Malioboro Tujuan Wisata Libur Lebaran

Yogyakarta - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Yogyakarta memperkirakan kawasan Malioboro akan tetap menjadi tujuan wisata utama di wilayah tersebut pada saat libur Lebaran 1432 Hijriah.

"Kepadatan di kawasan Malioboro diperkirakan akan mulai terjadi pada H-3 hingga H+6," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Yogyakarta Yulia Rustiyaningsih di Yogyakarta, Selasa (23/8/2011). Yulia mengatakan dari tahun sebelumnya, kawasan Malioboro telah menjadi pusat bisnis dan budaya di Kota Yogyakarta. Menurutnya, Malioboro selalu menyedot minat wisatawan terutama pemudik yang berniat merayakan Hari Idul Fitri di Yogyakarta. Oleh karena itu, lanjut Yulia, pihaknya bersama dengan Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Malioboro melakukan sejumlah persiapan untuk menciptakan kenyamanan bagi pemudik yang berwisata di kawasan itu.

"Misalnya, mengintensifkan pemeliharaan terhadap lampu dan taman di sepanjang Malioboro agar tetap terjaga," katanya. Pihaknya juga telah memberikan pembekalan kepada pengemudi becak dan penarik andong untuk selalu memberikan pelayanan terbaik kepada tamu.

Yulia berharap, selain Malioboro, adanya sejumlah kampung wisata yang telah dimiliki Kota Yogyakarta mampu menyedot minat wisatawan. Seperti Kampung Wisata Dipowinatan dan Cakradiningratan. Ia berharap, jumlah wisatawan ke Yogyakarta selama September bisa mencapai 250.000 orang atau setidaknya sama dengan jumlah wisatawan yang berkunjung saat Lebaran tahun lalu. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Yogyakarta melakukan perhitungan jumlah kunjungan wisatawan per bulan.

"Yang menarik justru adanya kecenderungan peningkatan kunjungan wisatawan asing ke Yogyakarta," katanya. Pada tahun-tahun sebelumnya, rata-rata kunjungan wisatawan asing berkisar 180.000 hingga 200.000 orang. Namun pada 2011 diperkirakan mengalami kenaikan hingga 210.000 wisatawan.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Beringharjo Ujun Junaedi menyebutkan, kecenderungan adanya peningkatan jumlah konsumen di pasar tradisional tersebut sudah mulai terjadi pada pekan kedua bulan puasa.

"Pada H-7 ini, kenaikan pengunjung diperkirakan mencapai 500 persen," katanya. Ia menyebutkan rata-rata pengunjung pada hari biasa berjumlah 60.000 orang.

Ia menyatakan produk fashion terutama baju muslim masih menjadi barang yang paling banyak diburu pengunjung. Selain itu, lanjutnya, pedagang telah berjanji untuk tidak menaikkan harga. Ia menjelaskan untuk memberikan kenyamanan bagi pengunjung, paguyuban mengerahkan 15 personil untuk membantu petugas keamanan yang juga telah disiagakan oleh Dinas Pengelolaan Pasar Kota Yogyakarta.

"Juga ada sejumlah CCTV (closed circuit television) yang ditempatkan di lokasi rawan. Apabila ada tindak kriminal seperti pencopetan, bisa segera ditindaklanjuti," katanya.

-

Arsip Blog

Recent Posts