Arakan Pengantin Pontianak Tampil Memukau di TMII

Jakarta - Arak-arakan pengantin khas Kota Pontianak menambah semarak suasana Hari Ulang Tahun (HUT) ke-41 Taman Mini Indonesia Indah (TMII) di Jakarta, Rabu (20/4/2016).

Bertajuk Pawai Budaya Nusantara, rombongan arakan pengantin yang terdiri dari calon mempelai pengantin beserta pembawa barang-barang hantaran dan diiringi alunan musik tanjidor maupun tar, menyusuri rute pawai.

Penampilan tradisi budaya melayu Pontianak ini memukau para pengunjung yang menyaksikan Pawai Budaya Nusantara di TMII.

Satu di antaranya, Vina (27) warga DKI Jakarta, mengaku terpikat dengan arakan pengantin yang ditampilkan Kota Pontianak. Gadis kelahiran ibu kota ini baru pertama kali menyaksikan langsung arakan pengantin khas Kota Pontianak.

"Menarik sekali karena melibatkan banyak orang dan berbagai pernak-pernik barang hantaran penuh warna-warna cerah. Apalagi ditambah dengan iringan musik tanjidor dan tar menambah suasana semakin meriah," katanya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Pontianak, Hilfira Hamid menjelaskan, keikutsertaan Kota Pontianak dalam Pawai Budaya Nusantara dalam rangka HUT TMII ke-41 ini sebagai ajang promosi wisata budaya yang menjadi kebanggaan Kota Pontianak.

"Tujuannya, untuk mengangkat budaya arakan pengantin melayu dengan membawa seperangkat barang hantaran yang merupakan simbol dari aset wisata di Pontianak. Dalam arakan pengantin ini, kami menampilkan calon pengantin dengan busana khas melayu Pontianak diikuti serombongan pengantar yang membawa perlengkapan barang-barang hantaran," ujar Hilfira.

Dia menjelaskan, dalam peragaan tersebut, rombongan pengantin membawa pokok telok, manggar dan berbagai miniatur. Diantaranya Tugu Khatulistiwa, Tugu Digulis, Masjid Raya Mujahidin, perahu Lancang Kuning, meriam karbit dan sebagainya.

"Selain itu, arakan pengantin juga diiringi musik tanjidor dan tar yang melantunkan lagu khas Kota Pontianak," jelasnya.

Ia menambahkan, pada kesempatan ini, pihaknya juga melakukan koordinasi dengan pihak TMII untuk memfasilitasi pelaksanaan kegiatan Festival Arakan Pengantin tahun 2016 yang rencananya akan digelar pada peringatan Hari Jadi Kota Pontianak bulan Oktober mendatang.

"Kita berencana mengundang daerah-daerah lainnya di Indonesia yang serumpun melayu serta beberapa negara tetangga," imbuhnya.

Arakan pengantin merupakan tradisi budaya melayu Pontianak pada prosesi pernikahan. Arakan pengantin dilakukan untuk mengantar calon pengantin pria menuju ke rumah calon mempelai wanita atau tempat digelarnya prosesi pernikahan.

"Selain calon pengantin, dalam rombongan arakan pengantin juga diikuti oleh pembawa barang-barang hantaran dan diiringi musik tanjidor maupun tar," katanya.

Untuk melestarikan tradisi dan menjadikan arakan pengantin sebagai aset wisata budaya yang dimiliki Kota Pontianak, Pemerintah Kota Pontianak menggelar Festival Arakan Pengantin rutin setiap tahunnya bertepatan peringatan Hari Jadi Kota Pontianak.

Festival Arakan Pengantin ini bahkan memikat wisatawan mancanegara diantaranya dari Belanda, Denmark, Malaysia dan Singapura yang hadir pada festival tahun 2015 lalu.

-

Arsip Blog

Recent Posts