Tampilkan postingan dengan label Batam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Batam. Tampilkan semua postingan

Aksara Melayu Perlahan Menghilang dari Ingatan Generasi Milenial di Batam

Batam - Transformasi bahasa Melayu menjadi Bahasa Nasional Indonesia melalui Sumpah Pemuda (28/10/1928) mengalami pergeseran.

Pakar Bahasa dan Budayawan Provinsi Riau Abdul Malik mengatakan, bagi penutur bahasa Melayu, gejala itu tidak terlalu mengkhawatirkan karena bahasa Indonesia adalah bahasa Melayu baku.

"Dengan kata lain, bahasa Melayu juga bahasa Indonesia. Yang sedikit berbeda hanya dialek atau subdialeknya saja, " kata dia Kepada Liputan6.com, Jumat 26 Oktober 2018.

Ada yang mulai terlupakan dari generasi sekarang yaitu dari penulisan huruf atau aksara Melayu yang sudah jarang digunakan.

Seperti halnya di provinsi Kepri, Batam sama persis dengan Jakarta dengan Betawinya. Banyak pendatang kemudian warganya menikah antarsuku. Di mana pun di Indonesia, kalau orang tuanya menikah antar suku, anak - anak diajarkan berkomunikasi dalam bahasa Indonesia itu sudah umum.

Untuk identitasnya, Bahasa Ibu di Provinsi Kepri tidak mengkhawatirkan namun hanya dari konteks tulisan (Aksara ) seolah sudah tidak terlihat dikalangan masyarakat.

Untuk itu Pemerintah Daerah harus lebih berperan dalam membuat kebijakan terkait pengenalan aksara melayu.

"Memang harus lebih diintensifkan. Jangan asal ada saja mata pelajarannya. Juga di luar atau di dalam masyarakat mesti ada media yang menggunakan Arab-Melayu," terang Dosen Bahasa Indonesia Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjung Pinang itu.

Jika tidak, para pelajar tak dapat menggunakan hasil belajar mereka. Pengajaran jadi tak fungsional.

Perkembangan bahasa melayu setiap zaman mengalami perubahan. Dan perubahan tersebut didasari oleh akulturasi budaya.

"Serapan dalam Bahasa melayu merupakan entinitas Perkembangan Bahasa Indonesia menjadi pondasi berdirinya sebuah Bangsa yang besar di negeri Nusantara," ungkapnya.

Dewan Penasehat Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Batam Amsakar Achmad mengatakan, bahasa dan penulisan Melayu sudah diterapkan di Batam.

"Pembelajaran Hurup Jawi (Aksara Melayu) sudah di terapkan dalam muatan lokal. Seperti halnya saya di rumah tetap menggunakan bahasa Ibu," kata Wakil Walikota Batam itu.

Ia menjelaskan, kondisi bahasa Melayu sebagai bahasa Ibu di Kepri memiliki keragaman untuk setiap wilayah. Seperti Batam, Karimun,Lingga, dan kawasan lain di Kepulauan Riau.

Seperti halnya kata Kamu di Karimun Mike, di Pinang Batam Engkau atau Seorang

Ia mengakui dinamika perubahaan bahasa tidak bisa dipungkiri.

Sementara, khusus untuk pemerintah kota Batam bersama Lembaga Adat Melayu dan DPRD tengah menggodog Ranperda (Rancangan Peraturan Daerah) Pemajuan Budaya Melayu.

"Ranperda tersebut sedang di bahas di DPRD," kata Amsakar.

Perda ini mengatur 12 objek pemajuan kebudayaan melayu, seperti tradisi lisan, manuskrip, cagar budaya, adat istiadat, ritus, pengetahuan tradisional, seni bahasa, permainan rakyat, dan olahraga tradisional.

Lebih lanjut, kata dia, sebenarnya identitas Melayu di Batam sudah dibangun sejak dulu oleh masyarakat. Seperti Tugu tepak sirih dan Tugu gurindam 12. Namun sudah pada usang sekarang dan sebagian sudah hilang.

Sumber: https://www.liputan6.com

Jembatan Barelang dan Pantai Mangrove Magnet Wisata Batam

BATAM adalah kota yang memiliki lokasi sangat strategis, letaknya di tengah jalur pelayaran dan dekat dengan Negara Malaysia dan Singapura. Nah, selain lokasi yang menguntungkan, Batam pun memiliki bermacam destinasi wisata yang lengkap.

#PesonaDestinasiLebaran2018 Batam sangat menarik untuk dikunjungi di libur Lebaran. Berikut ulasannya :

Lantas destinasi apa saja yang bisa dikunjungi di Batam? Berikut ulasan #10TopDestinasiLebaran2018Batam.


1. Jembatan Barelang

Tempat wisata di Batam yang pertama adalah Jembatan Barelang. Jembatan Barelang merupakan jembatan yang merupakan ikon dari kota Batam. Jembatan ini menghubungkan beberapa pulau, yaitu Pulau Batam, Rempang, dan Galang. Tujuan pembangunan jembatan ini adalah agar industri jadi lebih maju.

Jembatan ini sering juga disebut Jembatan Habibie karena beliau adalah orang yang merencanakan pembangunan jembatan pada tahun 1992. Jadi jika anda berkunjung ke Batam, wajib mengunjungi Jembatan Barelang ini.

Selain panorama sekeliling yang indah, lautan biru, dengan kapal-kapal di bawahnya dan juga terdapat banyak penjaja makanan di sekitar jembatan tersebut. Diantaranya adalah jagung bakar, rujak, sampai dengan kuliner bakso pun tersedia.

Paling enak berkunjung kemari menjelang sore karena tidak terlalu panas. Dan lebih baik bawa camilan sendiri saja, jadi tak usah mencari-cari makanan lagi sesampai di sana. Duduk di Jembatan Barelang sambil merasakan hembusan angin yang sepoi-sepoi dan panorama yang cantik. Menyenangkan dan jadi pengalaman yang tak terlupakan.


2. Pantai Marina

Pantai ini adalah salah satu destinasi wisata di Batam yang populer. Pantai Marina tak hanya berfungsi sebagai kawasan wisata saja melainkan juga pelabuhan kapal ferry. Pantainya menawan dengan taman hijau yang dapat dipakai sebagai arena permainan anak-anak.

Di sekeliling Pantai Marina terdapat banyak penjual makanan dan minuman jadi tidak perlu membawa bekal dari rumah. Selain itu jika ingin menginap, tersedia hotel dengan harga murah sampai kelas kakap yang bisa dipilih di sekitar Pantai Marina.

Tempat ini sangat pas untuk pilihan wisata bersama keluarga. Harga tiket dipatok Rp 6000,- dewasa dan Rp 3000 untuk anak-anak.

3. Pasar Mangrove Batam

Pasar Mangrove yang berada di Kampung Terih, Nongsa Batam adalah salah satu destinasi digital di Batam. Lokasinya dijamin keren. Spotnya ada Desa Wisata Kampung Terih di Nongsa, Batam, Kepulauan Riau. Atraksi, kuliner dan kerajinan tangan khas Melayu tersajikan di sini.

Sementara itu, bagi wisatawan yang ingin bermain air laut, dapat langsung mandi ke pantai Kampung Terih. Viewnya, mengatah langsung ke Batam Centre dan Singapura. Spot fotonya banyak.

Klimaksnya, ada panorama sunset keren yang bisa diabadikan lewat gadget dan kamera. Ini adalah Momen sunset terbaik di Batam. Matahari akan tenggelam di depan pantai dengan background Batam Center.

