Prostitusi anak bukti kesiapan biologis tak dibarengi kematangan moral

Lagi, praktik prostitusi di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan diungkap. Tak sekali dua kali, pengungkapan ini merupakan kali kelima yang terjadi di sana.

Malah, segelintir pihak menduga praktik prostitusi tumbuh subur di apartemen kelas menengah tersebut.

Ironisnya, bisnis lendir yang diungkap polisi kali ini melibatkan anak dibawah umur. Baik pelanggan maupun perempuan 'panggilan' nya tergolong Anak Baru Gede (ABG).

"Dua anak laki-laki juga kami amankan 31 Juli di TKP. Mereka calon pelanggan," kata Wadirkrimum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary Syam Indardi di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (8/8).

Menurut Ade, ada 32 pekerja seks komersial yang diamankan. Lima di antaranya merupakan anak di bawah umur. "Sudah bekerja kurang lebih dua tahun. Usianya 16 sampai 18 tahun," jelas dia.

Mencermati fakta tersebut, Ahli Psikologi Forensik Reza Indragiri menilai praktik itu membuktikan kematangan biologis dan seksual tiak dibarengi psikis dan moral.

"Yang kita bahas adalah anak-anak berusia puber sampai remaja, tentu bisa dipahami bahwa pada diri mereka sudah ada ketertarikan seksual," ujar Reza kepada merdeka.com.

"Tapi kita sedang berhadapan dengan kenyataan bahwa anak-anak sekarang matang lebih cepat daripada sebelumnya. Matang biologis dan seksual. Kematangan itu, sayangnya, tidak disertai kematangan psikis apalagi moral," tegasnya.

Alhasil, lanjut Reza, muncullah perilaku-perilaku pemuasan dorongan seksual lewat cara yang tidak bertanggung jawab.

"Eskalasi dorongan seksual hanya bisa diimbangi oleh instrumen pemuasan yang bobotnya juga bereskalasi. Hari ini, lebih dari sekedar stensilan. Audio visual pun sudah jauh lebih bisa diakses ketimbang BF (blue film) di masa silam," ungkapnya.

Sementara itu Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi mendesak para penghuni apartemen manapun untuk mendirikan Seksi Perlindungan Anak tingkat RT (SPART) atau sejenisnya.

"Sebagai gugus terdekat dengan masyarakat dalam rangka menumbuhkan ketangguhan perlindungan bagi anak-anak setempat. Sebagaimana SPART yang sudah didirikan di sejumlah daerah, LPAI siap menyosialisasi SPART ke seluruh warga penghuni apartemen khususnya wilayah DKI Jakarta." [rhm]

Sumber: https://www.merdeka.com
-

Arsip Blog

Recent Posts