luas terutama kawasan ASEAN," kata Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar di Jakarta, Sabtu malam, dalam peluncuran Festival Tari Seudati Aceh 2012.

Pihaknya berharap, festival yang direncanakan digelar pada September atau Oktober 2012 tersebut akan menjadi awal promosi yang baik untuk pelaksanaan program Visit Aceh 2013.

Seudati dipilih sebagai festival, kata dia, lantaran keunikan, kekhasan, dan potensinya sebagai salah satu produk budaya masyarakat Aceh.

"Dan ini ’event’ ini mendapatkan respons yang positif dari masyarakat Aceh sehingga diharapkan bisa memberikan dampak yang baik pula bagi masyarakat," katanya.

Direktur Promosi Pariwisata Dalam Negeri Kemenparekraf M. Faried mengatakan, pihaknya memberikan dukungan penuh terhadap acara tersebut.

"Dana untuk penyelenggaraan acara ini didukung penuh oleh APBN 2012 senilai hampir satu miliar rupiah," katanya.

Untuk menjadi event tahunan, pihaknya meminta mulai tahun depan harus ada keikutsertaan pemerintah daerah setempat untuk mendanai pelaksanaan festival.

Bupati Bireuen H. Ruslan M. Daud mengatakan, pelaksanaan Festival Seudati 2012 menjadi memomentum yang berharga di tengah maraknya klaim pihak asing terhadap budaya Indonesia.

Ia berharap, dengan semakin banyaknya festival serupa tidak ada lagi isu klaim yang mencuat atas budaya Indonesia sebagai warisan budaya bangsa lain.

"Selain itu kami juga merasa bangga atas perhatian pemerintah dalam memperkenalkan Tari Seudati secara luas dan menjadikannya sebagai ’event’ nasional. Kami berharap ini juga akan terus merambah menjadi ’event’ internasional," katanya.

Sektor pariwisata di Aceh selama ini memberikan kontribusi yang besar terhadap pendapatan asli daerah.

Jumlah wisatawan mancanegara ke Aceh pada 2011 tercatat sebanyak 29.500 orang, sementara jumlah mbilisasi wisatawan nusantara ke Aceh pada tahun yang sama mencapai 959.000 orang.

Pihaknya berharap, penyelenggaraan berbagai festival menjelang maupun selama program Visit Aceh 2013 termasuk Festival Seudati 2012 mampu mendongkrak jumlah wisatawan ke Aceh hingga mencapai lebih dari 20 persen.

Ternate Gelar Festival Ela-ela

Ternate, Malut - Pemerintah Kota Ternate, Maluku Utara, bersama Kesultanan Ternate akan menggelar Festival Ela-ela menyambut malam Lailatul Qadar sekaligus HUT Kemerdekaan RI Tahun 2012 pada 15 Agustus 2012.

"Penyelenggaraan Festival Ela-ela tersebut juga dalam upaya melestarikan tradisi masyarakat Ternate yang sejak dulu selalu menggelar ritual ela-ela untuk menyambut Lailatul Qadar," kata Kabag Humas dan Protokoler Pemkot Ternate Thamrin Marsaoli di Ternate, Rabu,

Festival yang telah menjadi kegiatan tetap Pemkot Ternate dan Kesultanan Ternate setiap Ramadan tersebut, akan digelar pada 15 Agustus 2012 atau malam 27 Ramadan yang oleh masyarakat Ternate itu sejak dulu diyakini sebagai malam turunnya Al-Quran (Lailatul Qadar).

Thamrin mengatakan, festival tersebut akan diawali dengan ritual pembakaran obor oleh Wali Kota Ternate, Burhan Abdurrahman dan Sultan Ternate Mudhafar Sjah di Kedaton Kesultanan Ternate, yang akan disaksikan masyarakat, baik dari masyarakat adat dan masyarakat umum lainnya di daerah ini.

Obor merupakan salah satu komponen utama dalam setiap penyelenggaraan ritual ela-ela. Obor ini selain bahan bakarnya dari minyak tanah, juga ada yang dari bahan damar yang dipasang pada batang pisang.

"Festival Ela-ela tersebut akan diisi pula dengan kegiatan lomba ela-ela antar kelurahan. Dalam lomba ini yang menjadi fokus penilaian adalah keindahan dan semaraknya obor yang dipasang warga disetiap kelurahan," katanya.

Khusus dari lingkungan Kedaton Kesultanan Ternate, akan mengisi Festival Ela-ela itu dengan sejumlah ritual, seperti menurunkan pasukan obor untuk mengawal Sultan Ternate yang akan pergi melaksanakan salat tarwih di Kedaton Kesultanan Ternate.

Sementara itu, salah seorang perangkat Kesultanan Ternate, Suratman menjelaskan, masyarakat Ternate sejak dulu menggelar ritual ela-ela pada setiap malam 27 Ramadan sebagai ungkapan kegembiraan masyarakat atas turunnya lailatul qadar.

Pada ritual ela-ela itu seluruh wilayah di Ternate diterangi dengan obor sebagai simbolisasi bahwa masyarakat setempat siap menyambut turunnya lailatul qadar, begitu pula pembakaran damar selain untuk penerangan, juga untuk menyebarkan aroma wangi di sekitarnya.