4. Pantai Melur

Salah satu tempat wisata di Batam yang juga tak kalah terkenal adalah Pantai Melur. Pantai ini memiliki panorama yang indah, hamparan pasir putih membentang, pepohonan di sekelilingnya, juga air laut biru jernih. Semuanya ada di sini.

Sekarang juga ada wahana permainan air seperti banana boat yang ditawarkan di Pantai Melur. Ombaknya yang tenang dengan angin semilir menciptakan suasana damai dan rileks. Jadi bagi yang ingin menenangkan pikiran dan tubuh, bisa datang kemari.

5. Pantai Nongsa

Lokasi pantai ini ada di arah timur laut Batam. Nongsa merupakan salah satu kecamatan yang ada di Batam dan terkenal memiliki pantai yang indah bernama Pantai Nongsa. Butuh waktu kurang lebih 15 menit dari bandara untuk mencapai pantai ini.

Di Pantai Nongsa kita bisa bermain-main dengan ombak yang kecil dan menyusuri pasir putih yang luas. Keunikan pantai ini adalah kita bisa melihat dari tepi pantai Negara Singapura dengan jelas. Pantai ini indah sekali di malam hari.

Di sekitar pantai ada banyak penginapan dan hotel bertaraf internasional. Jadi bagi yang ingin lebih lama tinggal, bisa memilih hotel yang sesuai selera anda.

"Batam itu sangat eksotis. Viewnya keren. Kuliner oke. Budaya masyarakatnya juga khas dan kaya. Batam sangat ideal untuk menikmati libur Ramadan dan Lebaran. #PesonaMudik2018 akan semakin pas dengan berlibur di Batam," ungkap Menpar Arief Yahya sebagaimana keterangan persnya.


6. Kampung Vietnam

Kampung Vietnam letaknya di Pulau Galang dan tidak ada penghuninya. Pasalnya ini adalah kampung bekas para pengungsi Vietnam dahulu tinggal. Para pengungsi Vietnam yang sering disebut dengan manusia perahu dulu pernah mengungsi di Pulau Galang dikarenakan konflik internal. Nah, pemerintah hanya mengijinkan para pengungsi untuk tinggal sementara saja.

Satu per satu dari mereka dipulangkan ke asalnya dan sekarang tak ada lagi penghuni di sini. Walaupun sudah merupakan kampung kosong, tempat ini selalu ramai pengunjung karena daerah dan tempat yang ada di sana masih sama seperti dahulu dan belum ada yang berubah termasuk juga peninggalan para pengungsi.

7. Bukit Senyum

Salah satu kawasan perbukitan di Batam ini menarik untuk tempat nongkrong bersama kawan-kawan. Bukit Senyum sangatlah indah dan memiliki daya tarik tersendiri. Salah satunya adalah kita dapat melihat kota Singapura dari sini dan melihat aktivitas penerbangan atau pesawat yang datang-pergi dari Changi.

Bukit Senyum sangat cocok dikunjungi malam hari karena Singapura sangat indah waktu malam. Dan paling ramai kunjungan saat tahun baru. Selain menyalakan kembang api sendiri, kita pun dapat melihat gemerlap dan keindahan kembang api di kota Batam dan Singapura.


8. Pantai Tanjung Bemban

Pantai Tanjung Bemban berlokasi di Kampung Tua Tanjung Bemban, dekat dengan Batu Besar. Nah, pantai ini mulai dikelola dengan serius. Pantainya berpasir putih kecokelatan dengan ombak kecil. Kita bisa melihat banyak kapal dari tepian pantai.

Kalau air laut tengah surut, kita dapat menonton orang mencari gonggong (sejenis siput laut khas Kepri). Kalau hari-hari biasa, pantai ini sepi. Jadi orang-orang sekitar dapat masuk dengan gratis. Namun kalau hari libur, akan ada penjaga tiket di depan gerbang Tanjung Bemban. Anak-anak pasti suka main di sini.

Untuk kuliner, jarang kita temukan di sini. Tetapi kalau jajanan dan makanan keliling akan banyak lewat Tanjung Bemban. Ada panggung dan aula yang disewakan untuk berbagai acara. Dan saung-saung pun banyak disewakan. Kalau anda berdompet tipis bahkan bolong, bisa rekreasi gratis kemari pada hari biasa (bukan weekend atau liburan).

9. Pantai Melayu

Tempat wisata di batam berikutnya adalah pantai melayu. Pantai Melayu atau dikenal warga dengan sebutan Pantai Kampung Melayu sangat pas dijadikan tempat wisata keluarga. Ombaknya yang kecil, tidak berbahaya bagi anak-anak yang hendak berenang.

Banyak pepohonan yang membuat suasana pantai jadi teduh. Di sepanjang pantai banyak penjaja makanan dan minuman, jadi jangan khawatir akan kelaparan. Untuk tiket cukup dengan harga Rp 5000,- sudah bisa menikmati wisata pantai di sini.

Untuk datang ke pantai ini jangan lupa menlengkapi segala peralatan yang dibutuhkan ketika berlibur ke pantai. Terutama membawa baju ganti apabila berniat untuk berenang di pantai.

Ombak yang tak begitu besar menjadi sangat aman bagi pengunjung untuk berenang di pantai melayu ini. Untuk itu wisatawan sebelumnya diminta melengkapi apa-apa saja persiapan untuk liburan ke pantai agar liburan menjadi lebih lancar dan menyenangkan.

10. Engku Putri

Lapangan di dekat Mega Mall ini banyak digunakan untuk bersantai bersama keluarga di sore hari. Kalau minggu pagi banyak yang olahraga atau senam di sini. Engku Putri Termasuk bersih dan indah.

Dengan beberapa fasilitas penunjang seperti lapangan basket, dan area permainan skate board juga area bermain anak. Masuknya gratis, kok. Engku putri ini sangat cocok bagi liburan anak-anak muda untuk mengisi waktu luang mereka. Terutama pada saat sore hari kawasan ini akan sangat ramai pengunjung dan pada saat musim liburan anak sekolah. (*)

Sumber: http://krjogja.com

Tiga Kampung Tua Jadi Perhatian Pemko Batam

Tiga Kampung tua di Nongsa akan mendapatkan perhatian dari Pemko Batam. Pengembangan kampung tua ini, agar dapat menarik wistawan mancanegara lebih banyak lagi. Tiga kampung tua yang mendapatkan perhatian itu yakni

Kampung Tua Terih,
Nongsa Pantai dan
Melayu.
“Di Kampung tua etnik melayu terasa lebih kental. Nantinya tidak tiga kampung tua ini saja. Tapi juga kampung tua yang lainnya,” kata Kepala Dinas Parawisata Batam, Pebrialin, Sabtu (3/2).

Ia mengatakan pihaknya sedang menghitung kampung tua yang memiliki potensi, untuk bisa dijual sebagai destinasi wisata bagi turis. Pebrialin menuturkan masuknya turis-turis ke kampung tua, dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang berada disana.

“Wisatawan itu ingin melihat sesuatu yang berbau etnik dan unik. Dan di kampung tua semuanya ada,” ucapnya.

Semua ini, kata Pebrialin tidak akan terlaksana dengan baik. Bila semua masyarakat tidak mendukung penuh program turis masuk ke kampung tua.

“Masyarakat haruslah menciptakan lingkungan yang bersih, aman. Bisa dibilang, masyarakat memiliki peranan penting juga menarik para turis ini,” tuturnya.

Apakah Pemko Batam sudah menginstruksikan ke kampung tua yang jadi pilot project Pemko Batam? Pebrialin mengatakan pihaknya masih terbentur beberapa permasalahan. Tapi untuk sekedar himbauan, kata Pebrialin pihaknya sudah melakukan.

