Pelajar Indonesia Tampil dalam "Festival Arts and Music" di Newcastle

Jakarta - Para pelajar Indonesia di Newcastle upon Tyne mempertunjukkan kesenian khas Indonesia di depan para penonton mancanegara dalam acara International Festival of Arts and Music (IFAM) yang diadakan di Northern Stage Theatre, Newcastle University.

Salah seorang pengurus PPI di Newcastle, Adamas Yudistira dalam keterangannya yang diterima ANTARA, menyebutkan acara IFAM yang mengusung konsep "An Evening of Culture, Dance, Music, Comedy, and Drama" ini adalah acara tahunan yang diselenggarakan di Newcastle University Students' Union.

Acara tersebut juga dihadiri Deputy Chief of Mission (DCM) KBRI London, Harry R J Kandau baru datang dua minggu di UK beserta Atdik, T. A. Fauzi Soelaiman yang memberikan dukungan kepada para pelajar Indonesia . Dalam kesempatan kali ini, Harry juga menyampaikan salam dari Duta Besar Hamzah Thayeb yang berhalangan datang.

Adamas Yudistira, mengatakan berbagai kesenian dari beragam negara ditampilkan malam ini, seperti Comedy Society, Latin dan Ballroom, Irish Dance dan Mauritian Society.

Menurut Adamas Yudistira, para pelajar ingin menunjukkan kepada dunia bahwa di tengah berita buruk dan konflik yang terjadi akhir-akhir ini, Indonesia tetap layak untuk dikunjungi sebagai tujuan pariwisata utama di Asia berkat segala keindahannya.

Tiga puluh peserta terpilih yang merupakan pelajar asal Indonesia tampil di atas panggung, membawakan seni drama yang di dalamnya menampilkan tari Saman dari Aceh, Tari Nandak Jakarta, Tari Belibis dari Bali dan juga penampilan alat musik Angklung asal Jawa Barat.

Dua orang pelajar asing yang sedang menuntut ilmu di Newcastle, Allison Forester dan Tim Swinson, turut berpartisipasi, berperan sebagai turis yang sedang berkunjung ke beberapa daerah di Indonesia.

David Leckinson, salah satu penonton asal Newcastle, mengaku tertarik untuk berkunjung ke Indonesia setelah menyaksikan penampilan malam itu dan tidak terpengaruh dengan pemberitaan buruk yang beredar.

Penampilan malam itu yang paling mengesankan menurutnya adalah tari Saman dan tari Nandak.

Meutia Ayuputeri selaku salah satu penari Saman dan Nicolaus Wahyu Pramono yang turut serta dalam tari Ngibing mengaku bangga atas keseriusan dan kerja keras para peserta yang tampil malam ini terlepas dari kesibukan sehari-hari mereka.

Meutia dan Nicolaus berharap para pelajar Indonesia dapat terus mempromosikan dan mempertahankan citra baik Indonesia di mata warga internasional.

Semangat para pelajar di Newcastle dapat menginspirasi para pelajar di mana pun untuk dapat terus mengangkat nama Indonesia di mata dunia.

-

Arsip Blog

Recent Posts