Buat Video Mesum, ABG Kini Hamil 6 Bulan

Natuna - Entah apa yang dipikirkan oleh BA (26) dan CA (18) yang melakukan adegan ranjang di suatu penginapan di Bunguran, Natuna kemudian menyuruh si RI mendokumentasikannya. Tanpa disadari dan belum diketahui bagaimana prosesnya, sehingga video mesum antara BA dan CA itu tersebar ke masyarakat.

Masyarakat pun mengadukan keberatan dan melaporkan ke polisi karena adegan mesum itu beredar melalui handphone. Dan polisi langsung memanggil pelakunya yaitu CA dan BA untuk dimintai keterangan.

RI yang masih di bawah umur mengaku polos bahwa saat itu dia baru keluar dari kamar mandi kemudian disuruh merekam adegan ranjang. Dan tidak mengetahui bagaimana video itu bisa menyebar ke masyarakat. Dia hanya berpikir, adegan ini hanya untuk konsumsi pribadi.

Belakangan diketahui, CA adalah seorang mantan penyiar radio swasta yang kini sedang hamil 6 bulan. Sedangkan BA adalah honorer di sebuah kantor kelurahan di Natuna. CA kini tinggal di Bunguran Timur Laut. Kapolres Natuna AKBP Febriyanto Wachidin belum bisa memberi jawaban terkait hal tersebut.

Belum diketahui apa motivasi penyebaran video tersebut, kapan dilakukan adegan ranjang dan siapa yang pertama kali menyebarkan ke handphone lainnya.

Beredar, Video Mesum ''Dawarblandong Bergoyang"

Mojokerto - Di tengah masyarakat tenggah menjalankan ibadah puasa, video mesum kembali menggegerkan masyarakat di Kabupaten Mojokerto. Diduga dalam video berjudul "Dawarblandong Bergoyang" ini, salah satu pemerannya adalah salah satu pelajar di Kabupaten Mojokerto.

Dalam video berdurasi 7,38 menit tersebut, dimulai dengan adengan ciuman dan dilanjutkan dengan hubungan layaknya suami istri. Pemeran perempuan dalam video tersebut terlihat menggunakan jaket warna merah dengan bawahan rok pendek warna abu-abu.

Sementara pemeran laki-laki hanya terlihat menggunakan jaket warna hitam. Diduga video diambil dengan handphone milik salah satu pemeran dan diambil oleh pemeran laki-laki. Video sendiri, diambil saat siang hari dengan terlihat cahaya sinar matahari saat video diambil dari sisi bawah.

Tak hanya itu, keduanya cukup berani dalam beradegan layaknya suami istri. Pasalnya jelas terlihat, dilakukan di ruang terbuka pada sebuah bangunan layaknya gedung sekolah. Pemeran perempuan tampak memakai dua penjepi rambut warna ungu kemerahan di sisi kiri kepalanya, sementara rambutnya diikat di bagian bawah.

Salah satu warga, Sutris (35) mengaku kaget dengan beredarnya video tersebut. "Sudah ada sekitar satu minggu lebih, awalnya saya sendiri tidak tahu tapi lama-kelamaan banyak yang memiliki video ini jadi saya penasaran. Saya sendiri tidak tahu, awalnya dari mana," ungkapnya, Kamis (9/8/2012) tadi sore. [beritajatim.com]

Andrea Hirata Satu Panel dengan Peraih Pulitzer

Jakarta - Penulis novel "Laskar Pelangi", Andrea Hirata mendapat kesempatan satu panel dengan peraih penghargaan Pulitzer, Katherine Boo dalam diskusi sastra di Byron Bay Writers Festival, Australia, baru-baru ini.

"Selain dengan Katherine Boo juga saya mendapat kesempatan diskusi dengan penulis buku hebat Schindler‘s List, Tom Keneally," ujar Andrea kepada ANTARA di Jakarta, Sabtu.

Byron Bay Writers Festival merupakan festival penulis tahunan yang diselenggarakan 3-5 Agustus 2012.

Andrea pernah diundang dalam beberapa festival buku di Australia, tapi baginya festival kali ini berbeda karena pembaca buku Australia mulai mengenal Laskar Pelangi. Diskusi novel itu menjadi lebih menarik.

Publik Australia memberi sambutan hangat kepada novel pertamanya itu. Andrea mengaku terkejut ternyata banyak sekali warga Australia yang telah membaca novel inspiratif itu.

Bahkan dalam sesi diskusi, lebih dari seribu peserta menghadirinya. Padahal novel itu adalah versi lama yang diterbitkan Bentang Pustaka.

"Sepertinya para penggemar Rainbow Troops di Australia sudah tidak sabar menunggu versi baru novel itu yang diterbitkan oleh penerbit terkemuka Australia yaitu Random House Australia pada Januari 2013."

Menurut rencana, Random House akan mendistribusikan novel itu di Australia dan Selandia Baru.

Kontrak dengan Random House, kata Andrea, menambah daftar negara yang akan menerbitkan Laskar Pelangi menjadi 23 negara. Novel itu sedang diterjemahkan ke lebih dari 30 bahasa.

Andrea mengaku optimistis akan masa depan dunia buku Tanah Air bisa bersaing di dunia internasional. Dia juga beryang sudah dirintisnya itu bisa menjadi permulaan bagi karya sastra Indonesia lainnya untuk merambah pembaca dunia.

-

Arsip Blog

Recent Posts