“Kami masih menunggu Ranperda budaya melayu. Dengan adanya Perda ini, kami bisa menonjolkan budaya melayu. Tidak hanya di Kampung Tua, tapi diseluruh daerah di Batam,” ujarnya.

Pebrialin menyadari bahwa budaya melayu bisa menjadi magnet bagi para wisatawan asing.

“Kami ingin di Hotel, tempat masuknya para turis ada khas melayunya. Memutar musik melayu, tiap restoran menyediakan makanan melayu,” ungkapnya.

Selain meningkatkan wisata budaya. Pebrialin juga mengatakan pihaknya akan menambah jumlah destinasi wisata.

“Tapi lebih bersifat ruang publik. Kami mendorong pihak swasta juga, agar membuat ruang publik ini,” tuturnya.

Pebrialin mengatakan akan merangkul seluruh stakeholder yang ada di Batam, agar saling bersinergi. Sehingga pariwisata Batam menjadi lebih baik.

“Termasuk dengan BP Batam juga,” ucapnya.

Atraksi juga menjadi salah satu perhatian Pemko Batam. Pebrialian menyebutkan ada 58 even yang akan diadakan sepanjang tahun ini.

“Tapi jumlah ini akan terus bertambah. Mungkin lebih dari 60 even, semoga ini dapat mendongkrak pariwisata Batam. Target kami tahun ini 1,8 juta orang,” pungkasnya. (ska)

Sumber: https://batampos.co.id

Festival Kampung Tua Tanjung Uma - Berawal dari Keprihatinan Minimnya Ruang untuk Budaya Melayu

BATAM - Ketua Gema, salah satu penggagas kegiatan Festival Kampung Tua Tanjung Uma, Zulkifli Ismail mengaku kegiatan ini bermula dari ketidaksengajaan sejumlah pemuda yang ketika itu sedang berkumpul untuk kegiatan gotong-royong.

Obrolan kemudian berlanjut hingga seorang pemuda menceritakan keprihatinannya atas minimnya ruang memperkenalkan budaya Melayu.

"Awalnya kita itu sambil ngopi-ngopi langsung kita ajak bersama-sama menyusun kegiatan ini, alhamdulilah berjalan lancar," ujarnya kepada Tribun, Minggu (28/1/2018).

Kemudian mereka yang tergabung dalam organisasi Pemuda Peduli Tanjung Uma (PPTU) berencana membuat acara tersebut.

Berisi beberapa kegiatan seperti festival kuliner yang menyajikan makanan khas masyarakat pesisir, pameran pusaka Melayu seperti keris, Tanjak (pengikat kepala untuk orang laki-laki) dan beberapa benda lainnya, pameran produk-produk buatan kreatif masyarakat, dan pertunjukkan kesenian.

Bahkan diisi artis Internasional yang berasal dari Malaysia.

Pantauan Tribun hari puncak dari rangkaian Festival Kampung tua di Kampung Tua Tanjung Uma Sabtu (27/1) kemarin malam berlangsung meriah.

Bukan hanya itu, acara ini dihadiri tokoh adat, tokoh pemerintahan, tokoh politik, dan masyarakat yang memenuhi area acara, malam puncak festival ini menyajikan beragam atraksi kebudayaan, mulai dari tari khas masyarakat melayu, beragam pernak pernik yang memiliki nilai sejarah, dan sajian adat budaya lainnya.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad yang hadir dalam acara puncak festival Kampung Tua ini mengakui ide dilaksanakannya kegiatan ini cukup baik.

Dengan peragaan rangkaian kegiatan budaya ini, Batam sebagai kota yang akan berhaluan ke dunia pariwisata menjadi lebih berwarna.

Dalam hal ini berharap nantinya kegiatan kebudayaan ini akan menjadi agenda tahunan yang kemasannya ramah untuk wisatawan.

Dengan begitu pemerintah bisa terlibat lebih jauh untuk menjadikan agenda festival Kampung Tua ini menjadi salah satu keunikan pariwisata di Batam.

"Ide yang bagus, saya sudah ajak kepala dinas pariwisata ke sini supaya bisa dimasukkan ke dalam kalender event pariwisata,"ujar Amsakar.(rus)

Sumber: http://batam.tribunnews.com

Peruntukan Hutan Lindung di Batam Berkurang 45 Persen

Batam― Luas peruntukan kawasan hutan lindung di Kota Batam yang tercantum dalam Peraturan Daerah Rancangan Tata Ruang Wilayah (Perda RTRW) 2004 berkurang 45 persen dibandingkan Perda RTRW 2001 dari 15.982,06 hektare menjadi 8.797,51 Ha. Anggota DPRD Batam Muhammad Zilzal di Batam, Rabu (7/5), mengatakan, hampir separuh peruntukan hutan lindung telah diubah menjadi berbagai jenis pemanfaatan lahan, seperti kawasan perdagangan dan jasa.

"Di antaranya Dam Baloi," katanya. Selain hutan lindung, luas hutan wisata juga berkurang dari 1.403,59 ha pada RTRW 2001-2011 menjadi 975,32 ha pada RTRW 2004-2014. Sebenarnya, menurut Zilzal, RTRW merupakan perencanaan pembangunan wilayah pemerintah selama 10 tahun. Namun, pada perjalanan diubah untuk penyesuaian pembangunan. Perda RTRW diajukan pemerintah ke DPRD seusai mengkaji bersama Otorita Batam.

Sementara itu, Kepala Biro Humas dan Pemasaran OB, Rusliden Hutagaol mengatakan pengalihfungsian lahan hutan lindung berdasarkan saran konsultan independen.

"Dilihat dari azas manfaat," katanya. Seperti dalam pengalihfungsian hutan lindung Dam Baloi, Hutagaol mengatakan konsultan menyarankan merubah fungsi daerah tangkapan air itu menjadi kawasan perdagangan karena banyak penanam modal yang tertarik membangun sarana meeting, incentive, conference and exhibition (MICE). "Selain itu, debit air Dam Baloi hanya 30 liter/detik. Kecil sekali dibanding dam lain," katanya.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada awal pekan ini menyelidiki alih fungsi hutan lindung Batam. Tujuh penyelidik meminta keterangan pejabat dan mantan pejabat pemerintah Kota Batam, Otorita Batam dan Badan Pertanahan Nasional Batam yang menjabat sekitar tahun 2005. Satu di antara alih fungsi hutan yang ditanyakan KPK adalah Dam Baloi. WAH

Sumber : Kompas.com : 7 Mei 2008

Polisi Usut Dugaan Korupsi Bupati Lingga

Batam― Kepala Polisi Daerah Kepulauan Riau, Brigadir Jenderal Sutarman berjanji akan mengusut dugaan korupsi Bupati Lingga, Provinsi Kepulauan Riau, Daria. Dia diduga korupsi dana APBD senilai Rp 8,5 miliar.

Polisi, kata dia, menerima 25 jilid laporan dugaan korupsi di Kabupaten Lingga dari Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah pekan lalu. Setelah diteliti, dugaan penyelewengan itu terjadi pada dana pendidikan.

Ketua DPRD Lingga, Alias Wello melaporkan dugaan korupsi di daerahnya senilai Rp.8,5 miliar. Tapi nilai itu membengkak menjadi puluhan miliar setelah sejumlah anggota dewan menemukan bukti penyelewengan yang jumlahnya lebih besar, yakni pada proyek pembangunan sejumlah sekolah tanpa tender senilai Rp. 49 miliar. "Seharusnya melalui tender, tapi malah penunjukan langsung," kata Sutarman kepada Tempo di ruang kerjanya hari ini.

Terkait dengan kasus itu, Sutarman mengaku telah memeriksa Sekretaris Daerah Lingga, Usman Taufik. Pemeriksaan terhadap Taufik Usman berlangsung sejak Senin (31/4) pukul 10.00 sampai Selasa (1/4 pukul 04.00 WIB.

Usman yang dihubungi Tempo menyatakan soal penunjukan langsung pada sejumlah proyek pembangunan sekolah itu kebijakan Bupati Lingga, Daria. "Jika sudah disetujui Bupati, ape yang nak dibuat," ujarnya dengan logat Melayu.

Dalam kasus ini, kejaksaan Negeri Tanjungpinang juga telah memeriksa Kepala Dinas Pendidikan Abdurachman, Kepala Dinas Kimpraswil dan Kepala Dinas Kesehatan. Rumbadi Dalle

Sumber : Tempo Interaktif : 09 April 2008

Ngabuburit Sambil Nikmati Senja di Pantai Melayu

Batam - Pantai Melayu merupakan salah satu pantai wisata yang sering dikunjungi masyarakat Batam, Kepulauan Riau. Apalagi di bulan Ramadan, pantai ini benar-benar asyik untuk dijadikan sebagai tempat ngabuburit sembari menikmati senja di batas cakrawala.

Salah seorang pengunjung pantai, Mona (33), mengakui pantai ini sangat digemari keluarganya untuk ngabuburit. Dengan area yang cukup luas, pantai ini juga bersih dan nyaman, sehingga sangat pas untuk anak-anak yang sedang belajar puasa karena bisa ngabuburit sambil bermain.

"Dengan pasirnya yang putih keabu-abuan serta lembut bisa membuat anak-anak senang berkreasi hingga lupa waktu," ucap Mona kepada Liputan6.com, Sabtu, 27 Mei 2017.

Di tempat yang sama, Hamidah (35) juga punya pendapat serupa. Menurut dia, Pantai Melayu ini mengaku sering jadi spotnya untuk ngabuburit di bulan Ramadan ini. Dengan pemandangan indah di lepas pantai, ia bisa menunggu buka puasa sambil menikmati panorama senja itu.

Menurut Hamidah, di hari-hari pertama Ramadan seperti ini, biasanya Pantai Melayu memang ramai dikunjungi masyarakat lokal. Namun untuk kali ini tampak sepi pengunjung. Salah satu sebabnya cuaca di Batam kurang bersahabat dalam beberapa minggu terakhir.

"Karena cuaca sering hujan, pengunjung lain malas keluar," ujar Hamidah.

Ya, ngabuburit sembari menikmati senja di Batam memang asyik di Pantai Melayu ini. Pantai Melayu ini berlokasi di Barelang, tepatnya di Pulau Rempang yang masuk ke dalam gugusan pulau-pulau di Batam yang dihubungkan oleh Jembatan Barelang.

Lokasi Pantai Melayu ini tidak jauh dari Jembatan 4 Barelang. Untuk mencapai lokasi ini kita bisa menggunakan kendaraan pribadi seperti motor dan mobil sewaan atau taksi maupun Bus Trans Batam.

Kondisi Pantai Melayu juga sudah tertata dengan rapi. Sebagai tempat wisata, pantai ini sudah dilengkapi dengan pondok-pondok, trotoar, dan taman untuk pejalan kaki yang ingin jalan-jalan menikmati indahnya Pantai Melayu.

DPRD Laporkan Dugaan Korupsi Bupati Lingga

Batam― Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lingga diwakili langsung oleh ketuanya Alias Wello, tanpa ragu melaporkan dugaan tindakan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) yang dilakukan oleh Bupati Lingga Drs H Daria dan Sekda Kabupaten Lingga Drs H Thahir Saleh, hingga merugikan negara mencapai ratusan miliar rupiah. Upaya melaporkan ke Polda Kepri dan Mabes Polri mendapat dukungan 8 orang anggota DPRD Lingga lainnya.

Menurut Alias Wello tindakan ini dalam melaksanakan fungsi pengawasan DPRD Kabupaten Lingga telah menemukan beberapa dugaan penyimpangan dan tindakan pidana korupsi terhadap pelaksanaan APBD di Kabupaten Lingga, dan kebijakan-kebijakan yang bertentangan dengan peraturan perudang-undangan, sejak tahun 2004 massa menjabat Drs Daria sebagai Pelaksana Tugas Bupati Lingga hingga tahun 2007 massa jabatan Drs Daria sebagai Bupati Lingga terpilih.

"Harus dimulai dari kami-kami ini untuk berani malaporkan tindakan korupsi ini kepada pihak yang berwajib. Kita memiliki data-data lengkap hingga bukti kuitansi pembayarannya. Kita berani ini juga karena dilengkapi data juga, dan tidak ada upaya untuk memfitnah Bupati Lingga Drs H Daria atau Sekretaris Daerah Kab Lingga Drs H.M Thahir Saleh," ujar Alias Wello, didampingi Ketua Komisi II Said Abduk Hamid dan Ketua Komisi III Syarifruddin M Abdul Gani, Selasa (18/3), usai menyerahkan 25 berkas pelaporan di Mapolda Kepri.

Tiga perwakilan anggota DPRD Lingga ini melaporkan dugaan ini sekitar pukul 11.00 WIB dan diterima oleh Kasi Ajudan Kapolda Kepri AKP Didik SiK. Usai menyerahkan 25 berkas yang isinya berupa data terurai dalam bentuk kuitansi hingga lampiran pelanggaran secara perundang-undangan ke Polda, digelar jumpa pers. Dengan nada bersemangat, para anggota dewan ini menyatakan ingin mengetahui sejauh mana sikap penegak hukum setelah melihat data-data lengkap tentang dugaan korupsi tersebut.

"Sebenarnya sejak lama kasus ini ingin kami kemukakan ke penegak hukum. Namun, penilaian kita kepolisian di daerah Lingga tentu telah bekerja. Untuk mendukung kinerja

kepolisian ini, kami juga menyampaikan data dan dukungan tersebut hari ini. Bahkan, kalau juga pihak kepolisian di daerah belum bertindak, maka laporan kita ke tingkat Mabes

Polri mungkin dapat sebagai pertimbangan. Pastinya, yang namannya korupsi itu besar atau kecilnya juga ada hukumannya," papar Abdul Gani.

Ditambahkan Abdul Gani dari 20 orang anggota DPRD Kabupaten Lingga yang duduk di legislatif, total 9 orang yang menyatakan setuju melapor dan seiring dengan pelaporan ini dinyatakan juga tidak percaya lagi dengan kepemimpinan Drs Daria sebagai Bupati. Anggota dewan dari berbagai partai politik diantaranya Partai Patriot Pancasila, Partai PPP, Partai Demokrat, Partai PKS, Partai PDI-P, Partai PAN dan Partai PIB, mendukung pelaporan tersebut.

"Otomatis kita tidak percaya lagi dengan Bupati Daria ini. Banyak sekali penyelewengan APBD hingga penyalahgunaan kewenangan tugasnya yang dinilai bertentangan dengan peraturan pemerintah di negara ini," ujar Abdul Gani.

Secara umum, Alias Wello dan Abdul Gani menceritakan total kerugian negara atas tindakan korupsi ini, juga didukung oleh tidak diterimanya laporan pemerintah Kabupaten Lingga oleh tim Audit BPK tahun 2007.

Dugaan adanya korupsi itu terbanyak di lingkungan Dinas Pendidikan yang jumlah tahun 2006 sebesar Rp 17,15 miliar, tahun 2007 sebesar Rp 49,4 miliar dan disusul dengan

pengeluaran uang bimbingan belajar serta jasa konsultan di dinas pendidikan yang jumlahnya mencapai lebih Rp 2 miliar rupiah.

Selain biaya pendidikan, yang menjadi sorot anggota dewan soal biaya pungutan asuransi untuk rakyat miskin yang ditarik dari potongan gaji pegawai negeri. Selain itu, masalah uang peruntukan beras untuk rakyat miskinpun selama periode 2005- 2007 pun diungkapkan.

"Berdasar hal-hal tersebut kita patut menduga saudara Drs H. Daria telah melakukan korupsi, kolusi dan nepotisme dan penyalahgunaan di dalam pengelolaan serta pertanggungjawaban keuangan pada anggaran pendapatan dan belanja daertah kabupaten Lingga tahun 2004 hingga tahun 2007," ujar Alias Wello. (Tribun Batam/dedi suwadha)

Sumber : Kompas.com : 18 Maret 2008

Ciptakan Ikon Kota, Pemko Batam Gunakan Ornamen Melayu di Flv Over

Batam, Kepri - Pemerintah Kota (Pemko) Batam terus berusaha menciptakan ikon kotanya. Kali ini akan direncanakan dari jembatan layang atau flv over di Simpang Jam. Rencananya fly over itu akan dihiasi ornamen Melayu.

Kabag Humas Pemko dan Protokol Kota Batam Ardi Winata mengatakan, fly over yang sedang dikerjakan itu akan dihiasi beberapa motif Melayu dengan beragam warna. Mulai dari pagar hingga pilar, seperti di motif pucuk rebung, setampuk manggis, lebah bergayut dan julur kacang. Selain itu, jembatan ini akan dilengkapi dengan relief perahu elang laut.

"Fly over nantinya akan kaya dengan ornamen Melayu. Wali Kota minta masukan dari Lembaga Adat Melayu (LAM). Saat ini memang belum semua dibangun. Tapi kisi setampuk manggis dan pucuk rebung sudah mulai terlihat," jelas Ardi seperti dilansir Batam Pos (Jawa Pos Group), Senin (20/2).

Menurutnya, dengan ornamen Melayu tersebut, jembatan layang akan menjadi salah satu ikon yang membanggakan di Batam. Tentunya Wisatawan lokal maupun asing bisa lebih mengenal Batam dari jembatan tersebut. "Selain sebagai jembatan, dapat jadi ikon yang membanggakan di daerah Melayu. Mudah-mudahan tahun ini jembatan sudah bisa selesai," harap Ardi.

Sementara, Satuan Kerja (satker) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Andre Sirait mengatakan, progres pengerjaan jembatan layang sudah mencapai 52 persen untuk pembangunan pondasi. Pengerjaan secara keseluruhan ditargetkan selesai akhir tahun ini. "Kondisi di lapangan ada dua fly over dibangun berbarengan. Sekarang baru sampai pilar sisi kiri," sebut Andre.

Dia mengakui pihaknya sengaja mengadopsi muatan lokal seperti ornamen Melayu di jembatan tersebut. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Wali Kota Batam, Rudi dan LAM soal itu. "Kami lagi hitung pendanaan, cukup atau tidak kalau mengadopsi (ornamen Melayu) semua. Kalau tidak cukup, mungkin bertahap dulu," jelasnya.

Diketahui jembatan layang di Simpang Jam akan dibangun sepanjang 165 meter dengan lebar 32,2 meter, dan ketinggian 9 meter. Jembatan tersebut memiliki konstruksi box girder.

Hingga kini puluhan pekerja masih tampak menyelesaikan bangunan fly over yang sudah memiliki dua pondasi besar. Kondisi jalan sekitar pun masih berkabut karena pembangunan tersebut. Bahkan sejumlah pengendara sempat bingung karena tidak beraturannya alur jalan tersebut.

Sebentar Lagi Pantun Menjadi Warisan Budaya Dunia

Batam, Kepri - Pantun akan diusulkan menjadi warisan budaya dunia ke Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (Unesco) oleh Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam dan Thailand.

"Saat ini kami sedang melengkapi dokumen tentang pantun sebagai kelengkapan syarat ke United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (Unesco)," kata Kepala Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) wilayah Kepulauan Riau Toto Sucipto, Selasa.

Seperti yang dilansir Antara, pantun sudah sering digunakan dalam seharian masyarakat, pemerintah, bahkan dalam komunikasi formal maupun nonformal. Ia juga menambahkan, budaya pantun sudah tersebar luas di empat negara tersebut dan penyebarannya tidak terbatas pada wilayah administratif negara.

"Dilihat dari pengusungnya, maka kemungkinan empat negera ini bisa dikatakan sebagai pemilik pantun," ucap Toto.

"Tidak ada klaim antar negara, di Indonesia saja pantun juga berkembang di Riau, Kepulauan Riau, Jakarta, dan daerah lainnya," ungkap Kepala BPNB wilayah Kepri, Riau, Babel dan Jambi tersebut.

Ia juga mengatakan, Maret 2017 ini akan datang tim ahli dari pusat ke Tanjungpinang, Kepulauan Riau, untuk memeriksa kelengkapan syarat pengusulan pantun tersebut.

Selain itu, akan diadakan juga pertemuan dengan dinas kebudayaan Kepri dan 100 warga Kepri untuk berbicara soal pantun. Ia ingin melihat komitmen warga untuk mengusung pantun agar menjadi warisan budaya dunia.

Tahukah Anda Ada Tugu Seni Khas Melayu di Taman Jalan Batam?

Batam, Kepri - Tugu dengan replika peralatan khas melayu di tengah Jalan Jendral Sudirman dan persimpangan Sei Harapan menjadi pemandangan bagi pengendara yang lewat.

Dua tugu ini sudah lama berdiri tetapi keberadaannya tidak bisa dinikmati secara langsung oleh masyarakat.

Dari pantauan Tribun, tugu yang berada di Jalan Jendral Sudirman itu berada persis di tengah taman yang memisahkan dua jalur lalu lintas.

Tugu itu terlihat hitam kecoklatan. Pengendara pun tidak banyak yang melirik ke arah tugu ini. Bahkan, warga yang bermukin tidak jauh dari lokasi tugu ini mengaku tidak tahu persis apa saja replika di bagun.

"Nggak tahu, itu dimana ya? Saya belum pernah lihat," ujar Ade, seorang warga ketika dimintai komentar setelah diperlihatkan dokumentasi dari replikas di tugu itu.

Ia juga tidak mengetahui secara pasti makna filosofi dari tugu terebut.

Berbeda dengan tugu di Sei Harapan, Tugu ini terletak beberapa meter dari persimpingan.

Sebagian pengendara yang berhenti ketika lampu merah menyala bisa melihat dan menikmati bagunan itu. Dari Tiban, tugu ini sedikit terlindungi oleh pepohonan yang rindang.

Namun, perawatan terhadap kedua bangunan tampak belum maksimal. Dari dekat, terlihat beberapa bagian mulai retak.

Catnya sudah pudar. Rerumputan di tepiannya juga sudah meninggi. Karena lokasinya di tengah, tidak ada warga yang bisa berswafoto di tugu itu apalagi menikmatinya secara lebih seksama.

Menurut Seniman Batam, Tarmizi, tugu itu merupakan tugu penyambutan bagi wisatawan yang datang ke Batam. Sebab itulah, dibangun di median jalan. Tugu itu juga sarat dengan nilai-nilai filosofi Melayu.

"Filosofi dibangunnya replika Tepak Sirih dan alat musik Melayu itu kan dimaksudkan untuk menunjukkan identitas kita sebagai ranah Melayu, bagi siapa saja yang datang ke kota Batam", ujar Dia.

Tarmizi menyebutkan, tugu itu dibangun sekitar tahun 2002.

Perahu Jong, Tradisi Nelayan Pesisir Melayu untuk Melepas Kejenuhan

Batam, Kepri - Bagi masyarakat pesisir di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dan Riau, tradisi perahu jong tak asing lagi bagi mereka. Tradisi ini adalah sejenis permainan rakyat yang setiap tahun dilakukan nelayan untuk menghilangkan kejenuhan saat tidak melaut.

Suasana di pantai Kampung Melayu, Batubesar, Nongsa, Kota Batam, tampak ramai, Jumat, 3 Maret 2017. Ribuan warga dari berbagai daerah di Kepri dan Riau memadati salah satu objek wisata di Batam ini.

Mereka datang membawa perahu jong yang akan diikutkan dalam Festival dan Lomba Perahu Jong 2017. Festival tahun ini terbilang ramai, diikuti 1.680 peserta. Mereka tak hanya berasal dari Batam, Tanjungpinang, Tanjungbalai Karimun, Lingga, dan pulau-pulau di sekitar Batam, tetapi juga berasal dari Kabupaten Pelalawan dan Dumai, Provinsi Riau.

Sore itu, suasana pantai Kampung Melayu benar-benar ramai. Aneka corak dan warna perahu jong dan layarnya tampak berjejer di tepi pantai. Desiran ombak disertai angin yang bertiup sedikit kencang, dan rimbunnya pepohonan kelapa di daerah ini makin menambah semarak festival ini.

"Festival tahun ini benar-benar semarak. Selain peserta, banyak wisatawan lokal dan mancanegara yang berkunjung. Ada sekira 20 wisatawan asal Korea Selatan yang sengaja datang untuk menyaksikan festival perahu jong ini," kata Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad usai membuka secara resmi Festival dan Lomba Perahu Jong, di Kampung Melayu, Nongsa, Batam, 3 Maret 2017.

Festival ini, kata Amsakar, menjadi salah satu destinasi wisata dan masuk dalam agenda pariwisata Batam. Di tahun mendatang, kata dia, dua negara tetangga yakni Malaysia dan Singapura akan diajak untuk mengikuti festival ini. "Keduanya adalah negara serumpun dengan kita. Event ini pasti lebih meriah lagi bila kedua negara ini ikut serta," ujarnya.

Ribuan warga dan peserta Fedtival dam Lomba Perahu Jong memadati Kampung Melayu, Kel Batubesar, Kec Nongsa, Batam.

Perahu jong adalah perahu mini yang terbuat dari bahan kayu ulai. Panjangnya sekira 1,30 hingga 1,35 meter. Lambung perahu ditutup agar air laut tidak masuk. Di sisi kanan perahu terdapat kayu yang memanjang keluar sepanjang 1,40 meter. Fungsuinya sebagai penyeimbang. Di atas perahu di pasang layar yang sedikit lebih tinggi antara 1,50 meter-1,60 meter.

Alwi AR, penggagas yang juga tokoh masyarakat Batubesar, Nongsa, mengatakan, permainan rakyat ini ada sejak tahun 1986. Tradisi turun termurun ini umumnya dilakukan warga dan nelayan pesisir. Mereka memainkan perahu jong untuk menghilangkan kejenuhan saat tidak melaut, khususnya saat musim utara.

"Dulunya tak banyak yang mengikuti permainan ini. Namun seiring berjalannya waktu semakin banyak nelayan yang mulai menggemari tradisi ini. Mereka ramai-rami membuat jong dengan aneka model, corak, dan warna. Permainan ini semakin berkembang dan akhirnya dikemas dalam sebauh festival," kata Alwi kepada wartawan.

Selain di wilayah Kepulauan Riau, sambung Alwi, permainan ini juga banyak dimainkan oleh nelayan di Riau pesisir, seperti Dumai, Pelalawan, dan lainnya. "Namun, dari sekian tempat penyelenggaraan festival dan lomba, pantai di Kampung Melayu ini termasuk yang terbaik. Lokasi dan garis pantainya bagus dan arenanya cocok untuk lomba," tambah Alwi.

Duriat, peserta dari Pelalawan, Riau, mengaku, ada kepuasan tersendiri saat memainkan perahu jong. Kepuasan ia dapatkan saat perahu jong hasil bikinannya mampu melaju kencang di atas laut dan berkompetisi dengan pearhu jong lainnya.

"Saya mulai menggemari permainan ini sekira 1 tahun terakhir. Permainan ini bagus untuk melepas kejenuhan kita kalau tidak melaut. Kita bisa bermain bersama keluarga maupun dengan nelayan lainnya. Pokoknya ada kepuasan tersendiri, apalagi kita bisa berkreasi sendiri membuat jong," ujarnya.

Duriat tidak datang sendiri. Ia mengaku datang bersama 20 warga pesisir Pelalawan lainnya. Festival dan lomba ini berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat-Minggu, 3-5 Maret 2017. Setiap peserta yang memenangi lomba kembali akan beradu dalam babak selanjutnya untuk menuju babak final.

Pemilihan Top Model Duta Batik Kepri Bakal Datangkan Desainer Kondang Ivan Gunawan

Batam, Kepri - Orange entertainment bekerjasama dengan Mentari Enterprise akan menyelenggarakan fashion show pemilihan top model Duta Batik Kepri, 10-12 Februari mendatang.

Bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Pendidikan serta Kementerian Perindustrian, kegiatan tersebut masih dalam rangkaian event singing contest Bintang Kepri.

"Bintang Kepri sendiri sudah memasuki tahun ketiganya, sedangkan duta batik Kepri ini yang pertama. Namun akan kita laksanakan secara berkelanjutan juga tiap tahunnya," ujar pemilik Orange Entertainment, Harjito di Allium Hotel, Selasa (31/1/2017).

Ikut menggandeng pemerintah daerah, dalam hal ini Dinas Pariwisata Kepri, acara ini diharapkan juga mampu menggaet wisatawan untuk datang ke Kepri.

"Kami juga berharap ini bisa jadi event tahunan yang mensupport pariwisata Kepri. Nantinya, setiap peserta duta batik Kepri akan diambil dari masing-masing kabupaten/kota yang ada di Kepri. Mereka akan menampilkan batik-batik khas Kepri, satu diantaranya batik gong-gong," ucap Harjito.

Batik Kepri akan diekspos kepada khalayak ramai lewat kegiatan ini, agar jangan sampai di klaim kembali oleh negara tetangga. Selain itu, besar harapan agar batik Kepri pun memiliki nilai jual di tingkat nasional dan internasional lewat ajang ini.

Mengingat, penyelenggara acara pun mendatangkan bintang tamu desainer kondang, Ivan Gunawan.

"Ivan Gunawan inilah yang nanti menjembatani agar batik Kepri ini bisa dibawa sampai ke nasional, bahkan internasional," ucap Harjito.

Sementara itu, Kadispar Kepri, Buralimar mengapresiasi kegiatan yang akan digelar tersebut. Menurut Buralimar, selain destinasi wisata, event-event pun sangat diperlukan untuk menggaet para wisatawan.

"Tahun 2016 target wisatawan kita tidak tercapai, karena satu dua hal. Mudah-mudahan dengan event ini, bisa membantu capaian target 2017. Apalagi akan datang juga Kepri sebagai gerbang wisata bahari yang didukung oleh kementerian pariwisata. Kita diminta untuk bisa mengejar angka wisman Malaysia," tutur Buralimar.

Buralimar pun menyatakan, cukup banyak batik khas Kepri, dimana antara kabupaten/kota memiliki motif yang berbeda-beda. Ia berharap pemilihan duta batik Kepri, dapat mengeksplor lebih lagi kekayaan batik yang ada di sini.

Memperebutkan piala Kementerian Pariwisata, ada total Rp23 juta hadiah yang disiapkan oleh panitia bagi para pemenang. Dengan biaya pendaftaran Rp150 ribu, bagi yang berminat mengikuti ajang ini dapat memilih satu diantara tiga kategori lomba.

Kategori A usia 5-8 tahun, kategori B usia 9-13 tahun, dan kategori C usia 14-21 tahun. Pendaftaran dapat dilakukan di Mega Mall Batam dan Kepri Mal.

"Pendaftaran terakhir Rabu, 8 Februari pukul 17.00 WIB. Sedangkan registrasi ulang Kamis, 9 Februari dari pukul 13.00-17.00 WIB. Dilanjutkan dengan babak penyisihan esok harinya. Sedangkan Grand Final akan kita laksanakan Minggu, 12 Februari di Allium Hotel," kata pemilik Mentari Enterprise, Tommy Suharsa.

Batam Ajarkan Budaya Melayu di Sekolah

Batam, Kepri - Budaya Melayu akan segera diajarkan di sekolah-sekolah di Kota Batam Kepulauan Riau sebagai bagian dari muatan lokal pelajaran wajib dari semua tingkat sekolah.

"Kita buat muatan lokal Budaya Melayu. Kami tekankan ke Budaya Melayu sebagai payung di Batam ini," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam Muslim Bidin di Batam, Senin.

Isi dari pelajaran Budaya Melayu akan disesuaikan dengan minat dan bakat anak-anak di setiap usia, mengingat pelajaran itu akan diterapkan mulai dari SD hingga SLTA.

Meskipun Batam adalah kota metropolitan yang berbatasan dengan negara modern Singapura, ia menekankan anak Batam harus mengetahui adat dan budaya Melayu sebagai akar budayanya.

Selain untuk melestarikan budaya, pelajaran Budaya Melayu akan mengajarkan berbagai nilai luhur yang diwariskan nenek moyang.

"Semua sekolah harus mengikuti. Jangan sampai kita tinggal di daerah Melayu tapi tidak tahu budaya Melayu. Bagaimana tata cara berpakaian Melayu. Misalnya, songkok miring artinya apa dan sebagainya," kata Kepala Dinas.

Ia menegaskan pelajaran Budaya Melayu akan mencakup kebudayaan secara luas dan tidak sekedar belajar membaca huruf Arab Melayu, seperti yang banyak diperdebatkan masyarakat.

"Teknisnya nanti di sekolah," kata Muslim Bidin.

Pemerintah telah menyiapkan buku panduan pelajaran Budaya Melayu yang disusun bersama-sama dengan tokoh adat.

Namun Muslim memastikan Dinas Pendidikan tidak akan mewajibkan siswa untuk membeli buku itu, apalagi mengkoordinir penjualan buku di toko tertentu yang sudah bekerja sama dengan pemerintah atau pihak sekolah.

"Kami cuma mengimbau semua sekolah memiliki buku itu. Tapi buku tidak boleh dijual di sekolah," kata Kepala Dinas.

PNS Pemko Kenakan Pakaian Melayu Selama 1 Minggu Dalam Rangka Hari Jadi Kepri

Batam, Kepri - Selama satu minggu kedepan seluruh pegawai negeri sipil (PNS) atau kontrak lingkungan Pemko Batam wajib berpakain Melayu. Hal itu sebagai bentuk peringatan hari jadi Propinsi Kepri yang merupakan tanah Melayu.

“Selama satu minggu, semuanya memakai pakaian melayu. Bentuk peringatan hari jadi Kepri,” ujar Kabag Humas Pemko Batam Ardi Winata, kemarin.

Menurut dia, tradisi seperti itu rutin dilakukan setiap tahunnya. Selain itu, tujuannya juga untuk melestarikan pakaian Melayu.

“Ini rutin, tahun tahun sebelumnya kita juga berpakaian melayu,” jelas Ardi.

Dikatakannya, tak hanya lingkungan Pemko Batam, seluruh sekolah, terutama negeri juga mewajibkan siswanya berpakaian Melayu selama satu minggu.

“Kita berharap karyawan hotel, restoran dan tempat lainnya juga mengenakan pakaian Melayu,” pungkas Ardi.

Sebanyak 50 Kostum Khas Ditampilkan dalam Kepri Carnival

Batam, Kepri - Dinas Pariwisata bersama Dewan Pengurus Derah Asosiasi Karnaval Indonesia (Akari) Kepri menyiapkan 50 kostum bernuansa budaya Melayu dan kekayaan bahari untuk ditampilkan dalam Kepri Carnival 2016 di Kota Tanjungpinang.

"Hari ini kami menggelar workshop bagaimana membuat kostum sesuai dengan tema pagelaran pada perwakilan dari kota/kabupaten di Kepri. Setidaknya akan ada 50 kostum yang dirancang dan ditampilkan pada 28 Oktober mendatang," kata Ketua DPD Akari Kepri, Silvia Hilda Kusumaningtyas, di PIH Batam, Jumat.

Sesuai dengan tema Festival Bahari Kepri yang diusung, maka kostum yang disiapkan dalam ajang pendukung Sail Selat Karimata 2016 tersebut adalah Makyong, Jung (perahu jung/jong) dan kekayaan laut Kepri.

"Nantinya kostumnya akan dibuat dan dipakai oleh para talent yang ikut dalam workshop ini. Jadi masing-masing talent membawakan rancagannya masing-masing," kata dia.

Kegiatan tersebut diharapkan akan memberikan hiburan dan menghadirkan wisatawan dalam dan luar negeri dalam jumlah besar.

"Harapan kami Kepri akan menjadi akan dikenal dengan carnival island. Sebisa mungkin kegiatan karnaval akan sering diselenggarakan dengan dukungan berbagai pihak," kata Silvia.

Anggota Komisi II DPRD Kepri yang salah satunya membidangi pariwisata Ririn Warsiti saat meninjau kegiatan workshop menyampaikan kesiapan dalam mendukung pendanaan kegiatan tersebut.

Sail Selat Karimata 2016 memasuki tahun kedelapan sejak digelar 2009 lalu.

Rangkaian acara Sail Selat Karimata digelar di empat provinsi yakni Kalimantan Barat, Jambi, Bangka Belitung dan Kepulauan Riau dengan empat kegiatan utama.

BI Gelontorkan Rp 2 Miliar untuk Pelestarian Budaya Melayu

Batam, Kepri - Bank Indonesia (BI) memberikan Rp 2 miliar untuk memfasilitasi pelestarian tradisi dan budaya melayu, di antaranya untuk pembangunan sebuah balai adat dan sarana prasarana pendukung destinasi wisata Melayu di Pulau Penyengat, Tanjung Pinang, Kepulauan Riau.

Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan, seni dan budaya Melayu tidak boleh terkikis oleh modernisasi, terlebih nilai estetika Melayu akan menjadi salah satu ciri khas Indonesia dan menjadi daya tarik untuk pariwisata. "Pulau Penyengat memiliki nilai sejarah dan menjadi tempat lokasi-lokasi penting akar peradaban Melayu, maka itu pariwisata dan kemaritiman di Penyengat harus terus berkembang," ujarnya di Batam, Sabtu (13/8).

Agus merekemondasikan untuk pembangunan sektor kemaritiman yang terintegratif di seluruh wilayah Kepulauan Riau. Pembangunan tersebut diharapkan dapat mendongkrak kontribusi sektor kemaritiman yang saat ini baru mencapai 4 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Nasional.

Sedangkan sarana prasarana pariwisata yang akan dibangun Bank Indonesia di Pulau Penyengat adalah revitalisasi moda transportasi wisata, pembuatan marka jalan, pagelaran seni Melayu secara berkala selama satu tahun, dan renovasi sarana pendukung destinasi wisata di Pulau Penyengat.

Bank Sentral juga memberikan bantuan sosial kepada Pondok Pesantren Al Kautsar dan Kelompok Tani Maju Jaya serta penyediaan fasilitas pendukung gerai nelayan. Bantuan itu untuk program percontohan paya pengendalian inflasi di Tanjung Pinang serta memajukan ekonomi nelayan berbasis koperasi.

Mantan Bupati Kepri Dijebloskan Penjara

Batam― Kejaksaan Negeri Tanjung Pinang menangkap Mantan Bupati Kepulauan Riau (Kepri), Huzrin Hood, Jum`at ( 2/7), dan langsung menjebloskannya ke dalam tahanan kejaksaan. "Sekarang dia di tahanan Kejaksaan Negeri Tanjung Pinang," kata Kepala Kejaksaan Negeri Tanjung Pinang, Suhaimi, SH kepada TNR lewat sambungan telepon. Penangkapan ini berkaitan dengan keterlibatan proses hukum Huzrin Hood dalam kasus korupsi APBD 1999/2000 sebesar Rp. 3,7 miliar yang sudah diputuskan Pengadilan Negeri Tanjung Pinang pada 2003.

Sebenarnya, ketika mengaudit keuangan Pemda Kabupaten Kepri, tim Badan Pemeriksa Keuangan menemukan, Huzrin diduga melakukan tindak pidana korupsi lebih dari 40 miliar. Tapi setelah diteliti, ternyata yang terindikasi dikorupsi Huzrin Hood adalah sebesar Rp. 3,7 miliar. Kemudian, kasus bergulir ke meja hijau dan Majelis Hakim memvonis Huzrin dua tahun penjara, membayar denda sebesar Rp. 200 juta serta segera mengembalikan kerugian negara. Huzrinpun langsung dijebloskan ke penjara Tanjung Pinang. Sayangnya, tak lama kemudian, Huzrin terlihat berada di luar tahanan, dan berjalan-jalan ke luar kota.

Lalu, rakyat memprotes, dan pihak kejaksaan kemudian memanggil Huzrin untuk kembali ke lembaga pemasyarakatan. Tapi, sampai tiga kali pemanggilan, Huzrin tidak datang juga. Dengan alasan sakit, Huzrin berobat ke Jakarta dan meninggalkan Tanjung Pinang. Alhasil, pihak kejaksaan mengancam akan menangkap Huzrin, dan hari ini terwujud, ketika Huzrin baru tiba dari Jakarta.

Kedudukan Huzrin Hood-Ansar Ahmad sebagai Bupati dan Wakil Bupati sudah lama batal demi hukum setelah gugatan Tawarich dikabulkan Mahkamah Agung. Pada 28 Agustus 2002, MA memutus perkara No.484/2001 dan No:485/2001 yang menguatkan putusan Judifaksi yang amar putusannya membatalkan SK Mendagri tentang Pengangkatan Bupati Huzrin Hood dan Wakil Bupati Ansar Ahmad. Pada 29 Juni 2004, Menteri Dalam Negeri juga membatalkan SK pengangkatan Huzrin Hood dan Ansar Ahmad sebagai Bupati dan Wakil Bupati, lewat SK No.131.124-520A/2004 dan No.132.24-521A/2004.

Rumbadi Dalle - Tempo News Room

Sumber : Tempo Interaktif 02 Juli 2004

Nyat Kadir: ‘Batam, Infrastruktur Internasional Beridentitas Melayu’

Batam, Kepri - Wali Kota Batam, Muhammad Rudi menghadiri buka puasa bersama yang digelar Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Batam, Sabtu (25/6) di gedung LAM, Batamcenter. Dalam kegiatan tersebut juga digelar penyantun untuk 400 anak yatim piatu.

Ketua LAM Batam, Nyat Kadir mengatakan walaupun Batam merupakan daerah industri yang dekat dengan dunia internasional, namun tetap harus memiliki identitas Melayu. “LAM hadir agar identitas Melayu di Batam ini tetap kokoh dan terjaga,” katanya.

LAM, sebutnya, senantiasa bekerja sama dengan pemerintah dalam membangun Batam dalam mencapai visi sebagai bandar dunia yang madani.

Sementara itu, Wali Kota mengatakan Pemerintah Kota (Pemko) Batam memiliki misi untuk mempercepat laju infrastruktur di Kota Batam. “Semua jalan di Kota Batam dilebarkan. Jalan di Jodoh, Nagoya, dan Batamcenter dimaksimalkan,” katanya.

Selain itu, sambungnya, Pemko Batam ingin infrastruktur yang dibangun menunjukkan identitas Melayu Islam. “Saat ini sedang dibangun flyover di Batam. Jangan sampai terlambat dan berkoordinasi dengan dinas pariwisata,” imbuhnya.

PHBI Kundur Semarakkan Lagi Lomba Lampu Colok

Batam, Kepri - Menyemarakan malam ke 27 bulan suci Ramadan 1437 H, Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kecamatan Kundur akan mengadakan lomba lampu colok. Dengan digelarnya lomba lampu colok, PHBI berharap bisa diikuti oleh masing-masing lingkungan di Kecamatan Kundur.

Koordinator lomba lampu colok, Surawan menyebutkan, lomba lampu colok kembali dihidupkan dalam rangka memeriahkan malam tujuh likuran, dan Hari Raya Idul Fitri. “Jika ingin menjadi peserta lampu colok, masyarakat bisa langsung menghubungi panitia 0812 7719 3880 dan 0852 6484 1001. Peserta tidak akan dikenakan biaya oleh panitia,” kata Surawan, Kamis (23/6).

Lebih lanjut Surawan mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan untuk melestarikan budaya Melayu dan membina pemuda agar menjadi generasi pemuda yang kreatif serta menguatkan silaturahmi dengan masyarakat. Dalam lomba ini, pihaknya akan memberikan hadiah kepada pemenang lampu colok.

“Bagi pemenang nantinya, kita akan berikan penghargaan berupa sertifikat dan uang tunai. Selain lomba lampu colok, di malam 1 Syawal, kita akan gelar pawai takbir keliling untuk memeriahkan malam takbiran yang juga akan diberikan penghargaan serta uang tunai. Membina Pemuda Kreatif dan Menguatkan Silaturahmi,” sebutnya.

Surawan menjelaskan beberapa kriteria menjadi dasar penilaian pada hari pelaksanaan. Mulai malam 27 Ramadan hingga malam lebaran.

“Seperti penilaian dari sisi bangunan, yang kita nilai dari kekokohan bangunan, letaknya tidak membahayakan atau menggangu aktivitas pengguna jalan, kreatifitas masyarakat dalam membentuk bangunan lampu colok tersebut,” papar Surawan.

Sedangkan untuk penilaian keamanan, meliputi lebar kontruksi gerbang baik dari sisi kiri dan kalan jalan itu sekitar 1 meter, dan kebersihan di sekitar kontruksi menara (gerbang) harus minimal 90 persen menggunakan lampu colok selebihnya dapat menggunakan lampu lainnya. Lokasi yang mudah dijangkau oleh panitia, serta tema dari gerbang lampu colok tersebut.

“Nantinya penilaian akan dilakukan sesuai jadwal yang akan ditentukan panitia dan peserta wajib menghidupkan lampu coloknya dan nantinya akan ada penilaian ekstra pada malam 1 Syawal dan seluruh peserta harus menghidupkan lampu coloknya,” jelasnya lagi.

-

Arsip Blog

Recent Posts